ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Trouble Maker



di kediaman Yongji..


" Liu meretas sistem Shin sepertinya akan membuang-buang waktu, jikapun bisa pasti akan ketahuan kitalah pelakunya, sebaiknya kau membayar orang untuk mengikuti shin"


" sudah ku lakukan" seru Liu menatap layar laptopnya


" kenapa kau tak pulang ke rumah Xiauwen? ambil ini dan sambungkan ke ponselnya beberapa detik, pastikan ini terinstall sempurna di ponselnya dan laptop kerjanya seru Yongji sambil melempar sebuah usb kecil


" apa ini?" tanya Liu menangkap benda itu


" peretas paling mutakhir buatanku, seperti memiliki 2 ponsel yang sama, jika ponsel 1 berdering kau akan bisa mendengar percakapannya secara online dan benda ini adalah tracker lokasi tercanggih"


" wow kau seharusnya mendapatkan penghargaan di bidang IT kak"


" masih perlu pengembangan, tapi sudah bisa gunakan, baiknya kau segera bergerak, kau taa ingin masalah ini berlarut kan, oia hasil test anak itu masih dalam proses, aku meminta teman ku di German yang menganalisanya, aku khawatir rumah sakit di negara ini dengan mudah memanipulasinya"


" baiklah, aku akan ke rumah Xiauwen, sementara aku tak perlu khawatir tentang annchi, aku yakin shin menjaganya, masalah ini lebih mendesak, aku yakin percobaan pembunuhan waktu itu dia dalangnya!"


" ya segeralah bergerak!"


"ini takan mudah kak, bagaimana mencuri kesempatan, meskipun hanya beberapa menit ini akan sulit"


" owww come Onnnnnnn kau tak bodoh, gunakan otakmu itu"


" ya okelah aku coba" seru Liu sambil melangkah pergi


" ann, aku mohon tunggu sebentar lagi, aku akan buktikan padamu aku tak pernah mengkhianatimu!"


** di rumah Xiauwen**


" nona xiauwen saya memiliki info yang menarik untukmu" seru jim kaki tangan Xiauwen


" ada apa? katakan?"


" saya mendapatkan kabar nona annchi pergi dari rumah bersama tuan muda shin, tempo hari saat saya pergi menemui seseorang, sekembalinya saya, saya melihat mobil nona dan tuan liu memasuki pintu gerbang, setelah beberapa saat ada sebuah taksi berhenti, seseorang turun dari taksi tersebut, tak kusangka itu adalah nona annchi. Nona annchi sepertinya melihat nona dan tuan liu masuk ke dalam rumah ini, aku sempat melihat nona annchi menangis di depan pintu, kemudian mobil lain datang dan itu adalah tuan muda shin" seru Jim, mendengar itu wajah Xiauwen mendadak sumringah, bagaimana tidak, dia tak perlu repot-repot memberi tahu ann malah dia yang tahu duluan.


" lalu apa kau mengikuti mereka setelah itu?"


" benar nona, mereka menuju sebuah hotel dan keluar keesokan harinya. Mereka saat ini tinggal di sebuah rumah di pinggiran pantai di luar kota"


" sudah berapa lama mereka di sana?"


" sudah sejaka 6 hari yang lalu"


" apa Liu tahu masalah ini?"


" saya tidak yakin nona"


" mulai hari ini kita harus berhati-hari dengan Liu, liu juga pasti akan mencurigai kita, tapi well done, akan ku naikan bayaran untukmu, sekarang awasi terus shin dan Annchi, jangan sampai Liu tahu keberadaan annchi saat ini!"


" baik, trimakasih nona" Jim meninggalakan ruangan.


xiauen kemudian menuju ruang kontrol di rumahnya, ia meminta pegawai memutar ulang rekaman cctv di pintu gerbang rumahnya beberapa hari lalu. Ia mencoba menemukan kebenaran perkataan Jim tadi, setelah menunggu beberapa lama, rekaman yang di maksud akhirnya di temukan. Seperti yang di utarakan Jim, itu benar-benar annchi yang berdiri di depan gerbangnya.


" hahahaha semesta ternyata benar-benar berpihak padaku, aku tak perlu bersusah payah mendatangimu ann, ternyata malah kau yang mendatangiku, itukah alasanmu pergi meninggalkan rumah ann?" seru Xiauwen tertawa bahagia.


***


Setelah Shin meninggalkan Annchi, ia kembali ke apartemennya, sejujurnya Shin meninggalkan banyak pertemuan dan tugasnya hanya untuk Annchi.


" tuan shin akhirnya kau kembali, siang ini kau memiliki 4 janji bertemu dengan clien, salah satunya bertemu dengan tuan muda Liu. Karena hampir 1 minggu ini kau meninggalkan pekerjaanmu dan kediaman mu, tuan besar bertanya padaku kemana kau pergi"


" Hehe, Liu mencari ku? kenapa? tak bisa menembus sistem ku ya sampai repot-repot mencari ku?" seru shin tersenyum sinis


" jam berapa Liu janji bertemu denganku?"


" jam 3 tuan di restoran IU plaza hotel tuan"


" ann dengarkan aku baik-baik, semua orang sedang mencari mu, jika kau ingin tempat persembunyian mu aman tetaplah berada di dalam rumah, aku akan memberikan beberapa pelayan untukmu, jika kau butuh sesuatu katakan saja pada mereka, kemungkinan aku takan menemanimu beberapa hari ini, kau jaga diri baik-baik oke?" titah shin pada Annchi dan menutup teleponnya.


"paman ji, kita ke kantor dan bertemu dengan clien-clien itu sekarang"


" baik tuan"


beberapa jam berlalu Shin sangat sangat sangat sibuk, ia tak menghiraukan sedari tadi Yin menghubunginya. Merasa tak di hiraukan Yin akhirnya mendatangi kantor Shin. Sesampainya di sana Yin berjalan dengan tergopoh-gopoh, wajah marahnya terlihat jelas, sesampainya di depan ruangan Shin, Ia di hadang oleh asisten ji.


"maaf nona, tuan shin sedang sangat sibuk tidak bisa di ganggu" paman ji menghadang Yin masuk


" KAU INI SIAPA BERANI SEKALI MENGHADANGKU! sudah bosan kerja?" seru Yin dengan suara tinggi dengan membuka pintu ruangan shin, Yin datang kehadapan Shin yang sedang sangat serius bekerja, mendengar Yin marah-marah Shin meminta paman Ji keluar dengan isyarat tangannya.


"Shin kau ini benar-benar tahu cara membuatku marah! kenapa panggilanku tak pernah kau jawab sekalipun???!" mendengar itu Shin langsung mendongakkan kepalanya. melihat Yin


" aku sedang sibuk bekerja, apa kau tak lihat?"


" untuk menjawab telepon ku saja tak bisa?"


"tidak, pekerjaanku lebih penting dari teleponmu Yin" jawab shin ketus


" apa?? ka..kau bilang apa kak? berarti aku tak cukup berarti untukmu?"


" dengar Yin, aku bekerja juga demi perusahaanku dan untukmu kelak kalau aku jadi menikahimu, kalau aku jatuh miskin aku tak yakin kau masih mau di sisiku!"


" meskipun kau miskin aku tetap akan di sisimu!"


" sayangnya aku tak mau jatuh miskin karena hal sepele seperti ini, kau seharusnya juga tahu ini jam kerja, dimana attitude mu? dan lagi tak ada seorangpun yang berhak memaki orang kepercayaanku disini, jangan buat aku berpikir ulang untuk menikahi mu"


" haha, ini sungguh lucu shin!! kau berbeda dengan kau beberapa bulan lalu sebelum bertemu annchi, sejak bertemu annchi kau terus berpikir untuk membatalkan pertunangan kita!!"


" annchi? apa hubungannya dengannya? lihat attitude seburuk dan sekasar ini dari wanita siapa juga yang ingin menjadikanmu istrinya? aku sedang bertaruh dengan masa depanku kelak "


" lalu wanita seperti apa yang kau cari? seperti annchi?" senyum sinis Yin mengembang hal itu membuat Shin terdiam


" kau pria yang sangat munafik!"


" pergilah Yin, aku harus mengerjakan semua pekerjaanku"


" baiklah, kau yang memaksa membangunkan macan yang sedang tidur di sini shin, pelakor itu benar-benar harus bertanggung jawab!!''


" apa yang mau kau lakukan?"


" melakukan apa yang aku mau seperti biasa" "brakk" Yin pergi dengan membanting pintu dengan keras. Shin masih terdiam memikirkan apa yang mau di lakukan Yin sebenarnya!"


**IU HOTEL**


Shin memasuki restoran hotel dengan wajah yang sangat dingin, dia tahu pasti apa yang akan di bicarakan Liu di sini, Ia berjalan mendekati liu yang sedang memegangi cangkir kopinya dan memandangi keluar jendela.


" tak usah basa basi, ada apa kau mencariku?" tanya Shin


"dimana annchi?" tanya Liu dengan pandangan tajam


"dia istrimu kenapa bertanya padaku?" tanya shin dengan senyuman sinisnya


"jangan menguji kesabaranku, dimana dia?" terlihat jelas Liu sedang menekan nada suaranya untuk meredam emosinya


" aku tidak tahu" jawab shin santai, mendengar itu Liu tak bisa lagi mengontrol emosinya, ia menarik kerah baju shin. Semua mata memandang mereka.


"DIMANA ANNCHI????"


"aku sudah peringatkan padamu, jangan biarkan dia menoleh padaku, jika terjadi aku takan melepaskannya lagi!" senyum shin bertambah sinis membuat Liu habis kesabaran, Ia berusaha menonjok liu dengan keras namun tangannya di tangkap Shin dan kepalan tangan Liu di genggam erat oleh shin.


"kali ini aku takan mengalah lagi untuk mu!jika bisa silahkan cari annchi kemanapun selain aku karena saat ini kau mencari informasi di tempat yang salah!" Shin melepaskan cengkeramannya dan pergi meninggalkan Liu yang mematung di belakangnya.