ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
permainan rumit



Siang itu adalah siang mengesalkan untuk Xiauwen bagaimana tidak, dia berharap Liu mengantarkannya ke Rumah Sakit tapi semenjak acara pertunangan dan konferensi pers kemarin ia bahkan tak pernah muncul di hadapannya. Xiauwen mengerti saat ini seluruh mata sedang tertuju pada Liu dan Annchi, Saat ini tidak memungkinkan untuk Liu mengantarkannya karena kemungkinan paparazi mengikuti sangat besar. Bolak balik Xiauwen menghubungi Liu tapi tak juga di angka akhirnya mengirimkannya sebuah pesan


" sepertinya kau ingin pernikahanmu dengan dia batal, aku di mid cafe datang kemari dalam waktu 15 menit, jika tidak kau akan tahu apa yang bisa aku lakukan" serunya mengancam.


16 menit pesan itu terkirim Liu masih belum juga datang, Senyum menyeringai di bibir xiauwen berkembang " baiklah, jika ini yang kau mau!" akhirnya xiauwen berdiri dan beranjak dari tempat duduknya, baru memalingkah tubuhnya ke arah pintu masuk, ia tercengang saat melihat mata dingin Liu menatapnya.


" mau kemana? duduk!" titah Liu


" kau terlambat"


" kau selalu tau cara mengancamku wen!"


" ya, ancaman adalah kunciku bersamamu, kenapa tidak" senyum Xiauwen sinis


"apa yang kau mau sekarang?"


" kenapa kau tak datang mengantarku ke dokter hari ini?"


" aku sibuk!"


" oh ya, aku lupa, calon pengantin memang seharusnya sibuk dengan persiapan pernikahan, tapi ingat Liu, kau memiliki anak yang harus kau urus!" seru Xiauwen


" dia bukan anakku"


" baiklah, tunjuk satu rumah sakit untuk mengetes DNA anak ini, jika itu yang selalu kau ragukan, sepertinya jika ini benar anakmu, posisimu di samping Annchi akan terancam"


" oke, kita bertemu di RS besok, aku menunggumu!" seru Liu sambil berdiri hendak pergi, namun sebuah tangan menepuk pundaknya dari arah belakang,


Gavin adalah CEO dari Mid cafe, ia hampir tak pernah duduk di dalam ruang kerjanya untuk mengatur semua usahanya, ia lebih suka duduk di antara para tamu, menikmati kopi sambil membaca semua laporan.


Sebenarnya selama obrolan antara Xiauwen dan liu ia berada di seberang meja Liu dan Xiauwen, Awalnya Gavin tak menyadari manusia yang mengobrol di sampingnya adalah Liu dan Xiauwen, tapi saat membicarakan kehamilan Gavin tergelitik melihat ke arah Xiauwen dan Liu, siapa sangka percakapan yang ia dengar itu adalah dari orang yang ia kenal. Melihat itu adalah Liu, senyum ketus Gavin langsung berkembang


" oh, jadi ini masalahnya hingga ketiga orang itu berlaku aneh sepanjang malam pertunangan kemarin, kasihan Annchi, ternyata calon suaminya brengsek, apa aku harus ikut permainan mereka? sepertinya menarik" melihat liu berdiri akan beranjak pergi, buru-buru Gavin mendekati Liu dan menepuk bahu Liu.


" wow, kebetulan yang jarang terjadi tuan liu, buru-buru sekali, duduklah dulu kita nikmati secangkir kopi sebentar, wah ada nona xiauwen juga, sepertinya ini hari keberuntunganku" seru gavin dengan senyum sinisnya. Liu langsung menengok asal suara denhan tatapan tajam,Betapa kagetnya Liu saat melihat Gavin di belakangnya.



" kau tak perlu menatapku setajam itu, aku tak sengaja melihatmu di sini bersama gadis cantik, jadi aku putuskan menghampirimu" seru Gavin sambil melirik xiauwen yang terdiam menatap Gavin sambil duduk di sampinh Xiauwen


" nona Xiauwen, sudah lama aku tak melihatmu di majalah atau tv, apa kau berencana cuti dari pekerjaanmu?" tanya Gavin menatap xiauwen tajam, Liu terdiam melihat ke arah Gavin


" ya, mungkin saja tuan, beberapa bulan ini kesehatanku tak baik, aku memutuskan cuti sampai kesehatanku pulih" seru xiauwen


" oh begitukah? aku bisa melihat perutmu sedikit membesar, pasti pencernaanmu bermasalah nona, benarkan Liu?" senyum Gavin sambil menatap mata Liu tajam


" tuan liu, aku tak menyangka, masalah pencernaan nona xiauwen lebih penting daripada menyiapkan pernikahanmu dengan annchi" sambung gavin


" penting atau tidak aku rasa ini bukan urusanmu, lagipula daripada aku, kau seperti ya lebih punya waktu luang untuk mendengarkan pembicaraan orang lain"


" haha, untuk membicarakan masalah ini di tempat ramai begini kalianlah yang ceroboh, kalian masih beruntung aku bukan paparazi, topik ini akan sangat menarik jika menjadi headline di semua media tuan" seru gavin, ponselnya tiba-tiba berbunyi


" annchi is calling"


" lihat, calon istrimu sepertinya punya insting yang kuat, hingga dia menelfon ku saat berbicara denganmu, kau tak perlu curiga, dia hanya ingin berdiskusi tempat pernikahan denganku, kalian luar biasa mempermainkan wanita baik seperti Annchi, di saat dia sibuk menyiapkan pernikahan impiannya, kau malah sibuk mengurusi kesehatan wanita lain, kau luar biasa liu" seru Gavin, Liu mendengar itu amarahnya tak terkendali, Ia menarik baju Gavin hendak memukulnya namun Xiauwen mencegahnya


" aku peringatkan kepadamu, berhenti memcampuri urusanku!" seru Liu emosi


" hah, aku sudah terlanjur masuk ke dalam permainanmu, hanya sebagai informasi untukmu, pertama aku kenal betul sebaik apa calon istrimu, kedua aku sekarang mengetahui kebusukanmu, ketiga aku memiliki hampir setengah saham di perusahaanmu, hanya dengan satu jentikan jariku, perusahaanmu akan runtuh seketika, ingat itu!" ancam Gavin, Tangan Liu mulai melepaskan baju Gavin


" meskipun kau mengambil semua yang aku punya untuk menyerah kepada Annchi,.aku akan terima resiko itu, ancamanmu tak berarti apapun! ini tak seperti yang kau lihat, baiknya kau urus saja urusanmu sendiri"


" haha, jangan terlalu khawatir tuan Liu,.khawatirkan saja langkahmu, permainan ini akan sulit kedepannya karenaku, mohon berhati-hati! oia annchi dalam perjalanan kesini, apa perlu aku pesankan kopi lagi untukmu tuan muda liu?" seru gavin sinis kepada Liu, Liu dan Xiauwen beranjak pergi.


" aghhhhh sial!!!!!! kenapa seluruh dunia seperti mencegahku bersama annchi? kenapa tak ada satupun yang percaya aku tulus mencintainya? kalau bukan karena Xiauwen dan malam itu, aku takan berada di posisi sesulit ini? hanya Xiauwen sendiri saja sudah membuatku pusing, di tambah lagi gavin, bagaimana mungkin aku tak tahu dia pemegang saham terbesar di perusahaan! aghhhhh sial!" seru Liu sambil sesekali memukuli setir mobilnya, Saat ia melihat ke arah Sepion ia melihat Annchi memasuki kafe, tersenyum kepada gavin.


" ann, bagaimana aku keluar dari masalah ini sekarang? seandainya aku bisa mengatakan ini sekarang tanpa ada resiko kehilanganmux akan ku lakukaan saat ini juga" batin Liu sambil menginjak pedal gas mobilnya.


Disisi lain Annchi memasuki kafe dengan senyuman manis dan melambaikan tangannya kepada gavin, Gavin membalas senyuman annchi.


" apa kau sudah lama menunggu gave?" Tanya Annchi sambil duduk


" ya lama sekali menunggumu Ann" jawab Gavin


"benarkah? ada 3 gelas di sini apa kau sedang bersamaa orang lain?" tanya annchi sambil memperhatikan gelas di meja


" tidak" jawab gavin singkat sambil memanggil pelayann untuk.membersihkan meja mereka " ada apa kau mencariku? bukan karena rindukan? hehe" goda gavin


" hei hei aku sudah bertunangan" jawab annchi sambil menunjukan cincin di jari manisnya " aku sedang mencari tempat untuk pernikahanku, hanya saja dimanapun sudah full book, apakah di tempatmu bisa Gave?"


" oh, aku sudah ge'er saja, maaf maaf hehe, hemm nanti coba aku tangakan pada asistenku ya, aku kabari kau secepatnya, lagipula kenapa kau yang mengurus ini semua ann?"


"sebenarnya ini pekerjaan WO ku tapi krn mereka kesulitan mendapatkan tempat aku tiba-tiba mengingatmu"


" hemm begitu, kenapa sendiri? kemana calon suami mu?"


" dia sibuk akhir-akhir ini gave" seru Ann


"benarkah? tega sekali membiarkan mu mengerjakan ini sendiri ann"


" haha kau berlebihan, ini hanya urusan sepele gave"


" kau mencintainya ann?"


" cinta itu apa dan bagaimana gave?" jawab Annchi sambil mengaduk-aduk kopinya


" ininhanya pertanyaam simple dan kau tak bisa menjawabnya, lalu kenapa bersikeras menikahinya?"


" ada banyak hal yang aku bahkan tak punya hak untuk memutuskannya sendiri gave" senyum annchi


"jangan mempersulit diri sendiri ann" sahut gavin


" tak ku sangka aku malah masuk ke permainan mereka, tapi melihat gadis ini tersenyum begitu, aku seperti tergiur untuk melindunginya, gadis cantik yang malang" batin Gavin sambil tersenyum pada ann