ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
disconection



kesokan harinya, Annchi melihat Shin masih terlelap di sofa ruang tamu, ia tak tega ingin membangunkannya, ia langsung menuju dapur untuk melihat ada bahan makanan apa. Ternyata tak ada apa-apa di kulkas.


" huh, tidak ada apapun di kulkas, aku harus mencari bahan makanan untuk sarapan, aku lapar sekali huhu" serunya dalam hati, kemudian dia beranjak pergi ke supermarket terdekat.


beberapa waktu berlalu, Shin terbangun karena seberkas sinar mengenai wajahnya. Ia terbangun dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi, setelah selesai membuka kamar annchi namun tak ada siapapun di sana, Shin mulai panik. Ia khawatir Annchi meninggalkannya saat ia tertidur, ia mulai mengecek satu persatu namun tidak ada siapapun. Ia terduduk di ruang tamu dan mencoba menelepon annchi namun tak di angkat. Shin terdiam dalam lamunannya. Beberapa waktu kemudian ia mendengar suara tuas pintu terbuka. Annchi pulang membawa beberapa kantong bahan makanan, seketika Shin datang memeluk Annchi. Hal itu membuat annchi bingung.


"a..ada apa kak? kenapa tiba-tiba memelukku?" tanya Annchi heran


" huh ann, tak bisakah kau beri tahu aku kemanapun kau pergi? aku khawatir sampai hampir gila, aku pikir kau meninggalkanku" dekap shin


" ma..maaf kak, aku tak tega mau membangunkan mu, aku lapar dan ingin masak namu tak ada apapun di kulkas jadi aku keluar membeli beberapa bahan makanan"


"kau tak boleh begitu lagi ya ann" shin melepaskan dekapannya dan memegangi pipi annchi dengan kedua tangannya


"kalaupun aku pergi, aku akan pergi kemana, kau tahu ini adalah satu-satunya tempatku bersembunyi, huh" seru annchi tertunduk


" baiklah, kau mau masak apa?"


" apapun yang aku bisa hehe, tunggulah kak aku masak dulu" annchi tersenyum sambil melangkahkan kakinya ke dapur di ikuti shin


" whoa kau belanja banyak sekali, bisa untuk persediaan makan sebulan ann" goda Shin


" haha, tapi sayangnya aku suka makan kak, mungkin ini hanya untuk beberapa hari saja"


" memangnya kau bisa masak?" tanya shin


" tidak, kali ini aku masak yang aku bisa, sisanya kaulah yang madsk ,oke? haha" mendengar itu Shin menaikan sebelah alisnya sambil tersenyum


" sudah ku duga kau mencurigakan" jawab shin tertawa.


akhirnya mereka masak berdua dengan riang. Setelah masakan matang akhirnya mereka makan di ruang makan dengan View lautan yang indah.


" whoa sarapan dengan pemandangan seperti ini, bisa melupakan masalah apapun yang kau punya" seru Annchi


" ya baguslah, kau tak boleh terlalu stress ann, tak baik untuk janinmu"


" bagaimana tidak kepikiran, suami ku memiliki anak dari wanita lain, membayangkan dia menyentuh wanita lain dan bersama dengan wanita lain membuatku sesak dan sakit kak"


" kalau begitu tak perlu di bayangkan"


" kau tak ingin kembali ke rumahmu kak?bagaimana kalau Yin tahu kau disini bersamaku?"


" kau mengusirku?" tanya shin sambil tersenyum


" ya sedikit, aku tak ingin ada masalah kedepannya"


" aku juga berencana pulang hari ini, ada beberapa hal yang aku perlu urus, kau tetaplah di sini, jangan kemana-mana, jika ada apa-apa hubungi aku segera"


"oke oke baiklah, siapa lagi yang bisa aku hubungi selain dirimu kak"


" yap baiklah, aku sudah selesai sarapannya, aku pergi dulu ya ann, jangan lupa mengunci pintu, jangan biarkan siapapun masuk oke tuan putri" seru shin


" huh kau bisa cerewet juga ternyata ya"


" hehe, aku cuman khawatir padamu" seru shin smbil memakai jasnya dan melangkah pergi, sepeninggal shin, Annchi masih duduk di meja makan memandangi lautan yang luas, mengingatkan Liu saat honeymoon, saat di mercusuar, saar di rumah jisoo semuanya teringat.


"Ternyata kata cintanya dan kelembutannya bukan hanya untukku, aku begitu naif" batin Annchi.


***


Setelah beberapa hari tidak pulang, Liu akhirnya pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, di sambut paman choi dengan tatapan heran.


" selamat datang tuan, mengapa nona annchi tak bersamamu?" tanya Paman choi membuat Liu seketika tertegun.


" annchi? bukankah di di rumah dia tak bersamaku paman!''


" tapi nona ann juga beberapa hari ini tidak pulang tuan"


" kenapa kau baru bilang padaku?????" nada Liu meninggi


" ya benar, beberapa hari ini aku mematikan ponselku" batin Liu yang kemudian ia meraih ponselnya dan menghubungi annchi, namun nomornya tidak aktif, dengan panik Liu langsung masuk ke dalam mobilnya dan bergegas pergi ke kantor, berpikir barangkali annchi disana atau mungkin Gio tahu seseuatu.


sesampainya di kantor, ia disapa oleh Gio


"Selamat pagi tuan"


" selamat pagi Gio, apa nona mu ada di dalam?" tanya Liu hendak membuka pintu ruangan kerja annchi


" nona beberapa hari ini tidak masuk tuan, di dalam ada tuan besar yizhen yang juga sedang menunggumu sepertinya" langkah kaki Liu terhenti, tatapan matanya tiba-tiba terpaku di tuas pintu.


" ayah sampai datang, pasti ada sesuatu, apa dia mengetahui masalah yang sebenarnya?" batun liu


" baik terimakasih Gio" Liu membuka pintu ruangan itu, terlihat Yizhen duduk di kursi kerjanya dengan menatap Liu tajam. Dengan melihat tatapan matanya saja semua orang tahu ia sedang marah.


" selamat pagi ayah, ada hal apa hingga ayah datang ke kantor?"


" kemana annchi pergi?" tanya Yizhen ketus


" aku sedang mencarinya yah"


" brakkk" yizhen memukul meja di depannya dengan keras, Liu terdiam


" bagaimana kau bisa tak tahu kemana istrimu pergi??? jika bukan asisten choi yang menghubungiku, aku takan takan tahu masalah yang sebenarnya!!"


" maafkan aku yah, akulah yang lalai"


" Liu, aku pikir kau bisa di percaya, ternyata kau datang untuk menyakiti annchi!!"


" apa maksudmu yah?"


" kau pikir aku tak tahu permasalahan xiauwen? jika bukan karena Annchi pergi, aku takan tahu kau dan xiauwen memiliki anak di belakang annchi, pintar sekali kau menyembunyikan ini Liu!!!"


" aku tak bermaksud begitu yah, anak itu juga kemungkinan bukan anakku dan aku sedang menyelidikinya, karenanya aku tidak pulang hanya untuk mengumpulkan informasi ini, aku sadar masalah ini tak boleh lebih berlarut-larut lagi, jika kau tak percaya yongji kakakku bisa bersaksi untukmu apa yang aku lakukan beberapa hari belakangan, tapi aku tak tahu alasan annchi pergi" seru Liu sangat tenang.


"apa mungkin annchi tahu permasalahan ini?"


" seharusnya tidak yah, aku merahasiakannya karena khawatir akan kandungannya, tolong beri waktuku beberapa hari kedepan untuk menyelidiki ini semua!"


" ingat Liu, jika terjadi sesuatu dengan Annchi, kau lah yang akan aku cari pertama kali!!"


" baik yah, jika terjadi sesuatu kepada annchi, kau tak perlu menghukum ku, tapi aku akan menghukum diriku sendiri" seru Liu sambil melangkah pergi, pikirannya kalut, tanda tanya besar kenapa annchi tiba-tiba pergi. liu dengan cepat meraih ponselnya dan menghubungi asistennya Ming.


"Ming, lacak semua kemungkinan lokasi annchi dan Shin, aku curiga istriku bersama Shin Hua" titah Liu lewat telepon


" baik tuan"


beberapa jam setelah kejadian itu ,Liu masih berada di dalam mobilnya ,ia sibuk mengotak atik laptopnya mencoba segala kemungkinan untuk mencari keberadaan annchi dan Shin. Liu mengerti mencari keberadaan mereka akan sangat sulit. Mengingat Shin juga ahli di bidang IT.


"Yongji, apa kau sudah menemukan sesuatu?" tanya Liu


" kali ini sangat sulit liu, tak mudah menembus sistem yang di buat Shin, dia benar-benar luar biasa menciptakan sistemnya" seru yongji yang juga disibukan dengan laptopnya


" hei hei, apa ini waktu yang tepat untuk memuji rival?"


" haha, tidak tepat sih tapi dia memang pantas di puji, Annchi berlindung di perisai yabg tepat"


" jadi menurutmu aku benar-benar tidak bisa di sandingkan dengan Shin?"


" ya,, kau tertinggal jauh!! haha"


" aggghh kakak sialan kau!"


" aku berada di kesulitan seperti ini karena mengikuti saran mu, jika terjadi sesuatu pada istriku, kaulah yang aku bunuh pertama kali"


"shin tidak akan melakukan apapun pada istrimu,kecuali dia yang membiarkannya,hehe" goda Yongji


" ah brengsek kau kak!" pikiran Liu semakin kacau, harus membayangkan mereka berdua menghabiskan hari-hari bersama membuatnya terbakar cemburu.