
hari itu setelah Liu pergi kerja, seperti biasa Annchi tinggal di rumah sendiri bersama beberapa pelayan dan kepala pelayan bibi yan, hari itu hari yang membosankan untuk annchi, akhirnya ia pergi ke taman belakang dan duduk di rumah kaca, di sana penuh dengan pepohonan.
" ini benar-benar membosankan, aku akan menanam pohon saja, sudah lama tak melakukannya" batin Annchi sambil meraih pot dan bibit bunga matahari.
waktu berjalan sangat cepat, annchi masih sibuk dengan pot-potnya. Karena khawatir bibi yan masuk melihat annchi sambil membawakan teh dan beberapa potong sushi kesukaan nona muda itu namun Annchi masih sibuk dengan bibit bibitnya, lama berdiri pandangan Annchi mulai kabur, kepalanya mulai pusing dan "Bukk" Annchi terjatuh pingsan. Hal itu membuat Bibi yan panik, ia langsung menghubungi Liu.
-- di kantor Liu--
"halo bibi yan, katakan ada apa?" seru Liu dingin
" tuan, nona ann tiba-tiba saja pingsan saat berkebun tuan" seru Bibi yan panik
" APA???? bi kau segera hubungi dokter, aku akan segera pulang" Sahut Liu juga panik sambil melangkah ke luar ruangan
" Gio aku harus pulang dulu tiba-tiba Annchi pingsan, kau batalkan dulu pertemuanku dengan client"
" baik tuan"
Sesampainya di rumah, Liu langsung menuju kamarnya, saat memasuki kamar, ia melihat Annchi masih belum sadarkan diri di temani dokter dan beberapa pelayan termasuk bibi yan.
" bagaimana kondisinya dok?" tanya Liu panik
" selamat tuan Liu sebentar lagi anda akan menjadi ayah, nona annchi hamil kemungkinan usia kandungannya baru beberapa minggu" Mendengar penjelasan dokter senyuman Liu merekah, inilah hari yang ia tunggu-tunggu sejak 1 tahun lalu, akhirnya Annchi hamil anaknya.
" tapi tuan, usia kandungannya masih sangat muda, saya harap tuan dan nona tidak sering-sering melakukan "hubungan" karena membahayakan janin di perutnya tuan"
" baiklah dok, ini benar-benar kabar baik, trimakasih dok" seru Liu
" waaahh nona ann dan tuan liu akan segera memiliki anak, rumah ini tidak akan sepi lagi" seru bibi yan
"bibi, mulai hari ini kau harus menjaga annchi lebih dari sebelumnya, masakan makanan bergizi dan pastikan ia memakannya, anak dan istriku harus mendapatkan gizi yang cukup agar mereka sehat" titah Liu, tak lama berselang Annchi mulai siuman, ia kaget melihat Liu di depannya dan mendekapnya erat-erat
" li..liu kenapa kau disini? kenapa aku di sini? huh kepala ku pusing sekali" seru annchi
" kau jatuh pingsan tadi, bibi yan menelpon ku dan aku langsung kesini" seru Liu melepaskan dekapannya
" oh, aku baik-baik saja, kau kembalilah bekerja" seru annchi tersenyum
"tidak, hari ini aku ingin libur menemani istriku yang sedang hamil!" seru Liu menatap annchi dengan senyuman tercerah sepanjang masa
" hari ini aku tak ingin bekerja, aku ingin menemani istriku yang sedang H-A-M-I-L" jawab Liu
" hamil? aku hamil? kau mengada-ada liu, aku hanya kelelahan berdiri tadi do kebun"
" betul nona yang di katakan tuan muda Liu, tadi dokter juga sudah memeriksa anda, dokter bilang anda hamil" senyum bibi yan tak kalah lebar dari Liu
" benarkah? ya Tuhan aku akan menjadi ibu" seru annchi sambil memandang dan memegangi perutnya
" dan aku akan menjadi ayahnya, mulai dari sekarang kau tak boleh melakukan aktifitas yang melelahkan, jaga dirimu baik-baik, sekarang bergegaslah kita akan ke rumah sakit mengecek kandunganmu" titah Liu dan di jawab anggukan oleh Annchi
akhirnya mereka pergi ke rumah sakit untuk mengecek kehamilan Annchi, kali ini Liu memilih rumah sakit yang berbeda dengan Xiauwen, ia tak ingin terjadi sesuatu terjadi. Sesampainya di rumah sakit dan bertemu dokter, dokter menjelaskan memang bensr Annchi sedang hamil 3 minggu, usia kandungannya masih sangat muda, saran yang di berikan juga sama seperti saat di rumah, Liu melihat USG perut annchi dengan seksama, wajah liu terlihat dangat bahagia, senyumannya tak pernah pudar dari wajahnya begitu juga Annchi. Keadaan ini sangat berbeda saat Liu mendengar kabar Xiauwen hamil dan saat menemaninya ke dokter, tentu saja berbeda, anak yang di harapkannya memang hanya dari rahim annchi.
"tuan Liu karena kandungan nona ann masih sangat muda, saya harap kalian tak sering-sering melakukan "hubungan" ya, akan sangat membahayakan jika terlalu sering dan satu lagi tuan, maaf ini sebenarnya sangat pribadi tapi saya perlu mengatakannya, jika kau "berhubungan" dengan nona, jangan terlalu "bersemangat" ya, mulai dari sekarang harus lebih lembut" seru Dokter itu sambil melirik annchi dengan tersenyum, Liu mendengar itu wajahnya memerah begitu juga annchi
" huh benar juga, kalau ingat aku membayar Liu di malam perayaan annive tempo hari sampai membuat tubuhku seperti patah tulang seperti itu akan membahayakan anak ini," batin Annchi
Sepanjang jalan pulang, liu tak melepaskan genggamannya, sesekali ia melirik ke arah annchi sambil tersenyum.
"liu kau ini kenapa? bisakah kau sedikit normal? awalnya aku senang melihat kau bahagia seperti ini, tapi lama kelamaan melihat kau tersenyum terus pada ku begini aku jadi merasa takut, wajahmu sangat creepy, hiiih" seru annchi
" dasar bodoh, aku ini sedang sangat-sangat bahagia tau tidak? akhirnya kau hamil, aku akan memiliki anak bersamamu, seluruh dunia harus tahu kau hamil ann"
" jangan beritahu siapapun dulu selain orang tua kita, anak ini masih sangat kecil, nanti saja beritahunya kalau sudah 2-3 bulan, oke?"
" ya baiklah sayang" seru liu sambil mengecup punggung tangan Annchi
" oia, aku rasa beberapa bulan ini kita tak perlu "berhubungan" Liu, aku mengkhawatirkan bayiku, apalagi kalau ingat malam anniversary itu, bangun-bangun seperti habis di keroyok warga, sakit semua"
" hahaha, baiklah, kedepannya aku akan lebih lembut padamu, agar anak kita juga tidak kaget, hihi"
" aku bilang jangan melakukanya, kenapa kamu malah bilang begitu, huh"
" baiklah baiklah sayang, aku hanya bercanda tadi, ann aku bahagia sekali, seperi ingin berteriak aku bahagia"
" akhirnya ann aku memiliki anak dari rahim mu, inilah anak yang aku tunggu-tunggu bahkan sebelum pernikahan kita ann, kelak hanya anak dari rahimu saja yang akan aku akui, xiauwen tak boleh tahu, jika ia tahu pasti rencana jahatnya tak terbendung" batin Liu sambul tersenyum memandangi Annchi