My Papa My Boss

My Papa My Boss
Kunjungan Part 3



Setelah lelah seharian bermain di kamar, Mereka pun keluar dan mulai bermain bersama hewan-hewan yang ada di halaman sambil menunggu jemputan mereka


"Pak, kami mau memberi makan kelinci. Apa boleh?" tanya Syahidah pada penjaga yang mengurus hewan-hewan tersebut.


"Tentu saja boleh, sebentar ya bapak ambilkan makanan nya dulu," ucap Pak penjaga itu.


Mereka dengan sabar menunggu makanan kelinci. Begitu melihat sekeranjang wortel di bawah oleh bapak penjaga, mereka langsung berlari mengambil keranjang tersebut. Mengambil satu demi satu wortel dan memberi makan kelinci kelinci itu.


Mereka bahkan memberi nama kelinci-kelinci tersebut dan bermain bersama mereka.


"Syahidah apa boleh aku minta satu kelinci nya?" tanya Nara menggendong 1 kelinci putih yang sangat gemuk.


"Iya boleh, kelincinya banyak kok," ucap Syahidah.


"Yang bener nih, kalau gitu aku ambil dua ya," ucap Nara langsung mengejar satu kelinci lagi yang berwarna sedikit gelap.


"Ih kamu ya dikasih satu minta lagi," protes Syahidah.


"Kan kelincinya banyak, aku ambilnya 2. Jantan dan betina biar bisa berkembang biak juga di rumah ku," ucap Nara.


"Emang kamu tahu itu jantan atau betina?" tanya Syahidah.


"Ini Yang putih pasti betina dan yang agak gelap ini pasti jantan," tebak Nara.


"Dasar sok tahu kamu," ucap Syahidah. " Kita tanya penjaganya saja ya." Lanjutnya.


"Penjaganya namanya siapa?" tanya Nara,


"Aku lupa," Jawab Syahidah.


Syahidah menggendong satu kelinci dan Nara menggendong satunya lagi. Mereka berjalan menghampiri penjaga yang sedang mengawasi Zidan dan teman-temannya.


"Pak, bapak namanya siapa?" tanya Syahidah.


"Saya Non, panggilan saja Pak Karyo,"ucap penjaga tersebut.


"Pak Karyo ini jantan atau betina?" tanya Syahidah memperlihatkan kelinci yang digendongnya begitu juga dengan Nara.


"Oh ini keduanya betina Non," ucap Pak Karyo setelah memeriksa kedua kelinci tersebut.


"Yah, aku maunya yang jantan dan betina Pak." lesu Nara.


"Mari kita Cari yang jantannya Non," ucap Pak Karyo.


"Den jangan dekat-dekat ya dengan binatang buas nya, Bapak mau temani Syahidah dulu," ucap Pak Karyo pada Zidan.


"Iya Pak," jawab Zidan.


Ada 3 penjaga yang menjaga hewan-hewan disana, Namun kedua orang lagi sedang ada urusan sehingga hanya Pak Karyo sendiri yang mengawasi mereka.


Pak Karyo mulai mencari kelinci yang jantan dan yang berwarna sedikit gelap sesuai dengan keinginan Nara.


"Ini kelinci jantannya," ucap Pak Karyo memberikan kelinci jantan kepada Nara.


"Mau di bawa pulang Non?" tanya Pak Karyo.


"Iya Pak, Syahidah memberikannya kepada saya," ucap Nara


Bapak masuk di kandang dulu ya? biar gampang bawahnya,!" ucap Pak Karyo kemudian berjalan ke belakang, mengambil kandang untuk kedua kelinci tersebut


Setelah itu Pak Karyo masukan kelinci itu kedalam kandang dan memberikannya kepada Nara.


Nara sangat senang, Ia memiliki kelinci yang begitu menggemaskan..


"Aku juga mau sepasang Pak? Bolehkan Syahidah," tanya Lusy.


"oleh kok," jawab Syahidah.


Pak Karyo baru akan ke belakang untuk mengambil kandang satu lagi, namun ia mendengar teriakan Nandira.


Topi Risa tak sengaja jatuh ke kandang singa tersebut.


Zidan yang sudah biasa masuk ke kandang itu perlahan masuk dan ingin mengambil topi Riza, namun Memet yang melihat Zidan masuk langsung ikut masuk sambil berlari membuat Singa itu panik dan langsung menghampiri Memet.


Zidan yang melihat Memet dalam bahaya langsung menariknya sehingga mereka berdua terjatuh.


Nandira yang baru keluar langsung histeris melihat Zidan dan temannya hampir diterkam oleh Singa itu.


Pak Karyo yang mendengar teriakan Nandira langsung berlari menghampiri Zidan dan temannya.


Pak Karyo berusaha untuk menenangkan singa tersebut, Yang sepertinya merasa terganggu dengan kehadiran anak-anak yang tak ia kenal.


Nandira langsung berlari membantu Zidan berdiri dan membawa mereka keluar dari kandang.


"Kamu nggak apa-apa ?" tanya Nandira memeriksa Zidan dan Memet.


"Enggak apa-apa ko Mama," jawab Zidan.


"Aku juga nggak apa-apa ko Tante," ucapan Memet masih kaget.


Zidan meringis memegang sikutnya,


Nandira langsung melihat sikut anaknya. Ternyata Zidan terluka di bagian sikut nya membuat Nandira panik dan langsung memanggil Mommy.


Mommy datang dan melihat Apa yang terjadi pada cucunya, begitu juga dengan Deddy. Ia terkejut saat mendengar teriakan Nandira tadi..


"Ada apa ini ?" tanya Mommy menghampiri mereka dan melihat luka di tangan Zidan, darahnya sudah menetes.


"Enggak apa-apa bagaimana, ini Kamu terluka," ucap Mommy ikut panik.


Disaat mereka sedang panik, Rafiz baru tiba dari kantor.


Rafiz menghampiri mereka dan terkejut melihat tangan putranya.


"Ini kenapa?" tanya Rafiz.


"Tadi mereka hampir diterkam sama singa kamu," kesal Nandira.


Rafiz langsung menatap Pak Karyo yang berdiri tak jauh dari tempatnya.


"Maaf pak ini kesalahan saya," ucap pak Karyo.


"Sudah, sudah. Kita bawa masuk dulu Zidan dan memberikan obat." kata Daddy.


Rafiz menggendong Zidan masuk ke dalam dan mengobati lukanya, Zidan terus meringis kesakitan saat Rafiz membersihkan lukanya dan membalutnya.


Tak lama kemudian para orang tua teman-teman mereka datang menjemputnya.


Mereka berbincang sebentar kemudian pulang.


"Zidan kamu nggak apa-apa kan?" tanya Nandira khawatir.


"Enggak apa-apa kok Mah, Ini hanya luka kecil," ucap Zidan yang tak ingin mamanya khawatir.


"Iya ini nggak apa-apa, hanya luka kecil kok," ucap Rafiz.


"Iya luka kecil, tapi gimana coba seandainya mereka di terkam sama singa kamu itu tadi," kesal Mommy.


Rafiz hanya diam, tak menjawab saat Mommy nya terus mengomelinya.


"Pokoknya Mommy nggak mau tahu, kamu harus pindahkan hewan-hewan buas itu dari rumah ini," Tegas Mommy." Mommy nggak mau kejadian ini terulang lagi." Lanjut nya.


"Iya Mas, pokoknya Nandira nggak mau sampai terjadi sesuatu pada anak-anak kita. Kerena hewan peliharaan mu itu," timpal Nandira.


"Iya, besok aku akan coba membuat kandang yang lebih aman lagi," ucap Rafiz.


Mommy dan Nandira yang mendengar jawaban Rafiz langsung meninggalkan tempat itu dan membawa Zidan untuk beristirahat di kamar.


Syahidah hanya diam dan ikut berlari mengikuti Mama dan Neneknya yang membawa Zidan.


Rafiz hanya menatap Mommy dan istrinya yang marah padanya.


Rafiz langsung menemui Pak Karyo meminta penjelasan mengapa semua itu bisa terjadi.


Pak Karyo menjelaskan Jika ia sedang membantu teman-teman Syahidah.


"Yang lainnya ke mana Pak?" tanya Rafiz.


Mereka izin, ada urusan sebentar," ucap Pak Karyo.


"Ya sudah, lain kali saya tidak ingin kejadian ini terjadi lagi, kalau perlu tambah jumlah kalian agar bisa lebih mengawasi hewan-hewan ini." kata Rafiz.


"Iya Pak, saya akan usahakan," jawab pak Karyo


Saat makan malam tak ada yang bersuara, semua fokus pada makanannya.


Nandira dan Mommy masih marah dengan Rafiz.


Mommy sudah lama meminta Rafiz untuk menyingkirkan hewan-hewan itu, bahkan sebelum anak-anak pindah ke rumah mereka. Namun Rafiz tetap saja menolak dengan berbagai alasan.


Malam ini Nandira tidur bersama Zidan.


Saat tengah malam Rafiz masuk ke kamar Zidan.


Nandira kita tidur di kamar ya," ucap Rafiz membangunkan Nandira.


"Aku mau tidur sama Zidan malam ini, Mas tidur sendiri aja," ucapkan Nandira.


"Ayo dong sayang, kamu kok tega sih buat aku tidur sendiri," rayu Rafiz.


"Aku akan tidur di kamar tapi dengan satu syarat," ucap Nandira.


"Apa syaratnya?" tanya Rafiz.


"Aku nggak ingin ada lagi hewan-hewan yang berbahaya di rumah ini," ucap Nandira.


"Iya, baiklah akan ku usahakan," ucap Rafiz.


Nandira pun pindah tidur ke kamar mereka.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membaca πŸ™


Jangan lupa ya untuk like, Vote dan komennya.


Salam dariku πŸ™πŸ˜


Author m anhaπŸ€—πŸ€—


Love you all πŸ’•πŸ’•


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–