My Papa My Boss

My Papa My Boss
Mencari kesempatan dalam kesempitan



Rafiz melihat jam di pergelangan tangannya, sekarang sudah waktunya Zidan dari Syahidah pulang dari sekolah, Rafiz menelepon Nandira.


"Halo kamu lagi di mana?" tanya Rafiz.


"Aku lagi di jalan mau menjemput anak-anak," jawab Nandira,


"Ya sudah, tunggu aku di sana ya, aku juga akan ke sekolah mereka." ucap Rafiz, Nandira baru akan mengatakan jika ia tak usah menjemput mereka namun Rafiz sudah mematikan teleponnya .


Rafiz kemudian menyuruh supir kantor untuk mengantarkannya ke sekolah Zidan, Nandira dan anak-anak menunggunya di parkiran.


Setelah sampai Rafiz langsung mendatangi dan langsung masuk ke dalam mobil Nandira.


"Mommy meminta kalian untuk mampir ke rumah," ucap Rafiz memasang sabuk pengamannya.


"Tapi hari ini kami akan belanja bulanan ," ucap Nandira.


Rafiz kemudian mengambil ponsel di sakunya dan mengirim pesan kepada mommy jika mereka akan datang terlambat.


"Baiklah aku akan menemani kalian berbelanja,"


"Bagaimana dengan Mommy dia akan menunggu kita?!"


"Aku baru saja mengirim pesan, kita akan datang agak sedikit terlambat."


"Kita bisa pergi berbelanja di lain waktu, takut mommy kelamaan nunggu kita,"


"Kita belanja aja dulu, mommy bilang kuenya juga belum jadi ,"


"Nenek buat kue?" tanya Syahidah mendengar kata kue dari mulut papanya.


"Iya, nenek membuat kue buat kalian, katanya kue spesial buat kalian berdua,"ucap Rafiz .


"Mama habis berbelanja kita ke rumah nenek ya,"pinta Syahidah.


"Iya sayang," Nandira mengangguk kemudian menjalankan mobilnya ke supermarket.


Suasana supermarket begitu ramai, pengunjung mulai banyak berdatang, karena hari ini adalah akhirnya pekan, banyak yang dari mereka memilih berbelanja di hari ini karena biasanya di supermarket ini akan diadakan diskon setiap akhir pekan.


Begitu sampai di sana, Zidan dan Syahidah langsung berlarian mengambil troli. Mereka mendorong masing-masing satu dan langsung pergi mengambil barang-barang yang mereka butuhkan, Nandira sering mengajak mereka berbelanja bulanan jadi mereka sudah tahu apa saja yang akan dibeli oleh mamanya.


Nandira hanya memeriksa apa yang mereka ambil dan menambahkan Jika ada yang masih kurang, Rafiz berjalan di samping Nandira, membuat Nandira menjadi salah tingkah, ia masih malu jika mengingat kejadian tadi pagi.


Ia hanya terdiam sambil sesekali mengambil barang dan memasukkannya ke dalam keranjang yang dipegang Rafiz.


Zidan dan Syahidah sudah entah kemana mereka mendorong troli nya, Mereka sudah terbiasa di supermarket ini, Nandira selalu berbelanja bulanan di supermarket yang sama setiap bulannya.


Karena saking canggung nya Nandira mengambil asal dan memasukkannya kedalam keranjang hingga penuh. Nandira terkejut sendiri melihat ulahnya, ia bahkan lupa apa yang sebenarnya sedari tadi yang dicarinya.


"Mama aku ingin membeli keperluan sekolah," ucap Zidan menghampiri mamanya.


"Iya, Biasanya peralatan sekolah ada di sebelah sana, mau mama temani?"


"Ga udah ma, Zidan bisa sendiri.,"jawab Zidan.


"Biar Papa bantu," ucap Rafiz menemani Zidan.


Selesai berbelanja Ia pun mendorong troli nya ke kasir begitu juga dengan troli milik Zidan tadi. Nandira mendorong dua troli tersebut serta menaikkan keranjang yang di pegang Rafiz tadi ke atas troli.. belanjaan mereka sangat banyak, untuk belanjaan mereka ada yang awalnya Nandira ingin membayar namun Rafiz memaksa agar biar dia saja yang membayar semuanya.


Selesai membayar semuanya Nandira memasukkan semua barang-barang belanjaan nya itu ke dalam mobil,


"Mah Syahidah mau beli piyama dan beberapa pakaian lainnya untuk disimpan di rumah papa, sesekali Syahidah ingin menginap di rumah Papa," ucap Syahidah.


"Tentu saja Sayang, boleh nanti kita beli di mall aja ya," ucap Nandira, Syahidah hanya mengangguk. Mereka menunggu Zidan dan Rafiz yang kembali berbelanja keperluan sekolah yang mereka lupakan. Nandira dan Syahidah menunggu meraka di dalam mobil .


Sambil menunggu Nandira menonton video YouTube yang baru saja diupload oleh Syahidah, subscribe nya sudah semakin banyak.Sedangkan Syahidah memilih untuk meretas kamera CCTV di supermarket itu, mencari tahu di mana Kakak dan papanya itu berada, ia sudah sangat lelah mereka menunggunya.


Beberapa saat kemudian Zidan dan Rafiz datang sambil membawa beberapa cemilan,


"Tadi kami nganterin dulu,"ucap Zidan


memperlihatkan makanan yang dibawanya, Nandira duduk di kursi penumpang sehingga kali ini Rafiz yang menyetir mobil.


"Sekarang kita kemana?" tanya Rafiz saat setelah menyalakan mobilnya,


"Kita ke mall dulu, Aku ingin membelikan Zidan dan Syahidah beberapa pakaian untuk disimpan di rumahmu," ucap Nandira.


Rafiz kemudian melajukan mobilnya ke mall terbesar di kota itu, mereka berbelanja baju untuk Zidan dan Syahidah, dan beberapa untuk mereka juga.


Nandira dan Syahidah membeli beberapa pasang baju kemudian berjalan ke bagian pakaian dalam, Syahidah memilih pakaian dalam yang ia sukai dan Nandira melihat bra yang unik dan sepertinya itu sangat nyaman dipakai.


Nandira mencari nomor yang sesuai dengan ukurannya, lama ia mencari namun tak juga menemukan nya.


"Sepertinya ukuran ku sudah habis," gumam Nandira,


Rafiz Melawati nya dan langsung memberikan Nandira sebuah bra, Ini ukuran mu," ucap Rafiz kemudian berlalu berjalan kembali mencari pakaian untuk Zidan.


Nandira bertugas mencari pakaian untuk Syahidah sedangkan Rafiz mencari pakaian untuk Zidan putranya.


Mereka membagi tugas agar lebih cepat, tak ingin membuat mommy menunggu lama kedatangan mereka.


Nandira melihat nomor bra itu dan ternyata nomornya memang benar, itu adalah nomor yang sesuai dengan ukuran dadanya yang sedari tadi ia cari,


"Dari mana dia tahu berapa Nomor bra ku,?!."batin Nandira bertanya-tanya.


Mata Nandira melotot, ia melihat Rafiz yang mengedipkan mata kepadanya. Nandira baru menyadari ada sesuatu yang salah di sini, Rafiz mengetahui nomor bra nya dan dengan santai Iya memberikan bra itu kepadanya.


Nandira menunduk melihat dadanya kemudian melihat Rafiz, dengan cepat Nandira menyilangkan tangannya menutupi kedua dadanya.


"Apa jangan-jangan semalam....aaaaahgr, bagaimana jika semalam ia....!"


Nandira sudah tidak bisa lagi pikiran positif tentang pria yang semalam tidur dengannya, ia terlalu lelah setelah menangis sehingga ia benar-benar tertidur pulas .


"Awas yah kamu, nanti aku balas," geram Nandira.


"Ada apa Mah?" tanya Syahidah melihat mamanya terlihat sangat marah hingga meremas bra yang ada di tangannya.


"Enggak, enggak apa-apa. Syahidah mau beli yang lain lagi ?" tanya Nandira.


"Enggak Mah, ini sudah cukup. ini sudah banyak ,"jawab Syahidah.


Merekapun kemudian membayar barang-barangnya, tentu saja Nandira membiarkan Rafiz membayarnya lagi. Membayar baju mereka menggunakan uangnya.


Nandira juga sengaja mengambil beberapa tas mahal dan meminta Rafiz membayar semuanya.


Tak ada komentar, Rafiz mengeluarkan kartunya dan membayar semuanya.


Setelah selesai berbelanja Mereka pun menuju ke rumah Rafiz, di sana mommy sudah menyiapkan berbagai macam kue kesukaan Zidan dan Syahidah.


Sepanjang perjalanan Nandira terus berpikir apa yang harus dia lakukan agar bisa membalas Rafiz.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


mohon dukungannya ya dengan memberikan


LIKE VOTE KOMENNYA 🙏


Salam dariku


Author m anha ❤️