My Papa My Boss

My Papa My Boss
Kunjungan Part 2



Begitu sampai di sekolah, Syahidah langsung menghampiri kedua sahabatnya, Lusy dan Nara.


"Selamat pagi," sapa Syahidah.


"Selamat pagi juga, kok kamu senang sekali sih?" tanya mereka melihat sahabatnya itu berlari menghampiri mereka dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Kita main ke rumahku yuk, maksudku ke rumah Papa ku," ajak Syahidah.


"Iya mau," ucap Lusy antusias.


"Tapi kata Papaku kamu izin dulu sama mama kamu ya," ucap Syahidah mengingat pesan Papanya.


"Iya nanti aku minta ibu guru untuk menelpon Mama," ucap Nara,


"Iya, aku juga," ucap Lucy.


Mereka sangat antusias akan berkunjung ke rumah baru Syahidah. Syahidah sering bercerita pada mereka jika di rumah papanya banyak kelinci yang lucu-lucu.


"Asyik kita akan melihat banyak kelinci," ucap Nara.


"Siapa bilang aku mau ngajak kalian ke rumah untuk melihat kelinci," ucap Syahidah.


Raut wajah kecewa langsung terpancar dari kedua temannya itu,


"Emangnya kenapa? Kelincinya udah nggak ada ya?" tanya Nara.


"Ada kok, tapi aku ngajak kalian bukan untuk melihat kelinci. Aku ingin kalian melihat kamar ku," ucap Syahidah kembali berbinar mengingat kamarnya.


"Memangnya ada apa dengan kamarmu?" tanya Lucy.


"Maksudmu Kita cuman main di kamar kamu? Enggak main sama kelinci ya?" tanya Nara.


"Kelinciku masih ada kok, tapi setelah kita melihat kamarku baru kita melihat kelinci ya," jawab Syahidah.


"Emangnya ada yang istimewa ya dengan kamarmu?" tanya Nara.


"Iya, kemarin Papaku baru merenovasinya. Sekarang kamarku bernuansa Frozen dan juga banyak yang bisa kita mainkan di sana. Dan yang paling istimewa!" Syahidah menjeda kata-katanya.


"Apa yang istimewa," tanya Lusy penasaran.


Nara ikut mengangguk melihat ekspresi Syahidah.


"Aku punya studio," ucap Syahidah sedikit berteriak, membuat beberapa teman-temannya yang ada di sana melihat kearah mereka.


"Kamu punya studio musik? tanya Nara yang gemar bernyanyi.


"Ihh bukan, aku tuh punya studio foto, terus kita bisa buat konten di sana." Kata Syahidah.


"Aku mau dong ikut dalam konten YouTube kamu, kamu kan sudah banyak subscriber," ucap Lucy.


"Boleh, nanti kita buat konten berjudul Mengunjungi kamar Syahidah!. Bagaimana kalian mau kan gabung di konten ku?" tanya Syahidah melihat kedua temannya.


"Mauuu," Seru mereka berdua.


Mereka berdua adalah subscriber Syahidah sebelum Syahidah pindah ke sekolah mereka dan belum mengenal Syahidah.


Mereka sangat senang saat mengetahui Syahidah idola mereka bersekolah di sekolah mereka.


Mereka awalnya sedikit ragu untuk berteman dengan Syahidah. Mereka mengira jika Sosok idol mereka itu tak akan mau berteman dengan mereka. Namun ternyata Syahidah sangat ramah, membuat mereka menjadi sahabat sampai sekarang.


Begitu juga dengan Zidan, ia langsung mengajak ketiga sahabatnya.


Saat di sekolah mereka berempat memang sering bersama.


"Kamu serius, kamu sudah punya tempat bermain game sendiri di kamar? Kita enggak akan dimarahin kan jika main di sana?" tanya Memet antusias.


"Tenang saja, kita bisa main di sana. Mama tidak akan marah kok, yang penting kita tidak lupa waktu," jawab Zidan.


"Ya udah, aku mau." Kata Memet.


"Aku juga mau." tambah Nizam.


"Tapi kalian izin dulu ya? Itu syarat dari Papaku," ucap Zidan.


"Tenang aja nanti kami izin dulu kok," ucap Memet.


"Tapi kamu mainnya pakai akun mu kan?" tanya Riza.


"Tentu saja," jawab Zidan.


"Asyik." kata ketiga nya, mereka sudah membayangkan berapa banyak poin yang akan mereka dapatkan hari ini.


Sepulang sekolah mereka langsung izin kepada orang tua yang menjemput mereka.


Mereka langsung mendapat izin, saat mereka mengatakan akan bermain ke rumah Zidan.


Begitu juga dengan Syahidah, teman-temannya menelpon orang tua mereka dan menyetujui jika mereka bermain dengan Syahidah hari ini.


Hari ini Rafiz sangat sibuk di kantor nya, sehingga ia tak bisa menjemput anak-anak. Rafiz meminta Nandira yang menjemput mereka.


Begitu melihat mobil Mamanya datang, Syahidah langsung melompat-lompat melambaikan tangannya ke arah mobil mamanya.


Mobil Nandira berhenti di dekat mereka, Nandira keluar dan menyambut mereka Semua.


"Mama, teman-temanku sudah izin. Mereka akan ke rumah," ucap Syahidah melihat kedua temannya.


"Kalian beneran sudah izin kan?" tanya Nandira kepada mereka berdua.


"Sudah kok Tante, tadi kita sudah telepon mama," ucap Nara.


"Berikan nomor Mama kalian," ucap Nandira kembali ingin memastikan apakah mereka benar-benar sudah minta izin atau tidak.


"Zidan, bagaimana dengan teman-temanmu?" tanya Nandira pada putranya yang hanya berdiri sendiri.


"Mereka juga akan ikut Mah, mereka sedang meminta jemputannya untuk pulang dan menjemput mereka sore nanti," jawab Zaidan.


"Ayo kita pulang," ucap Nandira mempersilahkan teman-teman mereka masuk ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil sangat ramai oleh suara para gadis yang duduk di belakang.


Sedangkan para pria hanya duduk tenang, mereka mulai membuka aplikasi Secret Partner yang ada di gadget mereka masing-masing.


Begitu sampai, mereka langsung melihat dari jendela mobil, melihat beberapa hewan yang ada di sana.


Mereka langsung berlarian untuk turun dan menghampiri hewan-hewan tersebut. Syahidah dan teman-temannya langsung menghampiri puluhan kelinci yang ada di sana.


Sedangkan Zidan tentu saja langsung menghampiri hewan-hewan buas yang ada di dalam kandang.


"Ayo kalian masuk dulu, kita makan siang dulu ya," seru Nandira memanggil mereka semua untuk masuk.


Mereka semua masuk dan mengganti pakaian mereka, meraka memakai pakaian Zidan dan Syahidah. Beruntung ukuran mereka sama.


Setelah mereka Makan, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing.


Syahidah mulai membuat konten YouTube dengan judul Mengunjungi Kamar Syahidah.


Mereka sangat senang, mereka saling bergantian merekam dan memperlihatkan kamar Syahidah.


Sedangkan di kamar Zidan mereka langsung mulai memainkan permainan Secret partner level 3.


Zidan sengaja menyuruh Papanya untuk membeli beberapa komputer agar mereka bisa bermain bersama.


Suasana bermain di ruangan itu sangat berbeda dengan bermain dengan gadget mereka.


Mereka memakai earphone dan duduk di kursi yang nyaman, di depannya sudah terpasang komputer ukuran besar membuat mereka puas melihat permainan mereka sendiri.


Zidan menutup pintu dan mulai menyetel suara dari game tersebut cukup nyaring di earphone mereka, sehingga mereka benar-benar merasa sedang menyatu dengan permainan yang sedang mereka mainkan.


Suara tembakan seperti benar-benar terdengar di dekat mereka, membuat permainan mereka semakin menarik.


Mommy dan Nandira sudah membuat cemilan untuk mereka sebelum nya.


Nandira mengetuk pintu kamar Syahidah dan membuka pintu,


"Apa Mama mengganggu?" tanya Nandira masuk sambil membawa cemilan untuk mereka.


Nandira bisa melihat anaknya itu sedang bermain bersama teman-temannya sambil merekam kegiatan mereka.


"Masuk aja Mah," ucap Syahidah.


"Ini Mama buatkan cemilan buat kalian, semoga kalian suka ya. Selamat bermain," ucap Nandira kepada mereka.


"Terima kasih Mah," ucap Syahidah.


"Terimakasih tante," ucap kedua teman Syahidah.


Nandira kemudian mengetuk pintu kamar Zidan, namun tak ada jawaban dari dalam. Nandira membuka pintu tersebut mereka juga tak ada di kamar itu.


"Hm,... pasti mereka sudah ada di dalam ruangan itu," ucapnya berjalan ke ruangan di mana Zidan dan teman-temannya sedang bermain game.


Nandira mengetuk terlebih dahulu sebelum membuka pintu ruangan itu, tak ada yang mendengar Nandira masuk.


Nandira juga memanggil Zidan dengan cukup keras namun mereka tetap asyik bermain.


Nandira melepas earphone yang di pakai Zidan dan mendengarkannya.


Nandira tersentak saat mendengar suara tembakan yang memekakkan telinga.


"Zidan apa volumenya tak bisa dikecilkan? Apa kalian tak merasa terganggu mendengar suara bising ini," tegur Nandira..


"Iya Mah Zidan kecilkan," ucap Zidan mengecilkan volume permainan mereka.


"Ini Mama bawakan cemilan buat kalian, jangan lupa dimakan. Mama ke bawah dulu!" ucap Nandira meletakkan makanan tersebut di salah satu meja yang ada di sana.


"Iya Mah, Terima kasih." kata Zidan.


"Terimakasih tante," ucap mereka bertiga.


"Iya sama-sama, kalian jangan lupa istirahat ya mainnya. Tak sehat untuk mata kalian." tambah Nandira.


"Iya Tante," ucap mereka semua.


Nandira keluar dan kembali menutup pintu. Zidan yang mendengar mamanya sudah benar-benar keluar dari kamar langsung menambah kembali volume permainan mereka.


Yang membuat permainan mereka Samakin menegangkan.


Mereka marasa seakan benar-benar masuk ke dalam permainan yang mereka mainkan.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membaca πŸ™


Jangan lupa like, vote dan komennyaπŸ™πŸ™πŸ˜


Salam dariku


Author m anha ❀️


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–