
Mendengar kata gadget Syahidah seperti mendapat jackpot, Hatinya sangat senang.
Pria tersebut menelpon seseorang memintanya agar membawa sebuah gadget keruangan nya seperti permintaan syahidah.
Beberapa saat kemudian datang seorang pelayan laki-laki membawa sebuah paper bag, Syahidah terus melihat paper bag itu,
"Apakah itu gadget," batinnya bersorak gembira.
"Berikan kepada anak itu," ucap pria tersebut menunjuk syahidah dan matanya. Pelayan tersebut langsung memberikan paper bag yang dipegangnya pada Syahidah yang berdiri tak jauh darinya.
Dengan cepat syahidah mengambil dan melihatnya, isi paper bag itu adalah gadget keluaran terbaru.
Cepat kerjakan tugasmu, aku tidak punya banyak waktu ," ucap pria itu.
Syahidah mengangguk dan langsung membuka gadget itu, ia duduk di sofa yang ada di ruangan itu dengan cepat syahidah mengaktifkannya. Jantungnya berpacu dengan cepat inilah benda yang selama ini ada dibenaknya.
Gadget aktif, dengan kelincahan tangan mungilnya Syahidah dengan cepat mengirim share lokasi kepada mamanya. Pria itu berjalan mendekat ingin memantau apa yang dilakukan anak itu .
Namun langkahnya kalah cepat dengan tangan Syahidah. Syahidah sudah mengirim pesan tersebut sebelum pria itu sampai di dekatnya.
"Jangan membuat ulah, cepat lakukan apa yang ku minta ," ucapnya duduk di dekat Syahidah.
Syahidah berpura-pura melakukan sesuatu di gadget itu kemudian ia melipat tangannya di dada dan bersandar,
"Ada apa," tanyanya.
Bisakah aku mengerjakannya di kamar yang tadi, aku benar-benar tidak bisa mengerjakannya di sini. Pengerjaan game online ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan dengan adanya kalian di dekatku itu menakuti Ku ," Ucap Syahidah .
"Baiklah kau boleh membawa gadget itu ke kamarmu tapi jangan harap kau bisa menghubungi siapa pun, aku akan menyuruh seseorang untuk mengawasi mu jadi jangan macam-macam ," ucap pria itu mengambil gadget yang dipegang Syahidah dan mengisyaratkan kepada penjaga yang sejak tadi berdiri di tempatnya untuk membawa Syahidah kembali ke kamarnya.
"Terus awasi dia, jangan biarkan dia menghubungi orang lain," ucap pria itu.
"Awasi saja, toh aku sudah mengirim pesan kepada Mama," batin Syahidah.
Kedua orang tersebut kembali membawa Syahidah ke kamarnya .
Zidan yang mendengar suara langkah kaki mendekati kamar itu dengan segera bersembunyi Kembali ke tempat teraman nya di bawah kolong tempat tidur.
Syahidah didudukkan di tempat tidur,
"Cepat kerjakan apa yang diperintahkan bos padamu ," ucap Mereka berdiri di belakang Syahidah.
"Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan ," batin Syahidah.
Sebuah ide pun muncul di kepalanya.
"Permisi, apa kau tahu mengapa bosmu itu memintaku untuk mengerjakan kembali game online Secret partner ini?" tanyanya pada dua orang yang berdiri mengawasinya. Syahidah sengaja mengeraskan suaranya agar Zidan yang berada di kolong tempat tidur mendengar apa yang ia ucapkan.
"Kami tak tahu, kami hanya disuruh untuk mengawasi mu," ucap salah satu dari mereka.
"Jadi jangan coba berbuat yang bisa membuat kami melakukan hal yang buruk padamu," ucap satu orang lagi menatap tajam Syahidah, orang tersebut adalah salah satu orang yang menyerangnya saat di rumahnya. Matanya masih bengkak karena ulah syahidah yang melempar bubuk cabai dan merica ke wajahnya. Sepertinya orang itu masih kesal kepada Syahidah.
"Aku tidak akan macam-macam, bisakah kau meninggalkanku. Aku tak bisa konsentrasi apabila kau ada di sini ," ucap Syahidah.
"Kau takkan bisa mengakali kami, cepat lakukan tugasmu."
Syahidah berpura-pura menjatuhkan gadgetnya
"Maaf Syahidan turun dari tempat tidur dan menunduk mengambil gadget tersebut.
Iya berpura-pura mendorong gadget tersebut hingga masuk lebih dalam ke bawah kolong tempat tidur.
"Ya ampun, apa yang aku lakukan. kenapa aku malah menendangnya," ucap Syahidah.
"Bentar ya, akan ku ambil dulu," ucap nya pada kedua orang yang terus mengawasinya.
"Kak, sepertinya mereka menginginkan program game online Kakak dan mereka menyuruhku membuatnya lagi. Bagaimana ini?" bisik Syahidah pada Zidan.
"Mereka mengawasi mu karena mereka tak ingin kau menghubungi orang lain, Katakan saja pada mereka untuk mematikan jaringan internet sehingga kau takkan bisa menghubungi orang lain. Katakan kau akan membuatnya tanpa menggunakan internet," ucap Zidan.
"Oke," ucap Syahidah mengangguk.
Syahidah keluar dari kolong tempat tidur, memegang gadgetnya kemudian ia berjalan mendekati kedua orang tersebut.
"Kalian takut kan aku menghubungi seseorang" ucap Syahidah menyodorkan gadgetnya kepada mereka. Mereka saling bertatapan tak mengerti apa yang dimaksud dengan Syahidah.
Syahidah menunjuk gadget tersebut dengan ekor matanya.
"Silakan matikan jaringan dan apapun yang bisa membuatku menghubungi orang lain. Aku akan membuatnya tanpa menggunakan jaringan internet." jelas Syahidah.
Kedua orang tersebut memandang penuh curiga kepada Syahidah.
"Ayolah aku benar-benar tidak bisa konsentrasi melihat wajah jelek kalian berdua," ucap Syahidah dan langsung menutup mulutnya.
Mereka berdua terlihat sangat marah mendengar ucapan Syahidah, khususnya orang yang telah terkena cabai dari Syahidah.
Dengan kasar ia merampas gadget tersebut dari Syahidah dan mematikan semua sarana yang bisa mereka pakai untuk menghubungi orang lain dan memberikan kembali kepada Syahidah.
"Kami akan menunggu di luar, cepat kerjakan ," Ucapnya. Mereka pun berlalu meninggalkan Syahidah di kamar itu dan menunggu tepat di depan pintu kamar.
"Kakak mereka sudah keluar " ucap Syahidah membungkuk memanggil Zidan.
"Bagaimana?" tanya Zidan saat telah keluar dari kolong tempat tidur.
"Aku sudah mengirim lokasi kita kepada Mama, kita hanya perlu mengulur waktu saja," ucap Syahidah.
"Baiklah," ucap Zidan mengambil gadget tersebut dan mulai merancang kembali permainan Secret partner level 3. Iya tak ingin membuat sama dengan apa yang dimiliki oleh Papanya.
Zidan melakukannya untuk mengulur waktu, semoga saja mamanya bisa melihat pesan tersebut dan segera mencari mereka.
Gagang pintu bergerak memutar, dengan gerakan lincah Zidan masuk ke dalam selimut.
Yang datang adalah bos besar mereka.
"Bagaimana, Apa kau sudah menyelesaikan nya?" tanyanya pada Syahidah.
Syahidah berusaha menetralkan keterkejutannya, ia tak menyangka jika mereka tiba-tiba akan masuk membuat Zidan tak punya waktu untuk turun bersembunyi kembali ke kolong tempat tidur. Zidan langsung menutup dirinya dengan selimut, Syahidah berusaha menutupi Zidan dengan mengambil bantal lalu menindihnya.
"Tentu saja belum selesai, ini baru beberapa menit. Aku tak sepandai itu untuk menyelesaikan game tersulit seperti itu dalam waktu hanya beberapa menit saja," ucap Syahida menyodorkan gadget tersebut.
Pria itu yaitu langsung mengambil gadget itu dan melihat hasil kerjanya, ia hanya mengangguk-angguk dan memberikan kembali gadget itu kepada Syahidah,
"Terus lanjutkan, Aku tak punya banyak waktu," ucapnya kemudian berlalu meninggalkan Syahidah.
Setalah memastikan mereka semua sudah keluar, Syahidah langsung menarik selimut yang menutupi kakaknya,
"Mereka sudah pergi?" tanya Zidan.
"Iya, mereka sudah pergi kak." Jawab Syahidah.
Zidan kembali melanjutkan mengutak-ngatik gadgetnya, Zidan berusaha meyakinkan mereka jika memang itulah Secret partner level 3 yang ia ciptakan, sama dengan yang dimiliki oleh perusahaan Papanya.
💖💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi Like, vote dan komennya ya 🙏
Author m Anha.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💖🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏