
Jauh di luar Negeri, seseorang terbangun dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Di mana Aku," batinnya mencoba membuka mata yang terasa sangat berat.
"Dimana ini," gumamnya saat berhasil membuka mata dan mengumpulkan nyawanya.
Ia berada di sebuah ruangan yang berukuran sempit dan tertutup, ia mencoba berjalan dan melihat sekelilingnya.
"Di mana aku, apa ini," ucapnya melihat gembok yang terpasang di pintu.
"Apa ini penjara," batin nya saat melihat pembatas ruangan satu dengan ruangan lainnya.
Pria itu adalah Riko, Miran membawanya ke sebuah rumah sakit jiwa di negara yang jauh dari negara bosnya, dan rumah sakit itu memiliki pengamanan yang ketat.
"Siapa di sana, buka, lepaskan aku," teriak Riko terus menggoyangkan jeruji tersebut .
Mencoba untuk membukanya hingga tangannya mengeluarkan darah.
Riko membanting semua barang-barang yang ada di dalam ruangan itu.
Tak lama kemudian Seorang yang berpakaian seragam datang menghampirinya dan menyapanya dengan bahasa yang sama sekali kau tak Riko mengerti.
"Aku tak mengerti apa yang kau katakan, tapi cepat lepaskan aku, buka pintunya, Kenapa kalian mengurungku disini, cepat keluarkan aku dari sini," teriak Riko pada seseorang yang baru datang itu.
Sama halnya dengan Riko wanita yang baru datang itu tak juga tak tahu apa yang sedang Riko katakan,
Wanita berseragam tersebut sedikit menjauhkan tubuhnya saat Riko ingin menggapainya.
Dia adalah perawat yang bekerja di sana,
"Kau siapa, siapa yang membawaku ke sini, Kenapa aku bisa ada di sini, cepat lepaskan aku," ucap Riko menatap tajam pada perawat tersebut.
Perawat tersebut kembali mengucapkan kata-kata yang sama sekali tak pernah Riko dengar sebelumnya membuat Riko semakin terbawa emosi.
"Rafiz, ini pasti kerjaan Rafiz. Tak akan ku biarkan kalian bahagia. Nandira tak akan pernah menjadi milikmu. Lihat saja, jika aku keluar dari sini akan ku habis kalian semua." ucap Riko berapi-api.
Riko terus mengamuk di dalam kamar yang lebih mirip dengan penjara itu, ia membanting semua apa yang ada di dalam kamar tersebut, sehingga perawat tersebut memanggil petugas untuk menghentikan ulah Riko.
Petugas masuk dan langsung memeluk Riko dan mengatakan sesuatu yang lagi-lagi tak Riko ketahui. Riko hanya tau jika mereka tak ingin ia membuat kekacauan lagi, setelah itu mereka keluar.
Riko kembali mendapatkan luka baru yang ia terimanya akibat pukulan tadi, namun bukannya ia merasa bersalah dan menyesal telah menyakiti Nandira justru kebenciannya semakin memuncak kepada Nandira dan Rafiz.
Di sanalah Miran membawa Riko, di sebuah rumah sakit jiwa yang sangat di jauh dari negaranya.
Rumah sakit itu memang khusus dibuat untuk orang seperti Riko.
Namanya memang rumah sakit jiwa.
Khusus untuk jiwa-jiwa yang sakit.
Orang yang berjiwa sehat sekaligus bisa sakit bila di masukkan ke tempat dimana Riko sekarang berada.
***
Sementara itu Shireen telah sampai di negara yang juga tak kalah jauhnya,
beruntung setelah kedua orang tuanya masuk penjara Shireen membenahi keuangannya, sehingga ia memiliki cukup uang untuk memulai hidup baru di negara tersebut.
Shireen memutuskan tak ingin lagi berhubungan dengan Nandira apalagi dengan Rafiz.
Shireen kembali melihat video penyiksaan Riko, air matanya menetes.
Pria yang dicintainya terlihat sangat menyedihkan di video itu.
"Mengapa aku tak menghentikannya saat itu, jika aku menghentikannya berbuat kasar kepada Nandira mungkin semua ini takkan terjadi padanya dan kami bisa memulainya dari awal bersama-sama," sesal Shireen.
***
Jazlyn yang baru sampai di negaranya membanting semua barang-barang yang ada di Apartemen miliknya.
Iya kembali ke Apartemen lamanya yang sangat kecil, sederhana dan kumuh.
Tak ada lagi kehidupan mewah untuk nya,, semua pria yang dulunya memberi kemewahan kepadanya kini telah meninggalkannya, mereka pergi meninggalkan karena kesalahannya sendiri.
Menyesal saja itu tak cukup untuk mengembalikan semuanya, ditambah lagi ancaman yang datang dari orang yang tak dikenal membuat ia tak berani lagi menemui Rafiz. Jangan untuk mencoba memperbaiki hubungan mereka, hanya untuk mengirim pesan sapaan saja ia tak berani.
"Apakah ini akhir dari hidupku, kembali di tempat yang menjijikkan ini," garam Jazlyn ia berteriak dan mengacak-acak rambutnya, melempar barang-barang yang ada di dekatnya.
Apartemen tempatnya sekarang adalah Apartemen tempat tinggalnya dulu sebelum ia menikah dengan Rafiz.
Apartemen itu dibeli olehnya bersama dengan kekasihnya. Kekasih yang terus menjaganya sejak ia masih remaja hingga mereka dewasa.
Mereka tumbuh bersama-sama karena memiliki latar belakang yang sama, sudah tak memiliki kedua orang tua dan dicampakkan oleh keluarganya.
Mereka berdua saling membantu dan saling menyemangati sejak remaja.
Kebersamaan mereka menimbulkan rasa suka di antara mereka berdua hingga Aksan teman Jazlyn menyatakan perasaannya pada Jazlyn dan mereka pun menjalin hubungan hingga mereka dewasa.
Aksan melakukan apa saja untuk membuat Jazlyn bahagia, ia mengerjakan apa saja untuk membelikan Jazlyn barang-barang yang ia butuhkan.
Mereka terus bersama dan bahagia hingga mereka masuk ke universitas yang sama.
Aksan selalu memenuhi kebutuhan Jazlyn walau itu semua diluar kemampuannya. Ia bekerja hingga larut malam, bekerja kesana kemari menghasilkan uang demi membahagiakan kekasih hatinya.
Aksan bahkan berhenti kuliah demi bisa memenuhi kebutuhan Jazlyn.
Aksan sudah memantapkan hatinya untuk menjadikan Jazlyn pendamping hidupnya. Dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit uang Aksan membeli sebuah cincin dan ingin melamar Jazlyn sebagai istrinya.
Dan Jazlyn menerima niat Aksan
Mereka akhirnya menjalin hubungan yang lebih serius lagi, mereka sangat bahagia.
Kebahagiaan mereka tiba-tiba menghilang saat Jazlyn bertemu seorang pria kaya dan juga mencintainya.
Jazlyn melupakan pria yang selama ini menghidupinya dan menyayanginya.
Semenjak menjalin hubungan dengan pria kaya itu Jazlyn sudah jarang pulang ke Apartemen mereka.
Suatu hari Aksan berhasil membeli cincin yang indah untuk Jazlyn, ia terus saja menghubungi nya namun tak di jawab oleh Jazlyn.
Kemudian Aksan mencoba mendatangi kampusnya, ia memutuskan untuk menemui secara langsung di kampung nya, namun betapa sakit hatinya saat melihat seseorang menyatakan perasaannya kepada Jazlyn dan Jazlyn menerima nya dangan sangat bahagia. Pria yang juga sudah menyukai Jazlyn saat perta kali mereka bertemu Pria itu adalah Rafiz,.
Jazlyn melihat sekeliling Apartemen itu terlihat sangat kumuh namun semua masih lengkap di sana. Peralatan masak, sofa dan lain-lain.
Jazlyn melihat sebuah foto yang ada di atas sebuah meja di sudut ruangan itu.
Jazlyn mendekat dan mengusap foto yang penuh debu itu. Itu adalah foto dirinya dan Rafiz saat mengadakan ulang tahun nya yang ka !17..
Jazlyn tersenyum miris,, itu tak menyangka semua ini terjadi padanya.
Ingatan tentang perbuatannya menyakiti dua pria yang sangat mencintainya itu sungguh sangat menggangu nya, kini tinggallah ia sendiri dengan barang-barang kumuh yang ada di sana .
Mau tak mau Jazlyn harus menerima keadaannya, itu lebih baik daripada dia harus menerima siksaan seperti yang ada di rekaman itu.
ππππππππππππππππ
Terima kasih sudah membacaπ
jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian dengan memberi
LIKE VOTE KOMENNYA β€οΈ
Sambil menunggu update terbaru kalian bisa mampir ke karya pertamaku judulnya "Pilihan Ku" ditunggu ya!
Salam darikuπ€
Author m anhaβ€οΈ
Selamat pagi, selamat beraktivitas,
Love you all.ππππ
ππππππππππππππ