My Papa My Boss

My Papa My Boss
Hari Pertama Punya Papa.



Rafiz masuk ke kamar Zidan di sana ada foto Nandira , Zidan dan Syahidah yang tersenyum, terlihat begitu bahagia .


Rafiz menghampiri foto tersebut mengusapnya dengan penuh kasih sayang, hatinya terasa bahagia mengetahui jika Zidan dan Syahidah adalah benihnya, darah dagingnya, anaknya, penerusnya. Sedari awal ia memang sudah sangat menyayangi mereka.


"Semoga saja kita bisa menjadi keluarga yang bahagia". ucap Rafiz meletakkan foto itu kembali kemudian ia beranjak ke tempat tidur .


Ucapan Nandira untuk menghalalkannya terus terngiang di telinganya, Rafiz tersenyum. Ia sudah berusaha menutup mata dan mencoba untuk tidur, namun wajah Nandira tetap terbayang di benaknya.


Rafiz kemudian memutuskan untuk bangun dan keluar dari kamar, namun saat ia keluar dari kamar, Nandira juga keluar.


Rafiz menghampiri Nandira.


"Kau mau kemana?" tanya Rafiz.


"Aku ingin mengambil air," ucap Nandira memperlihatkan gelas yang dipegangnya.


"Kau sendiri?" aku tidak bisa tidur bisakah kau membuatkan ku makanan, aku sangat lapar,"


"Baik, akan aku buatkan," ucap Nandira berjalan lebih dulu, mereka berjalan turun ke bawah. Nandira merasa sangat malu, ia masih mengingat kata-kata yang memalukan yang ia ucapkan tadi.


Nandira membuat makanan yang gampang dan cepat, membuat apa yang ada di kulkasnya.


Nandira memeriksa isi kulkas nya dan melihat beberapa bahan yang cukup untuk membuat nasi goreng, makanan paling praktis dan enak.


Nandira mengeluarkan telur, sosis, suiran ayam dan beberapa bahan lainnya.


Nandira mulai membuat nya, sesekali ia melihat Rafiz yang berdiri di belakang nya, memperhatikan setiap gerakannya.


"Bisa ga sih jangan di lihat, "batin nanti.


Dengan cepat Nandira menyajikan makanan di depan Rafiz,


"Aku buat nasi goreng, semoga saja kau suka ," ucap Nandira sedikit kikuk .


"Terimakasih ya," ucap Rafiz,


Nandira hanya mengangguk.


Kecanggungan terjadi di antara mereka berdua, mereka sama-sama kehilangan bahan untuk di bicarakan.


Nandira mengambil air dan ingin kembali ke kamar, ia tak tahan dalam situasinya,


"Nandira," panggilan Rafiz,


Nandira menghentikan langkahnya dan berbalik,


"Iya, ada apa. Ada yang Kurang,?" ucap Nandira cepat.


"Tidak, bisakah kau menemaniku makan?! aku merasa tak enak makan sendiri," pinta Rafiz.


"Oh iya, boleh, aku akan menemani mu" ucap Nandira berjalan kembali duduk disalah satu kursi di dekat Rafiz.


Rafiz dengan sengaja memakan makanannya sedikit demi sedikit.


"Rasanya enak kamu sering masak ya?" tanyanya, melihat Nandira.


"Iya, selama mereka lahir aku sudah biasa memasak untuk mereka. Aku lebih suka membuatkan mereka makanan sendiri dari pada harus membeli di luar, Aku takut makanannya tidak bersih dan sehat," ucap Nandira mengingat awal awal ia membuat bubur untuk Zidan dan Syahidah.


"Kamu memang ibu yang baik dan pintar," puji Rafiz yang membuat Nandira yang sejak tadi menenangkan jantung nya kembali berdetak kencang.


"Kamu tidak makan ?" tanya Rafiz berpindah ke kursi di samping nya agar semakin dekat dengan Nandira.


"Tidak, aku masih kenyang makanlah," ucap Nandira mempersilahkan Rafiz menghabiskan makanannya dan berpindah ke kursi sebelahnya. Memberi jarak satu kursi antara dia dan Rafiz.


Rafiz menakan makanannya dengan sangat pelan, ia sengaja melakukannya agar Ia memiliki waktu yang banyak dengan Nandira.


Nandira terlihat mengantuk namun Rafiz tetap tak mengizinkannya pergi.


Selesai makan Rafiz kemudian menyimpan piring kotornya ke tempat pencucian piring, menambah air minumnya. Saat ia kembali ia melihat Nandira sudah tertidur dengan menopang kepalanya di meja dengan tangannya sebagai bantal.


"Kau pasti kelelahan, istirahatlah," ucap Rafiz kemudian menggendong Nandira naik ke lantai dua, bukannya membawa Nandira ke kamarnya Rafiz justru menggendong Nandira masuk ke kamar Zidan. Menarik selimut dan menutupi sebagian tubuh Nandira, Rafiz kemudian ikut naik ke tempat tidur berbaring disamping Nandira, perlahan ia memeluknya mencium aroma tubuh Nandira yang begitu menenangkannya. Kemudian ia ikut tertidur pulas sambil memeluk ibu dari anaknya itu.


Pagi hari Syahidah terbangun, ia melihat ke kiri dan ke kanan,


"Papa dan Mama mana ya?" ucapnya kemudian membangunkan Zidan yang masih tertidur.


"Kakak bangun," ucap Syahidah membangunkan Zidan.


"Ada apa sih dek, Kakak masih ngantuk. 5 menit lagi ya?!" ucap Zidan .


Syahidah turun ke lantai bawah dan melihat ke semua ruangan, namun Papa dan Mamanya tak ada.


Walau sedikit takut dan masih trauma Syahidah tetap mencari di semua ruang yang ada di rumah itu.


Sekalinya ia memanggil Mama dan Papanya.


"Papa... Mama..."teriak Syahidah di setiap ruang .


Syahidah yang tak menemukan mereka kemudian memutuskan untuk naik.


"Sepertinya Papa masih tidur deh," gumamnya berjalan ke kamar Zidan, ia membuka pintu kamar Zidan dan benar saja Papa nya masih tidur.


Syahidah melihat Mamanya juga masih tertidur di sana,


"Kenapa Mama dan Papa tidur bersama?!" batin Syahidah kemudian ia menutup kembali pintu kamar itu.


Tak lama kemudian Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu datang dan mulai menyiapkan sarapan untuk mereka,


Syahidah yang merasa sudah Sehat memutuskan untuk pergi ke sekolah.


Setelah berpakaian ia kembali membangun Kakaknya yang masih tertidur pulas.


"Kakak bangun," Syahidah mengguncang tubuh Zidan, namun Zidan tak kunjung bangun.


"Hmmm seperti aku harus melakukan hal itu...!" batin Syahidah mengingat cara kakak nya membangun mamanya saat pingsan dulu...


Syahidah masuk ke kamar mandi, mengambil air kemudian menyiram wajah kakaknya itu,


"Kebakaran, kebakaran, kebakaran," teriak Syahidah setelah menyingkirkan air ke wajah Zidan.


Zidan yang terkejut langsung bangun.


"Mama api, mama api cepat keluar ," teriak Zidan berlari ke luar kamar.


Syahidah tertawa terbahak-bahak melihat Zidan dan ikut berlari mengejar nya.


Zidan menatap tajam pada Adiknya itu setelah menyadari jika ia telah di kerjain.


"Awas ya kamu," teriak Zidan mengejar Syahidah.


Syahidah langsung berlari ke kamar Zidan, dimana Mama dan Papanya masih tertidur dengan pulas sambil berpelukan.


"Papa...mama..." teriak Syahidah langsung menarik selimut mama dan papanya.


Nandira yang terkejut mendengar teriakan Syahidah dan sudah masuk ke dalam selimut mereka langsung duduk dan melihat sesuatu di dalam bajunya.


"Aaaaaaahg" teriak Nandira saat melihat tangan Rafiz memegangi perutnya.


Syahidah dan Zidan yang saling kejar-kejaran langsung terdiam dan melihat dan mendengar teriakkan mamanya.


"Kenapa aku ada di sini,," pekik Nandira langsung memukul Rafiz dengan bantal guling.


"Mana aku tau, ini kamarku.," ucap Rafiz mencoba menjauhkan dari Nandira yang terus memukulnya.


"Aaaaaaaaaghr" Nandira kembali menjerit saat melihat Rafiz hanya memakai celana boxer dan melihat sesuatu yang aneh dibalik boxerya .


Nandira terus menjerit dan berlari keluar kamar.


Zidan dan Syahidah saling pandang dan mengangkat bahu mereka, tak mengerti apa yang membuat ibunya menjerit.


💖💖💖💖💖💖😀💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca


jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian


di setiap harinya ya Kak


LIKE, VOTE, KOMENNYA 🙏


Author


m Anha.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️