My Papa My Boss

My Papa My Boss
Raja Hutan.



Setelah berkendara beberapa waktu, mereka Akhirnya sampai di kediaman Rafiz, di rumah yang begitu megah dan mewah.


Rumah yang membuat kagum dan iri bagi siapa saja yang melihatnya. Begitu luas dan megah layaknya istana.


Rafiz sengaja membuat rumah yang besar dan mewah, ia sangat mementingkan kenyamanan dan keamanan bagi keluarganya.


Ia sengaja membuat rumah yang nyaman dan aman agar bisa memberi ketenangan bagi mereka semua. Dengan usahanya, kerja kerasnya selama ini ia ingin menghadiahi dirinya sendiri dengan rumah impian nya, tempatnya menghabiskan waktu hingga di masa tuanya.


Selain itu Rafiz juga memelihara banyak hewan di sana, ia sangat menyukai hewan. Karena merasa kesepian selama ini, ia pun memutuskan untuk memelihara banyak hewan di pekarangan rumahnya.


Salah satu alasan Rafiz memelihara banyak hewan di rumahnya agar ia tak kesepian.


Waktu itu mereka hanya tinggal berdua, Rafiz dan Daddy, Rumah yang begitu besar itu hanya di tempati oleh mereka berdua saja.


Para pekerja di rumahnya mempunyai tempat tersendiri.


Deddy nya lebih senang menghabiskan waktu di ruang baca. Membuat Rafiz meresa sendiri tinggal di rumah itu. Jika sedang banyak masalah di kantor, dia akan mencari ketenangan dengan mendatangi kebun binatang mininya, memberi makan hewan hewan peliharaannya.


Berinteraksi dengan hewan-hewan yang sangat lucu dan sangat buas mampu mengubah mood nya.


Walau dia harus mengeluarkan biaya yang sangat mahal untuk biaya perawatan dan biaya membayar orang-orang untuk mengurusnya.


Rafiz tak masalah dengan semua itu.


Rafiz merasa senang jika melihat hewan-hewan itu, ia membawa meraka saat mereka masih kecil dan merawatnya hingga sebesar saat ini.


Melihat tumbuh kembang mereka.


Bahkan banyak dari hewan-hewan itu beranak Pinak di halaman rumah Rafiz.


Walau bukan Rafiz sendiri dia yang merawatnya, tapi dia sudah memiliki keterikatan kepada hewan-hewan itu.


Para hewan itu seperti mengerti jika Rafiz adalah tuannya,,, Binatang buas seperti singa saja mendatangi Rafiz jika Rafiz masuk ke kandangnya.


Setiap pagi jika tak ada kesibukan Rafiz akan menyempatkan diri memberikan makan hewan-hewan kesayangan nya itu.


Ada kesenangan tersendiri Saat berinteraksi dengan mereka.


Begitu mereka sampai di rumah mewah Papa mereka, Zidan dan Syahidah langsung berlari menuju ke tempat di mana Papanya memelihara berbagai macam jenis hewan.


Syahidah langsung berlari ke tempat dimana banyak kelinci, Syahidah sangat suka bermain dengan kelinci. Ia meminta bantuan kepada para petugas yang di sana untuk membantunya memberi makan kelinci kelinci tersebut. Ada puluhan jumlah kelinci di sana.Syahidah tidak hanya memberi makan, ia bahkan menggendongnya kesana kemari layaknya boneka.


Jika Syahidah sedang asyik bermain bersama hewan lucu itu, berbeda dengan Zidan. Zidan langsung mengarah pada kandang singa.


"Pak aku ingin memberi makan Singa ini," ucap Zidan pada petugas yang bertugas merawat singa tersebut.


"Tentu saja, sebentar ya Saya ambil kan makanannya dulu ," ucapnya kemudian berlalu mengambil makanan.


Zidan sedikit mendekat ke kandangnya, begitu melihat Zidan singa tersebut berdiri dan menghampiri Zidan dan menggaung cukup keras.


Zidan bukannya takut dia malah sangat senang saat singa itu mendekat padanya,


Petugas yang mengambil makanan tadi datang dengan membawa makanan singa, Zidan langsung mengambilnya dan mulai memberi makan Singa itu menggunakan tangannya.


Nandira yang melihat Zidan melakukan itu merasa takut, ia ingin melarangnya tapi ditahan oleh Rafiz.


"Biarkan saja, ada yang akan mengawasi mereka. Kita masuk saja dulu mommy pasti sudah menunggumu." ucap Rafiz menarik tangan Nandira untuk masuk.


"Baiklah," ucap Nandira ikut masuk bersama Rafiz, sambil berjalan masuk ia terus melihat ke arah Zidan yang dengan berani bahkan mengelus singa itu.


Mommy yang melihat Nandira datang langsung menghampirinya, memberikan pelukan hangat kepada Ibu dari cucunya itu.


Nandira menyambut pelukan Mommy dengan senyum di wajahnya.


"Maaf ya mommy kami baru sampai," ucap Nandira merasa tak enak.


"Enggak apa-apa kok, mommy juga baru selesai membuat cemilan untuk kalian. Ayo ikut mommy ke dapur," ucap mommy mengajak Nandira ikut bersamanya.


Mereka pun sama-sama menata kue dan beberapa jus di atas meja,


"Anak-anak di mana?" tanya mommy saat Rafiz menghampiri mereka.


"Mereka sedang bermain dengan hawan-hewan di samping." jawab Rafiz.


"Apa sebaiknya kau menyingkirkan binatang-binatang buas itu, mommy takut itu berbahaya bagi mereka," ucap mommy.


Iya tak ingin banyak mengatur di rumah itu, sudah diterima kembali saja berkumpul bersama mereka mommy sudah sangat bersyukur.


Mommy sangat bahagia bisa kembali berkumpul dengan keluarganya, ia bisa merasakan perbedaan ketenangan hidupnya saat ia terus kesana kemari mencari sesuatu yang tak pasti dan tinggal di rumah menemani anak dan suaminya.


Mommy menyesal sudah meninggalkan mereka, Namun menyesal saja takkan bisa merubah apa-apa.


Mommy ingin memperbaiki segala kesalahannya di masa lalu dengan melayani anak dan suaminya dengan baik.


Tak lama kemudian Zidan dan Syahidah masuk menghampiri mereka duduk di dekat papanya.


"Bagaimana, kalian senang bermain dengan hewan?" tanya Rafiz.


"Iya kami senang Pah," jawab keduanya.


"Pah, apa kita tidak boleh masuk ke kandangnya singa itu?" tanya Zidan.


"Tidak boleh," jawab Nandira dan mommy bersamaan.


Rafiz dan Zidan langsung melihat ke arah mereka, karena mereka sedikit berteriak saat mengatakan nya.


"Zidan dengarkan nenek, jangan sekali-kali kamu berpikir untuk masuk ke kandang singa itu."


"Mama juga enggak setuju, sebaiknya kau menjauh dari hewan buas itu. Mama takut kalau hewan itu malah melukaimu."


"Mereka sudah jinak jadi tak masalah," ucap Rafiz.


"Walau jinak, tetap saja itu hewan buas, sebaiknya jangan bermain bersama hewan itu, bermain saja dengan adikmu. Memberi makan kelinci," ucap Nandira.


"Iya, disana kan masih banyak hewan-hewan lain, jangan dekat-dekat singa itu ya, nenek takut , takut nanti Zidan terluka," pinta mommy.


"Aman kok mom, mereka itu sudah dari kecil di sini, jika kita tidak mengganggunya dan tak merasa terancam mereka tak akan melukai kita," ucap Rafiz.


"Pokoknya mommy nggak mau anak-anak dekat-dekat dengan hewan buas itu," tegas mommy.


Nandira mengangguk mengiyakan Apa yang diucapkan oleh mommy.


"Sudahlah Ayo kita makan, Mommy sudah buat kue coklat buat kalian," ucap mommy memperlihatkan kue-kue tersebut kepada cucu-cucunya.


"Aku mau coba nek," ucap Syahidah menyodorkan piring nya.


Mommy menyendok kan ke piring Syahidah dan Zidan.


"Bagaimana?" tanya mommy saat Syahidah mulai mencicipi nya.


"Wah,...Ini enak sekali," ucap Syahidah memberikam dua jempol pada neneknya.


"Enakan kan, ini spesial nenek buat untuk kalian, resep spesial untuk cucu nenek yang spesial.," ucap mommy.


"Cucu kakek sudah datang ya," ucap Daddy yang baru datang dan menghampiri mereka .


Syahidah berlari menghampiri kakaknya dan memeluk kakeknya.


Kakek mengusap rambut cucunya dengan penuh sayang, sudah lama ia merindukan sebutan Kakek untuknya.


Syahidah membawa kakek duduk di dekatnya dan memberi kue coklat yang sama yang ada di piringnya,


"Ini untuk kakek, kue spesial untuk kakek Spesial." ucap Syahidah yang di sambut tawa semuanya, mendengar Syahidah mengucapkannya dengan nada yang sama dengan yang di ucapkan mommy tadi.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’–πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terima kasih sudah membaca πŸ™


Aku nggak pernah bosan nih ingatin kalian buat memberi like, vote dan komennya.πŸ˜‰β˜ΊοΈ


Jadi Jangan bosan juga ya untuk menekan like, memberi vote dan menulis komen di kolom komentar yaπŸ™β˜ΊοΈπŸ€—πŸ€—πŸ’•


Semoga itu sangat berharga bagi kami para Author.


Salam dariku


Author m anha.πŸ™β€οΈ


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–