
Semua bergembira ikut merasakan kemenangan Zidan dan partnernya, walau mereka tak saling mengenal namun mereka bisa menjalin kekompakan saat memiliki tujuan yang sama. Bekerja sama dan saling membantu dalam mencapai misi mereka, memudahkan mereka mendapatkan kemenangan.
Saling percaya terhadap partner kita memang sangat di perlukan saat bermain dalam suatu tim agar memudahkan kita untuk mencapai tujuan bersama, keegoisan hanya akan menghancurkan tim itu sendiri.
Rafiz menghampiri mereka semua dan memberi selamat atas keberhasilan Meraka. Rafiz berterima kasih atas kerja keras mereka sudah berpartisipasi malam ini.
Apa yang mereka lakukan sungguh sangat membantu perusahaan dalam mempromosikan game online kali ini.
Selain hadiah yang akan mereka dapatkan, Rafiz juga menjanjikan kepada mereka akan jika ia akan memberikan hadiah khusus dari ia pribadi.
Tak sampai disitu kesenangan yang mereka dapatkan,
Miran juga mengumkan jika penukaran poin akan dihargai dua kali lipat dari biasanya selama seminggu ke depan. Semua menyambut gembira pengumuman yang disampaikan tersebut .
Hampir semua pemain langsung menukar poin mereka namun ada beberapa juga yang sengaja mengumpulkan poin nya agar bisa mendapat karakter terkuat di SP L 3, permainan yang sebentar lagi akan mereka rilis.
Rafiz dan Zidan meninggalkan mereka yang masih larut dalam kegembiraan.
Miran kembali memutar rekaman ulang permainan mereka tadi, mereka semua kembali fokus pada permainan mereka sendiri.
Miran sengaja memutarnya di layar besar sambil mempersilahkan para tamu menikmati hidangan perjamuan yang telah mereka siapkan.
Syahidah cake berperan penting dalam menyediakan berbagai macam dessert yang ada di acara tersebut.
"Apa semuanya sudah siap," bisik Rafiz pada Miran.
"Sudah pak, kami sudah mengatur semuanya," jawab Miran,
Rafiz berencana akan melamar Nandira sebelum meluncurkan game tersebut.
Rafiz merogoh sakunya, ia tak menemukan kotak cincinnya di sana.
"Kemana cincinnya," batin Rafiz terus mencari ke semua sakunya.
"Oh iya, tadi kan diambil sama mommy," Gumam Rafiz yang baru mengingat telah memberikannya kepada mommy nya.
Rafiz berjalan mendekati mommy.
"Kotak cincinnya mana," bisik Rafiz karena disamping mommy ada Nandira.
"Cincin," mommy balik berbisik.
"Iya cincinnya, tadi kan aku berikan pada mommy!" ucap Rafiz.
"Mungkin di bawah Daddy mu," ucap mommy ,
Mereka berdua pun langsung menghampiri Daddy yang menyapa para kolega lamanya.
"Nandira kami ke sana sebentar ya," ucap mommy berpamitan pada Nandira.
"Iya mom,"ucap Nandira tersenyum manis pada mommy dan Rafiz.
Mommy menarik Daddy sedikit menjauh dari teman-temannya.
"Ada apa sih?!"
"Kamu kan yang ngambil cincinnya tadi?" tanya mommy.
"Cincin apa?"
"Ya ampun, bukannya Kalian tadi yang melihatnya ," panik Rafiz.
"Sebentar, " mommy mengambil ponselnya dan menelpon asisten rumah tangganya.
"Apa Kau menemukan cincin di rumah?" tanya mommy langsung, saat asisten rumah tangga tersebut mengangkat panggilannya.
"Iya mommy, saya sudah menaruhnya di kamar," ucap asisten rumah tangga tersebut.
"Bagaimana ini, Sepertinya kita melupakan di rumah. Apa mommy suruh orang aja untuk mengambilnya atau suruh bibi yang bawa ke sini," usul mommy mulai panik.
"Mom jarak dari rumah ke sini lumayan jauh, kita harus meluncurkan game ini secepatnya, dan aku sudah merencanakan melamar Nandira belum peluncurannya.
"Lalu bagaimana ini,"ucap mommy.
"Ga usah pakai cincin," pasrah Rafiz.
"Masa ga pake cincin," protes Mommy.
"Ada apa Pah?" tanya Zidan,
"Cincinnya ketinggalan," jawab Rafiz frustasi.
"Sebentar," ucap Zidan menengok ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Syahidah.
Setelah menemukan adiknya itu bersama dengan para karyawan di toko kue mamanya dan sedang memakan kue coklat kesukaannya.
Zidan langsung menarik adiknya itu.
"Ada apa kak?" tanya Syahidah,
Syahidah langsung memperlihatkan cincin yang ada di kalungnya,
"Maksud kakak cincin yang ini?" tanya Syahidah,
"Iya, berikan itu ke kakak," Ucap Zidan ingin mengambil cincin tersebut.
"Enggak mau ah, inikan cincin aku," ucap Syahidah bersikeras tak ingin memberikan cincin tersebut.
"Ya udah kamu ikut Kakak," Zidan menarik Syahidah menuju ke Papa, kakek dan neneknya yang sedang panik.
"Ada apa sih kak?" tanya Syahidah setelah sampai pada dengan mereka.
"Papa pakai cincin Syahidah saja," ucap Zidan menunjuk kalung Syahidah.
Rafiz berjongkok dan melihat apa yang ditunjuk Zidan.
Ia tersenyum saat melihat cincin itu adalah cincin yang pertama kali dipilih nya untuk diberikan kepada Nandira.
Iya memesan khusus dari perancang terkenal dan hanya ada satu-satunya di dunia.
"Syahidah Papa pinjam ya cincinnya, nanti Papa kembalikan lagi, cincin Papa yang kemarin ketinggalan," jelas Rafiz.
Walau tak mau Syahidah tetap melepas cincinnya, keinginannya untuk tinggal bersama dengan Papa Mamanya jauh lebih besar daripada rasa sukanya pada cincin itu.
Karena masalah cincin itu, mereka pun kehilangan banyak waktu. Akhirnya Rafiz mengganti rencana karena peluncuran sudah tidak bisa ditunda lagi.
Rafiz meminta Miran menukar acara tersebut ia akan meluncurkan game tersebut sesuai dengan waktu yang telah diumumkan setelah itu kemudian baru acara pelamaran nya.
"Baik pak, akan saya lakukan dengan baik," Jawab Miran.
"Aku percayakan semua padamu, jangan melakukan kesalahan sekecil apapun,"
"Baik Pak,"
Acara peluncuran pun telah tiba. Rafiz Nandira dan kedua anak kembar mereka serta mommy dan Deddy naik ke panggung.
Rafiz terlebih dahulu memberi kata sambutan kepada para tamu undangan dan seluruh yang menyaksikan acara tersebut.
"Baiklah saya akan nyatakan game ini akan segera dirilis dan kalian bisa langsung mengunduh nya." ucap Rafiz di akhir sambutannya.
Hitungan mundur pun dimulai, semua ikut menghitung dari angka 3, 2, 1.
Terlihat di layar proses pengiriman Aplikasi game online Secret Partner Level 3 tersebut..
SUKSES
Tepuk tangan dan suara sorak gembira menandakan jika saat itu juga, detik itu juga "Secret Partner level 3" telah resmi diluncurkan dan dapat dinikmati oleh semua penikmat game online di seluruh dunia.
Di layar besar juga menampilkan grafik pengunduhan,
Mereka bisa melihat angkat terus bertambah dan bertambah, hanya dalam beberapa detik pengunduhan sudah mencapai jutaan kali.
"Selamat ya nak," ucap mommy dan Daddy memberi selamat kepada Rafiz.
Mereka memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan Putra mereka dengan sayang dan penuh kebanggaan.
Rafiz berjongkok dan mencium kedua pipi anak kembarnya.
"Keberhasilan ini adalah milikmu," ucap Rafiz menepuk pundak Zidan.
Zidan hanya tersenyum mendengar ucapan Papanya dan mengisyaratkan agar tetap merahasiakan identitasnya.
"Apa kau tak ingin memberiku selamat ?" ucap Rafiz mendekati Nandira ingin mendapat pelukan dari wanita yang tampil begitu Cantik malam ini.
"Selamat ya," ucap Nandira mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Rafiz.
Rafiz menerima uluran tangan Nandira dan mencium punggung tangannya.
"Terima kasih, sebenarnya aku ingin pelukan dan ciuman darimu," ucap Rafiz menggoda Nandira.
Ia bisa melihat jika Nandira kembali merona karena ulahnya.
Lampu tiba-tiba padam.
💖💖❤️💖💖💖❤️💖💖❤️💖💖💖❤️💖❤️
Terima kasih sudah membaca 🙏
mohon dukungannya ya
LIKE, VOTE dan KOMENNYA 🙏🙏💖💖
Salam dariku
Author m anha ❤️❤️❤️
💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖