My Papa My Boss

My Papa My Boss
Menjadi Seorang Istri.



Setelah Rafiz dan anak-anaknya pergi ke sekolah, Nandira menghampiri Mommy yang sedang sibuk di dapur bersama bibi.


Mereka sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak makan siang mereka.


"Mommy mau masak apa?" tanya Nandira mencoba untuk membantu sebisanya,"


"Ini adalah makanan kesukaan Rafiz, hari ini Mommy ingin membuatkannya. Sudah lama Mommy tak membuat ini." ucap mommy.


"Mommy, Nandira boleh ya minta diajarin masak sama Mommy, Aku nggak bisa masak yang seperti ini Mom, Aku hanya bisa makanan biasa aja" ucap Nandira.


"Tentu saja, dulu awalnya Mommy juga nggak bisa masak, tapi karena Mommy ingin menyenangkan Daddy Rafiz, Mommy mulai belajar, Sedikit demi sedikit Mommy jadi mahir memasak. Sekarang jika tak masak Mommy merasa ada yang kurang," ucap Mommy.


Nandira sangat ahli dalam membuat berbagai macam kue, namun Ia hanya bisa memasak makanan sederhana saja.


Nandira bertekad akan belajar memasak juga mulai sekarang, ia ingin mengikuti jejak mommy. Ia ingin membahagiakan suaminya dengan masakan yang ia buat.


Nandira dan Mommy mulai bekerja sama membuat masakan kesukaan Rafiz.


Setelah berkutat di dapur, akhirnya masakan mereka selesai.


Nandira dengan senang melihat hasil masakannya dan mencicipinya,


"Ternyata masakan sendiri lebih enak," ucap Nandira memuji masakannya.


Ia pun mulai menata masakan tersebut di atas meja makan.


"Aku akan minta Rafiz untuk makan siang di dirumah," ucap Nandira, ia mengambil ponselnya dan menekan nomor suaminya.


"Halo Nandira, Ada apa?" terdengar suara Rafiz dari balik telepon.


"Kamu makan siang di rumah ya, Aku baru aja selesai masak dengan mommy," ucap Nandira.


"Bagaimana ya! Aku sudah janji akan bertemu dengan Arsitek yang akan mengurus renovasi kamar anak-anak," ucapan Rafiz.


"Rencananya siang ini Aku akan menjemput anak-anak dan langsung menemui Arsitek sambil makan makan siang di restoran," sambung Rafiz.


"Ya gimana dong, ini aku sendiri yang masak. Aku dah capek-capek masak buat kamu, Kamu nggak mau makan masakan aku!" ucapan Nandira.


" Hmmm.. gimana ya, ya udah aku coba telepon Arsiteknya dulu, semoga saja dia nggak keberatan untuk memundurkan waktunya," ucapan Rafiz.


"Bener ya, aku tunggu loh," ucap Nandira.


"Iya, Aku telepon mereka dulu ya," Ucap Rafiz mematikan ponselnya.


Nandira merasa tubuhnya sangat gerah setelah seharian membantu Mommy memasak. Ia pun memutuskan untuk mandi, membersihkan badannya. Nandira ingin selalu terlihat cantik dimata suaminya.


Rafiz kemudian menelpon Arsitek tersebut untuk mengubah jadwal pertemuan mereka dan syukurlah Arsitek tersebut tak masalah dan menyetujui perubahan rencana mereka.


Mereka akan bertemu sore nanti di tempat yang sama yang sudah mereka sepakati.


Rafiz mengirim pesan kepada Nandira Kalau la akan pulang dan segera menjemput anak-anak sekarang juga.


Nandira yang baru selesai mandi langsung membaca chat dari suaminya.


Ia merasa senang dan dengan cepat ia memilih baju yang cocok dengannya, memakai sedikit polesan make up agar terlihat lebih cantik.


Rafiz menjemput anak-anak di sekolah, Syahidah sangat senang saat melihat Papanya lah yang menjemput mereka.


Syahidah terus bersenandung di dalam mobil saat perjalanan pulang.


"Pah, terima kasih ya pestanya, teman-teman Syahidah sangat suka dengan pestanya," ucap Syahidah.


"Iya, sama-sama Sayang. Jika Syahidah ingin sesuatu tinggal bilang saja ya sama Papa, Papa akan berusaha membuat yang terbaik untuk kalian," ucap Rafiz melihat sekilas Syahidah kemudian kembali fokus pada jalan.


"Zidan, maaf ya. Papa lupa membuat pesta khusus untuk anak laki-laki." sesal Rafiz melihat Zidan yang duduk di jok belakang melalui kaca spion nya.


"Enggak apa-apa kok Pah, teman-teman Zidan senang kok dengan pestanya," ucap Zidan.


Tersisa 3 orang teman Zidan. Risa, Nizam dan Memet. Mereka terus saja kalah, namun mereka tetap tak mau menyerah dan mereka terus mengulang permainan tersebut.


"Sudah ya, aku sudah capek. Kita kalah terus, Kalian sih mainnya payah." kesal Zidan.


Zidan sangat gemes karena ia juga sering kalah, Ia harus melindungi teman-temannya yang permainannya benar-benar payah menurutnya. Membuat konsentrasinya menjadi pecah. Ditambah Ia juga menggunakan akun Syahidah yang belum memiliki level sama sekali.


"Kita main sekali lagi,"ucap Memet memohon pada Zidan yang sudah berdiri ingin meninggalkan ruangan tempat mereka bermain.


"Sekali lagi ya," ucap Zidan kembali duduk dan mulai bermain.


Mereka berempat pun kembali bermain namun hasilnya tetap sama, mereka terus saja meminta bantuan pada Zidan membuat Zidan pun ikut kalah.


Zidan yang sudah tak tahan menggunakan akunnya dan mengundang mereka.


Betapa bahagianya mereka saat mengetahui Zidan adalah pemain Nomor 1 SP L 3. Mereka mulai bermain, Walau sebenarnya hanya Zidan saja yang bermain sedangkan mereka bertiga terus berlindung pada Zidan.


Namun Zidan tak masalah dengan cara bermain ke tiga temannya, ia terus melindungi mereka. Walau Sendiri, Zidan tetap bisa memenangkan permainan tersebut. Karena ia memiliki kekuatan untuk melawan ribuan musuh sambil melindungi ketiga temannya.


Mereka sangat bahagia saat mereka memenangkan tahap pertama dan langsung mendapat banyak poin.


Tak ingin membuang waktu, mereka langsung menukar poin tersebut dengan karakter di SP L 3. Mereka hanya bisa mendapat level pertama, namun itu sudah membuat mereka sangat senang. Bisa mendapat karakter di SP L 3 sehingga mereka bisa mulai bermain di permainan game online tersebut.


Nandira menyambut mereka saat melihat mobil Rafiz sudah memasuki pekarangan rumahnya.


Dengan penampilan yang secantik mungkin dan senyum yang mengembang di bibirnya yang, Nandira membukakan pintu untuk suaminya.


Begitu Nandira membuka pintu, anak-anak langsung berlarian masuk, Nandira mengambil tas kerja Rafiz dan mulai membiasakan diri untuk mencium tangan suami nya setelah pulang kerja.


Rafiz tak melepas genggaman tangannya pada Nandira. Rafiz langsung menariknya dan memberi kecupan singkat di pipinya.


"Kamu wangi sekali sih!," ucap Rafiz menggoda Nandira.


Walau sudah menjadi suaminya, Nandira masih tetap merona saat suaminya itu menggoda dirinya.


"Sudah ah, Ayo kita makan. Anak-anak pasti lapar," ucap Nandira mengalihkan pembicaraan mereka.


Mereka pun makan bersama, makanan yang dibuat oleh Nandira dan mommy.


Nandira juga mulai membiasakan diri untuk menyajikan makanan di piring suaminya. Ia melihat apa yang dilakukan oleh Mommy untuk Daddy.


"Makanlah, ini masakan pertama menantu rumah ini," ucap Mommy meletakkan piring yang berisi masakan Nandira di depan Suaminya..


"Wah rasanya sangat enak," ucap Daddy saat telah mencicipi makanan tersebut.


"Terima kasih, ini juga berkat bantuan Mommy," ucap Nandira.


"Masakan istimewa dari menantu istimewa," ucap Mommy.


Membuat suasana makan siang mereka menjadi lebih meriah.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membacaπŸ™.


Terus dukung ya, perjalanan cinta Rafiz dan Nandira dan keseruan si jenius Zidan dan Syahidah.


Dengan memberi like, Vote dan komennya.πŸ™πŸ™πŸ€—


Salam dariku πŸ€—


Author m anha ❀️


I love you all. πŸ’•πŸ’•πŸ’•


πŸ’–πŸ’–πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™