My Papa My Boss

My Papa My Boss
Balas dendam Nandira.



Setelah seharian bermain bersama nenek dan kakeknya mereka akhirnya harus pulang, Zidan dan Syahidah sangat senang hari ini, menghabiskan waktu bermain bersama Kakek, Nenek, Papa dan Mamanya.


Kebersamaan yang selama ini di inginkan Syahidah, yang selalu membuatnya iri jika melihat teman-teman nya bermain dengan keluarga mereka.


Nandira bisa melihat senyum bahagia di wajah anak-anaknya.


Rafiz mengantar mereka pulang,


"Nandira,"


"iya"


"2 hari lagi adalah peluncuran Game online ciptaan Zidan, aku harap kamu dan anak-anak bisa hadir dalam peluncuran itu,," ajak Rafiz.


"Baiklah, aku sedang tak sibuk. Akan akan datang bersama anak-anak" jawab Nandira.


"Besok aku ingin mengajak anak-anak mencari pakaian yang akan di pakai untuk acara itu, kau mau ikut??"


"Baiklah, kita akan shopping besok," jawab Nandira.


Nandira melihat anak-anak nya yang sudah tertidur di kursi belakang.


Nandira tersenyum melihat posisi tidur mereka yang tak karuan.


Rafiz ikut melihat apa yang dilihat Nandira dari kaca spionnya.


"Mereka pasti kelelahan bermain seharian," ucap Rafiz.


Setelah sampai, Rafiz langsung menggendong Syahidah sedang Nandira membangun Zidan.


Rafiz membawa Syahidah ke kamarnya, sedang Nandira membantu Zidan merapikan tempat tidur nya. Menyelimuti dan memberikan kecupan selamat tidur.


Nandira menghampiri Rafiz dan Syahidah di kamar Syahidah, Nandira membuka pintu kamar Syahidah dan melihat Syahidah sudah tertidur pulas di sana.


"Kemana dia," gumam Nandira yang tak melihat Rafiz di kamar Syahidah.


Nandira yang mengira Rafiz sudah pulang memutuskan untuk mandi, badannya terasa lengket seharian bermain dengan anak-anak nya. Ia mengambil handuk dan mulai membuka pakaiannya dan melilit handuk menutupi seluruh tubuhnya.


Nandira mengikat rambutnya agar tak basah saat mandi, ia memutuskan mandi di kamar Syahidah. Ia terlalu lelah walau hanya untuk kembali ke kamarnya.


Begitu ia akan membuka pintu kamar mandi pintu tersebut terbuka dan Rafiz keluar dari sana,


Nandira sangat terkejut hingga handuk nya hampir saja terlepas.


Rafiz melihat Nandira yang hanya memakai handuk Syahidah, sehingga memperlihatkan Paha dan punggung.


Rafiz terpaku melihat pemandangan indah di hadapannya,


"Kamu ngapain di kamar mandi?" panik Nandira menutupi bagian depannya dengan menyilangkan kedua tangannya.


"Aku, Aku," Rafiz tak tau harus berkata apa, tubuhnya seketika sudah menegang melihat Nandira yang hanya memakai handuk itu, terlihat begitu seksi.


Nandira langsung mendorong Rafiz menyingkir dari pintu kamar mandi dan ia langsung masuk.


Rafiz hanya mematung melihat Nandira hilang di balik pintu kamar mandi.


"Untung saja aku memakai handuk,". gumam Nandira karena biasanya ia hanya memakai dalamnya saja saat berjalan ke kamar mandi sambil memegang handuknya.


Nandira menghela nafas panjang menetralkan debaran jantung yang kembali berdetak kencang.


"Ada apa dengan ku," batin Nandira memegang dadanya kamudian memulai ritual mandinya.


Setelah mandi Nandira mengintip sebelum keluar kamar mandi, ia bisa melihat Rafiz masih duduk di ranjang Syahidah sambil memainkan ponselnya.


"Kenapa dia belum pulang sih," kesalnya, ia dengan sengaja berlama-lama mandi agar Rafiz pulang, namun ia masih ada di kamar itu.


Setelah beberapa lama menunggu Ia kembali membuka sedikit pintu dan mengintip keluar, ia sudah tak melihat sosok Rafiz di tempatnya duduk tadi.


"Apa dia sudah pulang," gumam Nandira semakin membuka lebar pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya menengok ke kiri dan ke kanan.


Rafiz tak ada di kamar itu.


"Syukurlah dia pulang juga."


Nandira yang tak melihat Rafiz akhirnya keluar kamar mandi. Memeriksa sekali lagi untuk memastikan bahwa Rafiz memang benar-benar tak ada di kamar itu. Dan memang benar Papa anak-anaknya itu sudah tak ada disana.


Dengan santai Nandira keluar dari kamar mandi dan merapikan selimut Syahidah yang berantakan.


Tiba-tiba tangan kekar melingkar di perutnya dan menarik nya kebelakang .


Nandira menegang saat melihat Rafiz masih ada di kamar itu, entah dari mana dia.


"Kenapa lama sekali, aku sedari tadi menunggu mu," bisik Rafiz di telinga Nandira yang memeluknya dari belakang.


Nandira bisa merasakan kehangatan tubuh Rafiz dan hangatnya hembusan nafas pria yang kini memeluk nya, Nandira bisa merasakan detak jantung Rafiz yang begitu kencang hingga terdengar olehnya dan nafasnya yang memburu.


Nandira tau jika ia sedang dalam situasi yang tidak baik-baik saja, ia hanya memakai handuk tanpa apapun saat ini.


Tubuh Nandira menegang saat Rafiz mencium punggung nya polos nya, meresaka bulu yang ada di wajah Rafiz menggelitik menusuk hingga ke tulang-tulangnya.


"Itu kelinciku, lepaskan jangan menggangunya," teriak Syahidah yang membuat Nandira dan Rafiz terkejut. Rafiz dengan cepat melepas pelukannya.


Nandira yang tau jika Syahidah sering terbawa mimpi dan berbicara saat sedang tidur, tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung berlari meninggalkan Rafiz ke kamarnya dan dengan cepat mengunci pintu kamar nya.


Rafiz yang masih terkejut mendengar teriakkan Syahidah hanya bisa melihat Nandira meninggalkan nya , Rafiz mendekati putrinya itu dan melihat mata Syahidah masih terpejam dan terlihat masih terlelap dalam tidurnya.


Rafiz mengusap kasar wajahnya,,, ia berjalan menuju kamar Nandira, mengetuk dan manggil Nandira, berharap mendapatkan sesuatu malam ini..


"Nandira buka, aku hanya ingin berbicara dengan mu," panggilan Rafiz terus mengetuk pintunya.


Tak ada jawaban,


Rafiz melihat bayi kecil, mengacak-acak rambutnya kemudian berjalan menjauhi kamar Nandira.


Di dalam kamar Nandira masuk ke dalam selimut dan menutup kedua telinganya dengan bantal. Tak ingin mendengar apapun yang di katakan Rafiz di luar sana.


Nandira mendengar suara mobil, ia mengintip dari balik jendela dan melihat mobil Rafiz pergi menjauh, keluar dari pintu gerbang rumahnya.


Nandira bernafas lega.


Ia memegang punggung nya, ciuman Rafiz masih terasa di sana. Untung saja Syahidah menyelamatkannya dari Rafiz. Jika Syahidah tidak bermimpi mungkin mereka akan kembali melakukan nya,,, Nandira akui tubuhnya sangat menikmati sentuhan tadi, Ia masih mengingat bagaimana tubuhnya menegang, ribuan kupu-kupu serasa beterbangan di dalam perutnya saat Rafiz memeluk dan mencium nya .


Nandira menggeleng saat kejadian tadi terus terlintas di ingatnya.


"Aku pasti sudah tak waras," gumamnya kemudian memutuskan untuk tidur,,,Rasa kantuknya tadi tiba-tiba hilang karena ulah Rafiz.


Sementara itu, Rafiz melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia ingin segera sampai di kediaman nya. Ada sesuatu yang harus di tenangkan nya...


🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🤭🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈


Terima kasih sudah membaca,,,


mohon dukungannya dengan memberi like, vote dan komennya 🙏💗🙏


Sambil menunggu update terbaru bisa mampir ke karya pertamaku judulnya "Pilihan Ku" di tunggu ya kak🙏🙏


salam dariku Author m anha ❤️


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🙏❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️