My Papa My Boss

My Papa My Boss
Jangan Pergi.



Rafiz membawa Nandira ke sebuah hotel,


"Beristirahatlah, aku akan keluar sebentar," ucap Rafiz,


Nandira hanya mengangguk, Ia masih sangat syok dengan kejadian tadi.


"Kamu nggak apa-apa kan aku tinggal sendiri?"


Nandira kembali mengangguk, tatapannya kosong lurus ke depan.


Walau merasa khawatir Rafiz tetap keluar, ia ingin membeli pakaian dan obat untuk Nandira.


Rafiz mengunci pintunya dan bergegas pergi, ia tak ingin meninggalkan Nandira terlalu Lama Sendiri.


Begitu Rafiz keluar, Nandira berjalan ke kamar mandi dan mengguyur dirinya menggunakan shower. Melepas gaunnya yang sudah tak berbentuk lagi, Riko merobek setiap bagian gaun itu agar bisa menikmati tubuhnya.


Nandira merasa jijik dengan tubuhnya sendiri, bayangan Riko yang menyentuhnya terus saja muncul di ingatannya. Ia mengambil banyak sabun dan menggosok tubuhnya sambil terus menangis.


Untung saja Rafiz datang diwaktu yang tepat hingga Riko tak sempat melakukan hal yang lebih menyakitkan lagi bagi Nandira.


Lama Nandira di dalam kamar mandi, Ia terus mengguyur tubuhnya dan menggosoknya hingga kulitnya memerah, bayangan kelakuan Riko padanya tak bisa hilang dari pikirannya.


Rafiz yang sudah datang tak melihat Nandira di tempatnya,


"Nandira Kamu di mana!" panggil Rafiz.


Rafiz mendengar suara air dari dalam kamar mandi, ia pun menghampiri kamar mandi tersebut dan menempelkan telinganya di pintu ingin memastikan apakah Nandira ada di dalam atau tidak.


"Nandira kamu baik-baik saja?" tanya Rafiz khawatir saat mendengar Nandira terisak di dalam kamar mandi.


Lama Rafiz menunggu diluar, sesekali ia mengetuk pintu.


"Nandira buka pintunya?!"


Tak Ada jawaban membuat Rafiz menjadi semakin khawatir.


Lama ia menunggu, namun Nandira belum juga keluar dari kamar mandi.


Rafiz bisa mendengar suara air yang terus mengalir di dalam kamar mandi itu.


"Nandira Jika kau tak membukanya aku akan mendobrak pintu ini!" ucap Rafiz.


Lagi-lagi Tak ada jawaban,


"Brakkkk," pintu kamar mandi berhasil dibuka paksa oleh Rafiz.


"Nandira apa yang kau lakukan," ucap Riko mengambil botol sabun yang ada di tangan Nandira.


Nandira menghabiskan semua sabun dan sampo yang ada di kamar mandi itu untuk menggosok tubuhnya.


Nandira tak menjawab pertanyaan Rafiz, Ia hanya terus menggosok tubuhnya hingga kulitnya memerah dan sedikit terkelupas.


Nandira yang merasa sangat terpuruk saat itu sama sekali tak merasa risih saat Rafiz masuk ke kamar mandi sedangkan ia tak memakai pakaian sehelai pun.


Melihat tubuh Nandira yang masih dipenuhi sabun Rafiz memandikan Nandira, memastikan tubuhnya benar-benar bersih kemudian memakainya handuk lalu menggendongnya keluar dari kamar mandi.


Nandira hanya pasrah saat Rafiz melakukan semua itu padanya.


Rafiz mendudukkan Nandira di tempat tidur mengobati luka-lukanya dan memakaikannya baju.


Ia juga membantu Nandira untuk berbaring.


"Tidurlah," ucap Rafiz menyelimuti Nandira.


Nandira menutup mata dan mencoba untuk tertidur.


Rafiz melihat luka yang ada di wajah Nandira, bekas tamparan Riko, ia merasa gagal melindunginya.


Rafiz ingin beranjak dari tempat duduknya namun Nandira dengan cepat memegang tangan Rafiz.


"Jangan pergi," ucap Nandira masih merasa takut. Ia kembali membuka matanya saat merasa Rafiz akan meninggalkannya.


"Baiklah, aku akan menemanimu tidurlah. Aku takkan kemana-mana Aku kan selalu menjagamu disini," ucap Rafiz.


Nandira kembali menutup matanya sambil menggenggam tangan Rafiz.


Lama Rafiz duduk menemani Nandira hingga Ia melihat jika Nandira sudah tertidur pulas, barulah Rafiz perlahan melepas genggaman tangan Nandira.


Rafiz menghubungi Daddy untuk menjaga anak-anak, malam ini Ia dan Nandira akan tidur di luar. Rafiz juga menjelaskan keadaan mereka.


****


Suasana di gedung tempat berlangsungnya acara sudah semakin sepi.


"Kek, dimana Mama sama Papa?" tanya Syahidah menghampiri kakeknya.


Daddy yang sudah tahu apa yang sedang terjadi berusaha mengalihkan perhatian cucunya agar tak mencari Papa dan Mama nya.


"Kenapa mereka tak mengajak kami?" tanya Syahidah lagi.


Zidan bisa membaca ekspresi wajah kakeknya jika ada sesuatu yang terjadi pada Papa dan Mama.


Syahidah terus bertanya, membuat kakek bingun harus menjawab apa.


"Mungkin Papa ingin menghabiskan waktu berdua dengan Mama," ucap Zidan.


Syahida hanya mengangguk dan tak lagi bertanya mengenai mama dan Papanya.


Acara telah selesai, malam semakin larut para dan tamu satu persatu sudah mulai meninggalkan tempat berlangsungnya acara tersebut.


Banyak diantara mereka yang ingin menemui Rafiz sebelum pulang, namun seperti Mereka tak melihat keberadaan si empunya pesta.


"Daddy berusaha meyakinkan mereka jika Rafiz sedang tidak ada masalah dan bisa menemui mereka.


Deddy kualahan menangani para tamu dan cucunya yang terus saja menanyakan Rafis.


Karena Miran sebagai penanggung jawab acara tersebut juga tak ada disana.


"Kakek, Papa dan mama kemana sih ? tanya Syahidah yang sejak tadi menunggu mama papanya yang tak juga datang sedangkan Ia sudah sangat mengantuk.


"Zidan dan Syahidah ikut kakek ya, kita menginap di rumah malam ini, sepertinya mama dan papa kalian akan menginap di luar, kalian temani kakek sama nenek aja ya di rumah."bujuk kakek.


"Iya kek, kita pulang sekarang ya," pinta Syahidah yang sudah tak bisa menahan kantuknya.


"Kemana Mama dan Papa, apa terjadi sesuatu. Kenapa aku merasa ada yang aneh disini," batin Zidan melihat gerak-gerik kakek dan neneknya saat menjawab pertanyaan para tamu dan berusaha mengalihkan perhatian mereka.


Malam ini mereka akan menginap di rumah kakek.


Begitu mereka sampai di Rumah, Zidan langsung mengajak Syahidah ke kamar Papanya,


Begitu sampai di kamar Syahidah langsung membaringkan tubuhnya di kasur ya sangat empuk.


Zidan mengambil gadget Syahidah dan memberikannya pada adiknya itu.


Zidan menarik adiknya itu untuk duduk.


"Retas semua CCTV yang ada di perusahaan papa."


"Untuk apa," tanya Syahidah duduk dan mencoba membuka mata tapi matanya masih saja tertutup.


Dengan bersusah payah Syahidah membuka matanya dan mulai berselancar di gadgetnya.


Tak butuh banyak waktu, semua CCTV yang ada di perusahaan itu berhasil diretas nya ia kemudian memberikannya kepada Zidan.


Syahidah kembali tertidur.


Zidan memperhatikan satu persatu CCTV yang ada di sana, ia memperhatikannya dengan sangat teliti dan memperbesar CCTV yang menangkap gambar saat Mamanya itu meninggalkan tempat berlangsungnya acara.


Zidan melihat Shireen mengikuti mamanya dengan gerak-geriknya yang sangat mencurigakan. Sangat jelas terlihat Jika ia punya rencana jahat pada mamanya.


Tak lama kemudian Riko mantan tunangan Mamanya juga terlihat di rekaman itu.


Dan beberapa detik kemudian Jazlyn juga lewat di tempat yang sama.


Zidan langsung mencari ke mana mamanya pergi, ia yang bisa melihat jika mamanya masuk ke dalam kamar mandi begitu juga dengan Shireen.


Zidan terus memperhatikan apa yang terjadi setelahnya, ia melihat mamanya di bawah ke suatu tempat.


Zidan terus mengikuti melalui rekaman CCTV namun saat Riko keluar gedung membawa mamanya Zidan tak melihat lagi melihatnya.


Zidan terus mencari CCTV yang bisa memberitahunya kemana Riko membawa mamanya.


Namun tak satupun yang merekam kemana mereka pergi.


Setelah terus mencari, Zidan melihat rekaman di parkiran saat Papanya menggendong mamanya masuk ke dalam mobil .


"Apa yang terjadi dengan Mama!"


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca


Jangan lupa untuk memberi


LIKE VOTE KOMENNYA ❤️


Salam dariku


Author m anha 💖


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖