My Papa My Boss

My Papa My Boss
Secret Partner level 3.



Rafiz sudah menyelesaikan semua pekerjaannya yang bersangkutan dengan Secret partner level 3 itu, ia sangat bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya kali ini. Ia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Akhirnya selesai juga," ucap Rafiz meregangkan otot-ototnya, ia bekerja hingga larut malam. Ia ingin secepatnya luncurkan game online ciptaan Zidan itu.


Rafiz menelpon Miran yang juga masih berada di kantor,


"Miran, keruangan Ku," Ucap Rafiz memanggil Miran melalui sambungan telepon yang ada di mejanya.


Tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar,


"Masuk," ucap Rafiz mempersilahkan Miran masuk.


Miran berjalan menghampiri Rafiz yang masih sibuk dengan laptopnya, tanpa melihat Miran Rafiz memberikan sebuah dokumen.


Rafiz masih sibuk memberi sedikit sentuhan akhir pada aplikasi game tersebut sebelum diluncurkan.


Miran membuka-buka berkas yang diberikan Rafiz,,


"Umumkan peluncuran nya, kita akan meluncurkan program Secret partner level 3 ini dua hari lagi dan pastikan para pengguna Secret Partner level 2 mengetahui peluncurannya.


"Baik Pak ," ucap Miran keluar dari ruangan Rafiz.


"Selesai," ucap Rafiz menekan satu tombol di laptopnya.


"Sepertinya keputusan Zidan untuk merahasiakan identitasnya memang tepat," ucap Rafiz melihat informasi yang ada di ponselnya.


Sangat banyak yang mencarinya, Bahkan perusahaan luar tak segan-segan menawar dengan harga yang sangat tinggi .


"Jika mereka mengetahui penciptanya hanyalah seorang anak kecil mungkin saja Zidan akan dalam bahaya," batin Rafiz kembali melihat ke layar laptopnya, melihat Sebuah aplikasi game online yang sangat luar biasa.


"Mereka memang anak yang genius," batin Rafiz mengingat Zidan dan Syahidah.


Rafiz kemudian mengirim chat kepada Zidan "Secret partner level 3 akan kita luncurkan dua hari lagi," pesan terkirim.


Zidan membaca dan tersenyum,


" Ternyata papa cepat juga," gumam zidan memuji keahlian Papanya.


Zidan berpikir Papanya akan menyelesaikan sentuhan akhir Game online ciptaan nya itu dalam waktu seminggu melihat tingkat kerumitannya.


"Aku serahkan semua pada anda," balas Zidan dengan bahasa formal.


Rafiz tertawa saat membaca pesan yang dikirim oleh Secret partner.


Rafiz kemudian mengubah nama tersebut menjadi Zidan.


"Apa kabar ya Syahidah," gumam Rafiz mencari nama Syahidah di kontrakan dan menekan tombol panggil untuk Syahidah.


Syahidah yang sedang mengerjakan PR melihat panggilan di ponselnya,


"Papa," ucap Syahidah. Ia pun langsung mengangkat panggilan tersebut,


"Halo Papa," jawab Syahidah.


"Syahidah, dua hari lagi akan ada acara besar di kantor Papa, apa kau mau ikut dalam perayaan tersebut?"tanya Rafiz.


"Perayaan?!"


"iya, perayaan peluncuran game online yang diciptakan oleh Zidan."


"Oh..., peluncuran game online kakak," jawab Syahidah.


"Apa Syahidah mau ikut bergabung merayakannya?" ajak Rafiz,


"Ga tau pah, apa ga apa-apa kalau kami datang? Kakak kan tak ingin di ketahui oleh orang lain jika ia yang menciptakan game itu,"


'Papa tau, kan kalian bisa datang sebagai tamu undangan," jawab Rafiz, "Ikut saja bergabung dengan tamu lainnya. Tak akan ada yang mengira jika kalianlah yang menciptakannya. Ajak sekalian Zidan dan mamamu ya,"


" Baiklah papa, Syahidah akan coba mengajak kakak dan mama,"


"Papa akan menunggu kalian," ucap Rafiz.


"Oke Papa, Syahidah akan usahakan.


"Ya sudah, Papa matikan ya, Papa sudah ingin pulang,"


"Papa masih di kantor?" tanya Syahidah.


"Iya, Papa mau menyelesaikan sentuhan terakhirnya. Papa ini cepat-cepat meluncurkannya, Papa sudah tidak sabar melihat betapa melejitnya program game online ini nantinya."


"Semoga peluncurannya berhasil ya Pah," doa Syahidah.


"Mudah-mudahan saja semua sesuai rencana. Yaudah tidurlah, besok Syahidah ke sekolah kah?" tanya Rafiz.


Begitu melihat mobil Rafiz meninggalkan kantor mereka semua bergegas masuk ke ruangan Rafiz. Mereka mencari sesuatu disana, mengobrak-abrik ruangan itu.


Namun sepertinya mereka tak menemukan apa yang mereka cari,


"Sepertinya ia membawa pulang barang barang yang kita cari," ucap salah satu dari mereka..


"Beritahu pada bos kalian, jika rencana


peluncurannya akan di adakan dua hari lagi , kita harus bisa mengambilnya sebelum peluncurannya itu, dan berikan Foto ini pada nya," ucap pria tersebut memberikan sebuah foto kepada beberapa orang bertopeng yang ada di ruangan itu,


"Itu adalah foto penciptanya.," ucap nya lagi.


Mereka semua pun meninggalkan ruangan Rafiz yang sudah berantakan.


Di rumah Nandira.


"Mama ingin ke luar kota selama 2 hari, apa kalian gak papa mama tinggal di rumah?, nanti ada di bibi kok yang menemani kalian?!" ucap Nandira pada Zidan dan Syahidah.


"Enggak apa-apa kok mah, kita berani kok tinggal di rumah," ucap Zidan.


"Mah Kita menginap saja di rumah Papa," ucap Syahidah.


"Enggak ah, mama malah khawatir kalau kalian menginap di sana, mama takut kalian kenapa-napa karena wanita itu," ucap Nandira membayangkan wajah Jazlyn.


"Tenang aja Mah, Syahidah sudah banyak membawa pestisida untuk membasmi ulat bulu itu," ucap Syahidah.


"Kamu ini ada-ada aja, Mama nggak suka ah Kamu ngerjain dia rumahnya, mama takut dia akan membalasmu dan melukaimu," ucap Nandira khawatir.


"Iya dek, sebaiknya kamu jangan bermain-main dengannya nya, kita belum tahu seperti apa dia sebenarnya," ucap Zidan.


"Iya deh mah, Syahidah nggak akan lagi main-main dengannya, saat di rumah Papa Syahidah akan dekat-dekat sama Papa atau nenek, boleh ya mah kami kerumah papa aja," rengek Syahidah yang sudah merasa nyaman tinggal di rumah Papanya.


"Iya deh, besok kita telepon Papa, bisa nggak dia jagain kalian,"


"Emang mama pergi nya kapan?" tanya Zidan.


"Mama perginya besok sore," jawab Nandira.


****


Keesokan harinya Nandira menelpon Rafiz, mengatakan Jika ia akan keluar kota dan ingin menitipkan anak-anak. Dengan senang hati Rafiz mengiyakan permintaan Nandira untuk menjaga mereka.


"Tapi kamu bisa kan mengawasi mereka" tanya Nandira memastikan.


"Tentu saja, lagian mereka anak-anak yang pintar, tak akan sulit mengawasi mereka."


"Iya, aku hanya khawatir sepertinya Jazlyn tak terlalu suka dengan anak-anakku," ucap Nandira.


"Kalau masalah Jazlyn kamu tenang aja, anak-anak akan aman bersamaku," ujar Rafiz.


"Baiklah sebentar sore aku akan mengantarnya ke rumahmu,"


"Tak perlu, biar aku saja yang menjemputnya ke rumah rumah kalian. Kamu pergi jam berapa?" tanya Rafiz,


"Sekitar jam 3,"


"Sepulang kantor aku akan langsung kesana, hari ini aku tidak banyak pekerjaan. Aku akan sampai di sana sebelum jam 3," ucap Rafiz.


Mereka pun mengakhiri panggilannya,


"Bagaimana mah?" tanya Syahidah.


"Iya, papa akan menjemput kalian nanti."


" Yeeee ," Syahidah sangat bahagia mendengar nya.


*****


"Apa kamu yakin anak ini yang menciptakannya," tanya seseorang yang duduk di kursi kebesarannya dan menatap foto gadis kecil yang sangat cantik.


"Iya Pak, orang kepercayaannya bilang jika anak kecil inilah yang menciptakannya dan menurut informasi darinya Secret partner level 3 akan mereka luncurkan 2 hari lagi,"


"Jangan biarkan kan game online itu diluncurkan dari Perusahaan mereka, aku tidak mau tahu bagaimanapun caranya kalian harus membawa file game itu dan juga penciptanya kehadapan ku secepatnya," ucap seseorang dari balik kursi tersenyum sinis sambil terus memainkan jarinya difoto Syahidah.


💖💖💖💖💖💖😬💖💖💖💖💖💖💖


Ayo kakak,, beri like vote dan komennya,,,


Author m anha ❤️😘


💖💖💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖💖