
Nandira disambut ramah oleh kedua orangtua Rafiz, mommy Rafiz yang melihat Nandira datang langsung menyambutnya dan memeluknya.
"Kamu mamanya Zidan dan Syahidah ya?!" tanya mommy,
"Iya, saya mamanya mereka ," jawab Nandira dengan senyum termanisnya.
"Ayo kita duduk dulu, mommy sudah menyiapkan cemilan untuk kalian,"
Mereka pun duduk di ruang tengah dan menikmati cemilan yang dibuat oleh mommy sendiri, Jazlyn yang melihat Nandira datang ikut bergabung, Nandira menatap Jazlyn dan memang benar Jazlyn adalah wanita yang pernah dilihatnya sedang bermesraan bersama Rafiz di kantor. moodnya menjadi hilang karena kedatangan Jazlyn.
"Wah Sepertinya kita kedatangan tamu nih," ucap Jazlyn duduk di dekat Rafiz.
"Iya, ini mamanya Zidan dan Syahidah,"ucap mommy memperkenalkan mereka.
"Hay, aku Jazlyn "ucap Jazlyn mengulurkan tangannya.
"Nandira," ucap Nandira menyebutkan namanya dan menyambut uluran tangan Jazlyn.
"Aku mantan istrinya Rafiz," jelas Jazlyn dan merangkul tangan Rafiz.
Nandira hanya tersenyum menanggapi ucapan Jazlyn.
Rafiz yang merasa tak nyaman langsung melepas rangkulan Jazlyn padanya.
"Ayo, silahkan di cicipi, ini nenek sendiri loh yang buat ," ucap mommy menyendok kan kue tersebut ke piring Syahidah dan Zidan.
"Wah kue buatan nenek enak juga," ucap Syahidah setelah mencicipinya.
"Enak ya, Syahidah suka?" tanya mommy,
"Iya nek, rasanya kaya kue buatan mama, Sama-sama enak," jawab Syahidah.
"Oh ya, ini khusus nenek buat untuk Syahidah," ucap mommy mencubit gemes pipi Syahidah.
"Makasih nek, Mama juga punya toko kue.Namanya Syahidah cake," ucap Syahidah mempromosikan toko kue mamanya.
"Nanti sesekali nenek mampir ya, nenek ingin mencoba kue buatan mama kamu," ucap mommy.
Mereka pun makan bersama,
"Pah, Mama ingin melihat hewan-hewan peliharaan Papa yang lucu-lucu itu," ucap Zidan dan Rafiz melihat Nandira yang juga melihatnya.
"Tentu saya boleh," ucap Rafiz.
"Iya Pah, mama penasaran sama hewan-hewan lucu yang Papa pelihara," tambah Syahidah.
"Kebetulan mereka juga belum dikasih makan, kalian mau melihat mereka sekarang?!" Ajak Rafiz.
"Ayo pah," Syahidah langsung turun dari kursi dan menarik mama dan Papanya. Zidan ikut berjalan di belakang begitu juga dengan kakek dan neneknya.
Jazlyn merasa kesal, ia menyatakan kakinya ke lantai dan ikut menyusul mereka.
Nandira sedikit memundurkan langkahnya saat melihat seekor singa yang langsung menghampiri mereka begitu melihat mereka datang.
Walaupun di dalam kandang. Tapi tetap saja Nandira merasa takut.
"Tenanglah, itu tidak berbahaya," ucap Rafiz melihat Nandira yang terlihat ketakutan.
"Mau memberinya makan?!" ucap Rafiz melihat Nandira.
Nandira dengan cepat menggeleng,
"Kalau begitu Syahidah mau mencobanya," tawar Rafiz pada Syahidah,
"Iya Pah," ucap Syahidah melangkah maju ke papanya.
Nandira langsung menarik Syahidah ke belakang,
"Jangan nanti kamu terluka," ucap Nandira khawatir.
"Enggak apa-apa, biar aku yang menjaganya,"
Syahidah mencoba memberi makan hewan tersebut, Nandira sedikit takut saat Syahidah mengulurkan tangannya untuk memberi makan hewan buas itu.
"Papa aku juga ingin mencobanya," ucap Zidan. Zidan pun mencoba memberi makan hewan buas lain, Rafiz memelihara 2 ekor Singa dan 2 ekor macan.
Setelah memberi makan singa dan macan itu, mereka beralih pada hewan predator yang ada di salah satu kandang, Melihat ukuran buaya itu Nandira mendekat pada Rafiz begitu juga dengan Syahidah.
Buaya itu perlahan mendekat ke arahnya saat Rafiz memegang dua ekor ayam dan melempar nya masuk kedalam kandang.
Syahidah menyembunyikan wajahnya di belakang mamanya saat buaya tersebut melahap 2 ekor ayam itu.
"Apa kamu takut?" tanya Rafiz pada Syahidah,
Syahidah mengangguk.
"Kalau gitu kita akan beri makan kelinci saja,mau?" tanya Rafiz berjongkok melihat Syahidah yang masih menutup wajahnya di belakang mamanya.
Mereka memberi makan kelinci dengan sangat antusias, Jazlyn yang melihat mereka semakin geram.
"Mengapa Rafiz masih perhatian dengan anak-anak itu bahkan setelah ia mengetahui jika mereka bukanlah darah dagingnya," batin Jazlyn.
Daddy dan Mommy sangat senang melihat kebahagiaan mereka,
"Daddy sangat berharap mereka bisa menjadi keluarga," ucap Daddy.
Jazlyn semakin geram saat mendengar apa yang di ucapkan orang tua Rafiz.
Jazlyn mengepal tangannya saat melihat kedekatan Rafiz dan Nandira beserta anak-anaknya .
Jazly yang sudah tak tahan memutuskan untuk masuk kembali ke kamarnya. Iya menghamburkan semua barang-barang.
"Sial, sepertinya aku harus bertindak, jika terus seperti ini terus, aku benar-benar akan kehilangan Rafiz," garam Jazlyn.
Saat sedang berjalan-jalan melihat hewan lain tiba-tiba seekor burung unta berlari kearah mereka, Nandira yang terkejut langsung memeluk Rafiz, begitu juga dengan Zidan dan Syahidah, mereka ikut memeluk Rafiz hingga burung unta itu berlari meninggalkan mereka ,
"Kenapa dia tidak di dalam kandangnya?" tanya Nandira masih memeluk Rafiz.
"Dia tidak berbahaya, jadi dibiarkan bermain di luar." ucap Rafiz.
"Apanya yang tidak berbahaya, lihat ukurannya. Jika ia sampai menendang kita, kita bisa terluka," ucap Nandira yang masih betah memeluk Rafiz sedangkan Zidan dan Syahidah sudah melepas pelukannya begitu burung unta itu berlari melewati mereka.
"Kalau kita tidak mengganggunya dia tidak akan berbahaya untuk kita," jelas Rafiz.
"Ada berapa jumlah burung unta yang Papa pelihara?" tanya Zidan.
"Ada 2 ,jantan dan betina,"
"Apa kalian mau melihat burung, Papa juga memelihara burung merak ,"
"Benarkah! iya, Syahidah mau melihatnya,"
"tentu saja, bisa kita pergi melihat burung merak nya," tanya Rafiz menatap Nandira yang masih menempel padanya,
Nandira yang baru sadar langsung melepas pelukannya,
"Maaf, tadi aku ketakutan," ucap Nandira gelagapan.
"Tak apa,"
Rafiz menggandeng Syahidah dan Zidan menuju ke tempat Iya menyimpan beberapa macam burung, Syahidah meletakkan makanan di telapak tangannya, beberapa burung pun langsung hinggap di sana, ia merasa kegelian saat burung itu mematuk makanan yang ada di telapak tangannya. Nandira dan Zidan juga mengikuti apa yang dilakukan Syahidah, mereka terus tertawa saat burung-burung itu mematuk makanan yang ada di tangan mereka.
Rafiz terus memperhatikan mereka, hatinya sungguh merasa senang.
"Dimana burung meraknya?" tanya Syahidah .
"Ada disana," ucap Rafiz menunjuk ke arah burung merak, Syahidah melihat ke arah yang ditunjuk oleh papanya.
Mereka bisa melihat dengan jelas keindahan bulu burung merak saat Berung itu memamerkan keindahan ekornya,
"Wah indahnya, mama kenapa burung merak jantan lebih cantik daripada yang betina?" tanya Syahidah.
"Agar dia bisa menarik betina, agar menyukainya," jawab Nandira.
"Papa juga tampan, kenapa Mama tidak tertarik," ucap Syahidah dengan polos.
Nandira melihat Rafiz yang juga melihatnya. Nandira langsung mengalihkan pandangannya, ia bisa merasakan jika pipinya terasa panas.
Nandira akui jika wajah Rafiz memang sangat tampan.
"Sudahlah sekarang sudah mulai panas sebaiknya kita mengobrol di dalam saja," ucap Rafiz.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan mengobrol santai di dalam bersama dengan kakek dan nenek.
Rafiz duduk dengan Nandira di ruang tengah, sedangkan Syahidah, Zidan, kakek dan nenek memberi makan ikan-ikan Yang ada di akuarium di tengah rumah yang ukurannya sangat besar.
💖💖💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖💖
Terima kasih Semua nya,,,
👉 Like,
👉 Vote
👉 Komentar nya.
Di setiap bab nya ya akak🙏🙏
salam dariku Author m anha ❤️.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️