
Mengetahui jika mereka diberi kesempatan untuk yang kedua kalinya membuat mereka semakin bersemangat dan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepada mereka kali ini, mereka kembali akan bermain dengan mengarahkan semua kekuatan mereka.
Mereka semua kembali ke posisi masing-masing, mengatur nafas dan mempersiapkan diri mereka.
Zidan kembali mengundang mereka bergabung untuk menyelesaikan misi kali ini, dengan cepat Mereka menerima undangan tersebut.
PLAY
Permainan langsung dimulai, kali ini para pemain sudah mulai terbiasa dengan permainan baru ini. Mereka sudah bisa memakai kekuatan yang mereka miliki, belajar dari cara pemain lain saat menjadi pengamat tadi.
Sambil menikmati permainan para pemain yang lolos mereka juga terus belajar teknik-teknik yang mereka gunakan dalam menghadapi musuh.
Permainan misi tahap awal selesai dan kali ini ini hanya 2 orang saja yang tak lolos.
Mereka semua bersorak, ketegangan diantara mereka sedikit berkurang terkuras saat permainan di kesempatan pertama tadi.
Namun tidak di level yang akan segera mereka hadapi.
Hitungan mundur sudah dimulai ketegangan sudah menyeruak menghampiri mereka semua.
Kali ini ada 8 pemain yang akan berjuang menaklukkan tahap kedua ini.
Sama dengan kesempatan pertama tadi, baru beberapa menit saja beberapa orang yang sudah mulai berjatuhan, kini hanya tersisa 3 pemain yang lolos .
Mereka adalah pemain terbaik di Sp L 1 dan pemain terbaik Sp L 2 serta Zidan.
Mereka terus maju membasmi musuh-musuh mereka, Zidan pencipta game itu saja mengakui di tingkat kedua penyelesaian misi ini memang sangat sulit.
Ketiganya bermain sangat bagus, mereka memiliki skill yang berbeda.
Namun mereka tetap saja kewalahan menghadapi para musuh yang terus berdatangan.
Zidan yang juga sudah merasa kewalahan langsung mengambil alih dan memimpin mereka berdua. Ia yang mengarahkan apa, bagaimana dan kemana mereka akan pergi.
Walau Zidan sudah tahu apa yang akan mereka hadapi namun ia sendiri juga kesulitan mencapainya dan menyelesaikan misi di tahap ini.
Zidan terus saja mengarahkan mereka dan dengan sikap mereka mengikuti arahan Zidan, membuat mereka bisa lebih jauh ke dalam misi dan mendekati gerbang menuju ke tahap selanjutnya.
Jika mereka bisa sampai ke tahap selanjutnya, mereka akan mendapat poin tambahan dan tahap tersebut merupakan level aman. Jika mereka kalah setelah mencapai level tersebut mereka tak akan kembali ke misi awal.
Mereka terus maju mengikuti arahan Zidan, suara tembakan terus menggema di ruangan itu. Selangkah lagi mereka akan mencapai level aman, mereka sudah bisa melihat di mana gerbang yang harus mereka lewati untuk keluar dari misi ini.
Zidan mengarahkan mereka untuk berkumpul di satu.
"Saat kita mendekat ke gerbang tersebut, akan banyak musuh yang datang dari berbagai penjuru dan mereka akan memfokuskan sasarannya kepada kita," ucap Zidan menjelaskan apa yang akan mereka hadapi nanti, Zidan tak ingin menjadi bahan tertawaan lagi jika mereka sampai kalah di tahap ini.
Mereka pun mengatur rencana,
"Kau amankan sisi sini dan kau amankan sebelah sini, jangan biarkan satu pun lolos. Akan ada yang menyerang kita di titik ini, nantinya kita harus terus saling melindungi. Mereka bisa datang dari arah mana saja." jelas Zidan terus mengarahkan mereka, mengatur rencana yang akan mereka lakukan agar mereka bisa menggapai terbang tersebut.
"Baik kami mengerti," ucap mereka,
"Kita mulai," ucap Zidan.
Mereka terus berlari dan mengikuti arahan zidan.
Berlari dan terus menembaki musuh musuh yang mereka lihat, tak membiarkan satupun yang lolos dari bidikan mereka.
Gerbang sudah Semakin dekat,
"Aku akan melindungi kalian, cepat berlari ke gerbang," ucap Zidan.
"Aku juga akan melindungi mu, kau cepatlah berlari," ucap yang satunya lagi.
"Baiklah aku akan pergi lebih dulu," ucap Salah satunya,
"Tetap berhati-hati, jangan sampai kau tertembak. Tetap perhatikan langkahmu, mungkin saja di sana akan banyak bahan peledak," ucap Zidan
"Aku mengerti," ucapnya kemudian mulai bersiap untuk berlari ke gerbang.
Zidan dan pemain lainnya terus menembaki musuh yang terus berdatangan, sementara satu pemain lagi berlari mendekati gerbang sambil terus menembak.
"Argg," teriak pemain itu saat ia gagal masuk ke gerbang, padahal hanya beberapa langkah lagi dia bisa melewatinya.
Zidan dan Partner terakhir saling melihat.
"Apa kita punya rencana B?" tanyanya,
"Baru ku pikirkan," jawab Zidan,
"Pikirkanlah cepat, sebelum kita tertembak,"
Mereka terus mengobrol sambil menekan tombol untuk menembak musuh-musuh mereka, mereka menembak sambil terus berjalan mundur untuk mencari tempat yang aman.
"Sepertinya cara yang pertama tak bisa kita gunakan,"
"Benar, itu sama saja dengan bunuh diri," jawab Zidan.
Zidan terus berfikir,
"Ikut denganku," ucap Zidan, pemain itu mengikuti kemana Zidan pergi.
Mereka mencari tempat yang tinggi dan mulai menembaki semua musuh-musuh mereka, suara tembakan terus terdengar tanpa jeda bergema di ruangan itu membuat semua semakin menegang menyaksikan pertarungan tak seimbang yang sedang mereka saksikan.
Setelah beberapa menit suara tembakan terdengar akhirnya berhenti sejenak,
"Tersisa 20 lagi, kita harus menghabisi mereka semua sebelum pergi ke gerbang itu. Hanya itu satu-satunya jalan agar kita bisa lolos," ucap Zidan.
"Sebaiknya kita habiskan mereka sekarang juga," ucap partnernya.
Suara tembakan kembali bergema, semua menahan nafas saat tersisa 5 orang musuh lagi dari ratusan musuh yang telah berhasil mereka taklukkan, energi dan kekuatan mereka sudah hampir habis warna hijau sudah berganti dengan warna merah pada tingkat energi mereka, yang menandakan bahwa mereka sudah semakin melemah.
Mereka semakin menegang saat tersisa 2 musuh dan mereka benar-benar sudah kehabisan energi dan peluru.
Hanya tersisa satu di masing-masing senjata mereka.
Zidan dan pemain lainnya menekan tombol tembak dengan sangat keras bahkan terdengar sangat jelas di telinga para pemain lain yang ada di dekat.
Suasana sunyi kembali terjadi, harap-harap cemas apakah mereka berhasil atau tidak di detik-detik terakhir ini.
Dor, dor. Dua bunyi tembakan dari kedua senjata para pemain itu mampu membunuh dua musuh terakhir mereka.
Zidan dan partner bernafas lega, mereka menyandarkan bahunya yang tegang ke sandaran kursi. Tubuhnya terasa melemah karena ketegangan yang baru saja mereka alami.
Suara teriakan dan tepuk tangan sebagai ucapan Selamat atas keberhasilan mereka
Meraka berjalan santai menuju gerbang yang menjadi misi mereka.
"Mission completed" tertulis di layar.
Mereka berdua langsung mendapat level tertinggi di antara jutaan pengguna Secret Partner yang ada di dunia.
Ucapan selamat berdatangan dari para pemain lainnya.
Ucapan selamat dan terima kasih karena mereka juga mendapat poin dari keberhasilan mereka berdua.
Poin itu bisa mereka tukar dengan rupiah, dan poin yang mereka dapatkan malam ini bahkan bisa mereka tukar dengan rupiah seharga sepeda motor untuk masing-masing pemain yang kalah.
Yang kalah saja bisa membeli sepeda motor dari hasil poin yang didapatkan, Bagaimana dengan Zidan dan pemain satunya yang berhasil lolos itu.
Rafiz merasa sangat puas dengan permainan yang baru saja ia saksikan.
Miran mendekati Rafiz dan membisikkan jika target respon penonton sudah Melawati target perusahaan.
Mereka mendapat rating tertinggi.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
jangan lupa ya beri
LIKE, VOTE, dan KOMENNYA 🙏
salam dariku
Author m anha ❤️
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖