
"Saaaah," 1 kata itu seolah menjadi kata yang sangat sakral di prosesi tersebut, kata yang sangat dinantikan oleh semua orang, khususnya untuk kedua mempelai.
Kini Nandira telah resmi menjadi istri dari seorang Rafiz.
Mommy meneteskan air mata melihat putranya bersanding dengan wanita pujaan hatinya, wanita yang sangat baik menurut mommy.
Mommy yakin Nandira bisa mendampingi putranya itu sehingga mereka menua.
Kata sah terucap dari kedua saksi pernikahan, menyatukan ikatan cinta mereka dalam sebuah mahligai pernikahan. Hubungan yang sah dimata hukum dan agama.
Kata sah seolah menjadi awal dari kebahagiaan Nandira.
Doa dari penghulu dan semua para tamu mengalir untuk kedua mempelai, berharap mereka akan menjadi keluarga yang bahagia dan hidup bersama selamanya.
Nandira tak bisa lagi membendung air matanya.
Air matanya menetes saat ia mencium punggung tangan Rafiz dan Rafiz mencium keningnya.
Air mata Nandira kembali menetes saat Rafiz mencium keningnya cukup lama, kemudian menggenggam kedua tangan Nandira. Mencium kedua punggung tangan istrinya itu.
Air mata Nandira menetes namun senyum kebahagiaan terbit di bibirnya.
Syahidah dan Zidan memeluk Mamanya begitu juga dengan Rafiz, ia menarik Syahidah ke pelukannya dan mencium kening putrinya itu serta mengusap lembut pipi Zidan yang ada di pelukan Mamanya.
Semua yang hadir di sana ikut bahagia menyaksikan kebahagiaan mereka, terutama melihat kebahagiaan yang terpancar dari kedua anak mereka.
Syahidah juga meneteskan air mata saat memeluk erat Papanya dan di balas pelukan tak kalah eratnya oleh Papanya.
Sita dan yang lainnya yang tahu betul bagaimana penderitaan Nandira beberapa tahun silam juga ikut meneteskan air mata, bahkan Sita sesekali terdengar terisak.
Ingatannya masih jelas di saat Nandira menangis di pelukannya, namun sekarang Nandira menangis bahagia di pelukan suami dan anak-anaknya .
Mereka sudah resmi menjadi sepasang suami-istri.
Beberapa tamu mulai memberi ucapan selamat kepada mereka.
Nandira berjongkok memeluk kedua anaknya, Zidan dan Syahidah mencium pipi Mamanya kemudian mereka menghampiri Rafiz yang berdiri tak jauh dari mereka dan melakukan hal yang sama. Zidan dan Syahidah juga memeluk dan mencium Papa mereka.
Kebahagiaan terlihat jelas di wajah mereka berempat.
"Zidan, Syahida ikut nenek ya, kita ambil makanan di sana," ucap Mommy membawa Zidan dan Syahidah.
Mommy mengerti jika Rafiz ingin mengatakan sesuatu kepada Nandira.
Rafiz menghampiri Nandira dan menggenggam kedua tangannya, "Terima kasih ya, kau sudah memaafkan segala kesalahan ku, kesalahan yang sudah membuatmu menjalani semua penderitaan. Terima kasih sudah mau menemaniku, Aku akan berusaha menjadi Suami dan Ayah yang terbaik untuk kalian," ucap Rafiz menatap mata Nandira.
Nandira mengangguk dan tersenyum, kemudian ia memeluk Rafiz. "Aku akan selalu mengingat janjimu, jangan pernah meninggalkan kami, kami sangat membutuhkanmu," ucap Nandira.
Rafiz memeluk istrinya itu dengan sangat erat dan mencium keningnya, ia tak peduli orang-orang yang melihat mereka.
Mereka mengambil foto keluarga untuk yang pertama kalinya, Berfoto dengan balutan busana pengantin yang masih mereka gunakan.
Syahidah memakai pakaian yang sama persis dengan Mamanya, sedangkan Zidan juga memakai pakaian yang sama yang dipakai oleh Papanya.
Setelah mereka mengambil foto, beberapa tamu undangan pun mulai berebutan ingin berfoto bersama mereka. Namun lebih banyak yang ingin berfoto dengan Zidan dan Syahidah daripada kedua mempelai.
Nandira ikut bergabung dengan teman-temannya dan mengambil foto dengan mereka.
Mengabadikan momen berharga dalam hidup nya.
Rafiz berdiri tak jauh dari mereka, ia melihat Nandira yang tertawa lepas dengan teman-temannya, serta Zidan dan Syahidah yang berpose ala model di depan kamera para tamu undangan.
"Tuhan tolong jangan pisahkan kami, tolong jagalah selalu Keluarga ku. Jangan biarkan tawa mereka menghilang," Batin Rafiz .
Rafiz menghampiri Nandira, "Istirahatlah dulu, kita masih harus menghadiri resepsi malam nanti," ucap Rafiz.
Malam resepsi pernikahan
Para tamu undangan mulai berdatangan.
Kali ini Syahidah tak lagi memakai gaun yang sama dengan mamanya, Ia memakai gaun bertema Frozen.
Semua terlihat bahagia di resepsi itu.
Syahidah tak lupa mengundang semua teman sekolahnya.
Rafiz membuat pesta khusus di ruangan lain untuk mereka dengan tema Frozen sesuai dengan keinginan Syahidah.
Syahidah menghampiri Papanya setelah melihat dekorasi yang dibuat untuk nya.
"Papa, terima kasih ya. Syahidah sangat suka dekorasi nya," ucap Syahidah mencium pipi Rafiz yang berjongkok memeluknya.
"Sudah ya Pah, Aku ingin bergabung dengan teman-teman ku," ucap Syahidah.
"Bersenang-senanglah,"ucap Rafiz mengelus rambut putrinya.
Syahidah pun kembali ke ruangan di mana teman-temannya berada.
Sesuai tema undangan, semua memakai pakaian bernuansa Frozen. Rafiz juga menyiapkan beberapa perlengkapan yang berhubungan dengan Frozen, bahkan agar terlihat nyata Rafiz membuat salju buatan di ruangan itu, membuat anak-anak bermain dengan gembira tanpa bosan harus bergabung dengan orang tua mereka.
Zidan melihat Mama dan Papanya yang terlihat begitu bahagia menghampiri parah rekan bisnis Papanya. Zidan juga bisa melihat Syahidah Yang begitu bahagia bermain dengan teman-temannya.
"Misi selesai" gumam Zidan.
"Zidan kita main yuk," ajak salah satu teman Zidan.
"Tentu saja, ayo." ucap Zidan menerima ajakan temannya itu.
Zidan dan beberapa temannya mencari tempat yang lebih sunyi di ruangan lain dan mulai memainkan game online Secret partner.
Zidan sengaja menggunakan akun yang baru dibuat oleh Syahidah, ia tak mungkin bermain dengan teman-temannya menggunakan akun miliknya sendiri yang menjadi pemain teratas game Secret partner level 3.
Setelah para tamu undangan berdatangan dan memberi Selamat atas pernikahan mereka, acara berikutnya yaitu pengumuman keberhasilan mereka sekaligus syukuran atas apa yang mereka capai.
Rafiz naik ke podium dan mengumkan jika game Secret partner yang telah mereka luncurkan menjadi game online nomor 1 di dunia dan pada Secret partner level 3 kali ini mereka meraup keuntungan yang cukup banyak dan sebagian hasil dari keuntungan nya tersebut akan mereka sumbangkan ke beberapa yayasan sosial. Tujuan mulia itu disambut tepuk tangan oleh para tamu undangan.
Malam ini mereka menginap di hotel yang sama tempat diadakannya resepsi.
"Syahidah sayang, tidur sama nenek ya," rayu Rafiz.
"Kenapa?!" tanya Syahidah.
"Kita gantian ya, malam ini Papa yang tidur sama Mama oke!" bujuk Rafiz,
Syahidah menggeleng!
"Papa tidurnya sama Zidan dan Syahidah tidurnya sama Mama. Nenek sama Kakek," jelas Syahidah.
Rafiz menggaruk kepalanya, sudah 2 jam ia membujuk Syahidah dengan berbagai macam alasan, namun Syahidah tetap tak ingin berpisah tidur dari Mamanya.
Syahidah justru naik ke kasur memeluk Mamanya yang sedang bermain ponsel.
Nandira terus berdoa dalam hati agar Syahidah tak tergoda bujuk rayu Papanya dan terus tidur bersama mereka.
Tak lama kemudian pintu diketuk.
Dengan malas Rafiz berjalan ke arah pintu dan membuka pintu tersebut.
"Syahidah dan Zidan mana?!" tanya Mommy.
Rafiz menunjuk anaknya itu dengan pandangan matanya.
"Mom, ajak mereka tidur sama Mommy ya," mohon Rafiz.
"Iya, Mommy mengerti ," ucap Mommy masuk ke dalam dan mengajak kedua Cucunya itu untuk ikut bersamanya.
Setelah dibujuk oleh mommy akhirnya Syahidah menyetujui untuk tidur bersamanya.
Zidan hanya mengikut saja apa yang diminta oleh neneknya.
Malam ini Zidan dan Syahidah tidur bersama kakek dan neneknya, sedangkan Rafiz tentu saya tak ingin melewatkan malam ini.
Malam yang sangat dinanti-nantikan olehnya.
M**** P****.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Jangan lupa ya Kak untuk memberi
Like Vote dan komennya 🙏
Salam dariku 🤗
Author m anha.
love you all 💕💕
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖