My Papa My Boss

My Papa My Boss
Keputusan Akhir.



Pak Karyo mencari ke semua ruangan di rumah itu.Namun, ia tak menemukan Zidan dan Syahidah bahkan hingga sore hari pak Karyo belum juga menemukan keberadaan mereka.


Sementara itu di kediaman Rafiz, Nandira mulai cemas ia melihat jam di pergelangan tangannya, anak-anak belum juga kembali ia ingin bertanya pada Rafiz.Namun, ia juga tak ingin berbicara dengan suaminya. Nandira masih kesal dengan apa yang dilakukannya siang tadi.


Nandira masih di kamarnya, Rafiz dengan setia menunggu Nandira berbicara padanya. Ia terus menanyakan hal-hal yang tak penting.Namun, Nandira terus mendiamkannya.


"Apa dia tidak ingat jika dia sudah punya anak, bukannya mencari mereka, malah mengoceh tak jelas disini. Apa Zidan dan Syahidah masih di sana ya?" batin Nandira semakin kesal pada Rafiz.


Hari sudah menjelang malam.Namun, Zidan dan Syahidah belum juga kembali. Nandira yang sudah sangat kesal akhirnya mengakhiri mogok bicaranya dengan Rafiz.


"Mas, ini sudah jam berapa anak-anak kan masih di sana, apa mereka baik-baik saja disana?" tanya Nandira tanpa melihat ke arah Rafiz.


Rafiz memukul jidatnya, dia lagi-lagi melakukan kesalahan. Dia lupa jika Zidan dan Syahidah masih ada di rumah itu bersama pak Karyo.


Rafiz dengan cepat menyambar ponsel nya, mencari nomor Pak Karyo dan dengan cepat menghubunginya.


Pada nada sambung pertama Pak Karyo langsung mengangkatnya panggilan dari majikannya, " Halo Pak ," jawab Pak Karyo mencoba untuk tenang.


"Apa bapak masih di sana? bagaimana dengan anak-anak? apa mereka masih di sana juga ?" tanya Rafiz.


"Iya Pak saya masih di sini, anak-anak juga masih ada di sini Pak, tapi masalahnya Sudah dari tadi Saya mencari mereka.Namun, saya tidak menemukannya Sampai sekarang Pak ," ucap Pak Karyo khawatir.


"Maksud Pak Karyo tak menemukan mereka? " tanya Rafiz mulai panik.


Nandira yang mendengar apa yang di ucapkan Rafiz langsung mengambil ponselnya.


"Pak karyo, ini Nandira. Gimana dengan anak-anak?"tanya Nandira.


"Ini bu, saya sudah mencarinya ke seluruh rumah, tapi Zidan dan Syahidah nggak ketemu. Bu," jawab Pak Karyo takut.


"Ya udah Pak, tolong di cari lagi ya! kami ke sana sekarang," ucap Nandira melempar ponsel Rafiz ke atas tempat tidur dan berlari keluar.


Rafiz dengan cepat mengikuti Nandira, mommy yang melihat mereka berlari menghentikan Nandira.


"Ada apa ini? kenapa kalian berlarian, kalian mau kemana?" tanya Mommy.


"Anak-anak hilang Mom, aku akan mencarinya," jawab Nandira.


"Apa, hilang ?" Daddy yang ada di sana mendengar kedua cucunya hilang ikut panik.


"Kenapa bisa hilang, bukannya tadi kamu bilang sama Pak Karyo?" tanya Daddy melihat Rafiz.


"Iya Dad, tadi aku menitipkan anak-anak pada Pak Aryo, tapi katanya ia tak menemukan mereka sampai sekarang," jelas Rafiz.


Ayo apalagi yang kalian tunggu Kita kesana sekarang juga?" ucap mommy.


Mereka semua bergegas keluar, Rafiz dengan cepat mengarahkan mobilnya ke rumah di mana ia meninggalkan kedua anaknya tadi.


"Rumah siapa ini?" tanya mommy begitu mobil Rafiz memasuki pintu gerbang tersebut.


"Ini rumah Rafiz Mom, dia sengaja membeli ini untuk menyembunyikan Singa-nya dari kita."jawab Nandira.


Mommy menatap putranya dengan kesal.


"Jadi kamu meninggalkan anak-anak mu di sini bersama Singa itu?" tanya Mommy.


Rafiz habis diam, ia tak menjawab pertanyaan mommy nya...


Pak Karyo yang melihat mobil Rafiz memasuki gerbang langsung menghampiri mereka.


"Pak Aryo. Kenapa anak-anak bisa hilang?" tanya Rafiz begitu turun dari mobil.


"Saya juga tak tau pak, semenjak Bapak pergi saya sudah mencarinya sampai sekarang, tapi saya belum menemukan mereka," ucap pak karyo.


"Ayo kita cari mereka," ucap Nandira yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah dan mencari anak-anaknya.


Mereka mencari di setiap sudut rumah itu, rumah yang begitu besar membuat mereka kesulitan untuk menyusuri tempat-tempat yang ada di sana.


Bukan hanya di dalam rumah, mereka juga mencari di sekitar pekarangan rumah, di gudang, dan bahkan di luar gerbang.


Mereka berkumpul di teras rumah setelah lelah mencari mereka kesemua tempat, tetapi mereka tak menemukan di mana anak-anak itu.


"Mommy bagaimana ini, dimana anak-anakku?" panik Nandira. Ia sangat cemas dengan keadaan anak-anaknya. Iya tak ingin kejadian beberapa bulan lalu terjadi lagi. Di mana Zidan dan Syahidah mengalami penculikan oleh orang-orang yang tak mereka kenal dan pelakunya belum terungkap sampai saat ini.


Semua tertegun mendengar perkataan Mommy. Rafiz mengakui jika kemungkinan itu mungkin saja ada, ia dengan cepat berlari ke kandang singa yang ada di halaman belakang rumah itu.


Jantung Rafiz berdegup kencang, nyawanya seakan melayang saat melihat dari kejauhan Zidan dan Syahidah berbaring di dekat Singa itu.


Pikiran negatif mulai hinggap di benaknya, pikiran jika singa itu benar-benar menerkam anak-anaknya, sungguh membuat dia merasa sangat ketakutan.


Rafiz berlari sekencang mungkin menghampiri hewan peliharaannya dan anak-anaknya. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat Zidan dan Syahidah berbaring di samping Singa itu dengan mata tertutup.


Dengan cepat Rafiz mengangkat Syahidah ke pangkuannya dan memeriksa seluruh tubuh mereka, tak ada luka di sana. Rafiz baru bernafas lega dan mengusap kepala singanya.


"Oh syukurlah, sepertinya mereka hanya tertidur ," ucap Rafiz merasa lega, ia terduduk lemas sambil memangku Syahidah yang masih tertidur pulas.


"Terima kasih sudah menjaga mereka," ucap Rafiz pada singa itu.


Seolah mengerti apa yang tuannya katakan, Singa itu meng.a.ung. Membuat Nandira dan mommy yang tadinya ingin mendekat mengurungkan niatnya merasa ngeri dengan aung an singa itu.


Pak Karyo langsung membantu mengangkat Zidan yang sedang tertidur pulas.


Mereka tertidur di sana saat bersembunyi dari mama dan Papanya.


"Ayo pak tolong bantu saya kita bawa anak-anak ke mobil," ucap Rafiz menggendong Syahidah sedangkan Pak Karyo menggendong Zidan, mereka membaringkannya di mobil.


"Kau lihatkan, bagaimana seandainya anakmu itu benar-benar terluka," kesal mommy.


"Sudahlah kita pulang dulu, nanti kita bicarakan di rumah," ucap Daddy.


Mereka semua kembali ke rumah termasuk pak Karyo.


Setelah sampai Rafiz langsung membawa Syahidah ke kamarnya, begitu juga dengan pak Karyo.


"Sebaiknya kita makan malam dulu sebelum kita bahas masalah ini," ucap Daddy.


Mereka pun makan malam bersama, lagi-lagi suasana makan malam terasa begitu mencekam, tak ada yang berbicara satu kata pun hanya dentingan suara sendok dan piring yang saling beradu menambah ketegangan di meja makan itu.


Setelah makan mereka semua berkumpul di ruang tengah.


"Jadi bagaimana sekarang? Apa keputusan kalian tentang singa itu?" tanya Daddy pada mereka bertiga.Namun, mereka bertiga hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Daddy.


Tak mendapat jawaban dari pertanyaannya, Daddy memutuskan untuk bertanya.


"Rafiz,... apa alasanmu tak ingin melepaskan Singa itu?" tanya Daddy ingin kejujuran.


"Aku hanya terlanjur sayang padanya, singa itu tidak berbahaya, aku sudah merawatnya sejak kecil. Aku yakin dia takkan menyakiti kita.


"Nandira Apa alasanmu tak menginginkan singa itu berada di rumah ini?" tanya Daddy.


"Aku hanya tak ingin anak-anak dalam bahaya ," jawab Nandira.


"Mommy juga setuju jika hewan itu tidak tinggal di sini, tapi mommy juga nggak setuju Kalau hewan itu dipelihara di sana. Bagaimana jika anak kesana dan tak ada yang mengawasinya." sahut mommy.


"Baiklah kita ambil jalan tengahnya, Singa itu akan kembali disini dengan begitu akan ada yang mengawasi mereka. Adapun masalah ketakutanmu untuk sementara kita akan memasukkannya ke dalam kandang dan tak boleh ada yang berinteraksi langsung tanpa pengawasan pak Khususnya anak-anak.


"Bagimana? kalian setuju?" tanya Daddy.


Semua hanya mengangguk sebagai jawaban.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote dan komennya 🙏


salam dariku 🤗


Author m anha ❤️


Love you all 💕💕💕


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖