
Sepulang sekolah Rafiz dan Nandira bersama-sama menjemput anak-anak, mereka tak langsung pulang kerumah, Rafiz membawa mereka ke bandara.
"Papa kita mau kemana? Kenapa kita ke bandara?" tanya Syahidah.
"Papa hanya ingin mengajak kalian ke suatu tempat," ucap Rafiz memarkirkan mobilnya.
Nandira yang juga bingung Rafiz akan membawanya ke mana, hanya diam saja.Tapi, ia yakin Rafiz akan membawa mereka ke suatu tempat dimana acara yang telah Rafiz siapkan untuk Zidan dan Syahidah.
Setelah sampai dan memarkirkan mobilnya, Mereka langsung masuk ke Bandara, begitu masuk, seseorang langsung menghampiri mereka. Sebelum naik ke pesawat, Rafiz terlebih dahulu memberi sebuah paper bag kepada Syahidah dan Zidan yang berisi pakaian mereka.
Nandira membantu mereka mengganti seragam sekolah mereka dengan baju yang sudah di beli oleh papanya. Rafiz mengajak mereka naik ke sebuah pesawat jet pribadi miliknya yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Pesawat mereka pun lepas landas, terbang hilang di balik awan. Sepanjang perjalanan Syahidah terus bertanya mereka mau kemana. Namun, Rafiz hanya menjawab jika mereka akan pergi ke suatu tempat. "Tenanglah, Papa yakin kau akan suka tempat yang akan kita datangi," mendengar jawaban itu Syahidah pun duduk dengan tenang.
Tak butuh waktu lama, pesawat jet pribadi itu pun kembali mendarat. Saat keluar dari pesawat, Nandira membaca jika mereka sedang berada di bandara Tokyo. Negara yang mereka datangi adalah Jepang.
"Apa Rafiz membuat acara kejutannya di negara ini ," batin Nandira. Ingin rasanya ia bertanya. Namun, ia takut hanya akan menggagalkan rencana pesta kejutan yang di buat Rafiz untuk anak-anak mereka.
Ia pun memilih untuk diam dan hanya mengikuti saja kemana Rafiz membawa mereka.
Sebuah mobil mewah menjemput mereka sasaat setalah turun dari pesawat, kemudian mereka semua masuk kedalam mobil dan mereka pun dibawa ke suatu tempat. Syahidah terus memperhatikan di sekelilingnya, ini pertama kalinya ia pergi ke Tokyo.
Mulut Syahidah terbuka lebar saat melihat apa yang ada di depan matanya. Ia tak menyangka Papanya akan mengajaknya ke tempat ini, Syahida bahkan mengeluarkan kepalanya ke luar jendela saat mobil itu masih bergerak Melawati tempat tersebut menuju ke pintu masuknya. Syahidah sangat ingin cepat masuk ke sana
.
"Papa cepatlah, Syahidah ingin ke sana!" tunjuk Syahidah pada tempat yang selama ini ia ingin kunjungi.
Syahidah yang sudah tak sabar begitu mobil berhenti Syahidah langsung turun. Rafiz bersusah payah untuk menahan nya agar tak berlarian menuju ke tempat itu.
"Kita akan kesana bersama-sama," ucap Rafiz menggenggam tangan Syahidah.
Begitu mereka masuk mereka disambut dengan tulisan besar happy birthday Zidan dan zahidah. Membuat Syahidah sangat senang, ia merasa di sambut di istana Elsa.
Syahidah melihat kearah mama dan Papanya. Nandira hanya tersenyum melihat anak itu terlihat begitu bahagia..
"Mama terima kasih ya, Syahidah sangat suka dengan kejutannya. Syahidah memeluk mamanya.
Semua ini bukan dari mama, mama juga tidak tahu. Tapi, ini semua dari Papa sebagai bentuk sayangnya Papa sama kamu," ucap Nandira pada Syahidah yang sudah mulai berkaca-kaca. Ia merasa sangat senang memiliki kejutan di hari ulang tahunnya dengan bisa mengunjungi istana Frozen di Tokyo itu. Hal ini adalah salah satu impiannya.
Syahidah juga memeluk Papanya dengan sangat erat, "Makasih ya, Pah!" ucap Syahidah di dalam pelukan Rafiz.
Mereka semua mengganti kostum mereka agar lebih mirip dengan para tokoh yang ada di film kartun Frozen.
Syahidah berjalan lebih ke dalam lagi, masuk ke istana. Syahidah lebih terkejut lagi saat mendengar teriakan kedua temannya yang juga ada di sana dan bersorak gembira atas ulangtahunnya.
Rafiz sengaja mengajak ,kedua sahabat Syahidah untuk ikut merayakannya.
"Maaf ya, tadi Papa sudah mengundang teman-teman kamu, tapi sepertinya mereka tak di izinkan untuk ikut," ucap Rafiz pada Zidan.
"Aku ga masalah soal itu, Pah!." jawan Zidan santai.
Rafiz hanya memberikan gadget terbaru kepada Zidan, "Enggak apa-apa kok, Pah.Zidan sangat senang, Zidan suka dengan hadiah ini," ucap Zidan. Walau ia sendiri mampu membeli, Namun, sangat berbeda jika kita mendapatkannya dengan cara menerima hadiahnya.
Syahidah dan kedua temannya mulai bermain bersama Zidan dan Syahida. Syahidah sudah berlari kesana kemari menikmati tempat itu.
"Kok, kamu bisa kepikiran, sih! membawa mereka ke sini?" tanya Nandira.
"Syahidah sangat suka dengan karakter Frozen dan aku yakin, kalau kita membawanya kesini ia pasti sangat," ucap Rafiz.
Syahidah sangat senang, ia merasa berada di istana Elsa yang sebenarnya, ini sangat mirip yang sering ia lihatnya di film.
ia juga memakai baju Elsa. Syahidah juga lebih bahagia saat kedua sahabatnya ada dan bermain bersama mereka di sana.
Saat Syahidah tengah asyik bermain, Zidan justru terlihat lesu, karena sedari tadi ia dipaksa untuk memerankan karakter pria dalam tokoh Frozen lengkap dengan aksesori nya.
Zidan awalnya ingin menolak. Namun, melihat wajah bahagia adiknya ia tak tega untuk menolak keinginan adiknya itu. iapun mencoba berperan seperti apa yang di minta Syahidah padanya.
"Bagaimana, Nak! apa kamu senang?!" tanya Rafiz duduk di samping putrinya.
"Terima kasih Papa, ini kado terindah untuk Syahidah terima," ucap nya memeluk dan mencium kedua pipi Papanya.
Mereka kembali menikmati bermain di sana, setelah merasa lelah mereka kembali ke kamar masing-masing.
Syahidah memilih tidur bersama dengan mama dan Papanya.
Rafiz sengaja memesan kamar yang memiliki tempat tidur yang luar.
Malam ini mereka tidur bersama-sama, dengan posisi anak-anak ditengah.
Mereka semua berbaring terlentang melihat kearah langit-langit kamar itu.
"Mah Syahidah sangat senang, sekarang Syahidah bisa merayakan ulang tahun bersama Mama dan Papa. Syahidah sudah lama memimpikannya. Aku pikir itu tidak akan pernah terjadi, merayakan ulangtahun ku bersama Mama dan Papa," ucap Syahidah merasa sangat senang. Selama ini mereka hanya merayakan ulang tahun mereka secara sederhana.
Keesokan harinya acara ulang tahun Syahidah kembali berlanjut.
Pagi hari Kedua sahabat Syahidah sudah pulang.
Rafiz sengaja membawa anaknya itu ke toko pernak pernik perlengkapan Frozen.
Karena terlalu banyak karakter Frozen yang ada di sana, Syahidah hampir membeli semua mainan tersebut, beruntung mainan tersebut tak begitu mahal. Nandira meminta Syahidah hanya membeli beberapa permainan saja.
****
Sementara itu, di sebuah klub malam Jazlyn membersihkan bekas minuman para pelanggannya. Jazlyn kembali ke pekerjaannya awalnya sebagai bartender.
"Tolong berikan 1 untukku," ucap Seseorang memesan minuman pada Jazlyn.
"Baiklah," Ucap Jazlyn tanpa melihat Siapa orang yang memesan minuman padanya.
"Lama tak berjumpa," tanyanya pada Jazlyn
yang sedang sibuk .
Jazlyn yang mendengar sapaan itu mengangkat wajahnya melihat siapa yang menyapanya.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Jazlyn berbasa-basi
"Lihatlah sendiri, keadaanku sekarang jauh lebih baik dari keadaan ku yang dulu.Jauh berbeda dari yang saat kita masih bersama," ucap nya.
"Senang bisa melihat mu lagi setelah sekian lama," ucap Jazlyn meletakkan minuman di depan pria itu.
Pria itu hanya menyengir mendengar ucapan Jazlyn kemudian meminum minuman yang di sediakan oleh Jazlyn untuknya.
"Bukannya kau sudah menikah dengan pria yang bernama Rafiz, lalu apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya.
"Itu bukan urusanmu," jawan Jazlyn tak mau lagi berurusan dengan Rafiz dan Nandira.
"Apa di meninggalkan mu? sama saat kau meninggalkanku?" tanyanya lagi.
Jazlyn memilih diam. Ia ingin menghapus semua masa lalunya termasuk kenangannya dengan pria yang ada di depannya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Selamat membaca 🙏
Jangan lupa like dan komennya 🙏
salam dariku 🤗
Author m anha ❤️
Love you all 💕💕💕
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖