My Papa My Boss

My Papa My Boss
Kunjungan perdana.



Rafiz meninggalkan rumah sakit dan bergegas ke mobilnya. Sesampainya di mobil Rafiz segera membuka amplop yang berisi hasil tes DNA antara dirinya Zidan dan Syahidah, ia membuka dan melihat apa yang tertulis di sana.


"Ternyata dugaanku salah, aku terlalu banyak berharap pada mereka ," ucap Rafiz memasukkan berkas itu kembali ke dalam amplop dan meletakkannya di kursi belakang.


Iya sangat kecewa saat mengetahui hasilnya negatif, yang berarti Iya dan kedua anak itu bukanlah ayah dan anak kandung..


Rafiz melajukan mobilnya menuju ke perusahaan, jujur ia sangat kecewa. Ia sangat berharap jika Zidan dan Syahidah adalah darah dagingnya.


Sepanjang perjalanan Ia terus menghubungkan usia Zidan dan Syahidah dengan waktu pertemuan pertama ia dan Nandira.


"Jika mereka bukan anak-anakku kenapa wajah mereka sangat mirip dengan ku dan waktu pertemuan kami juga sangat memungkinkan jika mereka adalah anak-anakku," batin Rafiz masih tidak puas dengan apa yang dilihatnya.


Rafiz memasuki perusahaannya, semua karyawan yang dilewatinya memberi hormat kepadanya. Rafiz hanya mengangguk menjawab sapaan mereka.


Rafiz mencoba melupakan hasil tes DNA yang di luar dari dugaannya, ia mencoba fokus pada rencana pengerjaan Secret Partner game online ciptaan Zidan.


Zidan mengirim pesan kepada Rafiz jika ia telah mengirim file mengenai game online Secret Partner level 3 dan sudah siap.


Setelah membaca pesan tersebut Rafiz langsung memeriksa email dan ternyata benar Zidan sudah mengirim semua data tentang aplikasi tersebut dengan segera ia membereskan sisanya.


Saat pulang ke rumah Rafiz langsung dihadang oleh Daddynya,


"Bagaimana hasilnya?" tanya Daddy dengan Tak sabar.


Rafiz tak menjawab, ia berjalan masuk. Daddy terus mengikutinya.


" Apa hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan?" tanyanya melihat ekspresi putra nya itu.


"Sepertinya kita terlalu banyak berharap," jawab Rafiz,


"Jika mereka bukanlah anak-anakmu laku mengapa mereka sangat mirip denganmu. Bukan hanya wajahmu, semua tingkah mu juga sangat mirip dengan mereka saat kau masih kecil," ucap Daddy.


"Aku sudah memastikannya dengan tes DNA Namun nyatanya kami memang tak ada hubungan darah.," ucap Rafiz masih kecewa dengan hasilnya.


Jazlyn mendengar pembicaraan mereka. Dia tersenyum,


"Sepertinya rencanaku berhasil, aku takkan membiarkan kau jauh dariku sayang," batin Jazlyn.


*****


Saat malam Hari, mommy menghampiri Rafiz yang sedang bekerja di ruangannya, mommy masuk,


"Apa mommy mengganggu ?" tanya mommy membuka pintu.


"Tentu saja tidak, apa mommy butuh sesuatu ?" tanya Rafiz.


"Tidak, mommy hanya ingin kau mengundang anak-anak datang kemari,"


"Maksudnya Zidan dan Syahidah?" tanya Rafiz memastikan.


"Iya, mommy kangen sama mereka. Kamu undang mereka ke sini ya, besok kan hari Minggu!" pinta mommy.


"Iya mom, Rafiz coba menelpon mamanya dulu ya,"


Rafiz mengambil ponsel dan menekan nomor Nandira, Nandira melihat panggilan yang tertera di layar ponselnya sedikit tak percaya. Ini pertama kalinya Rafiz nelponnya setelah kejadian waktu itu.


"Ada apa ini, kenapa dia tiba-tiba menelponku," batin Nandira ragu untuk mengangkat panggilan dari Rafiz.


"Siapa Mah?" tanya Syahidah,


"Papa," jawab Nandira,


Syahidah langsung menekan tombol hijau yang berarti mengangkat panggilan dari Papanya,


"Halo pah ," jawab Syahidah yang aktifkan pengeras suara. Mendengar kata Papa Zidan juga mendekat.


"Halo Syahidah,,"


"Iya Pah, ini Syahidah, ada apa Pah?" tanya Syahidah.


Mendengar Rafiz memyebut nama Syahidah mommy Rafiz mendekat dan meminta agar Rafiz aktifkan pengeras suara.


"Syahidah ini nenek, nenek mau mengundang kalian untuk datang kemari ya sayang, besok kan hari Minggu, kalian datang ya, nenek kangen sama kalian," ucap mommy.


"Sama nek, kami juga kangen nenek dan kakek," jawab Syahidah.


"Bagaimana Apa kalian bisa datang besok ?" tanya Rafiz, Zidan dan Syahidah melihat Nandira, melihat wajah bahagia anaknya Nandira pun mengangguk.


"Iya Pah, kami akan datang."


"Baiklah, besok papa akan ke sana, Papa akan jemput kalian."


"Enggak usah pah, biar mama saja yang antar," jawab Zidan dan langsung mematikan panggilan tersebut.


Nandira melotot kepada Zidan, Zidan hanya tersenyum lebar tak ingin mamanya memarahinya.


"Zidan kamu kok bilang sih sama Papa jika mama yang akan mengantar kalian, Mama kan lagi sibuk," alasan Nandira.


"Iya sih, tapi kan ada pekerjaan lain," alasan Nandira.


"Udah mah, sesekali kita liburan tak apalah. Mah tau nggak, di rumah Papa itu ada kebun binatang mini, binatangnya lucu-lucu," ucap Syahidah.


"Emangnya apa aja yang di pelihara Papa?"


"Ada singa, macan, buaya, piranha." jelas Syahidah mencoba mengingat apa saja yang papanya pelihara di rumah nya.


"Itu kan hewan-hewan buas Syahidah, dari mana lucunya coba," ucap Nandira.


"Lucu tahu mah,"


"Syahidah emang nggak takut sama hewan buas itu ?" tanya mama.


"Enggak lah mah, Orang hewannya dikandangin," ucap syahidah polos dan kembali ke tempat duduknya semula.


Nandira menatap Zidan,


"Emang Papa beneran pelihara hewan buas ya?"


"Iya Mah, selain hewan buas Papa juga banyak memelihara hewan-hewan lucu kok, kayak kelinci dan burung unta,"ucap Zidan.


"Burung unta, burung unta itu kan nggak lucu Zidan."geram Nandira


Zidan tertawa karena berhasil membuat mamanya terkejut saat mendengar Ia menyebut nama burung unta.


****


Mommy Rafiz sangat senang mengetahui jika Zidan dan Syahidah akan mengunjunginya lagi. Ia pun keluar dari ruangan Rafiz .


"Apa Nandira akan ke sini," batin Rafiz, jujur ia sangat merindukan kebersamaannya dengan Nandira namun ketakutannya akan kembali kecewa membuatnya tak berani untuk mendekati Nandira lagi...


Pagi hari Nandira bangun lebih awal, ia menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya.


Setelah itu ia kembali ke kamar memilih pakaian mana yang harus dipakai.


Nandira mengeluarkan semua pakaiannya,


"Aku pakai yang mana ya ," gumam Nandira berdiri di depan cermin sambil memilih pakaian yang akan dipakai untuk mengantar anak-anak ke rumah Papanya.


"Ini cantik enggak ya ?!" ucap Nandira setelah memakai baju dan berputar-putar di depan cermin.


"Kayaknya ini berlebihan deh," ucap Nandira kembali melepas bajunya itu dan kembali memakai baju lain begitu seterusnya hingga Iya lelah sendiri.


Syahidah yang bosan menunggu terlalu lama mengetuk pintu kamar Mamanya,


"Mama, ngapain sih kok lama sekali," teriak Syahidah menggedor-gedor pintu kamar mamanya.


"Iya sebentar ya 5 menit lagi," teriak Nandira dari dalam kamar.


"5 menit Iya ma, nggak lebih," ucap syahidah berlalu meninggalkan mamanya.


Iya dan Zidan sudah menunggu sejak tadi di dalam mobil. Dengan cepat Nandira mengambil sepasang baju yang menatap pantulan dirinya di depan cermin,


"Cantik, ini sudah cantik," ucapnya memuji diri sendiri. Ia juga memakai riasan tipis dan membiarkan rambutnya tergerai.


Pagi ini Nandira terlihat sangat cantik, lebih cantik dari hari-hari biasanya. Nandira memang orangnya tidak terlalu memperhatikan penampilannya, namun berbeda kali ini entah mengapa ia merasa ingin tampil cantik di depan Rafiz..


Nandira keluar, Syahidah dan Zidan menatap mamanya yang tampil berbeda hari ini.


"Ada apa? ada yang salah dengan penampilan Mama?" tanya Nandira melihat tatapan dari kedua anaknya.


"Enggak kok Mama, hari ini mama cantik," Jawab Syahidah,


"Iya Mah, Mama cantik," tambah Zidan


"Terima kasih," Nandira kemudian masuk ke mobil dan segera melajukan mobilnya menuju kediaman Rafiz.


Rafiz sudah sejak tadi menunggunya begitu juga dengan mommy, mereka sudah menyiapkan beberapa cemilan untuk mereka.


Begitu melihat mobil Nandira memasuki pekarangannya Rafiz keluar untuk menyambutnya, saat Nandira membuka pintu dan keluar dari mobilnya, Rafiz yang melihat Nandira begitu cantik hari ini membuat menjadi terpesona dan terus menatap Nandira yang berjalan kearahnya.


"Papa udah nunggu lama ya," ucap Syahidah membuyarkan keterpesonaan Rafiz.


"Enggak kok. Nenek udah nunggu di dalam, ayo kita masuk." ucap Rafiz mempersilahkan Nandira dan anak-anaknya masuk.


Sesekali ia melirik Nandira yang berjalan di samping nya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–


LIKE, VOTE ,KOMENNYAπŸ™


Author m anha ❀️


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™