My Papa My Boss

My Papa My Boss
Pembalasan Syahidah.



"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Miran pada Dirga yang sedang berdiri di depan pintu ruangan Rafiz.


Dirga tersentak kaget saat Miran mendapatinya.


"Maaf Pak, saya hanya ingin pamit kepada pak Rafiz, tapi sepertinya beliau sedang bersama dengan keluarganya. Saya hanya ingin memberitahu jika pekerjaan kami sudah selesai dan kami ingin pamit beristirahat untuk hari ini," ucap Dirga pimpinan IT, tergagap saat Miran mendapatinya sedang menguping pembicaraan Rafiz.


"Kalian semua istirahatlah dan mulai bekerja besok," ucap Miran pada Dirga.


"Iya Pak, Saya permisi dulu," ucap Dirga pergi dari sana.


Miran ingin mengetuk pintu. Namun, ia menghentikan tangannya saat Rafiz mengatakan jika ia sangat senang memiliki 2 orang anak yang sangat genius, Zidan yang mampu menciptakan Secret Partner sedangkan Syahidah mampu memperbaiki sistem IT. Mampu mengembalikan data yang telah di ambil oleh perusahaan lain dan mampu membalasnya.


Rafiz terus membahas kemampuan anak-anaknya bersama dengan Nandira, mengungkapkan semua perasaan senang, kebanggaannya memiliki benih yang sangat luar biasa.


"Jadi yang menciptakan Secret Partner itu putranya, bukan putrinya. Dan putri Rafiz memiliki kemampuan dalam sistem IT," batin Miran tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


Miran mengetuk pintu dan baru membuka pintu saat terdengar suara Rafiz dari dalam yang mempersilahkannya untuk masuk.


Begitu masuk, Miran langsung menatap kedua anak Rafiz yang duduk di sofa, mereka terlihat layaknya anak-anak biasa pada umumnya.


Rafiz menatap curiga pada Miran, yang berjalan sambil terus menatap putra putrinya.


"Ada apa kau kemari," tanya Rafiz. Hari ini adalah hari Minggu dan hanya karyawan IT yang berada di kantor saat ini.


"Aku hanya ingin memberikan berkas ini," ucap Miran memberikan beberapa berkas pada Rafiz.


Rafiz melihat berkas yang disodorkan Miran kepadanya kemudian melihat kembali pada Miran dengan penuh selidik. Rafiz belum menemukan orang yang selama ini ia minta untuk mengawasi Miran dan sudah beberapa hari ini Miran tak masuk kantor. Biasanya orang yang paling sibuk jika terjadi sesuatu masalah di kantornya dan Miran. Namun, masalah kali ini Miran tak pernah muncul sekalipun di ruang IT, membuat Rafiz semakin curiga dan menguatkan dugaannya.


"Silahkan anda periksa terlebih dahulu," ucap Miran yang melihat Rafiz tak berniat pada berkas yang ia berikan.


Rafiz langsung mengambil dan memeriksa berkas tersebut.


"Aku sudah menemui beberapa investor dan mereka setuju untuk menanamkan modalnya kepada perusahaan kita. Kita hanya perlu menambahkan beberapa sisanya lagi. Aku juga sudah kembali mendapatkan beberapa rekan bisnis kita yang telah membatalkan kontrak."


Rafiz menatap berkas-berkas tersebut kemudian menetap Miran.


"Apa ini, kenapa Miran melakukan ini semua. Jika Ia salah satu orang yang ingin menghancurkan perusahaan ku, lalu mengapa ia berusaha untuk memperbaikinya kembali. Apa aku sudah salah curiga padanya," batin Rafiz.


"Terima kasih, pekerjaanmu sangat bagus, ini sangat membantu. Kau pulanglah dan istirahat, ini Hari minggu, Nikmatilah hari libur."


Miran memberi hormat dan keluar dari ruangan itu.


"Ada apa, Mas?" tanya Nandira setelah Miran keluar. Saat Miran datang, Nandira bisa melihat perubahan ekspresi Rafiz.


"Tadinya aku curiga pada Miran, jika Ia salah satu dari orang yang berusaha hancurkan Perusahaan kita, tapi coba lihat ini. Ia mengumpulkan begitu banyak investor untuk membantu Perusahaan kita keluar dari masalah ini. Apa menurutmu aku salah mencurigainya?" tanya Rafiz.


"Entahlah, tapi kalau ia memang berusaha menghancurkan perusahaan, tak mungkin ia juga berusaha memperbaikinya. Iya kan?!" pikir Nandira.


"Kau benar, sebaiknya aku lebih mencari bukti lagi sebelum menuduhnya. Jujur selama Miran bekerja di sini, Miran sangat membantuku dalam segala urusan dan aku sudah merasa sangat nyaman bekerja sama dengannya."


"Iya Mas, sebaiknya jangan menuduhnya terlalu cepat, sebaiknya kita kumpulkan dulu bukti, tapi Mas harus tetap berhati-hati padanya."


Rafiz membenarkan ucapan Nandira.


Dirga kembali ke ruangannya dan mengatakan kepada seluruh karyawan jika mereka sudah boleh pulang hari ini.


Beberapa dari mereka langsung pulang, mereka sudah sangat lelah. Namun, masih ada beberapa karyawan lain yang masih betah mengutak-ngatik komputernya, ia merasa masih penasaran, bagaimana bisa seorang Syahidah mampu melakukan semua itu, Ia masih penasaran apa yang dilakukan Syahidah sehingga mampu mengetahui siapa lawan mereka. Karyawan tersebut memeriksa kembali hasil pekerjaan Syahidah dan yang mereka dapatkan hanyalah kebenaran bahwa Syahidah benar ahli dalam bidang IT.


"Aku tak menyangka, anak bos kita itu begitu cerdas, ya masih kecil, tapi kemampuannya melebihi kita semua," ucap salah satu karyawan.


"Apa kalian tahu, siapa pencipta Secret Partner yang selama ini menjadi rahasia?" tanya Dirga.


Samua menghentikan pekerjaannya dan menatap pada Dirga, mereka semua dengan serius menunggu kelanjutan dari ucapannya.


"Siapa?" tanya salah satu karyawan yang masih betah tinggal di ruangan it kebanggaannya.


"Zidan" ucap Dirga.


"Zidan? Maksud kamu putra dari bos? Saudara kembar Syahidah?"


"Wah, bos pasti sangat beruntung memiliki dua anak genius. Aku yakin suatu saat nanti Perusahaan ini akan semakin besar, semoga saja akan banyak tercipta game online yang lain yang mampu menggemparkan dunia layaknya Secret Partner yang di luncurkan perusahaan kita."


"Aku sudah tidak sabar untuk menantikan game apa yang di ciptakan nya saat besar nanti."


Mereka semua merasa kagum kepada Zidan dan Syahidah, anak-anak Genius milik Rafiz dan


Nandira.


Hari terus berlalu, kini perusahaan Rafiz mulai bangkit kembali.


Aksan dan timnya terus berusaha membobol sistem perusahaan Rafiz. Namun, hasilnya tetap saja mereka selalu gagal, Aksan bahkan mempekerjakan Ahli IT terbaik, tetapi hasilnya tetap sama, bahkan sistem IT nya lah yang menjadi kacau saat ini. Syahidah tak tinggal diam, Ia terus saja mengacukan kan sistem IT perusahaan yang sudah coba mengganggu perusahaan Papanya.


Syahidah mampu membuat sistem mereka menjadi error, banyak data penting yang hilang dan bahkan beberapa data pekerjaan mereka yang akan datang juga tersebar di perusahaan lain.


Aksan sangat marah melihat harga saham perusahaannya yang semakin menurun hanya dalam beberapa hari saja.


"Cari tahu siapa ahli IT Perusahaan Rafiz yang sudah bermain-main dengan perusahaan kita," pinta Aksen pada orang kepercayaannya sekaligus asisten pribadinya.


"Baik pak, akan saya cari tahu," jawab asisten pribadinya.


Desas-desus kabar jika Zidan adalah pencipta Secret Partner dan Syahidah adalah orang yang telah memperbaiki sistem IT Perusahaan. Kabar itu terus tersebar di antara para karyawan.


Beberapa dari mereka tak percaya, jika kedua anak itu mampu melakukan semua itu, tetapi banyak dari mereka yang percaya terutama karyawan yang melihat langsung saat bagaimana Syahidah dengan lincah mengerjakan pekerjaan mereka yang sudah berhari-hari gagal mereka kerjakan.


Kabar itu juga sampai ke telinga orang suruhan asisten Aksan. Ia langsung melaporkan kepada asisten Aksan yang menyuruhnya untuk mencari informasi.


"A-pa, yang mengacaukan sistem kita hanyalah seorang anak kecil? Apa kau yakin?"


"Iya Pak, itulah kenyataannya. Putri dari pemilik Perusahaan itu sendiri yang melakukannya. Yang kita anggap sebagai pencipta Secret Partner dialah yang telah menggagalkan semua rencana kita. Sepertinya dia jugalah yang telah mengacaukan rancana kita," ucap Asisten nya.


"Hm, jadi dia memiliki anak yang jenius. Memiliki kemampuan dalam bidang IT dan menciptakan aplikasi game online," Aksan mencoba membayangkan wajah Syahidah yang begitu polos waktu itu.


"Bukan, Pak! ternyata kita salah, gadis kecil itu bukanlah pencipta Secret Partner. Namun, kakak laki-lakinya yang bernama Zidan."


"Maksudmu anak kecil laki-laki yang bersamanya saat itu."


"Iya Pak, kudengar mereka adalah saudara kembar." ucap Sang asistennya.


"Menarik, Aku ingin kau mencari tahu tentang kedua anak itu." perintah Aksan kepada asistennya yang memikirkan suatu rencana untuk Zidan dan syahidah.


"Syahidah, Apa yang kau lakukan?" tanya Zidan.


"Aku sedang membalas perbuatan mereka pada papa," jawab Syahidah.


Zidan hanya lihat Syahidah begitu serius dengan gadgetnya.


"Aku hanya ingin melihat siapa orang yang telah mengacaukan perusahaan papa."


"Apa Kau sudah tau siapa orangnya?" tanya Zidan.


"Tidak, tapi aku sudah tau perusahaan mereka dan aku sudah meretas CCTV nya, kita tinggal tunggu saja siapa pelakunya."


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏💖


Mohon dukungannya ya dengan memberi like, vote dan komennya 🙏


salam dariku 🤗


Author M anha ❤️


Love you all 💕💕💕


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖