My Papa My Boss

My Papa My Boss
Titik terang kematian kakek.



Nandira sangat senang ia bisa pindah ke rumah lamanya, ya berkeliling melihat setiap sudut rumah tersebut. Dimana banyak kenangan masa kecilnya disana.


Nandira melihat dimana biasanya ia bermain bersama kedua orangtuanya, dimana ia makan dan bercanda gurau bersama kedua nya, semua itu masih sangat jelas di memorinya.


Nandira mengusap air matanya yang jatuh menetes membasahi pipinya,


"Mama, Mama nggak apa-apa kan?" tanya Syahidah memegang tangan mamanya.


"Enggak apa-apa sayang, mama hanya sedih teringat akan kenangan kakek dan nenek kalian," ucap Nandira mengusap rambut putrinya.


"Mama enggak usah sedih, ada Syahidah dan kakak Zidan di sini, kami akan menemani Mama ,"ucap Syahidah,


"Iya makasih ya sayang, sudah hadir di hidup mama, menemani Mama,"ucap Nandira dengan senyum di wajahnya.


Mereka pun mulai mengemas barang-barang mereka, merapikan rumah tersebut.


Mulai menata kembali foto-foto kakek nenek mereka dan beberapa foto baru mereka.


Nandira sangat senang tahun ini ia bisa merayakan ulang tahunnya di rumah orang tuanya dan bersama kedua anaknya.


****


Sementara Rafiz yang sudah semakin pusing bertolak ke Paris untuk mengurus masalah Mommy nya, ia tak ingin ambil pusing, uang adalah salah satu jalan terbaik agar urusan Mommy nya cepat selesai.


"Mom, bisa kau merubah kebiasaan buruk mommy itu!, mommy sudah tua!, tak bisa kah mommy hidup bahagia bersama Daddy di rumah," geram Rafiz.


Mommy hanya diam, ia malu pada anaknya sendiri. Selama ini Rafiz tidak pernah mencampuri urusannya dan tidak mau tahu.


"Apakah Daddy mu akan menerima mommy lagi ?" tanya mommy nya.


"Jika mommy mau merubah sikap dan kebiasaan buruk mommy, aku yakin Daddy akan menerima mommy lagi. Daddy sangat mencintai mommy, bisakah mommy menghargai cinta daddy," pinta Rafiz memohon.


Rafiz sangat menyayangi mommy nya, namun Ia juga sangat kecewa dengan sikap mommy nya itu.


"Baiklah, mommy akan ikut denganmu."lirih mommy nya.


"Maafkan Rafiz ya mom,Rafiz hanya ingin melihat kalian bahagia,"lirih Rafiz memegang kedua tangan mommy nya.


"Mommy janji akan memperbaiki semuanya," sesal mommy Rafiz.


Rafiz membawa pulang mommy nya, untuk tinggal bersama mereka, dan di sambut oleh suaminya, ia berjanji tak akan mengulangi semua perbuatan buruk nya lagi.


****


Nandira dan kedua anaknya melewati hari-harinya dengan bahagia, tak ada lagi air mata di mata mereka.


Mereka mulai terbiasa tanpa kehadiran sosok Rafiz yang mereka rindukan.


Siang itu Nandira tak menyangka Riko bisa datang ke tokonya,


"Nandira bisa kita bicara," ucap Riko,


"Riko untuk apa kamu kesini?" tanya Nandira,


"Aku mohon Nandira, biasakan kita bicara sebentar ," mohon Riko,


"Maaf Riko, hubungan kita sudah berakhir. Aku ingin fokus dengan kehidupanku. Aku tidak ingin lagi berhubungan dengan mu, jadi tolong hargai keputusanku ini," ucap Nandira .


"Tapi kenapa ? Apa alasannya ?!" desak Riko.


Nandira hanya diam, tidak mungkin ia mengatakan jika ia melihat Riko bercinta dengan Shireen.


"Sudahlah Riko, lagipula Sekarang aku sudah punya keluarga, aku sudah memiliki anak,"ucap Nandira.


"Apa kau sudah menikah ?!" kaget Riko ,


"Kau pikir aku percaya dengan kebohonganmu," ucap Riko.


"Jika kamu tak percaya aku takkan memaksamu untuk percaya, yang jelas itulah kenyataannya, jadi aku mohon kau tidak usah mengganggu kehidupanku lagi. Mari kita jalani hidup kita masing-masing, aku sudah bahagia dengan anak-anakku. Semoga kamu bisa bahagia dengan Shireen.


"Apa maksudmu ?! aku tak punya hubungan apa-apa dengan Shireen?!" tegas Riko.


Nandira lagi-lagi hanya diam dan melanjutkan pekerjaannya.


Rico melihat jam tangannya,ia ada rapat penting malam ini.


"Kalau begitu aku permisi dulu, aku ada rapat. Aku akan datang lain waktu, aku harap kita bisa bicara berdua, ada banyak hal yang harus kita bicarakan."tegas Riko kemudian pergi dari toko itu.


Saat Riko berjalan keluar, Syahidah sengaja menabrak Riko dan mengambil salah satu kartu nama Riko.


Syahidah bermain tapi telinganya mendengar semua percakapan mama dan teman prianya itu, "Apa dia adalah Papa,"batin Syahidah melihat kartu nama Riko.


Syahidah tak membuang-buang waktu dia langsung berselancar di gadgetnya mencari informasi tentang pria yang baru saja berbicara dengan mamanya itu, dan benar saja ia mendapati bahwa pria itu adalah tunangan mamanya.


"Kamu lihat apa?" tanya Zidan yang melihat adiknya fokus pada layar gadgetnya.


"Pria yang tadi adalah tunangan Mama, Apa dia Papa kita ya,"Syahidah menerka-nerka.


Zidan ikut duduk melihat apa yang dilihat adiknya.


Banyak berita online yang memberitakan pertunangan mereka beberapa tahun yang lalu, Zidan meneliti berita online tersebut sepertinya berita keduanya hilang saat mamanya pergi dari rumah itu.


"Apa Papa penyebab berakhirnya hubungan mereka,"batin Zidan.


"Oh ya Kak, dalam beberapa rekaman CCTV terakhir Mama juga sepertinya pergi dengan orang ini,"ucap Syahidah. "Maksudnya di hari terakhir CCTV dimatikan, sepertinya Mama keluar dan dijemput sama orang ini dan menurut yang aku tahu mama ke Bali waktu itu.


"Kakak sudah mempelajari file yang kau kirim, terlalu banyak kejanggalan, terutama saat kematian kakek.


"Di nyatakan kakek meninggal karena kecelakaan mobil, namun saat aku perhatikan kakek tidak pernah pergi dari rumah itu mengendarai mobilnya sendiri, itu berarti jika kakek dan nenek kecelakaan mobil waktu itu, berarti bukan hanya mereka yang meninggal hari itu, tapi sopir mereka kemungkinan besar juga mengalami kecelakaan dan bisa di pastikan mobil kakek itu rusak."jelas Zidan,


Syahidah hanya mengangguk mendengar penjelasan kakaknya itu.


"Tapi beberapa saat setelah Mama pergi dari rumah itu, terlihat jelas mobil Kakek datang ke rumah dan dengan supir yang Sama," lanjut Zidan.


"Maksud kakak mobil dan supir nya dalam keadaan baik-baik saja?!" tebak Syahidah.


"Iya, Mungkin saja kecelakaan kakek itu disengaja dan rekayasa mereka saat itu. Sepertinya ada data yang kau lewatkan seminggu sebelum kematian kakek ada file yang diunggah dari kantor memakai komputer kantor, namun langsung dihapus hanya beberapa menit setelah pengunggahan nya.


"Iya, memang ada, tapi aku kesulitan masuk kesana, jaraknya terlalu jauh." ucap Syahidah.


"Apa kamu bisa memulihkannya jika jaraknya dekat?" tanya Zidan.


"tentu saja," jawab Syahidah.


"Baiklah, kita akan cari cara agar bisa masuk ke perusahaan itu, kakak benar-benar ingin melihat unggahan Apa itu, kakak curiga itu ada kaitannya dengan kematian kakek dan nenek." tegas Zidan mengepal tangannya.


Setelah meneliti apa yang dikirim Syahidah, Zidan menemukan terlalu banyak kejanggalan di perusahaan itu, khusus nya di tahun kematian kakeknya.


🙏💖🙏💖🙏💖🙏💖🙏💖🙏💖🙏


Terima kasih Kakak Kakak sudah membaca karya terbaruku 🙏🙏 jangan lupa ya beri like di setiap bab nya,dan beri komen sebanyak-banyaknya, kritik dan saran sangat di butuhkan.


Mohon dukungannya agar karya ini lebih baik lagi.


Sambil menunggu update terbaru kalian bisa mampir ke karya pertamaku, judulnya,


" Pilihan Ku"


Salam dariku Author m anha, love you all ❤️