My Papa My Boss

My Papa My Boss
Senjata Makan Tuan



Jazlyn terus memperhatikan mereka dari lantai atas, ia benar-benar geram melihat kelakuan mereka semua.


Mommy yang selama ini membela nya juga ikut larut dalam kebersamaan mereka,


"Mommy apa-apa sih, bisa-bisa ia ikut bergabung bersama mereka, bukannya dia mau membantu ku kembali pada putranya, apa istimewanya sih punya anak, cuma bikin repot aja" gumam Jazlyn.


Jazlyn berjalan pelan menuruni tangga, ia mencari cara bagaimana bisa membalas kekesalannya, ia menuruni tangga sambil terus memainkan segelas jus di tangannya.


Ia melihat jus di tangannya dan melihat Nandira yang duduk di ruang tengah bersama Rafiz,


"Sepertinya wanita itu harus mendapat sedikit peringatan, agar tak mengganggu milik orang lain," batin Jazlyn tersenyum licik.


Jazlyn berjalan ke arah Nandira, ia berniat menumpahkan jus tersebut pada Nandira, namun Syahidah seperti mengerti apa yang ada di pikiran Jazlyn,


"Kak ikut dengan ku," ucap Syahidah menarik cepat Zidan yang tengah melihat ikan.


"Ada apa?" tanya Zidan.


"Kita kasih pelajaran si ulat bulu itu," ucap Syahidah berlari mengambil pisang dan mengupasnya,


"Kamu mau..." Zidan tak meneruskan kan ucapannya saat Syahidah menyumbat mulutnya dengan pisang, ia hanya membutuhkan kulitnya saja.


Zidan dan Syahidah berjalan menuju Jazlyn yang terus melihat kearah Papa dan Mamanya,


Syahidah melempar kulit pisang itu di depan Jazlyn, Jazlyn yang semakin mempercepat langkahnya agar semakin mendekat ke Nandira tak melihat kulit pisang yang di lempar Syahidah, begitu Ia ingin menyiram Nandira ia menginjak kulit pisang tersebut dan terpeleset, jus itu tumpah dan pas mengenai wajahnya.


Syahidah dan Zidan sontak tertawa di buatnya.


Jazlyn menatap mereka tajam,


"Diam kalian," teriak Jazlyn dengan nafas memburu, ia sangat kesal rancananya gagal dan justru ia yang berlumuran jus.


Rafiz yang mendengar teriakan Jazlyn menghampiri mereka,


"Ada apa ini?" tanya Rafiz melihat Jazlyn masih duduk di lantai bermandikan jus Strawberry.


"Sayang coba lihat apa yang mereka lakukan padaku," ucap Jazlyn manja dan menunjuk Zidan dan Syahidah.


Ia memanfaatkan situasi agar mendapatkan perhatian dari Rafiz.


Rafiz menghampiri Jazlyn dan membantunya berdiri.


"Awww," pekiknya,


"Ada apa?" tanya Rafiz.


"Sepertinya kaki ku terkilir,"ucapnya berpura-pura kesakitan.


Rafiz mengangkat Jazlyn ke sofa, mendudukkannya disana. Kemudian ia berjongkok melihat kaki Jazlyn.


"Yang mana yang Sakit?" tanya Rafiz memeriksa Kaki nya.


"Sayang sakit sekali, bagaimana ini. Kalian sengaja kan meletakkan kulit pisang itu di disana, sengaja ingin mencelakakan ku," tuduh Jazlyn melihat Zidan yang masih mengunyah buah pisang.


"Maaf Tante, Zidan ga tau tante ada di sana," ucap Zidan dengan mulut penuhnya, berusaha menelan buah pisang yang memenuhi mulutnya, Syahidah membutuhkan 3 kulit pisang. Tak ingin membuang isinya, Syahidah meminta Zidan untuk memakannya.


"Ga boleh buang makanan, Mubazzir," ucap Syahidah saat Zidan menolak memakannya.


"Kalian ga punya mata ya, nggak lihat apa aku sebesar ini. Ngaku aja, kalian sengaja kan melakukannya, sayang lihatlah, baju ini sangat mahal dan baru ku beli," ucap Jazlyn pura-pura terisak memperlihatkan bajunya yang terkena jus, dan memijat pergelangan kaki nya.


"Mereka masih anak-anak, mungkin mereka ga sengaja melakukannya," bela Rafiz.


"Maaf ya Tante, maaf kami sengaja, eh maksudnya ga sengaja," ucap Syahidah.


"Aduh sayang kaki ku sakit, Aku mau ganti baju bantuin ya," ucapnya manja.


Syahidah berlari mengambil sesuatu di dalam tasnya, dan melempar ke pangkuan Jazlyn.


Rafiz baru ingin mengangkat Jazlyn namun Ia langsung melompat saat Syahidah melempar kelabang karat ke pangkuannya,


"Apa itu," teriak Jazlyn berdiri dan melompat-lompat mencoba menyingkirkan kelabang karet yang masih melekat di rok mininya,


Jazlyn baru menyadari jika ia telah di kerjain oleh Syahidah.


"Dasar kurcaci," geram Jazlyn.


Saat akan berjalan menuju kamar nya, Jazlyn sengaja menabrak Nandira, membuat Nandira hampir terjatuh. Rafiz dengan sigap menangkap Nandira sehingga ia tak jatuh tersungkur ke lantai,


"Awww, ," Pekik Nandira.


"Ada apa?" tanya Rafiz


"Awwww, sepertinya antingku tersangkut." jawab Nandira memegang kuping nya.


Nandira mencoba menjauhkan kepalanya dari Rafiz namun kuping nya terasa sakit.


"Kau baik-baik saja,?" tanya Rafiz menahan kepala Nandira di perutnya.


"Bagaimana ini, sepertinya antingku tersangkut," keluh Nandira kesakitan.


Anting Nandira tersangkut di kancing bagian paling bawah kemeja Rafiz.


Rafiz berusaha membantu namun usahanya sia-sia, Nandira semakin kesakitan.


"Ada apa?" tanya Mommy menghampiri mereka,


"Ini tersangkut mom," ucap Rafiz memperlihatkan apa yang terjadi kepada mereka.


"Kok posisi nya bisa pas begitu ya," gumam mommy.


Nandira dan Rafiz yang mendengar gumaman mommy baru menyadari posisinya.


"Sebentar ya, mommy ambil gunting dulu," ucap mommy berjalan cepat kearah dapur mencari gunting.


Nandira terus meringis kesakitan, Jazlyn yang melihat Nandira kesakitan merasa puas dengan apa yang dilakukan.


Ia pun kembali ke kamarnya mengganti pakaian yang berlumuran dengan jus.


Mommy berusaha melepaskan anting Nandira dari kemeja Rafiz, ia mencari celah agar bisa melepaskannya namun kuping Nandira sangat rapat di kancing kemeja Rafiz, membuat mommy kesulitan.


"Aduh gimana nih, kakiku pegel," ucap Nandira yang merasa pegal, sejak tadi ia berdiri dengan posisi membungkuk.


"Duduk dulu di sana," ucap mommy mengarahkan mereka duduk di sofa.


Rafiz duduk di sofa sedangkan Nandira duduk di lantai, duduk di atas bantalan sofa yang telah disusun oleh Syahidah.


Mommy terus mencoba melepaskan nya, namun tetap tak bisa, mommy sengaja sedikit menekan kepala Nandira sehingga wajah Nandira sangat dekat dengan sesuatu yang membuatnya menahan nafas.


Rafiz yang sudah tak tahan dengan posisi mereka langsung membuka kemejanya, dan menggunting bagian yang tersangkut.


Memperlihatkan perut sixpack nya.


Nandira mengusap kuping nya yang terasa sakit, ia menelan Saliva saat melihat tubuh kekar Rafiz, bayangan malam panas mereka kembali terlintas di pikirannya.


"Ini sudah sore, kami pamit pulang dulu ya," ucap Nandira pada mommy, ia tak ingin melihat Rafiz yang tak memakai atasan.


"Iya, sesekali mampir ya. Mommy senang kalian datang mengunjungi mommy."


"Kami pulang dulu ya nek," ucap Zidan dan Syahidah pamit.


"Iya, hati-hati di jalan."


Anak-anak pamit pada kakek dan Papanya.


💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖💖


LIKE, VOTE dan KOMENNYA.


DI SETIAP BAB YA KAK😍😍❤️


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️