
Sore hari sesuai janji mereka, mereka semua ikut dengan Rafiz. Syahidah, Zidan dan juga Nandira. Mereka akan bertemu dengan Arsitek yang akan merenovasi kamar mereka.
Nandira yang merasa tak suka dengan desain kamar Rafiz memutuskan untuk merenovasi juga kamar mereka.
Rafiz ingin memberikan yang terbaik untuk mereka semua, ia sengaja mendatangkan langsung 6 Arsitek untuk menangani keinginan mereka.
Saat mereka datang ke restoran di mana tempat yang sudah mereka janjikan untuk bertemu, Rafiz bisa melihat ke-6 Arsitek tersebut sudah ada disana dan mengangkat tangannya pada Rafiz yang baru datang bersama dengan keluarga nya.
Mereka pun langsung menghampiri para Arsitek tersebut.
Rafiz sengaja memesan tempat yang nyaman untuk mereka bisa berdiskusi tentang seperti apa kamar yang anak-anaknya inginkan begitu juga dengan apa yang Nandira inginkan.
"Maaf ya kalian sudah lama menunggu," ucap Rafiz langsung menjabat tangan ke-6 Arsitek tersebut.
"Enggak kok Pak, Kami baru saja datang," ujar salah satu dari mereka.
"Perkenalkan, ini anak-anakku dan istriku. Aku ingin kalian membantu mereka untuk merenovasi kamar yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan," ucapan Rafiz kepada para Arsitek itu.
"Tentu saja Pak, Kami akan lakukan yang terbaik untuk keluarga Anda," ucap salah satu dari mereka yang memang sudah sering menangani masalah renovasi untuk rumah Rafiz yang sekarang mereka tempati.
Mereka pun duduk dan mulai membahas seperti apa yang mereka inginkan
Ke 6 Arsitek itu melongo mendengar apa yang diutarakan oleh Syahidah.
Mereka tak menyangka jika gadis kecil itu memiliki ide secerdas itu dalam merancang kamarnya sendiri
Syahidah benar-benar menerangkannya secara detail kamar seperti apa yang dia inginkan. Berapa ukurannya dan warna apa saja yang harus diberikan disana.
Syahidah juga meminta kamarnya bernuansa Frozen dan ia ingin di satu sisi ada ruangan layaknya studio agar ia bisa mengembangkan bakat dan kemampuannya.
Ia ingin memiliki Studio sendiri. Dimana di sana ia bisa melakukan sesi foto dan studio untuk program YouTube-nya. Tak lupa Syahidah juga meminta di Studio tersebut di pasang sebuah komputer besar. Tentu saja untuk kegemarannya dalam meretas.
"Apa kalian bisa melakukan semua itu?" tanya Syahidah setelah menerangkan apa yang diinginkannya.
"Kami akan usahakan melakukan yang terbaik," ucap salah saru dari mereka.
Sebenarnya mereka tak yakin akan bisa melakukannya, namun mereka akan mencobanya.
"Zidan, Kamu ingin kamar tidur seperti apa?" tanya Rafiz.
"Aku ingin kamarnya sederhana saja, yang terpenting aku juga ingin dibuatkan suatu ruangan khusus untuk aku bermain game itu saja tak, tak ada yang istimewa." ucap Zidan dengan gaya cool nya.
Nandira pun mulai menjelaskan kamar seperti apa yang diinginkannya, Rafiz menggaruk kepalanya yang tak gatal membayangkan ide yang di jelaskan Nandira pada para Arsitek itu. Semua sangat bertentangan dengan kesukaannya.
Rafiz hanya setuju saja, kamarnya bukan hanya miliknya lagi saat ini, tapi kamar itu juga sudah menjadi miliki seseorang yang menjadi teman penghuni kamarnya.
Rafiz pasrah, jika masalah warna dan lainnya yang akan di ubah. Ia mengalah untuk istrinya.
Hari ini adalah hari libur, mereka semua bersiap-siap untuk merenovasi kamar mereka.
Beberapa tukang sudah datang untuk membantu mereka mengeluarkan semua barang-barang yang ada di dalam kamar tersebut.
Mereka akan merenovasi dua kamar dan menambahkan 2 ruangan baru di kamar anak-anaknya.
Nandira juga merubah kamar utama tempat Rafiz dan dirinya tidur.
Nandira tak ingin merubah banyak hal, dia hanya ingin merubah warna dan susunan perabotannya.
Mereka juga ikut langsung mengawasi renovasi kamar mereka masing-masing.
Rafiz ingin renovasi tersebut diselesaikan secepat mungkin, mereka mempekerjakan banyak pekerja untuk membantu mempercepat pekerjaan mereka.
Sesuai keinginan anak-anak Rafiz meminta Arsitek melakukan yang terbaik, berapapun bayaran yang harus dikeluarkan.
Mereka bekerja lembur agar bisa mempercepat pekerjaan mereka, sesuai yang diinginkan Rafiz.
Perombakan kamar pun bisa selesai saat pagi hari, mereka hanya tinggal membenahi beberapa bagian saja dan mengisi beberapa perabotan dalam kamar itu serta mengganti warna catnya.
Saat para pekerja sedang menyelesaikan tahap terakhir pekerjaan mereka, Rafiz mengajak anak istri untuk berbelanja keperluan Meraka.
Para Arsitek itu memberi beberapa rekomendasi untuk mereka, di mana mereka bisa mendapatkan Perabotan yang lengkap.
Zidan dan Syahidah yang juga ikut langsung memilih peralatan apa yang akan dipasang di kamarnya.
"Pah, Syahidah suka yang ini. Tapi aku ga suka warnanya," ucap Syahidah menunjuk salah satu meja belajar yang ia sukai namun ia tak suka dengan warnanya.
Rafiz pun meminta bantuan kepada pegawai tersebut untuk mencarikan warna yang putrinya inginkan, namun ternyata warna tersebut sudah habis di tokonya.
"Syahidah dengar sendiri kan, warnanya sudah habis. Syahidah mau warna yang lain?" tanya Rafiz.
Rafiz yang tak ingin membuat anaknya itu bersedih meminta bantuan kepada pemilik toko untuk mencarikan nya meja belajar yang sesuai dengan apa yang di inginkan anaknya, ia akan membayar berapapun yang di inginkan pemilik toko tersebut asal barang yang diinginkannya bisa didapatkannya demi putrinya itu.
"Baik Pak, saya akan menghubungi beberapa teman-teman saya. Semoga saja barang tersebut masih ada di toko mereka," ucap pemilik toko itu.
"Mohon bantuannya ya Pak," ucap Rafiz.
"Tentu saja Pak," jawab pemilik toko tersebut lalu mempersilahkan Rafiz memilih perabotan yang lainnya.
Pemilik toko tersebut kembali ke kantornya untuk menghubungi beberapa temannya.
Nandira juga memilih beberapa perabotan dan beberapa pernak-pernik pelengkap kamarnya.
Di kamarnya belum ada meja rias dan beberapa perabotan lainnya untuk menyimpan barang-barang koleksinya.
Mereka baru selesai berbelanja setelah Menjelang magrib.
Saat kembali kerumah, kamar mereka masing-masing telah siap.
Rafiz sangat puas dengan hasil kerja mereka. Hanya dalam waktu 2 hari mereka bisa menyelesaikan semua pekerjaannya.
Pekerjaan mereka memang tidak terlalu banyak, mereka hanya merenovasi dan menambahkan beberapa bagian lain, namun waktu 2 hari itu termasuk cepat untuk renovasi seperti itu menurut Rafiz.
Rafiz membayar lebih untuk kerja keras mereka.
Barang-barang mereka sudah datang. Para pekerja pun kembali membantu mereka memasukkan barang-barang mereka ke kamar masing-masing.
Penataan barang selesai Saat tengah malam, Syahidah melihat kamarnya dengan sangat puas. Semuanya sesuai yang ada di pikirannya.
Beruntung masih ada meja belajar yang tersisa di toko salah satu teman pemilik toko tempat mereka berbelanja tadi.
Sehingga membuat Syahidah bertambah senang.
Begitu juga dengan Zidan, Zidan sangat puas melihat peralatan game yang disiapkan oleh Papanya.
Nandira juga sangat senang dan puas dengan hasil kerja mereka, saat ia melihat kamarnya Sudah jadi sesuai dengan keinginan, namun tidak dengan Rafiz, Warna bernuansa pink mendominasi kamarnya, Warna yang sungguh tak pernah terbayangkan olehnya.
Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, jika itu semua yang istrinya inginkan.
Mommy menghampiri mereka dan melihat kamar anak-anak.
Mommy masuk ke kamar Syahidah dan ikut bergabung dengan mereka.
"Bagaimana, Syahidah senang dengan Kamar nya?"tanya Mommy.
"Iya Nek, Syahidah senang sekali. Terima kasih ya Pah" ucap Syahidah memeluk Papanya yang duduk di sudut kasur nya.
"Sama-sama sayang, Papa senang jika Syahidah bahagia," ucap Rafiz membalas perlakuan anaknya.
"Zidan mana ya?!" tanya Nandira yang tak melihat putranya itu.
Zidan sudah asyik bermain game di kamarnya. Sungguh aneh memang, Zidan menggemari game ciptaannya sendiri.
Rafiz sangat senang anak-anak sudah memiliki kamar masing-masing, sehingga tak ada lagi drama saling berebut tempat tidur.
Iya bisa tidur sambil memeluk istrinya tanpa adanya gangguan dari anak-anaknya.
πππππππππππ
Terima kasih sudah membacaπ
jangan lupa ya memberi dukungannya dengan memberi
like, Vote, dan komennyaπ€π€
Sambil menunggu update terbaru, Kakak bisa mampir ke karya pertamaku judulnya "Pilihan ku"
Ditunggu ya Kakπ€π€π€π€π€
Salam darikuπ
Autor m anha β€οΈ
I love you all.πππ
ππππππππππ