My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
90



"Oh ya ingat! Tapi wajah ka Iyan ga kelihatan tuh, kan gelap ya pos satu itu."


"Ya, benar. Itu awal ka Za melihat Ka Iyan. Kita belum kenal, Kaka juga ga tau namanya."


"Terus kalian kenalnya bagaimana?" tanya Fatma penasaran dan duduk mendekati Zalin.


"Sebenarnya ka Iyan itu adalah teman KKL mantan pacar ka Za."


"what?!" Fatma melototkan matanya.


Zalin tersenyum.


"Loh ko bisa begitu?"


"Bisa dong."


"Jadi ka Zalin ngedeketin ka Iyan karena ka Iyan teman dari mantan pacar ka Zalin?"


"No no no... Tidak seperti itu, Ka Iyan yang duluan ngedeketin kok. Ya memang sih ka Za dulu yang meng add facebooknya."


Zalin tersenyum ketika mengingat pertama kali mencari nama suaminya di papan pengumuman.


"Ka Zalin tahu nama ka Iyan karena dia teman mantan?"


Zalin mengangguk cepat.


"Iya, dulu saat mantan kaka KKL, ka Za sering stalker fb nya."


Fatma memdengarkan dengan seksama cerita Zalin.


"Terus?" tanya Fatma.


"Ka Zalin lihat mantan berpoto bersama kelompok KKLnya, di poto itulah pertama kaka melihat wajah ka Iyan," ucap Zalin.


"Dan kaka suka sama ka Iyan?" tanya Fatma penasaran.


"Ehm.. gimana ya, kalo suka sih masa ya? kan batu lihat potonya. Tapi, entah mengapa kaka gemash aja sih lihat wajah ka Iyan yang imut," Zalin nyengir.


"Oh, jadi awalnya ka Zalin lihat ka Iyan dafi poto di facebook mantan?"


"Jangan keras-keras!" Zalin menutup mulut Fatma.


Fatma mengangguk dan Zalin menjauhkan tangannya dari mulut Fatma.


"Awal cerita cinta yang menarik, emm... jadi jatuh cinta pada pandangan pertama nih ka Zalin ternyata sama ka Iyan."


"Bisa jadi," ucap Zalin singkat.


"Terus gimana kelanjutannya ka Iyan kenal sama ka Zalin?"


"Kaka nge add fb ka Iyan, dan ka Iyan mengirim pesan pribadi via facebook," jelas Zalin.


"Intinya aja ya?" tawar Zalin.


"Udah sore nih!"


"Baik, baik."


"Jadi ka Za nge add, keesokan harinya ka Iyan nerima pertemanan nih dan langsung mengirim pesan 'Assalamualaikum', dari sanalah kita mulai dekat. 7 hari komunikasi lewat FB, ka Iyan mengajak bertemu, 3 hari setelah ketemuan dia bilang suka sama kaka. Asalnya kaka nolak, tapi setelah dipikir-pikir nyesel juga nolak ka Iyan.


"Terus gimana bisa jadi sama ka Iyan lagi? Apa ka Za nembak balik dan bilang nyesel?" tanya Fatma antusias.


"Engga dong, hehe.. besoknya lagi ka Iyan bilang suka lagi dan minta jawaban. Intinya saat itu kita lebih dekat dari sebelumnya."


"Oh ya ya ya... " Fatma mengangguk anggukan kepalanya.


"Cepat sekali ternyata prosesnya, dan rasa ka Zalin berbalas. Ah senangnya," Fatma tersenyum-senyum sendiri.


"Eh tunggu, apa mantan ka Zalin tidak menganggu?"


"Sempat, malah sebelum tau kaka dekat dengan ka Iyan dia minta balikan."


"Ka Zalin tolak?"


"Iyalah, kan sudah ada ka Iyan yang, .. Ah kamu tau sendirilah wajah suami ka Za gimana wajahnya."


"Ya ya ya, ka Iyan imut emang. emang sih, kalo ka Iyan pakai seragam SMA juga masih cocok. Ah ka Zalin ko bisa sih punya suami cute macam ka Iyan!" cerocos Fatma.


"Baby face."


"Yang lagi dibicarakan sudah datang, dan pasti ceritanya akan berakhir."


Fatma melihat ke arah Zalin lalu ke arah Briliant yang sudah ada di parkiran.


"Bersambung ya ka?" tanya Fatma.


"Ga janji ah," ucap Zalin nyengir.


Motor Briliant berhenti tepat di depan ruang dosen.


"Ka Iyan, sudah datang aku pulang duluan ya."


"Oke, jemputanku juga sudah ada. Tuh, di sana," Fatma memutar kepalanya dan menunjukan mobil sedang putih di samping gedung perpustakaan dengan dagunya.


Zalin melihat mobil yang tidak asing untuknya.


"Oh iya, kamu hati-hati ya!" ucap Zalin pada Fatma yang mulai melangkah menuju mobil sedan putih.


Ah mungkin yang di dalam bukan Richard, pikir Zalin.


Zalin yang penasaran menunggu mobil terbuka, tapi suara klakson motor Briliant menghentikannya.


Tiiiid...


Zalin melihat ke arah Briliant.


Ya ampun, sifat kepo aku kambuh. Zalin tersenyum.


Zalin segera berjalan ke arah suaminya.


"Lama sekali, melihat siapa?" tanya Briliant penuh selidik.


"Hanya melihat Fatma yang sedang jalan," ucap Zalin sekenanya.


"Teman sekelasmu yang pernah kamu ceritakan itu?" tanya Briliant sambil memberikan helm pada Zalin.


"Iya, Fatma itu."


"Oh, cepatlah naik. Kita langsung pulang ya."


"Mau jajan dulu," pinta Zalin.


"Jajan apa?"


"Bakso," bisik Zalin pada Briliant.


Zalin nyengir ke arah wajah Briliant dan tersenyum dengan sangat manja berharap suaminya mengabulkan permintaannya.


"Oke baiklah, sekali ini saja ya. Minggu depan jangan dulu makan bakso."


"Hm..." Zalin memanyunkan bibirnya.


"Baiklah."


Zalin langsung menaiki motor dan Briliant langsung melajukan motornya ke arah gerbang kampus.


Di lain tempat, Fatma membuka pintu mobil tapi terkunci. Fatma mendekatkan wajahnya ke arah jendela mobil.


Di lihatnya Richard sedang memejamkan matanya dibalik kemudi.


"Buka!!!" Fatma memukul kaca mobil itu dengan sangat keras. Membuat mata Richard langsung terbuka dengan lebar.


"Berisik sekali!" Richard langsung memencet tombol agar kunci pintunya terbuka.


Fatma langsung membuka pintu mobil itu dan duduk dengan nyaman di sana.


"Lama sekali!" Richard langsung menstarter mobilnya.


"Kamu udah nunggu aku lama di sini?" tanya Fatma.


"Iya! Sebelum jam ujian selesai."


"Hehe, ma'af tadi aku curhat dulu sama teman sekelas aku."


"Tau ga sih, kisah cintanya itu menarik banget," Fatma tersenyum.


"Dan dia menikah saat masih kuliah, hebat sekali tau! Aku ga tau sanggup apa engga," Fatma menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Yang aku ga habis pikir itu dia nikah sama kaka tingkat kita, usianya terpaut 4 tahun dan suaminya itu so cute, imut!"


Richard hanya mendengarkan ocehan Fatma dibalik kemudi, Richard tidak suka berkomentar banyak ketika Fatma mengoceh.


Kini mobil Richard keluar dari gerbang.


"Tuh, teman yang aku ceritakan. Dia sama suaminya, so sweet banget kan!" Fatma menunjuk motor Briliant yang sedang melaju.


Richard melihat ke arah yang ditunjukan oleh Fatma.


Sudah kuduga yang dibicarakan Fatma itu adalah mereka berdua. batin Richard.


Richard tidak menaikan kecepatan mobilnya.


"Mereka pelukan, ah beruntungnya ka Zalina punya suami seperti Ka Briliant. Namanya keren Bri li ant Ang ga ra!"


"BRISIK!!!" Richard melototkan matanya ke arah Fatma.


"Kenapa sih?" Fatma mengkerutkan keningnya melihat tingkah aneh Richard yang tiba-tiba menyentaknya.


"Biasanya juga ga suka komen apa-apa," gumam Fatma sambil mengeluarkan headset di dalam tasnya.


Fatma mengeluarkan hp nya dan menyambungkan headset pada hp lalu mendengarkan musik karena dia tidak mau melihat Richard marah.


***


Uni udah up 3 Bab nih.


Jangan lupa tekan Like dan komentarnya ya


kasih Vote juga dan Rate 5 Bintang