My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
Chapter 9 (MLMCH S2)



Richard mengendarai mobilnya dengan santai, karena jalan yang dia lalui bukanlah jalan raya yang ramai.


Mobil yang kini Richard kendarai adalah mobil Toyota Camry berwarna silver metalic, mobil kesayangannya. Mobil yang tidak pernah dia pakai untuk kencan atau sekedar jalan-jalan dengan seorang wanita. Hanya saudara-saudaranya yang bisa menaiki mobil tersebut.


Richard melihat ke arah depan jalan, hanya ada beberapa pengendara di jalan. Jalan melihat ke kanan dan ke kiri jalan, sepi.


Dert.. Dert...


Ponsel Richard yang dia letakan di kursi sebelah bergetar. Richard menurunkan laju mobilnya.


Saat Richard akan mengambil ponsel itu, ponselnya terjatuh. Richard berusaha meraihnya. Karena fokus Richard terbagi antar jalan dan ponsel.


Akhirnya.


BRAK!!!


Terdengar suara benturan yang di sebabkan oleh mobilnya.


Richard langsung menegakkan duduknya dan melihat di depan mobilnya sudah ada ke sebuah motor matic berwarna hitam.


Orang yang mengendarai motor itu turun dari motornya dan berjalan ke arah mobil Richard.


Tidak lama kemudian.


Tok Tok Tok


Seseorang mengetuk pintu mobil Richard dengan cukup keras.


Richard langsung membuka kaca mobilnya dan melihat ke arah seorang gadis yang memakai helm hitam dan sweeter putih.


Sesaat setelah kaca mobil terbuka.


"Kalau jalan pakai mata! gamau tau, kamu harus ganti rugi! motorku rusak!" ucap gadis itu dengan galak.


PoV Diandra


Hari ini aku akan ke pulang lebih cepat, tadi pagi Ka Zalin mengirim pesan WA, katanya ka Zalin, ka Briliant dan Arsen akan pulang. Aku sangat merindukan keponakanku Arsen. Ah Rayyanza Arsenio Shafiula, aku merindukanmu.


Setelah aku pulang dari kampus, aku langsung pergi ke parkiran untuk mengambil motorku. Aku tidak perduli dengan mantanku yang sedang kencan dengan temanku sendiri di kantin kampus. Menyebalkan, aku tidak peduli.


Setelah aku mengambil motor, aku langsung melajukannya dengan kecepatan standar. Aku nikmati perjalanannya, karena aku mengingat wajah Arsen yang sangat menggemaskan.


Ka Zalin dan ka Briliant kini sudah mempunyai rumah sendiri di kota Q. Karena ka Briliant sibuk mengajar, ka Zalin jadi sangat jarang pulang ke rumah. Sekarang Arsenio sudah berusia 2 tahun lebih. Dia tumbuh menjadi anak yang bawel, sangat banyak bicara. Tapi justru hal itu yang membedakan Arsen dengan anak-anak batita yang lain. Dia serba ingin tahu dan kritis. Aku sangat menyukainya. Tidak heran jika dia bawel, itu sepertinya turun dari ibunya sendiri. Ka Zalin kan sangat bawel sekali.


Karena ingin lebih cepat sampai rumah, aku mengambil jalan alternatif. Hari sudah sore, jadwal sekolah, perkantoran dan karyawan pulang itu akan membuat macet jalan raya.


Saat aku mengendarai motorku di jalan yang lumayan sepi.


BRAK!


Motor yang ku kendarai maju ke depan sendiri, ada yang menabrakku. Ah motor baruku! Aku merasa sangat kesal, bagamana tidak? ini adalah motor yang baru sebulan aku beli. Tidak tidak, sebenarnya ibu yang membelikannya.


Bagaimana jika ayah tahu, pasti akan sangat berabe jadinya.


Aku harus minta ganti rugi!


Tanpa berpikir panjang, aku turun dari motor dan mendekati mobil yang menabrakku.


Mobil yang menabrakku lumayan keren dan bukan mobil murah, aku yakin jika aku minta ganti rugi dia akan memberikannya dengan mudah.


Aku mengetuk pintu kaca mobilnya dengan cukup keras. Tidak lama kemudian, kaca mobil terbuka dan menampilkan wajah yang sangat tampan. Tidak tidak! aku harus fokus!


Minta ganti rugi!


Lelaki itu membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobil. Dia sangat tampan, memakai kaos berwarna hitam dan celana pendek bermotif Army.


Aku memundurkan badanku dan membuka helm juga masker yang aku kenakan.


Author PoV


Setelah Richard mendengar perkataan orang yang ditabraknya. Ricard langsung keluar dari mobil. Saat Richard keluar dari mobil, Diandra memundurkan badannya dan membuka helmnya juga maskernya.


Richard melihat ke arah Diandra, dari ujung kaki sampai ujung kepalanya. Gayanya tomboy dan bicaranya cukup galak.


"Apa yang kamu lihat hah!" ucap Diandra kesal.


"Cepat ganti rugi!"


Diandra berjalan ke arah motornya diikuti oleh Richard di belakangnya.


"Lihat!" Dindra menunjuk ke arah spakbor belakang motor yang di tabrak mobil Richard, dengan nada galak.


"Berapa?" Richard langsung menatap wajah Diandra.


Diandra yang merasa wajahnya di tatap oleh seorang laki-laki, dia langsung mengeluarkan ponsel dari sakunya.


"Apa yang akan dia lakukan dengan ponselnya?" batin Richard.


"Tunggu! Aku akan cari harganya dulu!"


Setelah beberapa menit menunggu, Diandra langsung menunjukkan layar hp nya.


Richard mengangguk dan berjalan ke arah mobilnya. Dia mengambil sejumlah uang untuk diberikan kepada Diandra sebagai ganti rugi.


Diam-diam Diandra memperhatikan Richard. Saat Diandra melihat Richard berbalik arah, Diandra langsung pura-pura memainkan ponselnya.


Diandra menerimanya dan mengembalikan sebagian.


"Ini kelebihan!" setelah Diandra menyerahkan uang lebihnya pada Richard, Diandra langsung pergi dari hadapan Richard dengan santai.


Diandra langsung menaiki motornya dan meninggalkan Richard di samping mobilnya.


"Hadeuh hanya segitu saja!" gumam Richard langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Cantik-cantik galak!"


"Oh iya, aku belum sempat berkenalan dengannya! ya Ampun! Padahal tadi aku ajak saja dia ke bengkel!" Richard menepok jidatnya.


Eh tapi, apa wajah seperti itu mau diajak berkenalan?


Richard berjalan ke arah mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah bengkel untuk memperbaiki mobil bagian depannya yang sedikit tergores.


Sesampainya di Rumah


Diandra memasuki halaman rumah, di sana sudah terlihat Arsen sedang berrmain di halaman rumah yang dipenuhi rumput hijau.


Setelah motor diparkirkan, Diandra langsung berlari ke arah keponakannya.


"Arsenio... keponakan Bican yang tampan!"Diandra langsung menciumi pipi Arsen yang cubby.


Arsen langsung berontak karena dia merasa geli. Karena tenaga Arsen cukup kuat, dia akhirnya bisa melepaskan diri dan lari ke arah Zalin yang ada di teras rumah.


"Ibu...." ucap Arsen dengan jelas.


Zalin merentangkan tangannya dan memeluk Arsen dengan cepat. Diandra langsung mendekati kakanya dan memeluk kakanya.


"Apa kabar ka?" tanya Diandra sambil mencubit pipi Arsen.


Arsen langsung menangkis tangan Diandra dengan cepat.


"Baik, alhamduliah."


Tidak lama kemudian, datang Briliant memasuki gerbang. Briliant memperhatikan motor Diandra yang terparkir di depan garasi.


"Motor baru Di?" tanya Briliant.


Briliant langsung mendekati Zalin dan Arsen, Diandra bersalaman pada kaka iparnya.


"Iya ka, baru satu bulan."


"Tapi ko kayanya spakbor belakangnya sudah rusak?" tanya Briliant sambil menunjukkan spakbor belakang motor Diandra.


"Iya, tadi ada yang nabrak."


"Tapi orangnya tanggung jawab?" tanya Zalin sambil menyerahkan Arsen kepada Briliant.


"Iya dong, aku langsung minta ganti rugi. hehe," Diandra mengeluarkan uang yang dia terima dari Richard sebagai biaya ganti rugi untuk mengganti spakbornya.


"Ah, sudah kuduga!" ucap Zalin sambil memanyunkan bibirnya.


Zalin sudah tahu tabiat adiknya yang galak.


haha


Diandra tertawa.


"Ayo ah kita masuk!" Diandra masuk ke dalam rumah.


"Arsen, bican punya hadian untuk Arsen!"


Setelah Arsen mendengar apa yang dikatakan Diandra, dia langsung minta turun dari pangkuan Briliant dan berlari ke arah Diandra.


"Bicaaaaan! mana hadiahnya?!" teriak Arsen.


Zalina dan Briliant memperhatikan anak mereka yang sudah mengerti apa arti hadiah.


***


Bican itu adalah panggilan Arsen untuk Diandra. Sebuah akronim dari Bibi Cantik.


🍁🍁🍁


Jadi siapa gadis galak itu?


Ya, Diandra...


Ada yang benar nebaknya atau salah 😅


Karena ada Ghina di awal, jadi pasti ada yang nyangka itu adalah Ghina adiknya El ya.


Eh ternyata Diandra adiknya Zalina.


Zalin, ka Iyan sama Arsenio udah mulai masuk lagi nih ke sini 😁


Jangan lupa like nya 👍 ya sayang-sayangku


Komentarnya jangan lupa! 😘