My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
81



Beni yang melihat Richard memperhatikan Zalin dengan tatapan beda, membranikan diri berbisik pada Ricard.


"Loe suka sama Zalina?"


Richard seketika langsung menoleh pada Beni.


"Menurut loe?" Richard tersenyum lalu memperhatikan kembali wanita incarannya.


Setelah Zalin menyampaikan informasi kelompok KKL Zalin membubarkan diri dan menuju ke parkiran untuk mengambil motor mereka dan langsung berangkat ke kontrakan. Di sana hanya tertinggal Zalina dan Richard.


"Za, kamu ga bawa motor?" tanya Ricard setelah sudah tidak ada lagi teman sekelompok mereka.


"Engga," jawab Zalin singkat sambil melangkahkan kakinya.


"Aku du..." belum sempat Zalin melanjutkan ucapannya, Richard memegang tangan Zalin dan dengan otomatis kaki Zalin berhenti.


Zalin melirik ke arah Richard dengan tatapan heran.


"Kamu bareng sama aku saja Za?" Richard memberikan tawaran dengan wajah sedikit tersenyum, sehingga ketampanannya terpancar.


Tumben amat nih anak senyum!, pikir Zalin.


Sementara di depan gerbang ada sepasang mata yang sedang memperhatikan Zalin dan Richard.


🍁🍁🍁


Diandra masuk ke dalam gerbang sekolah dan mengeluarkan hp dari sakunya.


"Ada pesan?" gumam Diandra sambil tersenyum.


Aku buka pesannya nanti saja ah setelah ada di dalam kelas, pikir Diandra.


Setelah berjalan beberapa menit dari gerbang, akhirnya Diandra sudah tiba di ruangan kelasnya. Diandra memiliki 3 orang sahabat. Sekarang Diandra sudah duduk di bangku kelas 12.


Sesampainya di kelas, Diandra langsung menuju bangkunya yang terletak pada barisan ke dua tepat di depan meja guru. Diandra meletakan tas ranselnya di atas kursi, dan mendudukan tubuhnya di kursi. Setelah merasa nyaman, Diandra mengeluarkan hp nya dab langsunh membuka aplikasi WhatsApp.


Diandra dengan semangat membuka pesan dari seseorang yang akhir-akhir dekat dengannya.


"Pagi Diandra, ma'af ya hari ini kaka ga bisa nganterin ke sekolah. Hari ini kaka sudah mulai KKL dari kampus" ~Gebetan


Diandra tersenyum dan mulai mengetik pesan balasan untuk seseorang dengan nama kontak "Gebetan".


"Iya ka, ga apa-apa. Semangat KKL nya ya!" ~Diandra


Diandra beberapa menit memegang hp nya sambil memutar-mutarnya, tapi tidak ada balasan dari gebetannya itu.


"Mungkin dia lagi sibuk!" ucap Diandra.


"Siapa yang sibuk?" tanya Rara sahabat Diandra yang baru datang.


Rara adalah teman sebangku Diandra, sahabat Diandra yang lainnya adalah Celine dan Putri.


"Gebetan loe yang baru ya?" Selidik Celine yang duduk di meja belakang Diandra diikuti oleh putri.


"Ya, siapa lagi. Diandra kan tipe cewe setia walau hanya pada gebetan." Putri terkekeh menertawakan Diandra.


Bagaimana tidak, Diandra itu jika sudah dekat dengan lelaki dia hanya dekat dengan orang itu saja. Tidak mau chating dengan orang lain. Tapi semua gebetannya ternyata punya banyak gebetan, yang akhirnya Diandra selalu kalah oleh wanita lain karena Diandra tidak bisa dan tidak mau diajak main.


Kalian tahu kan readers kenapa Diandra susah main? Yups, Ayah Zalina Salim dan Diandra Salim tidak mengizinkan putrinya main tidak jelas dan sebelum magrib harus sudah ada di rumah.


"Hm..." Diandra menanggapi ejekan Putri.


"Kali ini gebetan Diandra luar biasa. Semoga ya jadian Diandra sama gebetannya yang sekarang," Ucap Rara sambil tersenyum ke arah Diandra.


"Luar biasa bagaimana?" tanya Celine penasaran.


"Kamu belum tau juga?" tanya Putri.


Celine menggangguk.


"Aku juga sama," Putri tertawa.


"Ya Ampun, kalian ini!" Diandra menepok jidatnya.


Tring


Suara notifikasi pesan WhatsApp hp Diabdra terdengar, Diandra langsung memengan hp nya.


Ketiga sahabat Diandra yang super duper kepo mendekati Diandra.


"Cieeee!" ucap Rara, Celine dan Putri kompak.


"Cepetan buka pesannya!"


Diandra langsung membuka pesan dari gebetannya itu.


"Iya, terimakasih. Nanti aku jemput ya pulangnya. Kebetulan tempat kaka KKN ada di sekitar kompleks rumahmu." ~Gebetan.


Diandra tersenyum melihat isi pesan itu, sementara sahabatnya heboh.


"Ya ampun mau dong di jemput!"


"Aku penasaran seperti apa dia, gantengkah? tampankah? kasepkah? handsome kah?"


"Aku akan ikut nungguin gebetan kamu Di!"


"Aku juga, aku akan mengintip di balik tiang dekat gerbang!"


"Terserah kalian saja," ucap Diandra pasrah.


Bel masuk pun berbunyi, Diandra dan ketiga sahabatnya mengikuti pembelajaran seperti biasa. Ketiga sahabat Diandra tidak sabar ingin segera pulang karena ingin segera melihat gebetan Diandra. Diandra sendiri berusaha bersikap seperti biasa di depan teman-temannya.


Bel pulang berbunyi


Diandra dan ketiga sahabatnya keluar dari kelas dan berjalan beriringan menuju gerbang untuk menunggu kedatangan seseorang.


***


Jangan lupa tekan Like 👍 nya ya 😉


Biar uni makin semangat untuk rajin up 😍