
Briliant menegakan kembali tubuhnya dan tersenyum pada istrinya.
"Jangan tersenyum dihadapan wanita lain!", Zalin menekan kata terakhirnya.
Zalin berlalu meninggalkan suaminya, Briliant mengikuti Zalin dari belakang. Sepasamg suami istri itu akan ke ruang makan untuk makan bersama sebelum Briliamt berangkat ke kota Q.
Sesampainya di ruang makan, Briliant memundurkan salah satu kursi untuk diduduki istri. Zalinpun menduduki kursi tersebut, sementara Briliant duduk di samping Zalin.
Mereka mulai makan dengan suasana hening. Zalin merasa resah, baru kali ini dia akan berjauhan dengan Briliant. Zalin hanya makan sedikit. Briliant yang merasa istrinya sedang dalam tidak keadaan baik memegang tangan Zalin.
"Sayang, jangan ditekuk dong wajahnya. Nanti setelah lebaran kita jalan-jalan ke laut" Briliant mengusap kepala istrinya. Zalin mengangguk dan mulai tersenyum.
Zalin menunggu Briliant menyelesaikan makannya. Setelah Briliant selesai, Briliant dan Zalin ke kamar.
Saat dikamar, "Ka, hati-hati ya? Kabari jika sudah sampai dan kabari saat selesai dan akan pulang" Briliant menggangguk "Iya Yang".
"Ayo, antar kaka ke depan teras!" Zalin menyerahkan tas ransel suaminya dari atas meja. Zalin mengikuti suaminya yang berjalan lebih dahulu ke teras rumah.
Zalin berjalan ke teras rumah dengan membawa helm merah milik Briliant. Dia berusaha tersenyum mengantar kepergian suaminya.
Sesampainya di teras rumah, Zalin salaman kepada suaminya. Briliant mengusap kepala istrinya itu.
"Kaka hati-hati ya? Ingat pesan Za!" Briliant mengangguk dan tersenyum "Iya sayangku! Kaka berangkat dulu ya, semoga kaka langsung diterima kerja".
"Do'a terbaik untukmu ka, semoga kamu langsung diterima kerja dan dapat posisi yang sesuai dengan ilmu yang kamu pelajari. Dan semoga ka Iyan tetap ingat Za dimanapun kaka berada". Zalin tersenyum di ujung kalimatnya.
"Percayalah pada kaka, kaka pun akan percaya padamu Za. Kita harus saling percaya ya" Briliant mengusap pundak istrinya. Zalinpun mengangguk.
Zalin menyerahkan helm suaminya, kemudian helm itu langsung Briliant pakai. Briliant melangkah menuju motor, duduk diatasnya dan mengidupkan motor itu.
"Yang, kaka berangkat dulu. Kamu jaga diri baik-baik!" Zalin mengangguk, "Dan jangan brani macam-macam!" Zalin menautkan kedua alisnya petanda bingung.
"Maksudnya jangan brani macam-macam?" Gumam Zalin.
"Jangan chatting sama cowo!" Briliant menatap wajah istrinya. Zalin tersenyum.
"Iya Ka" Jawab Zalin dengan suara terendahnya.
Briliant tersenyum dan berlalu pergi. "Kaka berangkat dulu ya, Assalamualaikum!"
"Walaikumsalam, hati-hati" Briliant melanjukan motornya meninggalkan teras rumah.
Seterah dirasa suaminya sudah hilang dari jangkauannya, Zalin kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya rapat. Zalin langsung berjalan menuju kamarnya untuk melihat ponselnya.
"Kemarin sore Helen memberi tahu bahwa pengumuman Kelompok Kuliah Lapangan sudah ada di web kampus, Aku mau cek sekarang" Zalin mengambil hp nya yang ada diatas meja belajarnya dan dia langsung mendudukan tubuhnya diatas kursi.
Dengan lincah, jari Zalin berseluncur di hp nya membuka pengumuman Kelompok Kuliah Lapangannya. Setelah halaman web kampus dibuka dan memperlihatkan penguman yang dia cari, Zalin meng schrol ke bagian miliknya.
"Mana ya?" Gumam Zalin.
Setelah beberapa menit, Zalin menemukan Kelompoknya. "Ketemu!" Zalin tersenyum menatap hp nya "Semoga kalian baik-baik semua ya kawan!" Gumam Zalin.
Zalin masih terpaku melihat layar hp nya "Anggotanya 5 laki-laki? 5 Perempuan?" Zalin sejenak melihat ke langit-langit kamarnya. "Apa ka Iyan akan mengizinkanku untuk menginap selama Kuliah Kerja Lapangan ini berlangsung?" Gumam Zalin.
"Ah nanti sajalah, aku bertanya padanya" Zalin kembali menatap layar hp nya.
"Bagaimana aku berkomunikasi dengan mereka (Teman Sekelompok)?" . Pikir Zalin.
"Oh iya! Aku lihat dari Fb saja! Semoga mereka semua memakai nama aslinya. Bagaimanapun aku harus segera berkomunikasi dengan mereka, karena Kuliah Kerja lapangan akan dilaksanakan setelah lebaran. Kurang dari 2 bulan lagi!" Zalin berbicara sendiri.
Zalin menuliskan nama anggota kelompoknya di selembar kertas ukuran A4 yang ada di atas meja belajar.
Zalin mengembalikan aplikasi ke posisi home dari sana ada aplikasi Fb dan Zalin langsung membukanya.
Zalin melihat ada notifikasi permintaan pertemanan dan Zalin langsung membukanya "Ternyata mereka sudah meng Add ku" Zalin tersenyum dan langsung mengkonfirmasi tiga orang perempuan dan dua lelaki yang meminta pertemanan padanya.
"Yang lainnya belum, Aku cek satu-satu deh!" Zalin mengambil pensil dan menceklis nama-nama yang sudah berteman di facebook dengannya.
"Tinggal Ana tasya, Richard, Andika, Beni!" Zalin menyimpan kembali pensilnya dan langsung mencari nama di mesin pencarian facebook.
"Yang pertama Ana Tasya" Setelah menunggu beberapa saat, Zalin menatap layar hp nya. "Ah sepertinya bukan ini" Zalin terus mengamati setiap poto Profil yang menampakan orang yang bernama Ana Tasya di layar hp nya "Ah tidak ada! Infonya semuanya tidak jelas, lebih baik aku cari yang lain saja!"
Zalin melanjutkan mencari nama anggota lelaki "Richard Bramantyo, Namanya keren!" Zalin sedikit senyum memuji nama teman sekelompoknya, "Eeeh.. lebih keren nama suamiku Briliant Anggara! Imut!" Zalin menatap bingkai poto Briliant yang ada di hadapannya.
Zalin tersenyum melihat potret Briliant.
Zalin kembali menatap layar hp nya dan Mencari nama Richard Bramantyo. Dan Zalin langsung melihat Poto Profilnya "Dari infonya dia sekampus denganku, aku lihat lengkapnya dulu, takut salah orang!"
Zalin membuka dinding fb Richard "Wih, ganteng juga nih orang. Eh-" Zalin menutup mulutnya dan melirik ke arah poto Briliant dan tersenyum.
"Aku rasa dia akan jadi bintang nanti saat Kuliah Kerja Lapangan" Zalin terkekeh.
Zalin kembali menatap poto suaminya dan mengusap bingkai itu "Tenang sayang! Aku tidak akan berkhianat.. Ah Love you!" Zalin tersenyum pada poto itu.
"Aku Add saja!" Zalin mengirim pertemanan pada Ricard.
Zalinpun mencari nama Andika Revira dan Beni Ahmad. Tidak butuh waktu lama, Zalin menemukan nama mereka dan langsung mengirim pertemanan.
"Selesai! Semoga secepatnya mereka menghubungiku!" Zalin berdiri dari duduknya dengan masih menggenggam hp nya.
"Aku harus bawa hp ini, takut ka Iyan mengirim pesan atau menelpon" Gumam Zalin.
Zalin berjalan ke arah kasur dan merebahkan badannya di sana "Ah seandainya aku bisa ikut dengan ka Iyan, pasti akan sangat menyenangkan!" Zalin memejamkan matanya membayangkan bisa ikut kemanapun suaminya pergi.
Zalin terlelap dalam tidurnya.
Satu Jam kemudian, hp yang ada digenggamannya bergetar dan menyebabkan Zalin tersadar dari tidurnya.
Zalin mengguling badannya dan menatap layar hp nya "Satu Pesan di terima"
Zalin segera membuka pesan masuk dan membacanya.
Yang, kaka sudah sampai ya. Nanti kaka kabari lagi. ~My Cute Husband.
"Hah? Sejak kapan aku mengganti nama suamiku menjadi My Cute Husband?" Gumam Zalin.
*Di kota Q, tepatnya didepan sebuah sekolah Briliant membuka pesan dari istrinya
Iya ka, semoga berhasil ya! Berusaha semaksimal mungkin, Za akan bantu do'a! ~My Sweety Wife
Briliant tersenyum melihat layar hp nya dan langsung membalas pesan istrinya.
Di kamar Zalin,
Zalin sudah tengkurap menatap layar hp menuggu balasan dari suaminya.
Oke yang! Terimakasih.. Nama kontak kaka bagus kan? ~My Cute Husband
"Sudah kuduga kau yang mengubahnya!" Gumam Zalin sambil tersenyum. Lalu memejamkan matanya kembali.
***
.
.
.
Buat Readers yang ingin Visual Briliant. ini Ya 😍 semoga suka.
*Visual BRILIANT ANGGA**R**A*.
Uni kasih bonus, Visual ZALINA SALIM
Gimana nih Readers pendapat kalian? Menurut kalian Briliant itu imut ga sih?
.
.
Jangan lupa Like 👍 karena Like itu gratis 😁
Vote poin kalian untuk karya uni
Favoritkan ♥ agar tidak ketinggalan info up
komentarnya (Kritik dan Saran) ya 😘
.
Makasiiih 😃