
Tidak terasa, sekarang udah bab 54 saja. Terimakasih ya buat semua pembaca setia novel MLMCH karya uni... Love u Readers π
.
.
.
πππ
Hari ini Briliant dan Zalin berencana pulang ke kota X.
Briliant telah selesai mandi dan saat masuk ke dalam kamar melihat istrinya masih tidur dibawah selimutnya.
*Tring
Suara Notifikasi BM hp Zalin*
Zalin menggeliat dan tangannya mencari hp nya, sedangkan matanya masih tertutup. Briliant yang sedang menyisir rambutnya berdiri di depan cermin melihat tingkah istrinya.
"Em dasar. Bukannya membuk Mata dulu!" Gumam Briliant.
Briliant berjalan untuk mengambil hp istrinya yang ada di atas meja disamping ranjang.
"Yang, Ini!" Briliant menyodorkan hp kepada istrinya. Dan duduk ditepi ranjang.
Zalin perlahan membuka matanya "Hehe.. makasih ka" Zalin menyaut hp nya.
Zalin membuka matanya secara sempurna dan melihat ke arah suaminya "Ka, udah rapi.. mau kemana?"
"Mau ke rumah ibu mertua kaka"
Zalin terdiam, berusaha mencerna kata-kata suaminya. Dia belum sepenuhnya sadar.
Setelah beberapa detik, "Ya ampun! Za hampir lupa, hari ini kita kan mau pulang ke kota X!" Zalin mendudukan tubuhnya diatas kasur.
"Santai saja, sepertinya kamu betah di sini Yang?" Briliant tersenyum pada Zalin
Zalin melirik ke arah Briliant
"Sabar ya Yank, kalau kamu libur kuliah agak lama, kita akan ke sini lagi" Briliant tersenyum penuh arti.
"Hmm" Zalin berusaha tersenyum
Zalin melihat layar hp nya "Ya Ampun sudah mau jam 3?!"
"Ka Iyan, kenapa ga ngebangunin Za?" Zalin melototkan matanya ke arah Briliant.
"Eits... ga boleh gitu sama suami" Briliant melihat ke arah Zalin
"Em.. kenapa kaka ga ngebangunin? kita telat dong berangkatnya?" Zalin menurunkan nada suaranya.
"Ga akan apa apa telat juga, kita kan ga berangkat naik kereta sayang" Briliant mengusap kepala istrinya.
Zalin mengangguk "Bentar ka, Za buka BM dulu"
"Oke! Kaka mau ke luar dulu ya sebentar" Briliant meninggalkan Zalin.
Saat Briliant sudah diambang pintu kamar, dia membalikan tubuhnya "Yang.. setelah baca Bm, balas dan langsung mandi"
"Oke siap!" Zalin memberi hormat pada suaminya.
Zalin duduk di atas kasur dan membuka BM yang masuk.
"Diandra?"
Kaka, kata ibu kaka mau pulang hari ini? Kapan berangkatnya sih? Ini udah mau sore! Kaka hati-hari ya kalo mau berangkat sekarang. Di sini baru beres hujan. ~ Diandra
Zalin tersenyum membaca BM dari adiknya.
Kaka ketiduran Di! Insha Allah hari ini jadi berangkat. Oke Diandra cantik π ~ Zalina
Baru saja Zalin akan turun dari ranjang.
*Tring
Suara Notifikasi BM hp Zalin*
Zalin mengurungkan niatnya dan mengambil hp yang dia letakan diatas bantal, "Diandra lagi?"
Zalin membaca BM nya.
Ketiduran sama siapa ka? Ka Iyan? Wkwkwkwk ~ Diandra
Zalin tersenyum "Dasar anak itu!"
Zalin menyimpan kembali hp nya ke atas bantal dan dia langsung turun dari ranjang.
Zalin berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
πππ
Sebelum Zalin dan Briliant kembali ke rumah Zalin di kota X, mereka mengunjungi dahulu mamanya Briliant.
Sesampainya dirumah mama mertuanya, Zalin turun dari motor. Zalin berusaha membuka helmnya tapi merasa ke kesulitan.
"Ka, bantuin buka helm" Zalin melihat ke arah Briliant yang sedangbturun dari motornya.
"Manja" Bisik Briliant.
"Yaudah kalau gamau bantu" Zalin melangkah menjauhi suaminya dengan wajah kesal.
"Waduh.. gitu aja ngambek" Briliant melihat istrinya sedang berusaha membuka pengait helmnya.
Briliant mendekati istrinya. "Sini biar kaka bantu Yank" Briliant memegang pengait helm Zalin.
"Jangan manyun seperti itu" Briliant memegang bibir Zalin lalu membuka helm yang melekat dikepala istrinya itu.
"Hmm... "
"Udah jangan manyun gitu, perlihatkan senyuman manismu didepan mama" Briliant mengusap kepala Zalin yang tertutup oleh kerudung warna cream.
Zalin mengangguk dan mulai tersenyum.
"Nah begitu istri sholehah, Kaka kan jadi makin sayang" Briliant mengusap lengan Zalin lalu meninggalkan Zalin dan berjalan ke dalam rumah.
πππ
Zalin kini sudah duduk di kursi ruang tamu. Sedangkan Briliant ke dapur untuk mencari mamanya.
Di ruang tamu, Zalin memperhatikan detail ruangannya. Terlebih kebersihannya.
Zalin dengan iseng mengusap ujung kursinya. "Wih.. Bersih tanpa debu" Bisik Zalin.
Sepertinya mama Ka iyan sangat suka akan kebersihan dabln kerapian. Rumahnya bersih dan tertata begini. Memang benar kata ibu, aku harus melihat bagaimana mama mertuaku bersih-bersih dan memasak. Aku harus bisa menirunya. Pikir Zalin
Sebelum Zalin menikah dengan Briliant, Keluarga Zalin pernah mengunjungi rumah mamanya Briliant. Sepulangnya dari rumah Briliant, ibu Zalin menitip pesan pada anaknya jika nanti telah menikah dengan Briliant , Zalin harus meniru mama Briliant dalam hal kebersihan dan kerapian rumah dan belajar masak juga.
Mama ka Iyan juga pinter banget masaknya, Aku harus bisa masak minimal rasanya mirip dengan masakan mama ka Iyan. Batin Zalin
Ada yang bilang, seorang lelaki itu akan menikahi wanita yang hampir sama karakternya dengan ibunya.
"Ah untunglah, aku sejak dulu diajarkan dan terbiasa memasak oleh ibu Sekarang tinggal memantapkan. Ibu juga termasuk orang yang suka akan kebersihan. Tidak terlalu sulit untukku. Aku sudah punya dasarnya " Gumam Zalin
πππ
"Ka iyan ini kemana? Ko lama sekali?" Gumam Zalin.
Sedangkan dilainΒ tempat, Briliant tidak menemukan mamanya di dapur dan Briliant berusaha mencarinya di halaman belakang rumahnya.
"Mama ini kemana? adi daourbyidak adaΒ di sini juga tidak ada?"Β Briliant berdiri di bang pintu menuju belakang rumahnya..
"Aku telpon sajalah, sudah makin mendung" Pikir Briliant.
Briliant mengeluarkan hp.nyabdari dalam saku jaketnya dan langsung mencarinl kontak mamanya dan menekan ikok panggil.
Tuuuut..
Pertanda panggilan tersambung.
"Iya Yan, ada apa?"
"Iyan di rumah nih, Mama dimana?"
"Oh Mama sedang belanja Yan"
"Hm.. Iyan mau kembali ke kota X hari ini"
"...."
"Ma..."
"Iya, tunggu dulu. Mama sebentar lagi selesai"
"Oke ma"
Tut..
Sambungan telepon terputus.
Siapa yang nelponzl siapa yang mematikan. hmmm.Β Batin Briliant.
"Ini Jeje kemana lagi?"
Krining
Suara panggilan masuk
Briliant melihat layar hp nya "Jeje? Baru saja di pikirkan"
Briliant langsung menekan ikon warna hijau untuk menerima panggilan dari adiknya. dqn menempelkan benda pipih itu dintelinganya.
"Kaka!!!" Briliant menjauhkan Hp nya dari telinga
"Ka iyan..."
Setelah di rasa suara adiknya sudah normal, Briliant kembali mendekatkan hp nyanke telinga.
"Iya Je, bicaralah normal jangan teriak-teriak"
"Hehe"
"Hm"
"Ka, kata mama ka iyan mau ke kota X?"
"iya Je.."
"Yaaa, Jeje ga bisa ketemu kaka dulu" Briliant mendengar ada suara kekecewaan di ujung kalimat adiknya.
"Memangnya sekarangΒ kamu lagi dimana?"
"Di rumah teman ka, lagi merencanakan acara reuni nanti setelah lebaran"
"Oh.. Ya sudah tidak apa-apa"
"Kaka sama kaka ipar hati-hati ya"
"Iya Je..."
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Tuuut, Jeanika memutuskan sambungan teleponnya.
Briliant kembali memasuki rumah "Aduh aku hampir lupa, Zalin di dalam! pasti dia menungguku" gumam Briliant.
πππ
.
.
.
Budayakan menekan menekan ikon π dan memberikan vote untuk uni yaπ, dukungan kalian adalah semangat uni untuk terus menulis π