My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
22



"Jadi Za, pernah sama Evan?" Gumam Briliant


Besok aku akan menghubungi Evan, dan memberi tahunya kalau Zalin sekarang sudah dekat denganku. Aku tak ingin Zalin berhubungan lagi dengan Mantannya. aku sudah nyaman dengan Zalin


___________________________________________


Keesokan Harinya


Rumah Briliant


Briliant keluar dari kamar mandinya dengan menggunakam kaos putih polos dengan lilitan handuk warna biru tua.


Briliant berjalan ke arah jendela, melihat ke arah luar. melihat burung-burung yang sudah berterbangan.


Langit berwarna biru cerah, bersih tanpa awan. Briliant mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil warna biru. Briliant beranjak ke dekat lemari pakaian, memilih pakaian yang akan dia kenakan.


beberapa menit kemudian


Briliant selesai memakai baju dengan style santai.


Hari ini, hari kamis. tapi Briliant tidak ke sekolah untuk mengajar karena hari ini ada kegiatan di sekolahnya. jadi tidak ada kegiatan pembelajaran seperti biasa.


Briliant berjalan ke dapur, dia akan membuat sarapan. Briliant hanya tinggal sendirian, dia mandiri dalam hal apapun.


____________________________________________


*S**esampainya di dapur*.


Briliant membuka kulkas mengambil bahan untuk bumbu nasi goreng. Hari ini Briliant akan memasak nasi goreng untuk sarapannya. Briliant juga mengambil beberapa sayuran, telor, bakso dan sosis untuk toping nasi gorengnya.


Beberapa menit Briliant berkutat dengan aktifitasnya.


Setelah selesai memasak nasi goreng, briliant berjalan ke ruang televisi untuk menyantap nasi goreng buatannya sendiri sambil menonton berita terkini. Briliant menyantap sarapannya sampai habis tak bersisa. selesai menghabiskan nasi goreng, Brilant meminum air putih di atas meja.


srupuuuut....


"Alhamdulillah..." Briliant berucap


Briliant berdiri dan membawa piring bekas makannya dan gelas ke arah dapur. Setelah sampai di dapur, Briliant mencuci wajan dan piring bekas nasi goreng.


Briliant Anggara, sudah terbiasa hidup mandiri. Sejak pertama masuk kuliah dia sudah belajar mandiri. Segala sendiri.


Setelah selesai mencuci piring, Briliant kembali mengisi gelasnya dengan air putih dan berjalan ke ruang tv lagi. Saat berjalan ke ruang Tv, Briliant berjalan ke arah kamarnya. Briliant mengambil hp nya diatas lemari kecil dekat ranjangnya.


"Ini dia" Briliant mengambil hp nya dan berjalan lagi ke arah sofa depan televisi. Briliant mendudukan dirinya diatas sofa dan membuka hp nya.


1 pesan diterima


"pasti ini dari Za" pikir Briliant


ya siapa lagi kalau bukan pacarnya, Briliant termasuk ke dalam jajaran lelaki setia. dia tidak akan kontekan apalagi berhubungan dengan wanita lain jika sudah dekat dengan satu orang. itulah keistimewaan Briliant.


Walau tidak hanya, satu dua bahkan lebih yang memperlihatkan gelagat suka padanya, Briliant tidak bergeming. dia sudah nyaman dekat dengan wanita yang bernama Zalina Salim.


Briliant sudah nyaman bersama Zalin.


Briliant membuka pesan masuk.


•Zalina Salim


pagi ka


ka, ma'af malem Za tidur.


jadinya pesan kaka ga Za bales.


ini baru ke buka 😁


Briliant mulai mengetik balasan pesan dari Zalin


•Briliant Anggara


pagi juga Za 😊


iya gapapa.


kaka udah tau ko, pasti Za udah tidur.


semangat kuliahnya ya 😁


eh Za, kaka punya tugas nih.. materinya kayanya lagi Za pelajari deh.


bisa ga kaka minta tolong Za kerjain tugas kaka .. hehe 😂


Briliant meminta bantuan pada Zalin karena tahu pacarnya bisa dibilang cukup pintar, jika dilihat dari nilai IP tiap semesternya.


Tidak lama Briliant menunggu hp Briliant berbunyi tanda pesan masuk.


"Paling suka nih sama Za itu, ya gini! cepet ngebalesnya. dia kayanya tau kalau aku paling ga suka nunggu " Briliant tersenyum melihat layar hp nya


Briliant membuka pesan yang masuk


•Zalina Salim


hehe...


iya ka. makasih semangatnya 😁


iya ka, boleh. nanti kirimin aja poto tugas kakanya ya


"Ah aku minta ketemu aja deh sabtu, sekalian ngasihin tugasnya" pikir Briliant


Briliant mengirim pesan pada Zalin


•Briliant Anggara


kita ketemu aja Za, sabtu.


bisa ga?


tak lama berselang, Zalin membalas.


•Zalina Salim


iya ka, boleh.


bisa


Dosen udah mau masuk kelas.


bye 😄


Briliant tersenyum dan tak membalas pesan dari Zalin. Briliant meletakan hp nya di atas meja dan meminum air putih yang ada dihadapannya.


srupuuuut.


Briliant meneguk airnya setengah gelas.


setelah selesai minum, Briliant memegang gelasnya. "Ah aku memberitahu evan nya sekarang saja! lebih cepat lebih bagus! aku ngerasa takut kehilangan Za.. " Briliant meletakan gelas dan mengambil hp nya


Briliant mulai mengetik pesan untuk Evan


•Briliant Anggara


van, kamu lagi sibuk ga?


Tidak menunggu lama Briliant menerima pesan balasan dari Evan.


•Evan


engga yan. ada apa nih? tumben nge Sms


Briliant langsung mengirim sms lagi pada Evan.


•Briliant Anggara


ada perlu ya mau nanyain sesuatu. bisa ga aku nelpon kamu sekarang van? kamu lagi dimana?


Semenit kemudian


Briliant mendapat balasan dari Evan


•Evan


oh iya yan.


bisa.


aku d rumah, kebetulah ga ada jadwal ngajar.


Briliant menyandarkan badannya di sofa. Briliant menekan panggilan pada nomor Evan, Briliant menelpon Evan. Briliant menempelkan hp nya di telinganya dengan menggunakan tangan kanan. kepalanya melihat ke atas langit-langit ruangan.


tut... tut...


Pertanda panggilan terhubung


Beberapa detik kemudian


Evan mengangkat panggilan Briliant


*I**ya yan ~evan*


A****ku mau nanyain tentang printer nih ~ Briliant


*O**h.. kirain ada apa~Evan*


Briliant dan Evan pun membahas tentang Printer dan segala bentuk apapun mengenai printer


Setelah bahasan tentang printer selesai. Briliant mulai membahas hal utama yang ingin dia sampaikan.


**Briliant: Van


Evan: Iya yan, ada lagi yang mau ditanyakan?


Briliant: Engga Van, aku cuma mau bilang sesuatu sama kamu.


Evan: Apa nih. kayanya penting banget dari nada suaranya (evan tertawa)


Briliant : Ya.. memang cukup penting Van (nada datar)


Evan : (diam)


Briliant: Van... kamu masih di sana?


Evan : Iya yan. aku masih di sini. apa yang ingin kamu sampaikan?


Briliant: Kamu kenal ga sama Za, anak jurusan pendidikan tingkat 2?


Evan: Hm... ya kenal. Zalina Salim kan?


Briliant : Tepat sekali!


Evan: Kenapa nanya Za ke aku yan?


Briliant : Aku cuma mau bilang, kalo sekarang Za adalah pacar aku Van (nada datar)


Evan : (hening)


Briliant: Van....


Evan: Oh iya yan! Selamat ya yan. ganyangka Za bisa sama kamu.


Briliant: Iya. makasih bro, udah dulu ya Van.


Evan: Oh iya yan**.


Panggilan diakhiri oleh Briliant. Briliant meneguk sisa air yang ada di gelas di hadapannya.


glek.. glek...


suara air mengalir ditenggorokan Briliant


"Akhirnya selesai juga urusan sama Evan" Briliant tersenyum ke depan tv yang masih menyala.


Aku tidak suka jika Zaklin berhubungan dengan lelaki lain, terlebih mantan pacarnya.


Briliant melihat ke layar hp nya. memainkan game di hp nya karena merasa bosan dengan acara tv.


Briliant akan menghubungi seseorang.


***