My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
29



Selesainya Briliant wisuda, Brilian langsung pulang ke rumah orang tuanya di kota Q. Zalin yang kala itu masih berada dalam mobil mengingat kata perpisahan mereka dari Briliant.


Jangan takut kaka akan selingkuh ya! Kita saling percaya biar kita sama-sama tenang dalam menjalani hubungan ini, komunikasi terus, jika ada masalah kita bicarakan kita komunikasikan. Kita harus LDR dulu yah Za, semoga Za cepat pulih biar bisa meneruskan kuliah dengan tenang. Za masih mau kan dapat gelar sarjana? Kaka ingin segera menghalalkanmu. Kaka harus secepatnya dapat kerja.


Zalin memandang langit senja yang mukai berwarna jingga dari dalam mobil melalui jendela.


Ka iyan akan melamarku? ah senangnya... em tapi apakah keluarganya setuju ya? aaaaaaaah


Rasa senang Zalin menguap karena memikirkan keluarga Briliant. Dia langsung tertunduk lesu.


"hm yang baru berpisah 2 jam, udah galau aja" Ibu Zalin menyindir anaknya yang sedang menunduk. Zalin langsung melihat ke arah ibunya yang duduk di sampingnya "ibu..


siapa juga yang galau" Zalin memanyunkan bibirnya. Ibunya menanggapi "oh iya, ibu percaya" diikuti senyuman terlukis di wajahnya. Zalinpun kembali melihat ke arah langit.


Aku harus tenang, ka iyan tidak pernah berbohong selama ini.


Zalinpun meyakinkan diri agar percaya pada Briliant.


Hari-hari berlalu, Zalin fokus berjalan tanpa tongkat 8 bulan sudah kecelakaan itu berlalu, Zalin harus segera bisa lepas tongkat karena 2 bulan lagi dia berencana masuk kuliah lagi.


Aku harus yakin aku bisa, aku ingin sekali kuliah lagi. Semakin ingin jadi sarjana saat melihat ka iyan wisuda.


1 bulan sudah Zalin mejalani LDR dengan Brikiant, Selepas Briliant wisuda dia langsung pindah ke rumah orang tuanya di kota Q meninggalkan rumah sewaannya. Walaupun mereka LDR tentu saja mereka selalu berkomunikasi. Mereka setiap hari telponan, chatting hal-hal yang itu itu saja.


Pagi, siang, malam, makan belum, mandi belum, udah belajar jalan belum, semangat ya, semoga kaka cepet dapat kerja ya, semoga mimpi indah. Kurang lebih isi bahasan mereka begitu-begitu saja walau kadang mereka saling jujur bilang: kangen, kapan kita ketemu.


Setelah Briliant lulus, Briliant terus mencari kerja dan sampai saat ini dia belum mendapatkan perkerjaan.


1 Bulan kemudian


Keluarga Zalin berkunjung ke rumah Briliant, dan keluarga Zalin di sambut dengan hangat dan baik oleh keluarga Briliant.


Saat ke Rumah Briliant, orang tua Zalin dan Briliant berbicara serius. tanpa Zalin dan Briliant.


1 Bulan kemudian


Zalin sudah bisa berjalan tanpa tongkat, dia siap untuk berkukiah lagi. bertemu dengan teman-teman kuliahnya.


Orang tua Zalin senang karena Zalin tidak putus kuliah. Orang tua Zalin memutuskan agar Zalin kuliah diantar jemput oleh om nya. Karena Zalin belum sembuh total.


Saat Zalin akan berangkat, Zalin mengirim pesan pada Briliant.


"ka, Za hari ini mulai kuliah lagi 😊"


Tidak lama, Briliant membalas.


"alhamdulillah, hati-hati. semangat ya Za 😍 .. eh Za naik angkot?"


Zalin langsung membalas pesan Briliant


"Engga ka, ibu nyuruh om Andrean tapi untuk hari ini sama ayah dulu untuk antar jemput kuliah Za"


Briliant membalas pesannya.


"Bagus kalau begitu, kaka bisa agak tenang. i miss u. Selamat kuliah caisku"


Zalin tersenyum melihat pesan dari Briliant dan dia mengerutkan dahinya saat membaca kalimat terakhir.


"iya ka. i miss u too. apa caisku itu?"


Briliant mengirim balasan


"Calon Istriku 😊"


Seketika hati Zalin terasa terbang, Zalin langsung tersdar dan membalas pesan pada Briliant


"😅😁,Ka .. Za berangkat dulu ya. Om adrean udah nunggu, bye"


Ibu Zalin mengantar Zalin sampai ke teras rumah. "hati-hati ya nak". Ibu Zalin mengusap pundak Zalin dengan sayang.


"oke bu.. jangan khawatir. Za kan ingin jadi sarjana, seperti ka iyan" Zalin tersenyum sambil menggenggam tangan ibunya.


"ayo berangkat. nanti kesiangan lagi" Ayah menepuk jok motor bagian belakang agar Zalin segera naik ke atas motor.


Zalinpun naik ke atas motor dengan hati-hati. Setelah berhasil naik ke atas motor, Zalin melambaikan tangan ke arah ibunya


Ayah Zalin menjalankan motornya dengan ngebut, membuat jantung Zalin berdetak lebih cepat kareka takut. Zalim tak mampu berkomentar pada ayahnya saking paniknya dia.


Sesampaimya di kampus Zalin turun dari motor, Salim pada ayahnya dan berjalan perlahan menuju kelasnya tanpa mengatakan hal apapun.


sesampainya di kelas, baru Zalin yang datang. Zalin yang masih syock dibawa ngebut oleh ayahnya teringat kepada ibunya. Zalin langsung mengirim pesan pada ibunya.


"Ibu. pulang kuliah jemputnya sama om Abdren aja. please :'( "


Ibu Zalin yang kebetulan sedang menggunakan hp, melihat Zalin mengirim pesan, langsung membaca dan membalasnya.


"iya sayang. Nanti biar om kamu saja yang jemput"


Saat Zalin membaca pesan dari ibunya, hatinya mulai tenang. Zalin langsung memasukan hp nya kembali ke tasnya.


Tak lama kemudian datanglah sahabat Zalin, Helena dan Rena.


"Zaaaaaa, kamu masuk lagi?" Helen dan Rena serempak dan langsung berlari ke arah Zalin sahabatnya itu yang sudah tidak masuk kuliah selama satu semeater karena cuti.


Zalin memang tidak mberi tahu mereka, karena dia takut dia tidak jadi masuk kuliah semester ini.


Hari pertama kuliah Zalin dimulai, teman-teman sekelasnya bahagia Zalin bisa berkuliah lagi.


Sepulang Kuliah Zalin


Zalin dijemput oleh om nya. Sesampainya di halanan rumah ibunya menyambut Zalin di teras, dan menyuruh anaknya duduk dikursi yang ada di teras. Ibu dan Zalin duduk di kursi panjang. Dan ibu Zalin ingin menanyakan sesuatu pada Zalin.


"Za, kenapa pengen dijemputnya sama om?" Ibu Zalin memandang wajah anaknya dengan lekat menunggu jawaban yang dia tunggu-tunggu.


Zalin seketika menangis "Bu... ayah ngebut. Za takuuuut hiks"


Ibu Zalin memeluk anaknya " dasar ayahmu itu. mungkin dia lupa anaknya pernah celaka dan masih trauma. ya sudah nanti ibu yang bilang agar selanjutnya jika mengantarmu jangan ngebut" Ibu menghapus air mata Zalin "udah jangan nangis lagi ya" Ibu memeluk Zalin.


__________________________________________


2 Bulan kemudian


Hari-hari berlalu dan Zalin menjalani perannya sebagai mahasiswa dengan baik. dan sedang menjalankan kerja part time .


2 minggu sudah Zalin bekerja part time di sebuah kantor. Zalin bekerja setelah oulang kuliah dan sampai malam hari.


Suatu hari sebelum Zalin berangkat ke kampus, Zalin menerima pesan dari Briliant dan membuatnya tertegun beberapa saat.


"Za, sore kaka mau ke rumah Za bersama keluarga kaka. Kaka minta untuk hari ini Za jangan dulu ke kantor ya. Pakailah baju yang bagus 😊"


ih ko mendadak sih. Ada apa ya?


Zalin yang masih bingung, dia membalas pesan Briliant.


"iya ka.. Za ga akan ke kantor hari ini"


Zalin tidak banyak bertanya pada Briliant, Zalin memasukan hp nya ke dalam tas dan segera keluar dari kamarnya.


Saat Zalin keluar kamar dan mencari ibunya. Zalin mendapati ibunya di dapur dan dia melihat banyak sekali sayuran dan bahan makanan yang akan di olah.


Akan ada acara apa nih?


***