
Terima kasih untuk pembaca setia Novel uni MLMCH.
Terimakasih banyak untuk yang selalu memberi like 👍 Dan Vote untuk karya uni. Memberikan komentar dan kritik juga saran lewat PC maupun langsung.
Apresiasi kalian membuat uni semangat untuk terus menulis ♥
🍁🍁🍁
"Kita ke rumah Za dulu ya, aku ingin rebahan sebentar," ucap Willy.
"Ayo! jam segini ibu dan ayahku sudah di rumah. Tapi kamu jangan menginap ya!" jawab Zalin seraya berdiri mendekati motor Hana.
"Kenapa?" jawab Fathia.
"Suamiku tidak akan mengizinkan." jawan Zalin datar.
"HAH!! SUAMI?" Tanya mereka serempak tidak percaya.
Zalin mengangguk sambil tersenyum simpul.
"Ayo kita pulang dulu ke rumahku, panas sekali di sini." ucap Zalin.
"Ok, baiklah cepat naik. tapi kamu hutang penjelasan pada kami ya!" ucap Hana yang sudah siap di atas motor matic nya.
Fathia mengangguk ke arah Zalin dan langsung naik ke atas motor Willy.
🍁🍁🍁
Sesampainya di rumah Zalin, Willy langsung merebahkan tubuhnya diatas karpet, Hana dan Fathia duduk di kursi, sedangkan Zalin pergi ke arah dapur untuk mengambil Es jeruk untuk ketiga sahabatnya.
Beberapa menit kemudian, Zalin datang dengan nampan berisi 4 gelas Es jeruk ditangannya. Zalin berjalan ke arah meja dan menyimpan nampan itu diatas meja.
"Ah, enak sekali sepertinya!" Mata Willy langsung berbibar ketika melihat gelas Es jeruk.
"Duduklah dulu," Hana memerintah.
"Baiklah, baiklah" Willy bangkit dari posisi rebahan dan berdiri lalu duduk di sofa.
Semuanya masing-masing mengambil satu gelas dan meneguknya.
"Segarnya!" seru Fathia.
Kini semuanya menyimpan kembali gelas Es jeruk tersebut, gelas Willy langsung habis tak bersisa. Sedangkan yang lain masih bersisa.
"Za, aku mau nanya soal tadi." Ucap Hana
"Yang mana ya?" jawab Zalin pura-pura lupa.
"Tentang suami." seru Fathia.
"Oh," mulut Zalin membentuk huruf O.
"Kamu sudah punya suami?" tanya Hana tidak sabar.
Hana mengangguk-ngangguk tanda mengerti. Setelah Zalin menceritakan awal mula mereka menikah, menikah dengan siapa, berapa lama.
"Aku juga ingin menikah jadinya," ucap Fathia berangan-angan sambil tersenyum menatap langit-langit.
"Huuuuu, culametan dasar!" Willy mengejek Fathia, membuat yang diejek cemberut dibuatnya.
Saat itu juga Zalin memberitahukan kepada mereka tentang kondisinya yang sedang berbadan dua.
"Loh ko bisa hamil?" Tanya Fathia Polos.
"Ya ampun! iyalah! Zalin kan punya suami!" jawal Willy emosi.
"Hadeuh Fathia, pertanyaanmu sungguh konyol!" seru Hana.
Zalin memperhatikan keriga teman KKL nya yang sedang berdebat. Sekali-kali dia menggelengkan kepalanya mendengar ucapan polos Fathia.
"Apa aku salah bertanya seperti itu?" tanya Fathia Pada Zalin.
Dan obrolanpun berlanjut sampai sore.
Setelah sore datang, matahari mulai akan tenggelam Willy, Hana dan Fathia ijin untuk pulang pada Zalin.
Saat Zalin dan temannya keluar dari ruangan tamu, Briliant datang dan menghampiri Zalin dan ketiga temannya.
"Assalamualaikum," ucap Briliant.
"Waalaikumsalam," jawab Zalin dan teman-temannya.
"Nah ini suamiku,"
Briliant memperkenalkan diri kepada teman-teman istrinya dengan ramah.
"Briliant Anggara" ucap Briliant.
Tidak lama kemudian Briliant masuk ke dalam kamar, sedangkan Zalin berjalan ke teras untuk mengantarkan teman-temanya.
"Za, ga salah kamu sama suami kamu beda 4 tahun?" tanya Fathia sambil berbisik tapi masih terdengar oleh Hana dan Willy.
"Iya, memangnya kenapa?" tanya Zalin balik.
"Dia ko cute sih. kaya kamu yang lebih tua," Fathia terkekeh.
Zalin melototkan kedua matanya dan hendak mencubit lengan Fathia, tapi tidak berhasil. Fathia segera berlari cepat menjauh dari jangkauan Zalin.
"Em, Fathiaaaa," Zalin menggelengkan kepalanya pelan.
Sedangkan Fathia sudah ada di gerbang pagar rumah Zalin nyengir melihat kepala Zalin yang seperti ada tanduknya.
***