My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
78



"Eh kaka nanya tadi aku sekretaris kan, memangnya ada apa?" tanya Zalin serius dengan menatap wajah suaminya.


Zalin duduk berselonjor diatas ranjang berdekatan dengan suaminya, Kepala Zalin bersandar di bahu Briliant.


"Iya, kamu sudah tahu kan tugas sekretaris KKL itu lumayan?" tanya Briliant sambil mengusap kepala istrinya.


"Belum tau juga sih, Za juga mau nanya lupa terus. Ka, tugas sekretaris KKL itu apa saja?"


"Banyak, mulai dari mengetik program kerja, proposal sampai laporan KKL nya sendiri. Kamu cari deh siapa Sekretaris di wilayah kamu KKL yang tahun lalu. Kamu minta soft file nya yang. Kalau sudah dapat itu bisa jadi referensi agar kamu dan kaka utun ga terlalu stres," Briliant menciup kening Zalin dan mengusap perut istrinya dengan lembut.


"Benar juga, wah ternyata selain imut ka Iyan juga cerdas ya!" Zalin mencubit pipi suaminya gemas.


"Oh, iya dong! baru tau ya kalau kaka cerdas," jawab Briliant bangga.


Zalin menebalkan bibir bagian bawahnya.


"Kamu ingat kan kamu pernah belajar mata kuliah media pembelajaran saat semester 3? Kaka ga dapat mata kuliah itu Yang, terus kaka diajarin sama Za. Sekarang yang lebih jago media pembelajaran itu siapa?" tanya Briliant tersenyum dengan senyuman seperti diiklan pasta gigi.


"Kaka...." Zalin memutar bola matanya.


"Kalah kan kamu juga, padahal IPK kamu gede loh yang?"


"Emmmm"


Briliant tertawa senang, sedangkan Zalin cemberut melihat ka Iyannya selalu ingin menang sendiri.


"Kaka utun, kita bobo dulu yuk. Besok kita jalan-jalan pagi ya!"


"Wah, kemana?" tanya Zalin berbinar.


"Ke depan rumah saja," Briliant tersenyum.


"Menyebalkan!"


"Kaka cape yang, nanti deh ya kita jalan-jalan"


"Benar juga, ka Iyan kan baru pulang," batin Zalin.


"Baiklah ka."


"Nah, sekarang tidurlah dulu."


Zalin mulai menidurkan badannya dan berhadapan dengan suaminya. Briliant memeluk Zalin dan mengusap-ngusap kepalanya hingga Zalin terlelap dalam mimpinya.


***


Zalin mengurus segala keperluan kelompok KKL nya bersama Willy. Willy kali ini datang dengan mobil sedan warna hitam.


"Will, masuk."


"Makasih Za."


Willy masuk ke dalam ruang tamu.


"Suami kamu ga ada Za?" tanya Willy sambil menengok kanan kiri, karena dia tidak melihat suami Zalin.


"Ga ada, aku tinggal dulu ke dapur ya!"


"Ga usah repot-repot Za."


"Ga repot ko," ucap Zalin sambil berjalan ke arah dapur untuk membawa minuman.


Sepeninggal Zalin, Willy mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Wah, nak Willy. Sendiri?" Ibu Zalin melihat ke sekitar dan teras rumah karena sepi dan hanya ada Willy di sana.


"Iya bu, sendiri saja. Ada keperluan kelompok yang harus saya beli dengan Zalin."


"Oh begitu," Ibu Zalin mengangguk ragu.


"Nak Willy ayo di minum dan di makan dulu, Ibu izin ke belakang dulu ya sama Zalin?" pamit Ibu.


"Iya bu, silahkan."


Ibu Zalin pun mengajak anaknya ke arah dapur, untuk menanyakan sesuatu pada anaknya.


Sesampainya di dapur, Zalin dan ibunya duduk di kursi meja makan.


"Za, kamu sudah izin Pada Iyan akan keluar bersama Willy?"


"Udah bu."


"Iyan mengizinkan?"


Zalin mengangguk yakin.


"Oh ya sudah kalau Iyan mengizinkan."


Tidak lama dari sana Zalin dan Willy pun berangkat membeli peralatan untuk KKL yang kurang dari seminggu akan di laksanakan.


Hari ini, hari rabu. Briliant pulang lebih awal dari biasanya. Dia sebelumnya tidak memberitahukan bahwa dirinya akan pulang lebih awal kepada Zalin. Dia ingin memberikan istrinya kejutab karena pulang lebih awal.


Saat pulang ke rumah sore hari, Briliant langsung datang dan menemui ibu mertuanya. Setelah itu, Briliant masuk ke dalam kamarnya tapi tidak menemukan istrinya. Briliant mengirimkan pesan singkat pada Zalin.


"Za, kamu dimana?"


Tidak ada balasan.


15 menit menunggu, tapi Zalin belum juga memberikan balasan.


Briliant mencoba menelpon istrinya, karena dia merasa kesal karena saat pulang tidak ada Zalin yang menyambut.


"Tidak aktif?" Briliant membuang nafasnya kasar.


30 menit kemudian, ada suara mobil masuk ke pekarangan rumah. Briliant yang sedari tadi menunggu kabar istrinya duduk berselonjor di atas kasur.


"Suara mobil?" Briliant langsung merangkak turun dari kasur dan berjalan ke arah jendela.


Briliant membuka sedikit tirai jendela untuk melihat siapa yang datang.


Saat tirai di buka.


Briliant melihat Zalin keluar dari mobil dengan membawa buket bunga ditangannya, Zalin keluar dari mobil dengan pintu mobil dibukakan oleh Willy.


Mata Briliant langsung menajam melihat perlakuan Willy terhadap istrinya.


"Kenapa tidak bilang hanya pergi berdua?" Briliant memukul pelan tembok dan berjalan ke arah kursi.


Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka.


KREEEEK


***