My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
74



Tok tok tok


Briliant mengetuk pintunya pelan.


"Ada apa ka?," suara Zalin terdengar.


"Ih kamu lama sekali sih!" ucap Briliant kesal.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka. Briliant yang masih berdiri tidak jauh dari pintu kamar mandi melihat istrinya telah selesai mandi sore dengan memakai handuk jubahnya.


Tidak banyak bicara lagi, Briliant memeluk istrinya. Zalin tidak melawan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.


🍁🍁🍁


Keesokan harinya


Briliant sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja. Ya hari ini Briliant mulai bekerja di sebuah sekolah yang cukup terkenal di kota Q. Zalin membantu menyiapkan barang yang akan di bawa suaminya bekerja.


"Kaka, kamu mau bekal untuk makan siang ga?," tanya Zalin sambil memasukan buku catatan ke dalam tas slempang Briliant


"Ga usah lah yang, hari ini kan hari pertama sekolah jadi sepertinya tidak akan dulu belajar efektif."


Zalin mengangguk paham


Kini Zalin sudah duduk di tepi tempat tidur, melihat suamimya yang sedang sibuk memakai jaket hitam kesayangannya. Bagaimna tidak, jaket itu adalah pemberian dari Zalin sebelum mereka menikah. Briliant lebih senang memakai jaket itu dibandingkan dengan jaket yang lain.


"Iya juga ya, pasti pulangnya akan lebih awal juga. Ka Iyan mau langsung pulang ke sini atau menginap di rumah mama?" tanya Zalin.


Briliant yang sudah selesai memakai jaket, menghampiri istrinya ke dekat tempat tidur. Briliant mencondongkan badannya dan berbisik pada Zalin.


"Kalau aku tidak pulang, ga akan ada yang nengok kaka utun dong?"


"Ya ampun!" Zalin mendorong tubuh Briliant.


Briliant terkekeh melihat wajah istrinya yang merona. Kemudian Briliant duduk di samping istrinya dan mulai berbicara.


"Engga sayang, kaka hari ini sepertinya tidak akan pulang. Kemarin kan kaka dari kota Q langsung pulang. Mulai hari ini sampai 4 hari ke depan kaka akan di kota Q dulu ya. Soalnya kemarin kaka mengajukan jadwal mengajar dari hari senin-kamis, alhamdulillah di setujui kepala sekolah," jelas Briliant seraya memeluk istrinya dari samping.


"Oke, baiklah. Jaga kesehatan, dan jangan lupa untuk selalu mengabari Za ya ka," ucap Za sambil berdiri dari duduknya.


"Eh ka, nanti besok atau lusa Za akan mencari tempat kontrakan untuk Za Kuliah Kerja Lapangan (KKL), apa boleh?" tanya Zalin.


"Sama siapa saja?" tanya Briliant.


Briliant mulai bangkit dari duduknya dan memakai tas slempangnya.


"Teman-teman sekelompok Za, katanya sih kalau tempatnya sudah pasti dosen pembimbing juga akan memantau."


Briliant mengangguk.


"Eh ka Iyan, tau ga sih?"


"Engga," jawab Briliant datar.


"Ih, makanya dengar ya!"


"Za dekat loh sama dosen itu," Zalin tersenyum.


"Maksud kamu!" Briliant mulai melotot.


Ya ampun, ka Iyan ini. batin Zalin


"Maksud Za, dosennya kenal sama Za. Jadi Za akan meminta izini agar diberi keringanan untuk Za KKL nya bolak balik saja ke rumah," Zalin memberi tahukan maksudnya.


"Bagus, bagus! Ide cemerlang, kan kamu juga sedang hamil. Teman KKL nya ada cowo nya kan?" tanya Briliant menyelidik.


"Ada," jawab enteng.


"Tuh kan!"


"Apa?" tanya Zalin.


"Bahaya, udah kamu bilang aja sama dosennya minta keringanan!" perintah Briliant.


"Kqmu jangan makan yang macam-macam ya, makan di piring kecil, jangan lupa mandi, terus jangan jajan yang aneh-aneh. Selama aku ke kota Q kamu harus jaga kesehatan...,"


Ka Iyan ko jadi bawel sekali. batin Zalin.


"Za... denger ga sih!" tanya Briliant kesal karena melihat istrinya melamun.


"Iya sayang dengar," Zalin tersenyum.


Briliant melihat jam dinding di kamarnya.


"Ya ampun Za! Sudah jam 6, kaka harus segera berangkat. Kamu ingat pesan kaka tadi ya!" ucap Briliant penuh penegasan.


"Iya ka Iyan yang imut," Zalin tersenyum dengan tulus.


"Jangan menggoga kaka! kaka harus berangkat!"


Hadeuh siapa yang menggoda!. batin Zalin.


"Ya sudah kaka berangkat ya," ucap Briliant.


Zalin salaman pada Briliant. Setelah itu, Briliant mencium pipi kanan, pipi kiri, kening dan bibir tipis istrinya.


Briliant berjongkok dan mengusap perut Zalin dengan lembut seraya berucap, " Sayang kaka utun, ayah berangkat kerja dulu ya. Kamu baik-baik ya sayang. Nanti ayah juga pulang, jangan nakal ya, kasian ibu..."


Zalin melihat tingkah suaminya hanya bisa tesenyum sambil mengusap pundak ka Iyannya.


Zalin melihat wajah suaminya semakin imut dengan tingkah laku barunya itu.


***


Saat menikah, Iyan belum bekerja.


Alhamdulillah setelah Zalin hamil, ka Iyan langsung dapat kerja 😍


Saat Zalin hamil, sepertinya ka Iyan akan posesif nih. Dia banyak melarang ini dan itu. Bagaimana ya jika Briliant bertemu dengan teman KKL nya Zalin. hmmmm