
Briliant berjongkok dan mengusap perut Zalin dengan lembut seraya berucap, " Sayang kaka utun, ayah berangkat kerja dulu ya. Kamu baik-baik ya sayang. Nanti ayah juga pulang, jangan nakal ya, kasian ibu..."
Zalin melihat tingkah suaminya hanya bisa tesenyum sambil mengusap pundak ka Iyannya.
Zalin melihat wajah suaminya semakin imut dengan tingkah laku barunya itu.
Sepertinya Briliant akan memiliki rutinitas baru, mengelus dan berbicara kepada calon anaknya, yang dia sebut kaka utun.
🍁🍁🍁
2 hari kemudian, Zalin telah bersiap-siap untuk pergi mencari kontrakan untuk tempat saat KKL berlangsung. Kelompok Zalin sepakat akan berkumpul di rumah Zalin.
Satu persatu teman kelompok Zalin datang, beberapa orang membawa motor. 2 orang lelaki dan 3 perempuan telah duduk di ruang tamu dan sedang menikmati camilan yang Zalin sediakan.
"Za, kamu ko bisa KKL d daerah sini?" tanya Hana sambil megambil asinan mangga di sebuah toples kaca.
"Iya, ko bisa?" tanya Delia seraya menepuk bahu Zalin.
"Enak banget," ucap Ana.
"Kan aku milih tempat sendiri," jawab Zalin sebenarnya.
"HAH!!!!" jawab mereka serempak.
"Ko kalian kaget?" tanya Zalin heran.
"Di fakultasku ga milih sendiri, jadi ditempatkan oleh lembaga. Ya semacam begitulah," ucap Hana.
"Aku juga gitu,'" ucap Delia lemas.
"Sama, akupun!" Ana menimpali.
"Oh begitu," Zalin mengangguk-nganggukan kepalanya.
"Eh, yang lain akan datang ga sih?" tanya Zalin.
"Gatau aku," Beny menggeleng cepat. Setelah menyeruput jus mangga.
"Tadi Richard bilang dia ga akan bisa ikut, katanya dia lagi di luar kota", ucap Andika
"Fathia ga bisa datang, ke dokter gigi" Fathan angkat bicara.
"Kalo Willy ?" tanya Zalin
"Dia lagi di jalan, katanya tadi udah masuk pertigaan sih. Tapi kenapa ya masih bel sampai juga?", jawab Fathan.
"Coba kamu telpon!" perintah Ana.
Fathan mengeluarkan ponselnya dan mulai menelpon temannya.
"Masih dimana?" tanya Fathan
"Aku udah di dekat perkebunan teh nih, dimana sih rumah Zalin itu. aku ga nemu-nemu!" jawab Willy kesal
"Ntar, coba kamu ngobrol sama yang punya rumahnya."
"Iya,"
Fathan menyerahkan hp nya kepada Zalin, dan Zalin segera mengambilnya.
"Za, aku sekarang dekat perkebunan teh nih!" Ucap Willy di sebrang telpon.
"Ah ga tau ah, pusing!" jawab Willy.
"Ya sudah aku share lock saja!" Zalin memberikan solusi.
"Ya ampun! bukannya dari tadi pas berangkat, nyebelin kamu Za!" jawab Willy kesal.
"Haha, ma'af aku kira kamu ga akan nyasar." Zalin terkekeh.
"Ya udah, cepat kirimkan segera, panas nih”
Panggilanpun dimatikan secara sepihak oleh Willy.
Setelah panggilan berakhir, Zalin menyerahkan hp nya kepada sang pemilik. Setelah itu dia mengambil hp nya yang dia letakan di atas meja, dengan cepat dia mengirimkan share lock pada Willy.
"Dimana Willy, Za?" tanya Andika.
"Dia nyasar jauh," jawab Zalin sambil meletakan kembali hp nya.
30 menit kemudian
Motor Ninja warna hijau daun memasuki pekarangan rumah Zalin, kelompok KKL Zalin sebagian berhambur keluar.
"Dari mana saja kakang!"
Yang nyasar membuka helm dan cemberut.
Setelah memberi kesempatan pada Willy istirahat, kelompok KKL Zalin berangkat mencari rumah kontarakan.
🍁🍁🍁
Satu persatu rumah didatangi kelompok Zalin, tapi setelah mendatangi rumah ke 5 pun tidak ada yang cocok dengan mereka. Ada yang air nya kurang lancar, ada yang karena kemahalan, ada yang katanya menyeramkan, ada juga yang katanya kamar mandinya di luar.
Hari itu kelompok Zalin tidak menemukan tempat kontrakan yang akan mereka pilih sebagai tempat tinggal saat KKL. Mereka menyerah, setelah hampir seharian mencari kontrakan.
Mereka memutuskan agar malam berunding kembali lewat R.O (Rapat Online ).
🍁🍁🍁
Keesokan harinya.
Zalin bersiap-siap mencari kontrakan lagi bersama 3 orang teman kelompoknya. Karena, waktu pelaksanaan KKL semakin dekat, rapat R.O tadi malam memutuskan Zalin dan 3 orang akan mencari kontrakan. Sisanya tidak bisa ikut karena ada keperluan.
Setelah 3 rumah dikunjungi dan dibanding-bandingkan. Kelompok Zalin memutuskan memilih rumah yang tidak jauh dari desa tempat mereka ditugaskan dari kampus.
"Alhamdulillah akhirnya ketemu juga!" Ucap Hana.
"Iya, aku sudah lelah!", keluh Fathia.
"Kita ke rumah Za dulu ya, aku ingin rebahan sebentar," ucap Willy.
"Ayo! jam segini ibu dan ayahku sudah di rumah. Tapi kamu jangan menginap ya!" jawab Zalin seraya berdiri mendekati motor Hana.
"Kenapa?" jawab Fathia.
"Suamiku tidak akan mengizinkan." jawan Zalin datar.
"HAH!! SUAMI?" Tanya mereka serempak tidak percaya.
***