My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
69



"Za, nanti langsung pakai ya alat tes kehamilannya setelah sampai di rumah," pinta Briliant.


"Iya ka," Zalin mengangguk.


Briliant tersenyum dan mengusap paha istrinya.


"Bagaimana jika aku tidak hamil? aku takut, baru kali ini aku membeli alat tes kehamilan seperti ini," pikir Zalin.


30 menit kemudian motor telah sampai di rumah Zalin. Zalin segera turun dari motor dan Briliant mengikuti langkah kaki istrinya setelah menyimpan motornya di garasi.


"Assalamualaikum," Zalin mengucapkan salam dan langsung masuk ke dalam rumah karena pintu sudah terbuka.


"Waalaikumsalam," jawab ibu dari arah dapur.


Zalin yang mendengar suara ibunya langsung berjalan menuju arah sumber suara, Briliany masih mengikuti langkah kaki istrinya.


Zalin melihat ibunya sedang sibuk memasak.


"Ibu," Zalin berjalan dan salim pada ibunya.


Briliant juga mengikuti apa yang dilakukan istrinya.


"Eh Za, Iyan. Mau makan sekarang tidak?," tanya ibu Zalin yang hampir selesai memasak.


"Tidak bu, tadi udah makan bakso masih kenyang. hehe," bisik Zalin.


"Em," Ibu Zalin tersenyum.


"Ya sudah, kalau lapar makan saja ya!," perintah ibu.


"Kamu juga ya Iyan! jangan sungkan-sungkan," Ibu menatap Briliant.


Briliant mengangguk dan tersenyum.


"Bu, Iyan ke kamar dulu ya," pamit Briliant.


"Oh iya nak boleh," jawab ibu.


Briliant membalikan tubuhnya dan berjalan ke kamarnya.


Sementara Zalin pergi ke arah kulkas dan mencari minuman dingin di dalamnya. Zalin merasa ke hausan.


Zalin menyimpan kantong kresek yang sedari tadi dia pegang di atas kulkas.


Ibu Zalin menatap kantong kresek yang diletakan anaknya.


"Za, itu apa?," tanya ibu dengan menunjuk kamtong kresek dengan dagunya.


Zalin tersenyum malu.


"Tespek," Zalin menjawab.


"Kamu telat datang bulan Za?," tanya ibu antusias dan segera mematikan kompor.


Ibu berjalan mendekati anaknya.


"Ayo segera pakai, ibu ingin segera tahu hasilnya," Ibu menggangandeng tangan Zalin. Zalin segera mengambil kantong kresek yang berisi 2 tespek di atas kulkas.


"Iya bu," jawab Zalin.


Ibu dan anak itu berjalan bergandengan ke arah ruang tamu.


Saat berjalan Zalin bertanya pada ibunya.


"Bu, bagaimana kalau hasilnya negatif?," tanya Zalin ragu.


Zalin mengangguk.


"Aku berharap aku hamil sekarang, semoga hasilnya positif," pikir Zalin


Zalin dan ibunya sudah memasuki ruang tamu. Ibu Zalin segera duduk di sofa panjang di ruang tamu.


"Bu, Za ke kamar dulu ya,


?," pamit Zalin.


"Kamu bisa dan mengerti cara menggunakan tespek Za?," tanya Ibu.


"Hehe, belum sih. Tapi kan ada petunjuknya," jawab Zalin sambil tersenyum.


"Sini dulu Za," Ibu menepuk-nepuk sofa agar Zalin duduk di sampingnya.


Zalin pun menuruti perintah ibunya.


Kini Zalin dan ibunya duduk di sofa panjang.


"Sebenarnya ibu sudah tidak sabar sih ingin tau hasilnya, tapi akan lebih akurat jika mengetes kehamilan saat bangun tidur," ibu menjelaskan.


"Jadi, Za sekarang harus tidur dulu ya?," tanya Zalin polos.


"Bukan seperti itu juga, maksud ibu pagi hari setelah bangun tidur," jelas ibu.


Zalin menganggukan kepalanya tanda mengerti atas penjelasan ibunya.


"Ya sudah, ibu ke dapur lagi dulu Za. Besok bangun tidur kamu langsung cek ya?," ibu berdiri dari dudukny dan pergi lagi ke dapur.


"Ya ampun, ibuku itu!," Zalin menggeleng-gelengkan kepalanya.


Zalin berdiri dari sofa dan mulao berjalan ke arah kamarnya.


Ceklek, pintu kamar terbuka.


Zalin melihat Briliant tengah tidur terlentang di atas kasur dengab satu tangan di lipat di atas matanya.


"Ka Iyan ini, sepertinya dia cape," gumam Zalin.


Zalin segera mendudukan tubuhnya di dekat Briliant.


"Yang, bagaimana hasilnya?," Briliant langsung mendudukan tubuhnya di samping Zalin.


"Belum di tes," Zalin melirik ke arah Briliant nyengir.


"Kenapa belum?," tanya Briliant tak sabar.


"Kata ibu hasilnya akan akurat jika di tes nya besok pagi setelah bangun tidur," jelas Zalin.


Briliant menunduk.


"Sabar ya Ka," Zalin mengusap-ngusap lengan suaminya.


Perlahan Briliant mengangkat wajahnya.


"Mari kita lakukan dulu sebelum tes! Biar positif!," Briliant menarik tubuh istrinya hingga tubuhnya tertindih oleh Zalin.


***


Tunjukan like 👍 kalian 😍


Ma'af uni jarang up 😢