My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
77



Terimakasih banyak untuk yang selalu memberi like 👍 Dan Vote untuk karya uni. Memberikan komentar dan kritik juga saran lewat PC maupun langsung.


Apresiasi kalian membuat uni semangat untuk terus menulis ♥


🍁🍁🍁


Zalin kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. Dia segera membereskan gelas-gelas dan toples bekas menjamu teman-temannya.


Zalin berjalan menuju ke arah dapur. Zalin melihat ibunya sedang asik memasak sup ayam.


"Wangi sekali," ucap Zalin setelah menyimpan nampan berisi gelas dan toples kotor ke wastafel dan menghampiri ibunya.


"Iya dong!" jawab ibunya tersenyum ke arah Zalin.


"Hm, Za ngerasain dong bu." pinta Zalin.


Ibu Zalin mengambil sebuah mangkuk kecil dan menuangkan sedikit air dan sayur berupa kol, wortel juga kentang. Zalin memperhatikan gerakan tangan ibunya


"Sama ayamnya juga dong bu, yang besar."


"Kebiasaan deh, ini ngerasain atau makan?" tanua ibu yang sudah tidak aneh menerima permintaan anaknya.


"Nih." ibu Zalin menyerahkan mangkuk berisi sup ayam kepada anaknya.


Zalin langsung mencicipi sup itu, satu sendok dua sendok sampai habis semua tidak bersisa. Ibu nya menggelengkan kepalanya. Setelah mangkuk itu kosong, Zalin membawanya ke wastafel.


Zalin menjauhi ibunya dan mulai mencuci gelas dan toples kotor.


"Gimana rasanya?" tanya ibu Zalin.


"Kamu mau ngerasain tapi tidak berkomentar apapun," ucap ibu.


"lupa," Zalin terkekeh.


"Pas! Enak, masakan Ibu memang selalu enak!" Zalin mengacungkan ke dua jempolnya yang sudah mulai penuh dengan busa dari sabun pencuci piring.


"Hm... Iyan udah pulang Za?" tanya ibu sambil mematikan kompornya, dan beralih menggoreng bawang merah.


"Sudah bu, tadi saat teman Za akan pulang. Ka iyan pulang dan langsung masuk kamar."


"Oh begitu. Ya sudah, nanti kalau kamu sudah selesai kamu makan sama Iyan ya Za, kasian pasti dia capek dan lapar juga."


"Oke..." Zalin mengangguk.


Setelah Zalin selesai, Zalin berjalan menuju kamar untuk menemui suaminya.


KREK


Pintu terbuka, Zalin melihat Briliant sedang tidur terlentang dengan mata terpejam. Zalin menghampiri Briliant dengan perlahan, dia takut suaminya terbangun olehnya.


Kini Zalin sudah duduk di tepi kasur, dia mulai menaikan kedua kakinya dan memiringkan badannya memperhatikan wajah suaminya. Perlahan Zalin mengusap wajah suaminya.


"Pasti kamu lelah ya Ka," batin Zalin.


Zalin mendekatkan bibirnya ke pipi Briliant.


Cuuuup


Zalin mencium pipi suaminya.


Saat Zalin akan menjauhkan wajahnya dari wajah Briliant, punggung Zalin ditarik oleh Briliant dan Zalin didekap oleh suaminya.


"Kaka, tidak tidur?" Zalin mengangkat wajahnya dan menatap wajah suaminya.


"Diamlah!" ucap Briliant sambil menenggelamkan kepala Zalin ke dadanya.


Zalin menuruti permintaan suaminya.


"Ka, sudah jam 5, apa kaka sudah sholat ashar?" tanya Zalin.


"Sudah."


Zalinpun tidak lagi banyak bicara, dia merindukan kehangatan suaminya.


"Yang," Briliant bersuara.


"Za kira kaka tidur," Zalin mengangkat wajahnya. Tapi Briliant langsung menenggelamkan wajah Zalin kembali ke dadanya.


"Yang, teman KKL kamu berapa orang?" tanya Briliant penasaran.


"Anggotanya semuanya ada 10 orang."


"Kamu jadi anggotanya?"


"Za jadi sekretaris ka," jawab Zalin yang masih ada dipelukan suaminya.


"Oh. Kamu jangan terlalu cape ya yang, inget ada kaka utun di perut kamu, kamu juga jangan stres ya!" Briliant memberikan peringatan.


"Iya ayah kaka utun," Zalin tersenyum.


Briliant langsung mengecup kening Zalin.


"Ka, lapar ga?" Zalin menganglat wajahnya dan menatap wajah Briliant yang kini juga menatapnya


"Lapar." jawab Briliant singkat.


"Kalau begitu ayok kita ke dapur untuk makan!" Zalin berusaha bangun tapi Briliant menahannya.


"Ka....."


"Kaka Lapar, ingin makan kamu" Briliant tersenyum.


"Ka iyan," Zalin menutup wajahnya.


***


"Za, kamu jadi sekretaris kan?" Ucap Briliant saat mengganti baju kokonya dengan piyama tidur.


"Iya, ih ka Iyan imut sekali memakai baju itu."


Briliant cemberut karena dia dibelikan piyama tidur warna biru cerah dengan motif bulan bintang seperti baju tidur ipin di serial kartun upin dan ipin.


Briliant berjalan mendekati Zalin yang kini juga sedang memakai piyama yang sama dengannya hanya berbeda warna, Zalin memakai baju yang berwarna navy.


"Jangan cemberut dong ka, ini kan kemauan Kaka utun" Zalin bergelayut manja ke lengan suaminya.


"Seharusnya kamu yang memakai baju yang ini yang," gerutu Briliant.


Zalin hanya terkekeh.


"Eh kaka nanya aku sekretaris kan, memangnya ada apa?" tanya Zalin serius dengan menatap wajah suaminya.


***