
Zalin merasa pusing melihat dapur berantakan.
"Bereskan ya setelah masak, bersihan sampai seprti semula. Rapi dan bersih" Zalin melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
"Tapi Yang! Aku ....."
Kreek. Pintu kamar mandi tertutup.
"Aku tidak bisa!" Teriak Briliant.
*Ah lebih baik aku lanjutkan masaknya, sebentar lagi selesai.
🍁🍁🍁*
Beberapa menit kemudian, Briliant selesai memasak. Dia meletakan bakwan caicim dan tumis pucuk caicim di atas meja.
Briliant membuka tudung saji yang menutup meja tersebut. Briliant melihat masih ada ikan asin tadi pagi.
"Untunglah ikan asinnya masih ada yang tadi pagi, Tidak usahlah buat sambal. Kasih saja piring bakwannya dengan beberapa cabe rawit"
Briliant mengambil 5 cabe rawit dari lemari dan dia cuci di kran wastafel, setelah itu taburkan cabe rawit itu di atas bakwan.
"Selesaaai..." Briliant tersenyum memandang hasil masakannya.
Ah sepertinya Istriku masih lama di kamar mandinya. Lebih baik aku tutup dulu makanan ini.
Briliant mengambil kembali tudung saji untuk menutup makanan itu.
Briliant menyisir dapir yang sangat berantakan.
"Aku sangat tidak bisa beres-beres dinwilayah dapur"m.. hah" Briliantbmengehembuskan nafasnya dengan kasar.
"Aah, biarlah oleh istriku saja di bereskan" Brilian tersenyum.
Setelah di rasa makanannya aman, tidak akan ada hewan yang mencuri atau menjilatnya. Brikiant meninggalkan dapur.
Briliant melangkahkan kakinya ke ruang tengah dan segera duduk di kursi panjang, lalu merebahkan tubuhnya di kursi itu.
"Lelah sekali ternyata memasak itu!" Briliant memejamkan ke dua matanya.
🍁🍁🍁
5 Menit kemudian. Zalin yang baru saja kembali dari kamar mandi, telah berdiri dihadapan suaminya yang sedang merebahkan tubuh di kursi.
Tidak sampai 1 menit Zalin memperhatikan Briliant. Brilian membuka matanya perlahan dan dia keget sudah ada Zalin yang memperhatikannya.
Briliant yang melihat Zakin berdiri langsunh mendudukan badannya.
"Astagfirullah...." Briliant mengusap dadanya.
"Ya ampun Yang, kaka kaget!" Briliant masih mengusap dadanya.
"Lebay"
"Masih kaget Istrimu ini ka" Zalin membuang mukanya.
"Kanget kenapa?" Briliant mengekerutkan keningnya.
"Dapur berantakan seperti kapal pecah" Zalin memandang Briliant.
"Oh.. hehe, Kaka ga bisa beres-beres Yang" Briliant berdiri dari duduknya dan berdiri berhadapan dengan Zalin.
"Ayang saja ya yang membereskannya"Briant mencium pipi Zalin.
"Selalu saja merayu kalau ada maunya!" Zalin memanyunkan bibirnya.
"Baiklah, aku bereskan dahulu dapur setelah itu kita makan. Za ga tenang kalo dapur brantakan" Zalin hendak pergi meninggalkan Briliant tapi tangan Zalin ditahan oleh Briliant.
"Terimakasih sayang" Briliant tersenyum genit pada Zalin.
Zalin hanya mengangguk dan berlalu berjalan menuju dapur meninggalkan suaminya itu.
🍁🍁🍁
Setelah Zalin membersihkan dapur, Zalin kembali ke ruang tengah untuk mengajak Briliant makan siang.
Zalin dan Briliantpun makan siang bersama.
🍁🍁🍁
Begitulah keseharian Briliant dan Zalin selama mereka tinggal berdua.
Tidur, bangun, mandi, makan. Tidur, bangun, mandi , makan, Tidur, bangun, mandi, makan. Begitu terus, tidak lupa mereka juga tak melewatkan ibadah mereka.
Setelah jalan-jalan ke danau Zalin merasa malas jalan-jalan lagi. Karena, banyak mata jelalatan melihat suaminya.
Zalin menikmati perannya menjadi seorang istri dan Briliant sangat bahagia dimanja oleh istrinya.
Sesekali Zalin bertukar pesan atau menghubungi ibunya.
🍁🍁🍁
Seminggu kemudian, Zalin sedang duduk di atas kursi panjang dan Briliant tidur diatas paha Zalin.
Briliant memainkan hp nya.
"Yang, sepertinya kita pulang saja ke kota X" Briliant melirik ke arah Zalin.
"Hm.. kapan?"
"Kalo lusa bagaimana?"
"Boleh"
"Kita puas-puasin disini 2 hari lagi" Briliant tersenyum.
"Hmmm"
*
Tring
Suara notifikasi hp Zalin terdengar.
Zalin segera mengambil hp nya di meja yang ada di samping.
Zalin membuka BM nya.
"Siapa Yang?" Briliant bangkit dari posisinya dan duduk di samping Zalin.
Zalin melirik ke arah suaminya "Helen"
"Ooooh" Bibir Briliant membentuk huruf O
"Ya sudah balas saja"
Memang akan ku balas kali. hmmm, aku hampir lupa pada sahabat-sahabatku. Batin Zalin.
Aku lagi di Kota Q ~Zalina
Di rumah Ka Iyan? ~ Helen
yups.. benar sekali ~ Zalina
Oooh.. Ga honeymoon? hehehe ~ Helen
Di sini juga lagi honeymoon. wkwkwk ~ Zalina
Mana ada Honeymoon di rumah mertua. Wew ~ Helen
Baru saja Zalin akan mengetik balasan untuk Helen. Helen mengirim BM Lagi.
Za, honeymoon itu jangan ada yang ganggu. Cuma sepasang. Kamu dan Ka Iyan saja ga boleh ada yang lain. hihihi ~ Helen
Hm.. di sini kami hanya berdua kali. Ini rumah ka Iyan. Rumah mertua beda lagi. wkwk ~ Zalina
Sungguh? ~ Helen
Zalin tersenyum-tersenyum sendiri membaca BM dari Helen.
Briliant yang juga sedang memainkan hpnya mencoba mengintip layar hp Zalin.
Zalin yang merasa suaminya kepo akan chat dari Helen langsung memeluk hp nya.
"Eits... mau ngintip ya?" Zalin menatap mata Briliant menuduh.
Briliant yang sudah hampir melihat layar hp istrinya langsung menggeser lagi posisi duduknya. "Ah engga. GR" Briliant menjulurkan lidahnya.
Zalin menebalkan bibir bawahnya.
Kebiasaan! Ga mau ngaku dia. wkwkwk. Batin Zalin.
Zalin kembali membalas BM dari sahabatnya.
Sungguhlah! Engga percaya? Di sini hawanya dingin Hel, serasa di puncak ~ Zalina
"Wah.. Hawanya mendukung dong?" ~ Helen
Hmmm ~ Zalina
Kalo kamu hamil kasih tau aku segera ya? Aku akan menunggu kabar bahagia itu 😘 kamu kan ga di KB yakan? Ada peluang untuk hamil 😊 ~ Helen
Zalin bingung menjawab BM dari Helen.
Begini saja jawabnya!
Ya Helen, do'akan saja ya say 😅 ~ Zalina
Do'a terbaik untukmu 😇 semoga Cepat Hamil. Usahalah terus! Selamat Honeymoon!!! ~ Helen
Zalin tersenyum melihat layar hp nya membaca BM dari Helen.
Zalin menatap langit-langit kamarnya.
Briliant yang sangat penasaran apa yang dibahas istrinya dwngan sahabatnya merebut hp Zalin dengan cepat saat Zalin melihat ke langit-langit ruangan.
"Dapat!!!" Teriak Briliant.
Zalin langsung melihat ke arah suaminya dengan wajah kesal "Ka Iyan! Balikin!" Zalin menadahkan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggiring agar Briliant mengembalikan hp nya.
"Sebentar Sebentar..." Briliant langsung melihat ke layar hp Zalin.
Briliant membaca pesan terakhir dari sahabat istrinya itu.
Do'a terbaik untukmu 😇 semoga Cepat Hamil. Usahalah terus! Selamat Honeymoon!!!
"Nih" Briliant menyerahkan hp nya pada istrinya
Zalin tersenyum dan menerima hp nya dari tangan suaminya.
Zalin tidak merasa curiga karena Briliant tidak terlihat membaca pesan daru sahabatnya.
Saat Zalin akan membalas BM dari Helen, Briliant berdiri dan menarik tangan istrinya.
"Ayo..." Briliant menatap mata istrinya dengan manja.
"Kemana?" Zalin mengkerutkan keningnya.
"Berusaha!" Briliant menekan kata-katanya.
"Berusaha apa sih? bicara yang jelas" Zalin semakin tidak mengerti.
Briliant membungkukan kepalanya sampai sejajar dengan wajah istrinya yang sedang duduk di kursi.
Wajah Briliant dan Zalin hanya berjarak 3 cm.
Zalin menatap mata Briliant serius.
Briliant memiringkan sedikit kepalanya "Berusaha membuat kamu hamil sayang, Ayo kita honeymoon!" Briliant menegakan kembali tubuhnya dan menarik paksa istrinya agar mengikutinya.
Ku kira ka Iyan tak membaca BM dari Helen!!! Aku harus mandi lagi dan lagi. Batin Zalin
🍁🍁🍁
Jangan lupa Like nya Like nya ,Vote nya juga ya jangan lupa untuk uni 😍
Like kalian
Vote kalian
Komentar dan saran kalian
Sangat berarti untuk uni... Terimakasih 😊