
Hari ini Briliant ke rumah Zalin, sebelumnya Zalin menjemput Briliant di depan gang.
Zalin menunggu angkot ysng ditumpangi Briliant.
5 menit kemudian
Sebuah angkot berhenti, tidak lama kemudian munculah sosok Briliant.
Briliant menggendong ransel memakai kemeja abu motif garis, celana jeans biru, jasket navy, sepatu pantofel. Briliant juga menjinjing satu buah paper bag dan satu buah kantong plastik bening berisi box makanan.
Briliant tersenyum pada Zalin di sebrang jalan.
"pacarku memang tampan, aku yakin ibu dan diandra pasti suka" batin Zalin
Zalin membalas senyuman Briliant.
Briliant menyebrang dan berhadapan dengan Zalin.
"yuk ka.. mesti berjalan benerapa meter lagi nih" Zalin berjalan di depan Briliant
Briliant pun mengikuti arahan Zalin.
Suasananya masih asri, Zalin dan Briliant berjalan di gang yang kedua sisi gang itu hanya sawah yang masih hijau.
Briliant bertanya pada Zalin saat mereka berjalan.
"za, apa kamu pernah membawa pacar ke rumah sebelumnya?" Briliant menunggu jawaban Zalin
Zalin menggeleng.
"Belum ka, kamu adalah yang pertama" Zalin tersenyum kepada Briliant.
dan semoga adalah yang terakhir. aku berharap kita berjodoh. aku sudah terlalu nyaman sampai tidak mau kehilangan. baru sekarang aku merasa di cintai, di seriusi.
"ah. sungguh?" Briliant terkejut karena dia akan menjadi yang pertama
"kalau tak percaya, boleh tanya sama ibu atau adikku" Zalin mengerlingkan matanya
Briliant hanya tersenyum menanggapi Zalin.
aku sangat bahagia Za, jika memang aku adalah orang pertama yang bisa ke rumahmu, semoga keluargamu bisa menerimaku. batin Briliant
S****etelah 5 menit berjalan
Zalin dan Briliant telah sampai ke rumah Zalin.
Zalin berjalan ke arah pintu dan Briliant membuka sepatunya.
"ayo ka masuk" Zalin membuka pintunya.
Setelah membuka sepatu, Briliant pun masuk ke dalam ruang tamu dan duduk di kursi panjang di sana.
paper bag dan plastik yang dia bawa sebagai oleh-oleh dia letakam di atas meja.
tidak lama kemudian ibu menghampiri dan bertanya nama Briliant, alamatnya, orangtuanya.
Ibu Zalin bertanya hal inti tentang Briliant.
"ibu, ini oleh-oleh kota saya. kebetulan saya baru pulang dari rumah orang tua saya" Briliant menggeserkan paper bag dan plastik ke hadapan ibunya Zalin
"aduh.. ga usah repot-repot. kalau ke sini nanti jangan bawa apa apa seperti ini" Ibu Zalin memberi peringatan
"karena udah di sini, ibu terima yam terimakasih nak iyan!" Ibu mengambil oleh-olehnya dan berlalu ke dapur.
Briliant dan Zalinpun mengobrol sampai sore hari.
"Za, kayanya kaka pulang sekarang ya. takut keburu hujan. ini kado ulang tahun buat Za" Briliant menyerahkam sebuah kado yang dibungkus kertas ysng penuh dengan gsmbar love warna pink.
Zalin memerima kado dari ka iyannya itu.
"makasih ka" Zalin tersenyum bahagia ke arah Briliant
"iya. panggil ibu Za, kaka mau pulang dulu ya"
"oke"
Zalin memanggil ibunya dan Briliant pamit.
"Za, anterin iyan ke depan gang nak!" Ibu menepuk pundak Zalin
"nak iyan, jangan kapok main k sini. tapi jangan repot-repot bawa segala macam ya!" Ibu Zalin tersenyum.
Briliant pun mengangguk tanda setuju.
Zalin mengantar Briliant ke depan gang, karena tidak ada orang selain mereka. Zalin ber selfie dengan Briliant di gang yang kedua sisinya adalah sawah yang hijau.
setelah di rasa cukup, kegiatan selfie pun berakhir.
Zalin dan Briliant sudah ada di ujung gang, tak lama kemudian angkotpun datang.
"za, kaka pulang dulu. makasih" Briliant tersenyum
"iya, makasih juga ka
hati-hati" Zalin melambaikan tangannya oada Briliant.
Angkot yang ditumpangi Briliant melaju dan Zalinpun kembali ke rumahnya dengan hati bahagia.
____________________________________________
sesampainya di rumah
Zalin menemui ibunya
"bu, gimana menurut ibu ka iyan?" Tanya Zalin antusias
"baik. sopan. ibu suka" Ibu tersenyum pada Zalin
"kaka! ini kado dari Briliant untuk kaka ya! buks dong! di mau lihat apa isinya?" Diandra menyerahkan kado dari Briliant kepada kakanya
kado di buka dan isinya adalah....
"wih... al-Qur'an, kayanya Briliant santri nih" mata Diandra berbinar
Zalin dan ibu hanya tersenyum.
Di dalam kado pun ada kata-kata selamat ulang tahun di sisipi 2 poto Briliant satu poto dengan memakai baju santai dan satu lagi makai almamater, di bawahnya di beri tanda tangan (yang menyayangimu....... Briliant Anggara).
Zalin tersenyum dan segera berlalu kekamarnya dengan membawa Kado dari Briliant.
i love u, ka iyan
____________________________________________
5 Bulan kemudian
Lima bulan terakhir ini Zalin dan Briliant sudah cukup saling memahami, tidak ada lagi pengahalang di antara keduanya, setiap hari berkomunikasi. Jika Briliant ke kampus atau ada perlu Zalin menyempatkan bertemu walau hanya sesaat.
Dua bulan yang lalu, Briliant membeli hp baru. Lalu Briliant dan Zalin sama-sama meng instal BBM di hp mereka dengan kesepakatan saling percaya.
____________________________________________
.
Hari itu, Zalin dan Briliant tak enak perasaan. entah apa yang akan terjadi
Zalin sedang menunggu dosen masuk, jam menunjukan pukul 1 siang.
*dert.. dert...
pesan masuk
•Briliant Anggara
Za, masih d kampus ga? kaka ada kuliah jam 3. jadi bisa kalo kita ketemu kalo za masih di kampus. kaka berangkat jam 2 dari rumah*
Zalin langsung membalas SMS dari Briliant
•Zalina Salim
iya ka, Za masih di kampus.
ini masih nunggu dosen masuknya jam 1 selesai setengah 3 ka.
Zalin mulai perkuliahan dan Briliant tidak membalas SMS dari Zalin.
___________________________________________
Perkuliahan Zalin selesai.
Zalin merasa mengantuk dan ingin segera pulang. Zalin langsung mengirim SMS pada Briliant.
•Zalina Salim
ka, kayanya Za mau pulang aja. Za ngantuk pengen tidur.
Zalin memasukan hp nya ke dalam saku celananya.
"Za, mau pulang? mau bareng aku ga" Renata menghampiri Zalin
"boleh" Zalin meng iyakan
"tapi sampai pertigaan aja ya Za" Renata tersenyum
"oke" Zalin mengacungkan jempolnya
Zalinpun ke parkiran bersama Renata.
Renata menaiki motornya dan Zalin di belakang Renata.
Motor mulai melaju, Motor keluar dari gerbang kampus.
dert.. dert...
pesan masuk
Zalin mengambil hp nya dari saku celana dan membuka pesan masuk.
•Briliant Anggara
iya Za, gapapa. pulang aja. istirahat ya.
Zalin membalas sms Briliant.
•Zalina Salim
iya ka , oke.
Zalin memegang hp nya. Zalin melihat kedepan, terlihat ada angkot di depannya menuju kampus, angkot itu berjalan pelan.
Dan Zalin melihat ada angkot lain di belakang angkot yang dia perhatikan bergerak dengan kencang.
"AHHH INI PASTI AKAN TABRAKAN!!!!" jerit hati Zalin..
Sedetik kemudian
BRAAAAAAAAAKKKK!!!!
Penglihatan Zalin gelap.
Zalin merasa tubuhnya melayang, Terbang.
***