My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
Chapter 2 (MLMCH S2)



BRAAAK


Pintu terbuka dengan sempurna. Menampilkam dua orang gadis berusia 10 tahun yang masih duduk di kelas 5 SD . Kedua gadis itu memakai seragam SD lengkap dengan kerudung putihnya berlari ke arah Richard.


"Ka Richaaaaaaard!!!"


Richard langsung tersenyum melihat keduanya. dia berdiri dari duduknya dan merentangkan tangannya. Bersiap menangkap kedua gadis itu dalam pelukannya.


Tidak lama setelahnya kedua gadis itu sudah ada dalam pelukan Richard. Mereka adalah Naima dan Nakia adik kembar dari Richard dan Fatma. Mereka juga sama terlahir kembar seperti dirinya dan Fatma. Setelah sekian lama kedua gadis itu memeluk kakaknya. Akhirnya mereka melepaskan pelukannya.


"Ka Richard, akhirnya pulang ke rumah?" tanya Naima memandang kakanya dengan sedikit mengangkat kepalanya.


"Apa sekarang kaka akan tinggal di sini lagi?" tanya Nakia antusias.


Richard menatap keduanya. Dan menyuruh kedua adiknya duduk di kursi. Tetapi mereka menolak. Mereka bedua menyuruh kakaknya untuk duduk di kursi singel sementar mereka berduka duduk di kedua sisi sofa itu.


Ayah Richard yang tadinya berkata cukup tegas, tidak lagi terlihat. Dia adalah sosok ayah yang tidak mau memperlihatkan sikap tegasnya pada Richard di depan kedua anak gadisnya yang baru beranjak dewasa.


Pa Bramantyo menginginkan agar Richard segera menyelesaikan pendidikannya karena Richard yang akan akan menggantikan posisinya nanti. Menjaga adik-adiknya, Fatma mungkin setelag menikah akan dibawa oleh suaminya. Sementara anaknya Naima dan Nakia yang masih duduk di bangku SD nantinya akan menjadi tanggungan Richard sebagai kaka tertuanya.


Setelah kedatangan anak kembarnya yang baru pulang dari sekolah Ayah dan ke empat anaknya bercengkrama mengobrol bersama. Naima dan Nakia sangat merindukan Richard, karena semenjak kuliah Richard tidak tinggal di rumah itu. Richard memutuskan mengisi rumah ayahnya yang dekat dengan kampus dan hanya mengunjungi rumah sesekali saja.


Bukan tanpa alasan, Richard sebenarnya tidak suka ayahnya memaksanya kuliah di jurusan teknik, karena dia tidak punya minat sama sekali di bidang itu. Dia merasa kesal pada ayahnya, tapi Richard tidak brani untuk melawan ayahnya. Untuk itu dia lebih memilih pisah rumah dengan ayahnya.


Setelah berbincang cukup lama, Fatma Naima dan Nakia pergi ke kamar mereka. Sedangkan Pa Bramantyo dan Richard masih ada di ruang tamu. Membahas bagaimana Richard kedepannya.


"Pilihlah universitasmu sendiri, papa tidak akan menjadi diktator. Kamu harus sukses, agar paoa tidak cemas jika suatu saat nanti papa tidak lagi di sini."


"Tapi ingat, kamu harus berhasil karena itu adalah pilihanmu sendiri. Itu juga untuk masa depanmu sendiri."


Richard mengangguk setuju dan tersenyum lalu sepasang anak dan ayah itu berdiri lalu berpelukan. Richard merasa dia harus menjaga kepercayaan ayahnya.


Dia berpikir, kini Fatma juga sudah dekat dengan seorang lelaki yang tidak lain adalah teman sekelasnya di kampus. Anaknya cukup pintar dan cerdas, dia percaya jika nanti Fatma menikah dengan temannya itu, dia akan dapat melanjutkan perusahaan ayahnya.


Setelah obrolan panjang mereka, Richard memutuskan untuk mengambil jurusan yang dia inginkan sejak dulu. Dia memilih jurusan Manajemen dan bisnis. Richard sejak dulu menginginkan mempunyai usaha sendiri, dia tidak tertarik masuk ke dalam perusahaan ayahnya.


Richard mengambil kuliah di luar negeri. Ayahnya tidak merasa keberatan. Karena itu adalah jurusan pilihan anaknya, maka pa Bramantyo mengijinkan keputusan anaknya.


Satu bulan kemudian


Richard dan keluarganya sudah ada dibandara. Pa Bramantyo, kembarannya Fatma dan kedua adik kembarnya Naima dan Nakia mengantar keberangkatannya. Naima dan Nakia sudah menghabiskan waktu sebulan terakhir ini di rumah bersama kaka laki-laki kesayangan mereka. Si kembar Naima dan Nakia Sebenarnya mereka sedikit keberatan Richard kuliah di luar negeri, tapi karena dia sudah mengerti peran Richard untuk mereka kedepannya mereka rela melepaskan Richard.


"Kaka, jangan lupa makan di sana ya. Jaga kesehatan, aku akan merindukanmu," Ucap Naima menatap Richard sendu Richard tersenyum melihat Naima yang begitu perhatian padanya.


"Kaka jangan main terus, harus inget sama kita. Kalau libur pulanglah, kita main bersama lagi. Ka Richard belum mengajak main aku ke pantai!" ucap Nakia sambil melipat tangannya didada. Richard menatap adik bungsunya dan mencubitnya dengan gemas membuat Nakia meringis kesakitan karenanya.


"Sakit tau!" ucap Nakia sambil mengusap pipi bekas cubitan kakaknya.


"Kamu harus menyelesaikan pendidikanmu kembaranku!" ucap Fatma menepuk pundak Richard. Richard mengangkat jempolnya.


"Pa, menikahlah lagi. Si kembar sudah besar, mereka sudah mengerti papa." bisik Richard.


Pa Bramantyo menatap mata Richard tajam, dia tidak berniat untuk menikah lagi. Dia sangat mencintai mendiang istrinya, dia tidak yakin akan ada wanita yang lebih baik dari istri yang sudah melahirnya bayi-bayi kembar untuknya dari rahimnya. Bahkan dia kehilangan nyawa saat melahirkan Naima dan Nakia.


"Tidak Richard. Kamu yang harus menikah nanti, dengan wanita baik dan sholehah yang bisa menjadi sosok seorang ibu untuk adik-adikmu," ucap Bramantyo tegas.


Richard termenung mendengar ucapan ayahnya. Dia tahu bahwa ayahnya sangat mencintai ibunya, Sepuluh tahun berlalu tidak membuat Bramantyo Aditama menikah lagi. Richard tahu benar bagaimana sosok mendiang ibunya.


"Sudahlah jangan dipikirkan! kamu kuliah dulu yang benar! Buat papa bahagia melihat kesuksesanmu!" ucap Bramantyo sambil memeluk anak sulungnya.


Richard tersenyum.


"Ka, bolehkah aku nikah duluan?" tanya Fatma tersenyum.


"Em.. gimana ya?" Richard so mikir-mikir.


"Ah, ko mikir dulu? Huh!"


Naima dan Nakia melihat wajah Richard dan Fatma bergantian. Mereka memperhatikan setiap ucapan dan tingkah kedua kaka kembarnya.


"Kalau ka Richard di luar negeri dan ka Fatma nikah lalu di bawa suaminya? kita hanya sama ayah dong?" bisik Nakia pada Naima kembarannya, bisikan Nakia masih bisa terdengar oleh orang-orang yang di dekatnya.


Naima mengangguk dan menampilkan wajah sedih. Nakia menunduk lesu.


"Lihat adik kembarmu itu!" Richard menunjuk Naima dan Nakia yang sedang tertunduk lesu.


"Mereka sepertinya tidak ingin kamu segera menikah... Temani dulu saja mereka, nanti setelah aku lulus. Kamu boleh menikah duluan."


Fatma melihat Naima dan Nakia dan memeluk mereka. Fatma lupa bahwa adik kembarnya itu takut kehilangan dia, bagaimanapun Fatma adalah sosok ibu pengganti untuk mereka berdua.


"Kaka ga akan dulu menikah ko, kaka akan masih tetap di rumah menemani kalian mengerjakan tugas sekolah!" ucap Fatma sambil memeluk keduanya.


"Tapi nanti ka Fatma akan menikah juga kan? Hmmm tidak akan lagi ada sosok ibu di rumah." ucap Naima dan Nakia berbarengan membuat Bramantyo Aditama tersenyum dan mendekati keduanya.


Bramantyo membisikan sesuatu ke telinga kedua anaknya.


"Benarkah?!" tanya Naima dan Nakia berbarengan dengan wajah antusias.


Bramantyo Aditama menganggukan kepalanya.


Naima dan Nakia tersenyum ke arah Richard membuat Richar mengkerutkan dahinya tidak mengerti . Richar sunggu tidak tahu apa yang di katakan ayahnya pada Naima dan Nakia.


***


My Love My Cute Husband, uni usahakan akan up setiap jam 4 sore setiap harinya ya 😉 jangan lupa tap jempol 👍 kalian dan tinggalkan komentarnya 😍