
Setelah Evan tahu mengenai hubungan Zalin dan Briliant. Evan tertarik untuk lebih berusaha mendekati Zalin.
***Zalina: "hallo ka... tumben nelpon?"
Briliant: "kaka cuma mau bilang, kalo kaka udah bilang sama evan tentang hubungan kita. Za, jangan berhubungan lagi ya dengan dia(evan)"
Zalina: "iya ka..."
Briliant: " oke makasih Za, miss u"
Zalina: (tersenyum senang) "too... udah dulu ga. dosen mau masuk. bye***"
Zalina menutup panggilan dari iyan
"ya ampun! aku hampir lupa, Zalin kan lagi kuliah" Briliant menertawakan dirinya sendiri
___________________________________________
Evan merasa masih ada harapan untuknya dekat kembali dengan Zalin.
Evan merasa, Zalin adalah mantan terindahnya.
Evan selalu menghubungi Zalin.
Zalin tidak merasa kalau Evan berusaha merusak hubungannya dengan Briliant.
hampir setiap hari Evan menghubunginya dan Zalin selalu membalas pesan dari Evan.
seminggu kemudian
Zalin mulai bingung, pulsa dia selalu habis sebelum waktunya karena harus membalas pesan dari Briliant juga Evan.
"oh iya.. aku instal BBM dulu deh kontekan sama ka Evan biar irit. hehe" Zalin belum merasa itu adalah hal yang salah.
Zalin berniat jika sudah selesai kontekan dengan Evan, dia akan meng uninstal lagi aplikasi BBM nya.
Entah mengapa, Zalin merasa nyaman berkomunikasi lagi dengan Evan.
sampai seharian dia hanya berkomunikasi dengan Evan.
____________________________________________
beberapa hari kemudian
Sore hari setelah sholat ashar di kamarnya Zalin meng uninstal aplikasi BBM di hp nya dan banyak SMS yang masuk, dari Briliant.
Zalin duduk di kursi meja belajarnya, setelah menyimpan alat sholat yang dia gunakan.
Banyak sekali SMS yang Briliant kirimkan, ada 6 SMS dari Briliant.
**sms 1: pagi za... semangat kuliah ya! š
sms 2 : Za, udah istirahat? ko sms kaka yang pagi ga di bales?
sms 3: Za, apa ga punya pulsa? kalo iya.. miss call ke no kaka ya
sms 4: za.. pulang kuliah belum? bisa ketemu ga hari ini
sms 5 : Za, jangan lupa sholat dzuhur.
sms 6 : za**
Zalin membuka satu persatu pesan.yang dikirimkan Briliant.
Zalin bingung harus membalas bagaimana agar Briliant tak curiga.
Tapi Zalin, paling tidak bisa berbohong. dia tak pandai berbohong.
Zalin mulai resah, karena takut iyan marahm
"ah ini gara-gara evan" Zalin menundukan kepalanya.
Zalin mulai memutar otaknya, tapi tetap buntu.
"ah ya sudahlah... begini saja" Zalin mulai mengetik dan langsung mengirim balasan untuk evan
ā¢**Zalina Salim
ka iyan, ma'af ya hp nya error š
ā¢Briliant Anggara
ā¢Zalina Salim
enggak ko ka
ā¢Briliant Anggara
jangan coba berbohong sama ka iyan, Za. kam dulu juga pernah error gara-gara Za nginstal BBM. Za sendiri yang bilang sama kaka
ā¢Zalina Salim
hm.. iya deh ka. ma'afin Za ya**
Briliant tidak lagi mengirim pesan pada Zalin.
____________________________________________
Bukan tanpa alasan Briliant marah Zalin meng instal BBM di hp nya. Briliant tahu BBM adalah aplikasi yang dapat membuat Zalin berkomunikasi dengan Evan.
Briliant tahu, Evan mempunyai aplikasi dan Evan pernah bilang pada Briliant jika dia lebih sering berkomunikasi dengan aplikasi BBM.
Sementara hp Briliant belum bisa di pasang aplikasi BBM.
Sebenarnya, Briliant ingin sekali membeli hp untuk tidak mengekang Zalin. tapi tabungan yang dia punya dia belikan printer untuk mendukung tugas akhir kuliahnya. skripsi.
___________________________________________
satu bulan kemudian
Satu bulan Zalin sudah tidsk lagi berkomunikasi dengan Evan.
Tetapi semalam Evan mengirim banyak sms pada Zalin, Zalinpun dengan terpaksa meng instal BBM di hp nya.
"Ma'afkan Za ka,cuma bentar aja koā Zalin menatap nanar layar hp nya.
Zalin pun mulai berkomunikasi dengan Evan semalaman.
___________________________________________
K****eesokan harinya
S**epulang kuliah
Zalin hendak menemui Briliant, karena kemarin sore sudah janjian di sebuah toko. Zalin ingin memberikan sebuah barang kepada Briliant. Sebelumnya Zalin mengatakan pulsa hp nya habis dan langsung saja bertemu di tempat yang telah ditentukan dan Briliant menyetujuinya.
S****esampainya di toko.
Zalin berkeliling toko, toko ini merupakan toko yang menyediakan segala bentuk perabotan rumah tangga, mainan, boneka, celengan, gitar, alat-alat motor, listrik, kosmetik. lengkap pokonya
Tidak lama kemudian ada yang menyentuh dan menggenggam tangan Zalin dari belakang, refleks Zalin menengok ke arah belakang. Sang empunya wajah imut tersenyum padanya. "Ka iyan" Zalin tersipu malu, "Jangan melamun aja! ayo kamu mau ngasih kaka hadiah apa?" Briliant mulai melangkah sambil menggandeng tangan Zalin. Zalin berjalan mendahului Briliant, berjalan ke arah kumpulan celengan, Zalin melepaskan genggaman tangannya dari Briliant dan mengambil sebuah celengan berbentuk karakter kartun doraemon. Zalin memperlihatkan celengan tersebut kepada Briliant, "Kaka suka ini ga?" Zalin tersenyum, "Suka" Briliant membalas senyuman Zalin. Zalinpun berjalan kembali sambil memangku celengan yang lumayan besar dan berat itu. "Sini kaka saja yang bawa" Briliant mengambil celengan dari pangkuan Zalin.
Zalin berjalan ke arah kumpulan boneka. Kini Zalin berdiri di rak dengan bantak variasinya, dari ukuran yang kecil sampai yang besar. "Jangan harap kaka akan belikan boneka ya Za" Briliant berbicara datar di samping kanan Zalin dengan tangan memegang celengan. Zalin menunduk lesu.
Briliant membisikan sesuatu di telinga Zalin, dan Zalin langsung merasa merasa tersipu malu dibuatnya. "Nanti kita buat boneka hidup. setelah nikah. itu lebih menarik, karena dia akan tumbuh dan menggemaskan" bisik Briliant Zalin memukul lengan Briliant. Briliant hanya tersenyum.
"Za, boleh ga kaka pinjem hp Za? Za pegang dulu hp kaka" Briliant menyodorkan hp nya
Zalin segera mengeluarkan hp di saku rok nya dan memberikannya pada Briliant.
Sekarang Zalin memegang hp Briliant dan Briliant memegang Hp Zalin. "Ini celengannya Za pegang dulu ya" Zalinpun mengangguk. Zalin sibuk melihat-lihat pernak-pernik di toko itu.
Zalin yang tidak curiga akan sikap Briliant meneruskan kegiatannya. sesekali dia selfie di dalam toko itu. tanpa diketahui siapapun termasuk cctv.
10 menit kemudian
Briliant menghampiri Zalin dan menyerahkan hp Zalin "Ini Za, hp mu. siniin hp kaka" dengan nada dingin. Zalinpun langsung menyerahkan hp Briliant dengan tak enak hati. Kini hp Zalin telah dipegang olehnya dan hp Briliant sudah kembali ke tangan sang pemilik.
"Za, ma'af ya kaka mau pulang sekarang saja. Kaka ga bisa nemenin Za" Briliant langsung pergi meninggalkan Zalin yang terpaku melihat sikap Briliant yang tidak seperti biasanya.
"Kenapa ya ka iyan? ko tiba-tiba jutek gitu. ninggalin lagi?" batin Zalin.
Apa ada sesuatu yang mengharuskan dia pergi begitu saja? Apa aku melakukan kesalahn ya? Tapi kalaupun iya. Apa salahku?
***
***