My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
Chapter 1 (MLMCH S2)



Zalin tersenyum mendengar ucapan Briliant. Dirinya sangat merasa bahagia karena dia bisa lulus sarjana akhirnya, Arsenio berusaha menggapai tangan ayahnya. Arsen ingin digendong oleh Briliant, karena merasa panas di gendong oleh ibunya. Karena Zalin memakai baju toga berwarna hitam saat itu, sedangkan hari semakin terik. Setelah Arsen kembali di gendong oleh ayahnya, Briliant mengajak Zalin untuk menemui keluarganya yang sudah menunggunya sedari tadi di depan gedung tempat Zalina wisuda. Briant berjalan lebih dahulu, sedangkan Zalin mengikutinya dari belakang. Saat Zalin berjalan menuruni anak tangga, Zalin melihat sosok yang tidak asing sedang berpelukan dengan seorang wanita.


Lelaki itu adalah Richard Bramantyo, teman lelaki KKL Zalin yang pernah mengincar Zalin. Zalin melihat ke kerudung yang dikenakan oleh wanita itu. Zalin merasa kenal dengan kerudungnya. Zalin tidak ingin lagi berurusan dengan lelaki itu, Zalin kembali melangkah mengikuti suaminya.


🍁🍁🍁


***MY LOVE MY CUTE HUSBAND SEASON 2


Di depan gedung tempat Wisuda***


Richard Bramantyo sedang memeluk seorang wanita yang begitu dia sayangi, Fatma Husniatuzzahra. Ya, Fatma teman sekelas Zalin sekarang sedang ada dalam pelukan Richard. Fatma melepaskan pelukan Richard dan menatapnya dengan intens, Richard mengkerutkan dahinya melihat Fatma yang so serius menatap dirinya.


"Loe ngapain natap gue begitu, hah!"


"Apa kamu gamau wisuda kaya aku gini?" tanya Fatma dengan mendekatkan wajahnya.


"Maulah!"


"Beresin tuh skripsi, udah setahun ga di kerjain. Mau jadi mahasiswa abadi? idih... kalah sama aku!" Fatma membuang mukanya dan menebalkan bibir bawahnya meledek Richard yang seharusnya wisuda tahun kemarin kalah oleh dirinya.


Tanpa mereka sadari, seorang lelaki berseragam serba navy mendekati mereka berdua.


"Ma'af Tuan, Nona. Kapan kita akan segera pulang, Tuan besar sudah menunggu ada di mobil?" seseorang itu bertanya pada Richard dan Fatma.


"Sekarang." ucap Richard.


Richard melangkahkan kakinya diikuti oleh Fatma, lalu seorang yang memakai baju navy. Mereka bertiga berjalan menuju sebuah parkiran VVIP, saat Richard melewati kerumunan banyak orang mereka seketika memundurkan badan mereka dan memberi Richard jalan. Walaupun di belakang Richard ada seorang wanita cantik, mereka tidak peduli karena sebagian dari mereka tahu siapa Fatma dalam hidup Richard.


Parkiran VVIP


Setelah berjalan beberapa menit Richard, Fatma dan lelaki berseragam navy berjalan akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju. Mereka bertiga sudah ada di depan sebuah mobil sedan mewah.


Pintu mobil di buka oleh lelaki itu untuk Richar dan Fatma. Setelah Richard dan Fatma sudah masuk ke dalam mobil, lelaki itu memutar badannya dan berjalan ke pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi. Ya, lelaki berseragam navy itu adalah seorang supir.


Sang supir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang, di dalam mobil hening. Richard dan Fatma sibuk dengan ponselnya masing-masing. Richard sedang main game, sedangkan Fatma sedang melihat hasil poto-poto selfie dengan kawan-kawannya saat di dalam gedung sesaat sebelum acara wisuda di mulai.


Sesekali sang supir melihat tingkah Richard dan Fatma dari kaca mobil yang berada di atas kepalanya. Richard dengan tampang seriusnya dan Fatma dengan wajah cerianya. Supir itu sudah tahu karakter Richard dab Fatma dengan baik.


Mansion


Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Richard dan Fatma mamasuki sebuah gerbang yang besar. Fatma segera memasukan ponselnya ke dalam tas kecil yang dia pakai di dalam baju toganya. Wajah Fatma terlihat sangat bahagia, bertolak belakang dengan wajah Richard yang ditekuk.


"Tersenyumlah," ucap Fatma sesaat sebelum mobil berhenti.


Richard memaksakan senyumnya, dia sangat tidak suka hari ini pada bagian ini. Memang tadi dia bahagia, melihat Fatma telah menyelasaikan studinya yang ditandai dengan acara wisuda. Tapi tidak dengan sekarang yang sudah memasuki wilayah sebuah bangunan cukup megah untul ukuran sebuah rumah.


Setelah mobil berhenti dengan sempurna, Sang supir membuka pintu penumpang dekat Richard, sedangkan pintu yang dekat dengan Fatma dibuka oleh seorang satpam.


Seperti sebuah pintu otomatis, pintu depan yang berukuran besar dibuka saat Richar dan Fatma akan masuk. Pintu itu di buka oleh kedua pelayan yang ada dari dalam rumah. Richard dan Fatma masuk ke dalam rumah, di hadapan mereka sudag berdiri seorang lelaki yang berusia hampir 50 tahun berdiri dengan kokoh menatap keduanya.


Setelah Fatma dan Richard masuk, pelayan kembali menutup pintu dan meninggalkan mereka bertiga diruangan tamu yang sangat besar itu.


Saat Fatma melihat sosok lelaki di depannya dia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat. Karena ingin segera memeluk lelaki itu. Tidak membutuhkan waktu lama Fatma sekarang sudah ada dipelukannya.


"Selamat sayang!" ucap lelaki itu lembut di telinga sebelah kanan Fatma dan matanya menatap tajam Richard.


"Terimakasih ayah," Fatma melepas pelukannya.


"Akhirnya kamu menyelesaikan pendidikanmu tepat waktu sayang, tidak seperti kembaranmu. Padahal dia yang duluan masuk kuliah," ucap lelaki yang duduk di sebelah Fatma.


Richard Bramantyo adalah kakak kembarnya Fatma Husniatuzzahra anak dari Bramantyo Adinata. Sedangkan ibu mereka sudah meninggal 13 tahun yang lalu.


Bramantyo Adinata yang sering dipanggil pa Bramantyo menegakkan duduknya dan menatap Richard yang duduk tepat di sebrangnya.


"Richard, kapan kamu akan menyelesaikan pendidikanmu? Kamu adalah calon pengganti papa di perusahan yang sudah papa bangun, maupun pengganti papa untuk adik-adikmu," ucap pa Bramantyo sedikit tegas.


Bramantyo memang dari dulu sudah menyimpan unek-unek karena tingkah anak sulungnya itu. Kuliah seenaknya dan sampai sekarang Richard belum juga mengerjakan skripsinya. Memang, ayah Richard punya pengaruh besar di universitas. Tapi, soal ujian akhir dan tugas akhir, ayahnya tidak bisa ikut campur. Jurusan yang diambil Richard cukup memperhitungkan lulusan mereka. Untuk itu tugas akhir harus dia sendiri yang mengerjakan. Dan itu sulit untuk dirinya.


"Pa, papa yang ingin Richard masuk jurusan itu. Padahal aku tidak suka, itu bukan passion ku pak," ucap Richard lemas.


Richard memang sedikit keras kepala, tapi pada ayahnya dia tidak brani menaikan nada bicaranya walau dia kesal sekalipun. Richard bernapas kasar karena sudah merasa lelah terus ditanya hal yang sama oleh ayahnya.


"Terus sekarang kamu maunya apa? pindah jurusan?" tanya Pa Bramantyo pada Richard dengan penuh selidik.


"Ya, kalau perlu begitu."


Pa Bramantyo menatap anak sulungnya dengan seksama. Sedangkan Fatma hanya melihat dan mendengarkan apa yang di ucapkan oleh ayah dan saudara kembarnya.


"Kamu yakin? Dengan usiamu sekarang kamu bisa memulai kuliah dari awal sesuai passion kamu?" tanya Pa Bramantyo kurang yakin dengan keputusan anaknya.


Richard mengangguk yakin akan keputusan yang dia ambil. Meskipun dia sendiri merasa lelah sudah kuliah selama 4 tahun dan tidak berhasil mendapat gelar sarjana teknik yang ayahnya inginkan.


Tidak lama kemudian ada orang yang membuka pintu secara tiba-tiba. Membuat ketiga orang yang ada di ruang tamu kaget bukan main.


Richard melihat ke arah pintu dengan seksama ingin mengetahui apakah perkiraannya benar atau salah. Siapa yang seenak jidat membuka pintu dengan sangat keras.


***


🍁🍁🍁


Hai- hai Readers.. Uni kembali 😁


Kali ini dengan cerita hidup Richard Bramantyo ya


Jadi kisah Richard ini MLMCH Season 2 😍


Richard ga kalah cute dengan Briliant Anggara, suaminya Zalin. Walau begitu Richard punya sifat berbeda dengan Briliant.


Semoga kalian suka dengan MLMCH S2 ini.


Jangan lupa, like πŸ‘setiap babnya


Tinggalkan komentar kalian ya 😘


Favoritkan β™₯


Kasih penilain 5⭐


Vote sebanyak-banyaknya.


Dukungan kalian sangat berarti buat uni dan perkembangan novel ini ke depannya.


Uni akan usahakan up setiap hari 😘