
Zalina kembali kuliah setelah libur selama 3 minggu setelah KKL berakhir. Zalina masuk ke semester 5 kembali untuk mengganti semester 5 kemarin karena cuti.
"Kaka utun, hari ini kita kuliah ya. Satu semester, setelah semester 5 kita bisa ambil cuti, karena ibu sudah masuk kuliah semester 6 sebelum KKL," Zalin mengusap perutnya saat dalam kamar.
"Za! Siap belum?" teriak Andrean, paman Zalin yang mulai sekarang kembali menjadi tukang ojek Zalin selama Briliant tidak ada.
"Iya, sudah!" Zalin segera mengambil tasnya dan keluar dari kamar segera.
Ini adalah hari selasa dan Briliant masih ada di kota Q. Untuk semester sekarang Briliant sangat sibuk mengajar. Jadi dia mempercayakan Zalin dia antar jemput oleh Andrean.
Setelah Zalin keluar, Zalin langsung memakai helmnya dan menghampiri pamannya.
Zalin dan pamannya berangkat menuju kampus.
Seminggu sebelumnya Zalin menghubungi adik tingkatnya yang sekarang akan menjadi teman sekelasnya. Zalin menghubungi adik tingkat yang dulu pernah dia bimbing saat ospek berlangsung.
Setelah berkomunikasi dengan beberapa orang, Zalin memutuskan untuk masuk ke kelas B karena di sana lebih banyak adik tingkat yang dibimbingnya saat ospek.
Zalin menghunginya ada yang lewat pesan whatsapp ada juga lewat pesan facebook.
Sesampainya di kampus, Zalin langsung berjalan menuju kelas B. Zalin berjalan dengan santai walaupun sebenarnya sebentar lagi waktu kuliah akan segera di mulai.
Saat Zalin masuk kelas, sudah ada beberapa mahasiswi yang sudah ada di kelas. Barisan depan sudah terisi penuh, Zalin memutuskan untuk duduk di barisan ke dua yang tepat di depan whiteboard.
Zalin tersenyum pada mahasiswi yang sudah ada di dalam kelas dan mereka semua membalas senyuman Zalin. Salah satu dari mereka berdiru dan menghapiri Zalin.
"Ka Zalin?"
"Iya, apa kabar Fatma?" tanya Zalin pada mahasiawi itu.
"Baik ka, ayo kita duduk dulu. Ka Zalin mau duduk dimana?" tanya Fatma.
Zalin menunjuk satu kursi dan Fatma berjalan beriringan dengan Zalin. Setelah Zalin duduk di atas kursi, Fatma ikut mendudukan tubuhnya di samping Zalin.
"Ka Zalin masuk kelas ini?" tanya Fatma penasaran.
"Iya Fatma, kan semester 5 kemarin kaka ambil cuti karena kecelakaan."
"Ooh... eh maksud ka Za kecelakaan?"
"Iya kecelakaan, masa kamu ga tau sih berita tentang kaka," Zalin tersenyum.
"Ya ampun! ternyata ka Zalin yang kecelakaan itu, ma'af ka.. aku ga tau," Fatma menunduk.
"Iya tak apa sebagai gantinya Fatma harus jadi teman kaka ya di sini," Zalin tersenyum pada Fatma. Fatma mengangguki oermintaan kaka tingkatnya yang sekarang menjadi teman satu angkatan dengannya.
Fatma adalah salah satu mahasiswi baru yang di bimbing oleh Zalin saat ospek 2 tahun yang lalu.
Setelah menyetujui permintaan Zalin, Fatma Husniatuzahra duduk di samping Zalina Salim.
10 menit kemudian, satu persatu kursi di kelas mulai terisi. Zalin memperkenalkan diri pada para mahasiswi, karena belum ada mahasiswa yang masuk ke dalam kelas.
5 Menit kemudian, mahasiswa satu persatu masuk kelas dan mengisi kursi paling belakang.
Semuanya sudah ada di kelas, semua kursi terisi semua.
"Wah, ka Zalin jadi masuk kelas ini?" tanya Anji.
Zalin menengok ke arah Anji karena dia duduk tepat di belakang Zalin.
"Iya Ji."
"Semoga betah ya di kelas ini ka," Anji tersenyum pada Zalin.
"Oke."
Bukan perkara yang sulit untuk Zalin berbaur dengan teman sekelasnya yang baru. Karena di samping Zalin yang mudah bergaul, teman sekelasnya yang baru adalah mahasiswa baru yang pernah dia ospek. Jadi tidak perlu banyak berkenalan karena mereka sudah tahu Zalin itu siapa.
Zalin menjalani kuliah seperti biasa, tetapi untuk semester ini Zalin sering izin tidak masuk kuliah karena Zalin menjalani pengobatan di luar kota yaitu di kota Q.
Setiap dosen memberikan waktu untuk izin pada mahasiswa maksimal 4 hari. Lebih dari 4 hari jika izinnya tidak jelas maka akan dipersulit ketika akan UAS.
Sebelum Zalin kecelakaan, Zalin selalu rajin kuliah. Jarang sekali Zalin mengambil cuti. Tapi lain halnya dengan sekarang. Zalin bertekad ingin melakukan pengobatan agar bisa sembuh total.
Zalin meminta izin ketika tidak masuk kuliah pada ketua kelas, terkadang Zalin juga menghubungi dosen.
Helen sudah mulai peraktek mengajar di sekolah-sekolah. Zalin sudah jarang sekali bertemu dengan Helen. Karena sekarang mereka mempunyai kesibukan yang berbeda.
Yang, hari ini kaka yang akan jemput. Besok ekolah libur karena ada rapat ~My Cute Husband
Zalin segera membalas pesan dari suaminya.
Oke ka, hati-hati ya. Di sini mendung, jangan lupa bawa jas hujan.~My Sweety Wife.
Tidak butuh waktu lama, Briliant langsung membalas pesan dari istrinya.
Siap sayangku. ~My Cute Husband
Zalin tidak membalas pesab dari Briliant, melainkan langsung menulis pesan untuk pamannya Andreab untuk memberi tahu bahawa tidak perlu menjemputnya karena Briliant akan menjemputnya.
Paman, ga usah jemput Za. Ka Iyan akan jemput Za. ~Zalina
2 menit kemudian Andrean membalas pesan Zalin.
Ok ~Paman Andrean
"Hadeuh...aku ngetik 10 kata untuk merangkai kalimat, hanya di balas satu kata. ok."
Zalin menggerutu tidak jelas.
"Ka, ayo kita ke mesjid!" ajak Fatma yang berdiri di samping Zalin.
"Iya, tunggu. Mau ambil mukena dulu."
"Ka Zalin bawa mukena terus ya, kayanya ga pernah tertinggal."
Zalin tersenyum menanggapi Fatma.
Saat Zalin sudah mengeluarkan mukenanya. Zalin hendak berdiri tapi mahasiswa yang sudah di luar kembali ke kelas.
"Hujan gede banget!"
"Kayanya kita ga bisa ke mesjid."
"Ada yang bawa sejadah?"
"Ka Zalin bawa!" ucap Fatma.
"Ya sudah kita sholat di sini aja ya bergiliran. Ka Zalin, pinjem sejadahnya ya."
"Iya, tapi kaka dulu ya yang pertama," ucap Zalin.
"Siaaaap!" ucap mereka serempak.
Dan akhirnya semuanya sholat di kelas dengan sejadah dan mukena Zalin yang dipinjam oleh mahasiswi yang lain.
Untunglah sejadahpun sekarang selalu ku bawa, pikir Zalin.
Zalin duduk di kursinya dan terasa hp nya bergetar di dalam tas. Zalin langsung mengambilnya dan melihat layar hp nya.
"Satu pesan diterima," gumam Zalin.
Zalin langsung membuka pesannya.
Za , kaka berangkat sekarang ya. ~My Cute Husband
Zalin langsung membalas pesan suaminya.
Iya ka, hati-hati ya. Hujan besar sekali di sini. pelan-pelan ya, jangan ngebut bawa motornya. ~My Sweety Wife
Setelah semua beres melaksanakan sholat ashar. Dosen datang dan memberikan mata kuliah selanjutnya. Zalin mengikutinya dengan seksama.
Sesekali Zalin melihat ke arah jendela dengan perasaan cemas karena mengingat Briliant. Zalin melihat hujan turun begitu deras, anginnya pun bertiup dengan kencang.
***
Jangan lupa like nya ya 👍😉
Sebentar lagi Novel ini akan Tamat ya. Selesai? Ya.. selesai. The End.
Tapi uni nulis novel lagi, judulnya ANNISA ZUNAIRA. Semoga kalian suka dan bisa menjadi pembaca setia 😊😉