
Zalin tersenyum menerima pelukan suaminya yang jika terlihat lebih imut jika sedang tersenyum. Zalin membalas pelukan kak Iyannya dengan perasaan sangat bahagia.
"Kamu harus menjaga kandunganmu ya sayang! aku yakin anak kita akan menjadi pintar seperti ibunya dan akan imut seperti ayahnya," Ucap Briliant.
"Aamiin, jangan terlalu kencang dong meluknya. Sesak nih!," protes Zalin.
Briliant terkekeh dan melonggarkan pelukannya dengan menciumi leher Zalin, sampai Zalin merasa geli dibuatnya.
*
Hari itu juga Zalin memberitahukan kabar kehamilannya kepada keluarganya, Ibu Zalin merasa sangat bahagia dan mewanti-wanti agar Zalin senantiasa menjaga kandungannya, kesehatannya. Diandra adik Zalin sangat antusias ketika mendengar akan mempunyai keponakan.
"Asik! aku akan mendapat keponakan!" Diandra lompat-lompat kegirangan.
Zalin tersenyum melihat tingkah adiknya, sedangkan ibu dan ayahnya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara Briliant pergi ke kota Q ada keperluan, sejak dari pagi.
Sore harinya, Briliant sudah tiba lagi di rumah Zalin. Dia segera memarkirkan motornya di garasi. Dia tidak sabar ingin segera bertemu dengan istrinya.
Tanpa ba bi bu lagi, Briliant langsung masuk ke dalam rumah lalu ke kamar untuk menemui istrinya.
KREK
Pintu kamar terbuka.
Briliant melihat Zalin sedang duduk berselonjor sedang membaca modul kuliahnya.
Zalin yang mendengar suara pintu terbuka langsung mengalihkan pandangannya dari modul ke arah pintu.
"Ka iyan," ucap Zalin seraya menutup modulnya setelah memberi lipatan di halaman yang terakhir dia baca dan meletakannya di samping tempat dia duduk.
Briliant tersenyum dan menghampiri Zalin dan langsung duduk di samping istrinya.
"Apa kabar Kaka utun," ucap Briliant sambil mengusap perut Zalin yang masih belum terlihat buncit karena hamil.
"Baik, ayah!" jawab Zalin tersenyum.
"Ko ayah sudah pulang? Biasanya kan suka menginap dulu di rumah oma?" tanya Zalin penasaran, karena biasanya jika Briliant ke kota Q pasti dia tidak akan pulang di hari itu juga.
Briliant menegakan tubuhnya dan menatap istrinya penuh dengan senyuman menyeringai, Zalin yang melihat senyuman dan tatapan suaminya itu mengerti apa yang diinginkan suaminya.
"Kan mau nengok junior?" Brilant mengedipkan matanya kepada wanita yang baru 2 bulan dia nikahi.
"Ka iyan ini!" Zalin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Memang tidak lelah apa, kaka baru dari luar kota loh?" ucap Zalin masih dengan mata ditutup oleh kedua tangannya.
"Engga," jawab Briliant enteng sambil berdiri untuk menyimpan tasnya ke atas meja.
"Tapi, Za belum mandi loh ka? Za ga wangi," Zalin mulai mengintip ke arah suaminya karena Briliant bangkit dari duduknya.
"Ya sudah, mandi dulu. Yang wangi ya," Briliant menghampiri Zalin dan berbisik.
"Kalau hamil, katanya supaya kamu ga stres kita harus semakin mesra!" Ucap Brilant serius.
"Hmmmm," Zalin menurunkan kedua tangannya yang menutup wajahnya sedari tadi.
"Jadi kalau ibu hamil stres anaknya ga akan pinter, begitu?" tanya Zalin penasaran.
"Iya," Briliant mengangguk.
"Kata siapa?" Zalin memiringkan kepalanya menghadap Briliant.
"Dari artikel. Ah cepatlah mandinya!" Briliant kesal karena istrinya terlalu banyak bertanya dan banyak bicara.
Briliant merebahkan tubuhnya di samping Zalin.
"Ka iyan ini, tidak sabaran," gumam Zalin.
"Kamu bicara apa yang?" Briliant menatap penuh selidik.
"Ga apa-apa ka, Za mau mandi dulu ya. Tunggu ya!" Zalin segera turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Iya, kaka akan menunggu sayang," Briliant menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
"Aku akan menjadi ayah?," Briliant tersenyum bahagia.
5 menit kemudian
Briliant mendekati pintu kamar mandi karena Zalin tidak kunjung keluar dari kamar mandinya.
Briliant memcoba membuka pintu kamar mandinya. Tapi, Zalin menguncinya.
"Ya ampun, istriku ini main kunci segala. padahal di sini hanya ada aku!" Briliant menepok jidatnya.
Tok tok tok
Briliant mengetuk pintunya pelan.
"Ada apa ka?," suara Zalin terdengar.
"Ih kamu lama sekali sih!" ucap Briliant kesal.
.
.
.
.
.
Cieeeee ka Iyan sembilan bulan ke depan kayanya ga akan ada puasa olahraga malam nih 😂
.
ga sabaran nih 😆