My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
21



Hari itu Zalin sudah berniat akan memberitahukan pada Briliant, tentang hubungannya dengan Evan.


"Semoga saja ka iyan ga marah atau ga menjauhiku setelah tau kenyataannya" Zalin menenggelamkan wajahnya di balik bantal


Tidak lama kemudian dia mendudukan tubuhnya kembali di atas kasur.


"Harus sekarang! Harus!" Zalin mulai membuka aplikasi pesan untuk mengirim pesan pada pacarnya, Briliant.


"Hm...." Zalin memikirkan kata-kata untuk dia kirim kepada Briliant, matanya melirik ke atas langit-langit kamarnya. Zalin mulai merangkai kata-kata untuk dikirimkan kepada kekasih hatinya, Briliant. Zalin ingin tegas dan ingin hanya ada Brikiant du hatinya, Zalin tidak mau kalau Briliant tau tentang hububgannya dengan Evan di masa lalu dari Evan. Zalin tidak tahu apa jadinya jika Evan yang memberitahukan pada Briliant. Tidak ada yang tahu Zalin pernah berhubungan dengan Evan, selain sahabat-sahabat Zalin dan adiknya Diandra. Jadi Briliant tidak mungkin tahu dari orang lain selain Evan.


Zalin beberapa mengetik dan dihapus kembali beberapa kali, setelah mengetik salah beberapa kali. akhirnya Zalin mengirimkan pesannya.


•Zalina Salim


selamat malam ka... 😊


ka iyan lagi sibuk ga?


ada sesuatu yang mau Za sampaikan. penting


Zalin menunggu balasan dari Briliant


3 menit kemudian


Belum ada balasan dari Briliant


Zalin melangkahkan kakinya ke meja belajarnya. Zalin menyimpan hp nya di atas meja belajar. Zalin mendudukan tubuhnya di atas kursi, dia membuka-buka buku catatan kuliahnya.


"Ya ampun.. ternyata ada tugas yag harus di kumpulkan besok!" Zalin menepok jidatnya. "Ah untunglah aku buka buku!" Zalin bernapas sedikit lega. Zalin mengambil salah satu modul dan membacanya. Setelah selesai membaca modul, Zalin memgambil pulpen dan mulai menulis jawaban dari tugas yang akan dia kumpulkan besok. Zalin terus menulis, sesekali dia membaca modulnya.


"Selesai!!!" Zalin menutup bukunya dan memasukan buku catatan kukiahnya ke dalam tas.


Zalin mengambil hp nya yang dia letakan di atas meja. "Belum ada balasan?" Zalin menyandarkan badannya di atas kursi sambil tersenyum dipaksakan ke atas langit-langit kamarnya. Zalin melihat ke arah jam dinding. "Jam setengah 9" Zalin bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kasurnya.


Zalin mendudukan tubuhnya ditepi kasur. kemudian menyimpan hp nya di atas laci meja yang ada di samping ranjangnya. Zalin menidurkan tubuhnya. Baru beberapa detik Zalin, menidurkan tubuhnya. Hp nya bergetar.


Dert... dert...


pesan masuk


Zalin mendudukan badannya dan meraih hp nya. Zalin membuka pesan masuk.


•Briliant Anggara


malam juga Za 😍


kaka tadi lagi sibuk. hehe


sekarang baru balas. setelah selesai sibuknya.


wah apa tuh? kayanya penting banget Za


Zalin menelan ludahnya.


Zalin mengusap wajahnya dengan telapak tangan kirinya gusar, sedangkan tangan kanannya memegang hp.


Mau tak mau aku harus bilang. semoga yang aku takutkan tidak terjadi. aku sudah merasa cocok dengan ka iyan. gamau kalo harus dicuekin


Beberapa detik kemudian dia mengangkat wajahnya, dan Zalin segera menyusun kalimat yang singkat jelas dan langsung dapat di pahami oleh pacarnya. Zalin mengetik tidak seperti biasanya, banyak keraguan diwajahnya. Beberapa kali dia berpikir untuk memilih kalimat yang bagus.


Setelah beberapa menit dia menyusun kalimat, Zalin selesai mengetik pesan. Sebelum di kirimkan, Zalin beberapa kali membaca SMS nya yang akan dia kirim. Setelah meyakinkan diri, Zalin mengirim balasan Pada Briliant.


•Zalina Salim


ka, sebenarnya Za mau bilang.


kalo Za itu sebenarnya pernah pacaran dengan seseorang sebelum dengan ka iyan.


dan mantan Za itu, Evan.


Evan temen kelompok praktek lapangan bareng ka iyan.


ma'af ya. Za, baru bilang 😑😐


Zalin duduk diatas kasurnya. Menunggu balasan dari Briliant.


5 menit berlalu


Belum ada balasan dari Briliant


"Ah apa ka Iyan marah ya?" Zalin menyimpan hp nya di depannya. Zalin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


5 menit kemudian


Dert..dert...


pesan masuk


Zalin dengan sigap.mengambil hp nya. Zalin menarik napas dalam-dalam.dan membuangnya dengan perlahan.


Apa ya yang iyan kirimkan ya? ko aku takut baca pesannya


Zalin memejamkan matanya. Siap menerima apapun yang Briliant putuskan. Zalin membuka pesan dari Briliant


•Briliant Anggara


yang benar Za?


kalo benar.


kita sama-sama punya masa lalu.


jadi masa lalu biarkan berlalu ya Za.


Zalin membaca pesan dari Briliant dengan bahagia. Tapi Zalin tidak mengerti dengan kalimat nanti kaka bilang deh sama Evan nya.


"Aaaaaaah ternyata dia gak marah sama sekali?" Zalin tersenyum melihat layar hp nya, "Apa maksud ka iyan mau bilang sama ka evan ini?" Zalin melirik ke arah lantai beberapa kali. Zalin segera membalas pesan yang Briliant kirimkan.


•Zalina Salim


oh iya ka, makasih ya ka.


kirain Za, ka iyan akan marah 😕


dan menjauhi Za.. hmmm


Tak lama kemudian hp Zalin bergetar


*dert.. dert... dert...


pesan masuk


•Briliant Anggara


iya Za.


kenapa harus marah?


kaka malah seneng Za jujur.


engga, kaka ga akan bisa jauh dari Za 😊


kaka gausah mikirin evan lagi, biar Evan nanti tau kita pacaran dari kaka ya?


Zalin membelalakan matanya setelah membaca pesan dari Briliant


Ka iyan mau bilang ke evan?


Zalin tersenyum, tapi sedikit was-was.


Gimana caranya nanti ka iyan bilang sama evan? Bagiamana tanggapan ka Evan ya?


Zalin mulai menyadarkan dirinya dan mulai membalas


•Zalina Salim


akhir-akhir ini kaka pinter nge gombal..wkwkwk


oke deh ka 👍😊😁😍


ka, Za udah ngantuk.


udah dulu ya 😁


selamat malam 😄


Hati Zalina mulai tenang, karena apa yang Zalin takutkan tidak akan terjadi.


Zalin menyimpan hp nya di atas lacinya, Zalin segera menidurkan badannya dan menutup tubuhnya dengan selimut sampai ke leher.


Tidak butuh waktu lama, Zalin langsung terlelap tidur. pergi ke alam mimpiny dengan hati damai.


____________________________________________


Di rumah Briliant


Briliant membuka Sms terakhir dari Zalin dan membalas SMSnya


•Briliant Anggara


itu bukan gombal.


itu ungkapan perasaan 😁


iya Za, selamat malam say 😍


mimpi indah ya...


Briliant menunggu balasan dari Zalin.


10 menit kemudian


Briliant melihat ke layar hp nya


"Zalin tak membalas, sepertinya dia sudah tidur" pikir Briliant.


Briliant merapihkan meja nya yang berserahkan dengan kertas RPP.


Setelah beres membereskan meja, Briliant segera ke kasurnya dan menidurkan badannya di atas kasur.


Briliant menerawang ke langit-langit kamarnya.


"Jadi Za, pernah sama Evan? dimana ya mereka kenal?" gumam Briliant


"Besok aku akan menghubungi Evan dan aku memberi tahunya kalau Zalin sekarang sudah dekat denganku. Aku tak ingin Zalin berhungan lagi dengan Mantannnya. Aku sudah nyaman dengan Zalin. Aku tidak ingin ada pengganggu" batin Briliant


***