
Zalin terbangun dari tidurnya, dia mendudukam tubuhnya diatas kasur dan mengucek matanya. Zalin melihat ke arah jam dinding di kamarnya.
"Jam 12?!" Zalin segera pergi ke dapur, dia lupa harus memasak. Sebentar lagi ibunya pulang kerja. Ibu Zalin adalah seorang guru, sama seperti mama Briliant. Zalin segera memulihkan kesadarannya.
Sesampainya di dapur
"Ya ampun! Kenapa aku harus ketiduran lagi sih!" Gerutu Zalin. Zalin segera membuka kulkasnya dan memilih sayuran yang akan dia marak. Dia mengambil sayuran yang sekiranya cepat matang karena dia harus segera menyelesaikan masakannya sebelum ibunya pulang.
Zalin berjalan menuju rice cooker yang ada di diatas meja rak piring dan dia membuka rice cooker tersebut. Setelah melihat isinya Zalin tersenyum "Ah untunglah masih ada nasinya, sepertinya itu cukup!".
Zalin kembali ke dekat kompor dan dia mulai sibuk membersihkan sayur dan lauknya. Zalin melirik sebentar ke arah jam dinding yang ada di dapur, "30 menit lagi ibu datang, cukuplah waktunya".
25 Menit kemudian
Zalin telah menyelesaikan pekerjaannya, semua makanan yang dia masak telah tersaji di meja makan.
"Selesai!" Zalin menepuk tangan untuk dirinya sendiri dan tersenyum menatap masakannya.
"Kalau begini ibu tidak akan marah, tidak sih ibu tidak pernah marah. Hanya saja terkadang terlihat mengeluh saat pulang kerja, cape harus masak sendiri" Gumam Zalin.
Zalin menutup makanan yang sudah ada di atas meja makan itu dengan tutup saji. Kemudian Zalin berjalan menuju wastafel untuk mencuci alat masak dan wadah yang telah dia pakai.
Zalin mulai mencuci alat masak tersebut dengan hati tenang dan bahagia. Tenang karena dia berhasil menyelesaikan masakannya sebelum ibunya pulang dan senang karena Briliant sedang melamar pekerjaan.
"Semoga ka Iyan, langsung di terima kerja di sekolah itu!" Zalin tersenyum sambil mencuci wajan.
Tidak lama kemudian.
Tok
tok
tok
Terdengar seseorang mengetuk pintu depan.
"Siapa ya?"
"Kalau ibu, pasti langsung masuklah"
"Oh iya! Tadi kan setelah ka Iyan berangkat aku mengunci pintunya" Zalin tertawa kecil.
Tok
tok
tok
Suara ketukan pintu terdengar kembali.
"Iya, Tunggu" Zalin berteriak, karena jarak dari dapur menuju rung tamu lumayan jauh.
Zalin segera membersihkan tangannya dari sabun dan berjalan ke arah ruang tamu untuk membuka pintu.
Setelah di ruang tamu
Krek krek, Zalin memutar kunci pintu.
Ceklek, pintu terbuka dan didepannya sudah npak ibu Zalin.
"Ma'af bu, tadi Za lagi masak" Zalin tersenyum dan salaman pada ibunya.
"Hm.. mengapa harus dikunci segala?" Ibu Zalin berjalan ke dalam dan mendudukan tubuhnya di kursi di ikuti Zalin.
"Soalnya setelah ka Iyan pergi, Za menrasa mengantuk jadi Za kunci saja pintunya"
"Iyan pergi? Pergi kemana?" Ibu Zalin menautkan kedua alisnya karena heran menantunya pergi tanpa berpamintan.
"Katanya di kota Q ada lowongan pekerjaan"
"Oh.. alhamdulillah kalau begitu. Ibu senang mendengarnya Za, semoga iyan dapat segera mendapat pekerjaan ya" Ibu Zalin mengusap lengan putrinya.
"Iya bu"
"Tapi tadi pagi Iyan ga bicara apa-apa?"
"Dadakan bu"
"Oh baiklah, dimanapun iyan kerja ga apa apa ya Za? Kamu masih ingin kuliah kan? Kalau iyan kerja di kota Q?" Zalin mengangguk cepat.
"Iya Za akan tetap kuliah, Ka iyan juga mendukung Za untuk tetap kuliah"
"Bagus kalau begitu. Za apa kamu sudah masak? Ibu merasa lapar" ibu Zalin berdiri dari duduknya.
"Sudah bu, semuanya sudah tersedia di meja makan. Nasi di Rice cooker sisa pagi masih lumayan banyak. Jadi Za ga masak nasi lagi"
"Oke Za, ga apa apa. Ibu ke dapur dulu ya" Ibu Zalin meninggalkan tas nya di kursi rung tamu.
"iya, Za juga mau ke dapur. tadi lagi mencuci alat masak belum beres" Zalin mengikuti langkah ibunya ke dapur.
Sesampainya di dapur
Ibu Zalin menuangkan air di teko di gelas.
"Za, kamu ga masak air?"
"Aduh lupa ga masak air!" Gumam Zalin
Zalin menggeleng pelan "Tidak bu, lupa"
"Hm..." Ibu Zalin
Ada saja yang ku lupa, Ya ampun!. Batin Zalin
Ibu Zalin mengambil teko yang biasa digunakan untuk memasak air.
"Za, kamu geser dulu sedikit. Ibu mau mengambil air untuk di masak" Zalinpun menjauhkan badannya dari dekat wastafel.
Setelah selesai mengambil air, ibu Zalin langsung menyimpan teko itu di atas kompor dan menyalakan kompor. Sementara Zalin kembali melanjutkan pekerjaannya yng hampir selesai.
"Za, ibu nunggu air matang dulu lalu makan. Kalau kamu mau makan dahulu boleh"
Zalin menggeleng "Nanti saja bareng sama ibu"
"Ya sudah, ibu ke kamar dulu mau ganti baju" Zalin mengangguk.
Sore Harinya
Zalin sedang duduk di kursi meja belajarnya sambil memegang hp nya. "Ka iyan ko belum menghubungiku ya? " Zalin memutar-mutar benda pipih itu.
Tidak lama kemudian
Dert.. Dert...
Hp Zalin bergetar
Zalin melihat ada satu pesan di terima. Dia langsung membuka pesan itu.
"Yang, kaka ke rumah mama dulu. Tadi di sekolah sudah beres setelah dzuhur. Kaka ketiduran, jadi baru memberi kabar. Janga marah ya Sayang" ~ My Cute Husband
Zalin memanyunkan bibirnya setelah membaca pesan suaminya itu.
Di rumah mama Briliant
Briliant membuka pesan dari istrinya.
Iya ga apa apa. Kaka mau pulang ga? ~ My Sweety Wife
"Sepertinya istriku ini takut aku tidak pulang!"
Di rumah Zalin
Zalin berjalan ke atas kasur dan merebahkan badannya "Awas aja kalau kamu ga pulang sore ini ka!" Gerutu Zalin
Semoga kaka bisa ke kota X hari ini ya Za, soalnya di sini mendung. Takut hujan ~ My Cute Husband
"Aaaaah ka Iyan, aku pengen kamu pulang!" Zalin menjauhkan hp nya dari tubuhnya dan dia membalikan badannya dan memukul-mukul kasur karena kesal.
Aku merasa sangat merindukan kamu ka! Padahal sehari juga belum. Batin Zalin.
Sementara di rumah mama Briliant
Briliant menunggu balasan dari istrinya tapi 15 menit dia menunggu tidak ada balasan.
"Sepertinya dia ngambek" Briliant tersenyum dan mendudukan tubuhnya.
Briliant menyimpan hp nya di atas meja dan dia mengambil handuk untuk mandi. Briliant berencana pulang ke kota X dan tidak akan memberi tahu istrinya.
"Baru kali ini kamu jauh dari kaka Za" Briliant menyeringai.
"Tunggu kaka ya sayang!" Gumam Briliant
Di rumah Zalin
Ah, aku tidak boleh egois!. Batin Zalin.
Zalin mendudukan tubuhnya dan kembali meraih hp nya "Aku harus membalas pesan suamiku yang imut itu!"
Di rumah Mama Briliant
Briliant sudah selesai mandi dan dia mengambil hp nya, tertera 1 pesan diterima. Briliant langsung membuka pesan itu.
Iya ka, jangan memaksakan ke sini hari ini kalau hujan. ~My Sweety Wife
Briliant tersenyum melihat pesan itu.
"Kaka, akan pulang ko sayang! Tapi kamu ga perlu tahu. Kaka akan membayar rasa rindu yang kamu rasakan" Gumam Briliant.
***