
"Kaka main air lagi! Kalau kamu mau main air datangi saja kaka ya!." Briliant langsung berlari lagi dan bermain air lagi.
Zalin menatap tingkah suaminya yang sedang bermain dengan ombak laut, sesekali Zalin merasa was-was saat tidak melihat suaminya.
"Ka, kamu seperti anak kecil!." Gumam Zalin
Beberapa menit kemudian
Zalin menghampiri Briliant yang sedang asyik bermain air. Briliant yang meliht istrinya berjalan ke arahnya langsung mendekati iatrinya dan menarik tangan istrinya.
"Hati-hati ya yang!." Briliant tersenyum sambil menggenggam tangan Zalin, Zalin mengangguk.
Briliant menyipratkan air ke wajah Zalin dan Zalin membalas perlakuan suaminya. Zalin dan Briliant saling kejar-kejaran layaknya anak kecil.
Setelah merasa kelelahan, Zalin mendudukan tubuhnya diatas pasir putih. Briliant mendudukan tubuhnya di samping Zalin. Briliant dan Zalin benar-benar merasa kelelahan.
Briliant merebahkan tubuhnya diatas pasir dan menatap langit yang berwarna biru tanpa ada awan yang menghalangi.
"Yang, kita nanti pulangnya langsung ke rumah kaka yang pernah kita tempati berdua ya." Briliant melirik ke arah wajah istrinya dan teraenyum. Zalin hanya menganggukan kepalanya sambil melihat orang-orang masih bermain ombak laut.
"Yang, kita bersihkan diri dulu yuk! Setelah itu kita berkeliling sebentar, lalu pulang." Briliant mendudukan badannya dan merangkul bahu Zalin.
"Mau udahan saja main airnya? Kaka lucu loh tadi main ombaknya. hehe," Zalin terkekeh mengingat tingakah suaminya.
Briliant yang merasa diledek memanyunkan bibirnya dan memasang wajah cemberut.
"Engga ah, ombaknya sudah pasang." jawab Briliant kesal.
Zalin yang melihat tingkah suaminya menjadi gemas.
"Aduh.. jangan cemberut gitu dong. Nanti tambah seperti anak kecil, uuuu," Zalin menjulirkan lidahnya.
"Ah awas saja nanti malam!." Gumam Briliant.
"Kaka bicara apa?," tanya Zalin penasaran.
"Bukan apa-apa! Ayo kita ke tempat pembilasan dan segera membersihkan diri!," Briliant menarik tangan Zalin dan meninggalkan pantai.
***
"Ka, kita langsung pulang saja yuk?." Ajak Zalin pada suaminya.
Zalin sudah merasa sangat lelah.
Briliant tersenyum dan mengangguk.
Zalin dan Briliantpun berjalan ke arah parkiran untuk mengambil motor.
***
Sesampainya di rumah.
Briliant mendudukan tubuhnya di sofa ruang tengah. Sedangkan Zalin mengambil air minum yanga ada di ransel karema merasa haus. Setelah mengambil botol minumnya, Zalin duduk di samping suaminya dan langsung membuka tutup botol itu lalu meneguk air dalak botol tersebut.
Zalin kembali menutup botol itu dan menyimpannya di atas meja.
"Senangnya tiba di rumah ini!." Briliant tersenyum melihat langit-langit ruangan itu.
Zalin menyandarkan kepalanya di sofa.
Briliant menatap istrinya.
"Yang," Briliant memanggil Zalin.
Zalin melihat ke arah suaminya dan melihat Suaminya tersenyum penuh makna.
"Masih siang!." Ketus Zalin
"Iya, kaka juga tau ko yang!." Briliant menggeser posisi duduknya sampai berdempetan dengan Zalin.
Seketika Briliant mencium pipi Zalin.
Zalin yang melihat tingakah suaminya, memandang Briliant dengan menautkan alisnya.
"Hehe," Briliant berlari ke kamar.
"Dasar, ka Iyan!," Zalin menggeleng-gelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum.
"Sayang! Kita seminggu ya di sini!," teriak Briliant dari kamar.
Zalin menepok jidatnya karena tahu apa yangbakan terjadi padanya seminggu kedepan.
"Sayang! Kamu dengar tidak?," teriak Briliant kembali.
"Iya," Zalin menyauti suaminya.
Briliant dan Zalin pun menginap di rumah itu selama satu minggu lamanya. Mereka berdua merasa nyaman ketika tinggal terpisah bersama orang tua mereka. Zalin dan Briliant menjalani masa honeymoon mereka yang ke dua di rumah itu.
***
"Yang, besok kita jadi kembali kan ke kota X?," tanya Zalin pada Briliant saat sarapan pagi.
"Oh iya ya, kita sudah seminggu di sini. Oke kita kembali saja besok," jawab Briliant.
Briliant meneguk air putih di gelas yang di hadapannya hingga habis.
Briliant berdiri dari duduknya, kemudian berjongkok di dekat Zalin. Briliant mengelus perut istrinya dengan lembut.
"Kaka utun, semoga kamu cepat hadir ya di sini. Ibu mu sudah tidak sabar menantimu," Bisik Briliant tapi masih terdengar jelas oleh Zalin.
Zalin yang mendengar hanya bisa tersenyum meanggapi tingkah Briliant.
"Tuh kan ka, ibumu senyum-senyum," Briliant melirik ke arah wajah istrinya.
Zalin yang merasa malu langsung menjauhkan badan suaminya dari dekat perutnya.
Briliant langsung memeluk istrinya yang masih duduk.
"Semoga dia cepat jadirbya sayang," Briliant berbisik hingga membuat Zalin merasa geli dibuatnya.
"Iya, udah dong jangan begini. Za merasa geli ah!," jawab Zalin.
Briliant langsung menjauhkam badannya.
"Za, kaka keluar dulu sebentar ya. Kamu berkemaslah, siapa tahu kita kembali ke kota X nya hari ini!," Briliant hendak meninggalkan Zalin tapi tertahan oleh suara istrinya.
"Ko hari ini?," tanya Zalin heran.
"Kan besok kamu harus ikut pembekalan di kampus?," jawab Briliant.
"Oh iya! Za lupa ka, hehe," Zalin tertawa.
"Saking betahnya honeymoon jadi lupa masih mahasiswa?," Briliant menjulurkan lidahnya kemudian lari keluar menghidari istrinya.
Zalin memanyunkan bibirnya lalu tersenyum.
***
***
Keesokan harinya
Zalin pergi ke kampus untuk mengikuti acara pembekalan, di sana dia bertemu dengan teman-teman sekelompoknya.
Mereka bersembilan duduk saling berdekatan mendengarkan pengarahan dari dosen yang berbicara sangat panjang lebar, menjelaskan apa yang harus dan tidak harus dilakukan saat dilapangan.
2 jam kemudian, pembekalan selesai. hampir semua kelompok berkumpul untul berdiskusi di area kampus, Zalin dan teman-teman sekelompoknya juga berdiskusi di area kampus. Zalin dan kelompoknya memilih tempat di dekat perpustakaan.
"Eh kelompok kita kurang satu deh sepertinya," ucap Hana.
"Memang! satu orang lagi tidak datang," jawab Anatasya.
"Richard Bramantyo," timpal Andika.
"Apa ada yang kenal?," tanya Zalin.
Semuanya menggeleng menandakan tidak ada yang mengenalnya.
"Ya sudahlah, kalau dia tidak datang biarkan saja. Dia harus menerima apapun keputusan diskusi ini," Wily memberi saran.
"Setuju!," Beni mengacungkan telunjuknya.
"Aku juga setuju!," Delia menjawab.
Beberapa saat hening.
"Za, kamu saja lah yang menjadi ketua," suruh Beni.
Kalau aku yang menjadi ketua aku takut aku emosian. Pikir Zalin
Zalin menggelengkan kepalanya.
"Tidak, lebih baik lelaki yang menjadi ketuanya!," Zalin menolak dan memberi masukkan.
"Iya lebih baik laki-laki," usul Ana Tasya.
"Tapi kamu jadi sekertaris ya Za!," ucap Wily.
" Kenapa harus aku?,"Zalin menunjuk dirinya sendiri.
"Karena kamu punya latar belakang Ikut organisasi. Jadi kamu yang paling paham," jawab Fathan yang sejak tadi tidak bicara apapun.
Semua anggota memganggukan kepalanya tanda satu pemikiran.
"Oke baiklah!." jawab Zalin.
Saat mereka berdiskusi, terdengar suara mobil mendekat membuat mata mereka tersita perhatian oleh mobil sedan putih tersebut.
"Mobil siapa tuh?." ucap Ana tasya sambil memperhatikan mobil sedan itu.
"Wih keren mobilnya!." Hana menimpali.
"Yang bawanya keren juga ga ya?." Ucap Delia sambil memiringkan wajahnya.
Fathia hanya memperhatikan mobil itu tanpa berkomentar apapun.
Semua wanita dikelompok Zalin fokus pada mobil sedan putih yang berhenti di depan perpustakaan. Mereka menunggu siapa yang muncul dari mobil tersebut.
Sementara Zalin setelah mengetahui yang datang adalah mobil Richard yang minggu lalu dia lihat di pantai tidak menghiraukannya. Zalin fokus menulis dibuku catatan yang ada ditangannya.
"Za, kamu ko tidak seperti mereka?," Fathan menegur Zalin yang sedang menulis.
"Tidak apa-apa," Zalin tetap menulis tidak menghiraukan keributan yang disebabkan oleh ke 4 wanita dikelompoknya.
***
Teman kelompok Kuliah Kerja Lapangan Zalin
Ana Tasya
Hana Tsania
Delia Kusuma
Fathia Atmadja
Richard Bramantyo
Andika Revira
Beni Airlangga
Wily Wijaya
Fathan Atmadja
Mereka semua beda jurusan, kecuali Wily dan Andika. Mereka adalah mahasiswa satu jurusan.
Fathia dan Fathan adalah anak kembar. Orang tua mereka menginginkan anaknya ada dalam satu kelompok agar bisa saling menjaga.
***
.
.
.
.
.
untuk melihat Visual Briliant dan Lelaki di kelompok Zalin follow ig uni ya
@Uni_mlmch
kalo dimasukan ke novel nya sulit up 😢
Jangan lupa Like 👍 di semua bab nya 😍
Jangan lupa juga Favoritkan ♥ biar tidak ketinggalan info up novel **My Love My Cute Husband 😉
Vote nya**
penilaian 5⭐ nya
Tinggalkan pesan, kesan, kritik dan saran di kolom komentar ya 😘
Biar uni makin rajin dan semangat ngetiknya untuk up chapter selanjutnya 😁😅
Makasiiiih