My Love My Cute Husband

My Love My Cute Husband
70



Zalin bangun dari tidurnya. Perlahan ia mengangkat tangan Briliant yang memeluknya. Setelah Zalin terbebas dari pelukan suaminya, Zalin duduk dan memakai pakaiannya. Zalin teringat dia membeli tespek dan hatinya mulai gundah.


"Ini saatnya aku mengetes apa aku hamil atau tidak. Emmm, bagaimana kalau hasilnya negatif ya?," Zalin menatap wajah Briliant yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Ah, lebih baik aku segera ke kamar mandi untuk mengetahui hasilnya," Zalin menurunkan kedua kakinya dan mulai berdiri dari ranjang.


Zalin melihat tespek yang terletak diatas meja dekat ranjang, lalu berjalan ke arah kamar mandi dengan semangat.


***


Sesaat setelah Zalin ke kamar mandi, Briliant mengerjapkan kedua matanya.


"Yang," Briliant meraba-raba kasur disampingnya tapi tidak menemukan apa yang dia cari, Istrinya.


Briliant mendengar suara gemircik air dari dalam kamar mandi.


"Sepertinya Za sedang mandi," pikir Briliant.


Briliant segera mendudukan tubuhnya di atas ranjang dan meraih hp nya yang dia letakan diatas meja tidak jauh dari jangkauannya.


***


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka.


Zalin menatap ke arah ranjang dan melihat suaminya sedang memainkan hp.


"Kamu belum mandi?," bisik Briliant menatap Zalin yang keluar dari kamar mandi masih mengenakan baju tidur dan memegang sebuah wadah kecil ditangan kanannya.


Zalin menggeleng diiringi senyuman, lalu Zalin berjalan ke arah meja yang diatasnya ada tespek.


"Itu apa Za?," tanya Briliant sambil menunjuk wadah kecil yang Zalin bawa dari kamar mandi.


"Urin," jawab Zalin singkat.


Zalin meletakan wadah kecil itu diatas meja samping ranjang.


"Oooh," Briliant membulatkan mulutnya.


"Oh iya! Kamu sekarang kan mau mengetes kehamilan kan?," tanya Briliant antusias memandang istrinya.


Zalin menangguk cepat.


Briliant segera mengenakan bajunya yang ada dilantai damnlansung menghampiri Zalin.


***


Briliant berdiri di belakang Zalin yang sedang membuka bungkus tespek.


"Ini, bagaimana cara pakainya ya ka?," tanya Zalin polos.


"Ya, ampun! Masa kamu tidak tahu!," Briliant menepok jidatnya dan geleng-geleng kepala.


"Bukan tidak tahu, tapi takut salah saja ka," kilah Zalin sambil menghembuskan nafasnya kasar. Zalin menunduk kesal, sementara Briliant gemas melihat tingah istrinya.


Briliant memeluk istrinya dari belakang dan mencium telinga Zalin sampai Zalin merasa geli dibuatnya.


"Ih kaka, apaan sih!," Zalin menggoyangkan kepalanya dan menatap tajam mata suaminya.


Briliant langsung merebut bungkus tespek yang sedang Zalin pegang.


"Sini, biar kaka yang lakukan," Briliant melangkah mendekati meja yang diatasnya sudah ada urin milik istrinya.


"Kamu lupa kaka sekolah di Kesehatan?," Briliant mulai mengeluarkan tespek dari bungkusnya. Sementara Zalin memperhatikan gerakan tangan suaminya.


Briliant memperhatikan tespek tepat di depan wajahnya dan setelah di rasa dia tahu mana yang harus dicelupkan, Briliant langsung mencelupkan tespek itu ke dalam wadah yang berisi urin istrinya.


"Bagaimana hasilnya?," Zalin menatap suaminya tidak sabar.


Briliant memirngkan kepalanya ke hadapan Zalin, dan mengacak rambut istrinya.


"Sabarlah."


"Harus menunggu berapa lama?," Zalin melipat tangannya di atas perut.


"Tunggulah 3 menit," Briliant menegakan tubuhnya dan duduk di tepi tempat tidur.


Zalin mengikuti suaminya duduk di atas ranjang. Kini, sepasang suami istri itu sama-sama menatap tespek yang ada di wadah kecil.


"Semoga, muncul 2 garis merah," harap Briliant. Briliant menatap lekat wajah istrinya dan memeluknya dari samping.


"Biar apa coba?," tanya Briliant kepada Zalin.


Zalin melirik ke arah suaminya.


"Memangnya biar apa?," tanya Zalin sambil menautkan kedua alisnya.


"Biar kamu ga cemberut lagi. Sudah 3 kali kamu datang bulan dan selalu marah-marah," Briliant terkekeh.


"Hm," Zalin membuang wajahnya karena malu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ma'af banget ya, uni baru bisa up. Baru sempat up. Karena kesibukan yang sangat banyak. ulalala.. so sibuk sekali ya 😅


.


Terimakasih untuk yang telah sabar menunggu.


.


Jangan lupa Like dan Votenya ya 😘